![]() |
| Hujan Deras, Jalur Alternatif Ponorogo - Trenggalek Tertimbun Longsor |
surya online, ponorogo-jalur alternatif ponorogo - trenggalek melalui desa temon, kecamatan ngrayun, kabupaten ponorogo menuju desa jajar, kecamatan pule, kabupaten ponorogo tertimbun longsor, sejak senin (24/2/2014) malam hingga selasa (25/2/2014) pagi.
akibatnya, jalur utama warga lereng pegunungan itu mengalami kelumpuhan selama berjam-jam.
selain jalan tertutup lumpur, material batu, serta bongkahan rimbunan bambu yang turun dibawa longsor.
badan jalan yang merupakan jalan antar kecamatan dan antar kabupaten tersebut baru bisa dibuka, selasa (25/2/2014) sekitar pukul 06.
00 wib.
lokasi jalan tertimbun longsor karena guyuran hujan deras tersebut tepatnya di tanjakan selindit, desa temon, kecamatan ngrayun.
awalnya, longsor di tebing setinggi enam meter tersebut terjadi pada senin malam sekitar pukul 21.
00 wib.
karena saat kejadian malam hari dan lokasi gelap gulita serta masih terguyur hujan, akhirnya warga bersama para pengguna jalan baru bisa mulai membersihakn jalan tertutup longsor itu, pada selasa (25/2/2014) dini hari.
apalagi, jalan itu ramai karena hari pasaran untuk pasar desa jajar sehingga jalur lebih ramai dari hari-hari biasanya.
kendaraan dari dua jalur tersebut harus berhenti dan antre karena jalan bisa dilalui secara bergantian hingga jalur sudah bersih dari timbunan longsor pada siang harinya.
"longsornya semalam, tetapi kami belum bisa membersihkan karena tidak ada lampu penerangan serta masih hujan.
baru pagi ini kami bersama warga lain dan tentara bisa melakukan pembersihan lumpur dan memotongi bambu-bambu yang turun ke badan jalan ini," terang warga setempat, lakiyo (45) kepada surya, selasa (25/2/2014).
selain itu, lakiyo mengungkapkan setelah para sopir dan warga bisa membersihkan lumpur dan batu yang menutup badan jalan ini, jalur aspal itu mulai bisa dilewati.
kendati demikian, kemacetan selama jalan tertimbun longsor mencapai 3 sampai 5 jam.
"pagi ini kami membersihkan semua puing baik lumpur maupun gerombolan batang bambu yang ikut menutup badan jalan," imbuhnya.
sementara wadan ramil ngrayun, pelda sudaryanto dikonfirmasi di lokasi longsor tersebut pihaknya mengaku kalau longsor terjadi karena wilayah ngrayun sejak senin sore sudah diguyur hujan deras dan tak berhenti sampai selasa (25/2/2014) dini hari.
"malam kami dapat laporan dari warga, usai kami cek dan ternyata benar terjadi longsor, kami baru bisa membersihkan puing-puing longsor bersama warga pagi hari.
karena semalam masih hujan," pungkasnya.
baca juga
alat pendeteksi longsor di madiun tak berfungsi maksimal
penulis: sudarmawan
editor: satwika rumeksa
tweet
Source from: surabaya[dot]tribunews[dot]com

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.