Halaman

Kamis, 24 April 2014

Film "2014" Belum Pernah Diputar di Indonesia









surya online, jakarta - festival film indonesia (iff) digelar untuk kesembilan kalinya di australia.
ada beberapa hal yang unik tahun ini, antara lain, waktu festival yang lebih lama dan ditayangkannya sebuah film yang kabarnya tidak diputar di indonesiaada sepuluh film indonesia yang mendapat panggung di iff kali ini, yaitu comic 8, the jungle school (sokola rimba) , what they don’t talk about when they talk about love, 99 cahaya di langit eropa, sagarmatha , street society, 9 summers 10 autumns, janji joni, 2014 dan something in the way.
film terakhir, yang disutradarai oleh teddy soeriaatmadja, kabarnya tidak diputar di negeri sendiri, ungkap siti aulia destrianty, salah satu anggota tim program iff 2014.
film yang dibintangi oleh ratu felisha dan reza rahadian tersebut mengusung tema yang cukup berani dan kental unsur seksualnya.
sedangkan 2014, yang disutradarai hanung bramantyo dan rahabi mandra, sampai saat ini belum diputar di indonesia, hingga pemutaran dalam festival ini akan jadi penampilan  perdana film tentang pemilihan umum indonesia tersebut.
tahun ini, diadakan pula kompetisi film pendek, yang selama dua tahun sebelumnya sempat absen dari agenda festival.
ada 16  film pendek yang bersaing dalam kompetisi kali ini.
menurut aulia, kualitasnya cukup memuaskan.
“setengah dari entries filmnya menurut saya memuaskan, profesional.
pemenangnya, pohon penghujan, sudah diikutkan ke beberapa film festival… kamis ke 300, director-nya happy salma.
sekarang lagi ditayangkan di belanda.
jadi, standar tahun ini bisa kita bilang tinggi,” terangnya.
menurut aulia, pemilihan film-film utama yang ditayangkan tahun ini diharapkan seimbang, antara film yang cukup ‘berat’ temanya, seperti something in the way, dan film-film yang lebih ringan dan meraih kepopuleran tinggi di indonesia, seperti comic 8, yang bergenre komedi, dan 99 cahaya di langit eropa, yang bertema religi.
“kita lihat reputasi filmnya sendiri.
kalau sudah masuk festival luar negeri, filmnya seperti what they don’t talk about when they talk about love, sering diputar di festival internasional.
jadi kita yakin dengan kualitasnya,” jelas aulia tentang kriteria pemilihan film.
sedangkan janji joni dipilih bukan sebagai film utama, melainkan untuk ditayangkan dalam acara open-air cinema, alias nonton film bersama di ruang terbuka, di sebuah lapangan di universitas melbourne tanggal 5 april lalu.
ini pertama kalinya iff mengadakan nonton bersama, dan salah satu tujuan kegiatan tersebut adalah untuk menarik perhatian lebih banyak penonton di luar komunitas indonesia yang tinggal di melbourne.
selain melalui acara nonton bersama tersebut, para panitia iff tahun ini pun berusaha mempromosikan festival melalui media radio komunitas, media lainnya, dan juga melalui parade kecil di pusat kota melbourne sambil mengenakan baju tradisional indonesia.
selama ini, pengunjung iff memang jauh lebih banyak datang dari komunitas indonesia.
untuk menarik lebih banyak penonton australia, iff juga menggaet asosiasi pemuda australia-indonesia (aiya) sebagai salah satu rekannya.
daniel brooks, salah satu anggota aiya, mengatakan bahwa selama ini pengetahuan masyarakat australia tentang film indonesia memang tidak terlalu banyak.
namun, minat terhadap hal tersebut mulai tumbuh.
antara lain, karena makin banyak film indonesia atau film bertema indonesia, yang menarik perhatian internasional, seperti film laga the raid, yang dibintangi iko uwais.
festival film indonesia tahun 2014 akan berlangsung mulai tanggal 24 april hingga 3 mei di melbourne dan 25 april hingga 27 april di sydney.




terkait#festival fil indonesia, ustralia


editor: parmin

sumber: tribunnews






tweet

Source from: surabaya[dot]tribunews[dot]com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.