Halaman

Senin, 27 Januari 2014

Massa Kecewa MPU Masuk Kota, Mobil Timor Miliknya Dibakar




Massa Kecewa MPU Masuk Kota, Mobil Timor Miliknya Dibakar
Massa Kecewa MPU Masuk Kota, Mobil Timor Miliknya Dibakar






surya online, pamekasan – sekitar 50 mahasiswa yang tergabung dalam barisan mahasiswa merdeka (bmm), pamekasan, unjuk rasa sambil membakar mobil sedan timor m 402 n, milik sendiri di area monumen arek lancor, pamekasan, senin (27/1/2014).
 tindakan mereka membakar mobil timor itu disaksikan kapolres pamekasan, akb nanang chadarusman, kasatlantas polres pamekasan, akp bambang sugiharto dan sejumlah aparat kepolisian serta masyarakat sekitar, sehingga tekesan aparat membiarkan pendemo membakar mobilnya.
 mereka beralasan, membakar mobil sebagai bentuk protes terhadap pemkab pamekasan, yang dituding tidak tegas memberlakukan larangan mobil penumpang umum (mpu) masuk kota pamekasan, seperti yang diatur dalam perbup pamekasan, nomor 15 tahun 2010.
 sebab, seharusnya larangan mpu masuk kota itu diterapkan pada senin (13/1/2014) lalu, ternyata saat diberlakukan ditunda, karena mendapat penolakan dari seluruh mpu di pamekasan dengan menggelar mogok.
 sebelum mobil itu dibakar, di antara mereka berdiri di atas mobil timor, sambil berorasi menggunakan megaphone.
sedang yang lain meletakkan empat ban bekas di depan mobil timor dan beberapa botol berisi bensin.
 menurut mereka, niat pemkab pamekasan untuk menerapkan aturan larangan mpu masuk kota dinilai lemah.
karena sejak 2010 hingga 2014 ini, setiap aturan itu hendak diberlakukan selalu gagal dan terntuda.
 padahal, sebelum diberlakukan, sudah terjadi kesepakatan antara perwakilan sopir mpu, dinas perhubungan komunikasi dan informatika (dishub koinfo), polres dan dprd, aturannya setiap hari, mulai pukul 06.
00 hingga pukul 14.
00, mpu dari segala jurusan di pamekasan, tidak boleh masuk kota.
 “kami mendesak pemerintah agar menegakkan aturan.
sekarang kota pamekasan semakin semrawut, bukan hanya mpu bebas masuk kota, tapi mpu liar dibiarkan mencari penumpang di kota,” kata ahmad sujai, koordinator unjuk rasa.
 usai orasi, kemudian mereka memantikkan api ke beberapa ban bekas yang sudah disirami bensin, sehingga api berkobar.
kemudian ban yang terbakar itu didorong menggunakan bambu ke bagian depan mobil timor, sehingga seluruh mobil dilalap api.
 berselang tidak berapa lama setelah api merubung seluruh mobil, petugas pmk datang menyemprot ke arah mobil yang sudah hangus dan tinggal kerangka.
 ahmad sujai, kepada surya mengatakan, ia rela membakar mobil mereka sendiri karena kecewa tergadap pemkab pamekasan yang tidak mau menegakkan dan melaksanakan perbup 2010,  larangan mpu masuk kota.
“kalau tidak bisa menerapkan, lebih baik perbup itu dihapus saja.
kami membakar mobil, demi tegaknya aturan dan kepentingan masyarakat,” kata ahmad sujai.
 sementara zaini werwer, pemilik mobil yang melihat dari agak kejauhan, ketika ditanya kenapa mobilnya dibakar, tidak mau menjawab dan menghindar.
 rupanya, ulah mereka itu kurang mendapat simpati masyarakat sekitar.
warga menengarai ada kepentingan tertentu di balik aksi itu dengan mengorbankan mobilnya.
“dari pada mobil itu dibakar, bukankah lebih baik dijual, uangnya diberikan kepada masyarakat miskin,” kata harjadi, salah seorang warga.
 usai berunjuk rasa, mereka naik mobil toyota avanza putih.
sambil membuka kaca mobil kiri kanan dan mengeluarkan bendera berikut poster.
mereka bersorak menggambarkan  kegembiraan.
“nah lihat itu, mereka seakan tidak sedih kehilangan mobil yang dibakarnya.
ini ada apa,” kata salah seorang warga.
 ketua dpd (komite nasional pemuda indonesia) pamekasan, nur faisal, mengecam keras unjuk rasa yang sudah melenceng, karena membakar  membakar mobil dengan berkedok demi memperjuangkan rakyat dan  ingin menegakkan perbup.
 “gerakan mereka tidak mendidik dan sesat.
dari segi agama itu sudah salah, membuang-buang harta.
begitu juga dari teori gerakan tidak benar.
kami menilai pemikiran teman-teman tadi sudah di luar akal sehat,” kata nur faisal.
 nur faisal, yang selama ini dikenal aktivis dan koordinator unjuk rasa, menyatakan, seharusnya jika untuk kepentingan rakyat,  mobilnya dijual uangnya disumbangkan untuk warga pamekasan yang tidak mampu.
ini lebih mulia dan bermanfaat dari pada dibakar.
 ditegaskan, sejak 2015 lalu, ia bersama tokoh pemuda mengawal agar mpu tidak masuk kota, gerakannya tidak seperti ini, yang dianggap melukai masyarakat miskin.
kalau ada perbup itu sampai sekarang belum bisa dilaksanakan, bukan membakar mobil di tengah jalan, tapi mengajak masayarakat menemui pemegang kebijakan.
 ditambahkan, ia menyayangkan kenapa polisi membiarkan mereka membakar mobil walau miliknya sendiri.
“kami dulu, mau bakar ban bekas saja harus eker-ekeran dengan petugas boleh tidaknya.
tapi saya tadi melihat polisi membiarkan,” imbuh nur faisal.
 kapolres pamekasan, akbp nanang chadarusman, mengatakan, sudah melarang pengunjuk rasa agar tidak membakar mobil di area itu demi ketertiban umum.
tapi pendemo “kalau pendemo mau membakar mobil sendiri, kami tidak bisa memaksakan kehendak,” kata kapolres.
 wakil ketua dprd pamekasan, khairul kalam, yang dimintai komentarnya mengatakan, ditundanya pemberlakuan mpu masuk kota ini, merupakan keputusan bersama dishub koinfo, dewan dan lantas, saat menyikap demo sopir mpu.
 sebab kata khairul kalam, terdapat sejumlah prasarana yang belum terpenuhi.
ketika mpu dilarang masuk kota, masyarakat kesulitan mencari angkutan penghubung.
kalau saat ini diberlakukan, merugikan masyarakat, khususnya siswa dari luar kota.
 “bisa dibayangkan, jika mpu dari waru dan dari sumenep berhenti di terminal lama di jl stadion, lalu sejumlah siswa menuju sekolah butuh biaya tambahan lagi.
ini beban bagi masyarakat dan orang tua.
seandainya ada perbedaan masalah perbup, kita bicarakan bersama, asal kepentingan masyarakat banyak tidak dikorbankan,” kata khairul kalam.
 catatan surya, pada kamis (23/3/2012) lalu, sekitar 100 mereka unjuk rasa ke kantor dprd pamekasan, menolak kenaikan harga bbm.
mereka membakar sepeda motor suzuki crystal, milik sendiri, lantaran kesal dengan sikap empat  fraksi di dprd pamekasan yang tidak mau membubuhkan tanda tangan menolak kenaikan harga bbm di spanduk yang mereka bawa.


Source from: surabaya[dot]tribunews[dot]com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.