![]() |
| Ajak Mucikari Luangkan Sedikit Waktu Untuk Beribadah |
surya online, surabaya - parmi tidak mau memaksa anggota pengajiannya itu ‘bersih’ dari prostitusi.
jika itu dilakukan, ia khawatir teman-temannya justru lari dari majelis pengajian.
baginya, hidup adalah proses.
begitu juga untuk meninggalkan dunia hitam.
belajar dari pengalaman, parmi sendiri merasakan cukup berat ketika memutuskan berhenti total dari prostitusi, yang sudah digelutinya selama 20 tahun.
parmi yang pertama menjadi penghibur tahun 1982 itu pernah berhenti di tahun 1987.
namun, pertobatan itu ternyata hanya berlangsung dua tahun.
impitan ekonomi, kebutuhan sekolah anak-anaknya, dan godaan teman-teman seprofesi membuatnya kembali masuk lokalisasi.
pada 1993, dia diajak temannya bekerja di jarak.
hidayah datang awal 2000-an.
parmi teringat nazarnya.
akan berhenti saat ekonomi anak-anaknya sudah tidak bergantung padanya.
“janji (nazar) itu yang saya tepati,” tuturnya.
parmi sadar betul teman-temanya juga butuh proses untuk berhenti.
sebab banyak perkara yang membuntuti.
mulai perkara sosial, hubungan dengan teman, hingga yang paling beratnya, masalah ekonomi.
“para mucikari dan psk itu bekerja disana untuk menyambung hidup.
kalau tidak bekerja, jelas tidak akan memiliki uang,” katanya.
teman dan lingkungan juga menjadi masalah tersendiri bagi seorang psk yang ingin berhenti.
parmi mencontohkan pengalamannya saat awal berhenti menjadi psk.
tidak sedikit rekan dan pelanggan yang mengejeknya.
parmi paham tali-temali masalah di belakang para psk dan mucikari.
makanya, ia tidak perlu mencari ketika mereka tidak muncul dalam pengajian diadakan pada minggu malam.
begitu juga saat mereka tidak muncul dalam latihan qasidah.
mereka yang tidak hadir itu pertanda di wisma sedang banyak tamu.
bagi nenek sembilan cucu ini, seorang mucikari mau menjadi jemaah pengajian saja, itu sudah baik.
dia mengajak para mucikari ini meluangkan sedikit waktu untuk beribadah.
ia ingin agar waktu yang sedikit itu bisa menjadi awal bagi pertobatan mereka kelak.
saat ini, jemaah pengajian nurul hidayah beranggota 80-an orang.
mereka tersebar di lima rt di rw 10 putat jaya.
“kebanyakan anggota kami orang tua-tua.
masih sulit ajak yang muda-muda.
namun begitu, semangat kami tetap tinggi untuk mendekatkan diri dengan allah,” ucap parmi.
(idl)
terkait#pemilu 2014
berita terkait: pemilu 2014
hari ini, kpu jatim mulai rekap suara pileg tingkat provinsi
rampung, rekapitulasi hasil suara di kpu surabaya
baru tujuh daerah serahkan kotak suara ke kpu jatim
rekapitulasi suara, lima daerah di jatim ini jadi perhatian khusus
jelang rekap tingkat jatim, polda cek kondisi kotak suara
editor: titis jati permata
sumber: surya cetak
tweet
Source from: surabaya[dot]tribunews[dot]com

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.