Halaman

Selasa, 19 Maret 2013

Warga Ancam Usir Penambang Gunakan Alat Berat








blitar - sekitar 500 warga dari tiga desa mendatangi gedung dprd kabupaten blitar, selasa (19/3/2013), menuntut penutupan lokasi penambangan pasir di sungai desa setempat.
pasalnya, penambangan itu menyebabkan erosi sungai karena dikeruk dengan alat berat, seperti bego.
mereka berasal dari desa penataran, kedawung, keduanya kecamatan nglegok, dan desa sumbernanas, kecamatan ponggok.
di gedung dewan, para pendemo yang kebanyakan para penambang tradisional itu kecewa karena tak ada anggota dewan yang menemui.
mereka hanya ditemui hari subagyo, setwan, dengan alasana semua anggota dewan lagi sibuk ada kegiatan di lapangan.
karena tak ada pejabat yang menampakkan batang hidungnya itu, m trianto, koordinator lsm komite rakyat pemberantasan korupsi (krpk), yang mendampingi para pendemo itu minta pada satpol pp agar segera menertibkan para penambangan yang menggunakan alat berat tersebut.
"kami men-deadline, dalam waktu 2x 24 jam, kalau tak ada penertiban dari satpol pp, warga yang kebanyakan para penambang tradisional itu akan melakukan penutupan dengan caranya sendiri.
yakni, warga akan mengusirnya," ungkap trianto dalam orasinya.
menurutnya, cara penambangan yang dilakukan tiga pengusaha itu, selain merusak sungai, juga merugikan warga, khususnya penambang tradisional.
mereka tak mampu bersaing karena hanya menggunakan cangkul, sementara para pengusaha menggunakan alat berat.
"kami nggak mau diberi alasan, yang kami minta agar aktivitas mereka itu dihentikan," tegasnya.

Source from: surya[dot]tribunews[dot]com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.