Halaman

Selasa, 19 Maret 2013

Produktifias Lahan Kopi di Indonesia Kurang








surabaya - kehadiran menteri perdagangan (mendag) gita wiryawan di jatim, selasa (19/3/2013) sempat  'diculik' eksportir kopi yang sedang menggelar pertemuan di pt aneka coffe industri trosobo, sidoarjo.
usai meninjau kontainer berisi bawang putih yang masih ngendon di pt terminal petikemas surabaya (tps) bersama gubenur jatim, soekarwo, gita bersama rombongan kementrian perdagangan langsung meluncur ke trosobo.
para eksportir yang tergabung dalam asosiasi eksportir kopi indonesia (aeki) yang sebelumnya juga hadir di pt tps, membawa gita untuk mengadukan tingkat produktifitas lahan kopi di indonesia yang kurang.
padahal ekspor kopi indonesia sangat besar, hingga dirasa tidak seimbang.
  dengan luas lahan 1,1 juta hektar tingkat produktifitas hanya 700-800 kg per hektar.
padahal idealnya dengan bisa mencapai 1,5 ton per hektar.
catatan itu masih kalah dibanding vietnam yang memiliki produktifitas tinggi.
padahal lahan yang dimiliki vietnam tidak lebih dari 50 persen lahan yang dimiliki indonesia.
tetapi vietnam menjadikan diri sebagai negara pengekspor kopi terbesar di asia tenggara.
"kita harus bisa menjadi negara pengekspor kopi terbesar, minimal di asia tenggara.
dan kita harus bisa mengalahkan vietnam di asia tenggara," kata gita wiryawan, usai mendapat paparan dari para eksportir kopi dan petani kopi yang hadir.
gita mengungkapkan, industri kopi di indonesia cukup besar.
bahkan 10 varietas unggul didunia ada di indonesia.
kopi jenis java dan toraja sejauh ini menjadi primadona konsumen kopi dunia.
dalam diskusi dengan petani maupun anggota aeki, gita mengingatkan agar ada peningkatan industri kopi agar target tercapai.
'kalau kita melihat kopi produktifitas kopi vietnam yang mencapai 1,2 juta ton, kita baru mencapai 600 ribu ton.
berarti kita masih ketinggalan jauh," lanjutnya.
gita menambahkan bila seluruh pemangku kepentingan agar bisa meningkatkan industri dan teknologi pasca panen.
terlebih jawa timur menjadi salah satu barometer industri kopi nasional.
setidaknya segitiga emas, banyuwangi-malang-bondowoso mampu menjadi sentra kopi nasional di indonesia, selain bengkulu, lampung, dan sumatra selatan.
untuk konsumsi kopi jawa timur sendiri mampu mencapai 30 persen dari kebutuhan kopi secara nasional.
sementara lahan di indonesia timur belum tergarap dengan baik.
"padahal bila melihat potensinya cukp bagus.
sebut saja di sulawesi selatan itu potensi kopi toraja cukup bagus," ungkap ketua gabungan eksportir kopi indonesia (gaeki), hutama sugandhi.
gandhi mengakui, saat ini peran pemerintah sangat dibutuhkan untuk meningkatkan industri kopi.
gaeki menyoroti infrastruktur berbanding lahan tidak berimbang.
akibatnya industri kopi banyak yang mengguncakan cara tradisional.

Source from: surya[dot]tribunews[dot]com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.