![]() |
| Omzet Pengusaha Reklame Terseret Penertiban Pemda |
surya online, surabaya - kampanye pemilu menjadi momen yang ditunggu-tunggu pelaku usaha reklame outdoor di surabaya.
sayangnya, pada pemilu kali ini, mereka tidak bisa tertawa terlalu keras.
bisa dipastikan omzet yang datang khusus seputar pemilu tahun ini menurun, bila dibandingkan dengan 2009.
ketua persatuan perusahaan periklanan indonesia (p3i), haries purwoko mengatakan, turunnya omzet bukan karena order makin turun, atau karena calon legislatif (caleg) dan calon presiden (capres) lebih gemar berkampanye di media sosial.
tetapi, karena kebijakan penertiban titik-titik reklame yang dilakukan pemkot surabaya.
“space reklame makin terbatas.
jelas, secara langsung berdampak ke kami,” keluh haries, sabtu (22/2/2014).
ia mengatakan, pengurangan jumlah titik reklame di surabaya mencapai lebih dari 70 persen.
pada 2009, jumlah titik mencapai 2.
000, sementara saat ini berada di kisaran 600 titik.
padahal, sebelumnya, angka 600 itu titik reklame milik satu perusahaan besar saja.
“sekarang jadi jumlah total untuk satu kota.
bisa dibilang bisnis reklame outdoor di surabaya saat ini sedang terpuruk,” kata dia.
haries memperkirakan, pemilu tahun ini hanya akan menambah omzet para pengusaha reklame 10 persen saja.
meski jumlahnya tak sebesar 2009, pemilu memang sangat ditunggu-tunggu, karena menjadi tambahan nafas buat pengusaha reklame, ditengah kabar bakal dilarangnya reklame rokok oleh pemerintah.
“pertumbuhan tetap ada, tetapi saya kira tidak sebesar tahun lalu.
iklan dari kepentingan kampanye bisa sangat membantu kami,” ujarnya.
menurut dia, reklame sejatinya masih dibutuhkan simpatisan pemilu, yakni peserta pilcaleg maupun pilpres.
sekencang-kencangnya media sosial dan komunikasi internet, berkampanye lewat reklame jalanan sampai kapanpun akan dibutuhkan.
“hanya saja, bagaimana bentuknya.
sekarang reklame outdoor memang sudah mulai beralih dari cetak ke bentuk digital.
perkembangan teknologi pasti akan mempengaruhi bentuk penyajian reklame,” sebut dia.
terkait kinerja periklanan tahun lalu, sekretaris p3i jatim, agus winoto menjelaskan, jatim berkontribusi sebesar 15 persen dari pendapatan bisnis iklan nasional yang mencapai rp 91 triliun.
itu artinya, transaksi iklan dari jatim ada di kisaran rp 13,65 triliun.
“tahun ini, diperkirakan pertumbuhannya agak melambat karena industri rokok sebagai pengiklan terbesar terbentur larangan iklan rokok oleh pemerintah.
kita masih diuntungkan dengan banyaknya iklan politik yang masuk.
pertumbuhan ada, tetapi tidak sebesar tahun lalu,” kata agus.
terkait    #pengusaha reklame, kebijakan penertiban pemda, ket
berita terkait: lipsus berkah pemilu
pengusaha kecil hingga besar sama-sama meraup untung
kampanye, percetakan tetap dibutuhkan
kaos untuk kampanye bukan lagi pilihan
bisnis garmen tak lagi booming
siap terdesak media digital
penulis: aji bramastra
editor: tri dayaning reviati
tweet
Source from: surabaya[dot]tribunews[dot]com

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.