Halaman

Sabtu, 22 Maret 2014

Fasilitas dan SDM Harus Setara









surya online, surabaya – ketua umum yayasan lembaga peduli pendidikan indonesia (ylppi)  murpin josua sembiring mengatakan, pembukaan program studi di luar domisili (psdd) tidak boleh asal-asalan.
tetapi harus memenuhi ketentuan seperti fasilitas dan sumber daya manusia (sdm) yang sama persis dengan kampus asalnya.
hal ini untuk memenuhi fungsi tridharma perguruan tinggi.

“gedungnya harus setara dan sumber daya dosennya juga harus sama, jadi bukan dosen terbang,”jelas murpin saat dihubungi, jumat (21/3/2014).
terkait dosen, minimal harus enam dosen tetap s2 di masing-masing prodi.
jadi, kalau ada empat prodi yang dibuka, harus ada minimal 24 dosen.
dosen ini bukan dosen terbang yang bisa sewaktu-waktu mengajar di kampus asalnya dan sewaktu-waktu di psdd.
tetapi dosen yang memang berdomisili di kota yang menyelenggarakan psdd.
”hal ini tentu tidak akan mudah karena akan mengurangi rasio dosen dan mahasiswa di kampus asalnya,”kata murpin saat dihubungi, jumat (21/3/2014).
menurut murpin, langkah ptn membuka prodi diluar domisili juga harus mempertimbangkan keunikan prodi.
menjadi tidak terlalu penting, jika ternyata prodi yang dibuka di luar domisili itu ternyata adalah prodi-prodi yang sudah difasilitasi oleh perguruan tinggi swasta (pts) di daerah tersebut.
”sebenarnya ptn yang didanai pemerintah dan masyarakat mbok cari daerah dan prodi dimana penyelenggara swasta sulit untuk membukanya,”kata murpin yang juga rektor universitas widya kartika (uwika) surabaya.
dia mencontohkan, ptn yang ingin membuka psdd di banyuwangi, hendaknya membuka prodi seperti teknik nuklir yang memang langka dan sulit dibuka oleh pts.
”jangan malah swasta sudah berkembang, lalu didirikan  ptn deangn prodi yang sudah umum dan ada sebelunya,”katanya.
menurut murpin, harusnya pemerintah itu mendorong swasta yang sudah susah payah dengan swadaya ikut meningkatkan pendidikan.
”kalau memang swasta mutunya kurang, di situlah harusnya peran pemerintah.
ini filosofi yang harus dipegang,”katanya.
murpin juga menyoroti pemerintah daerah yang menggebu untuk memiliki ptn.
padahal, pemda ini sebenarnya memiliki kekuatan untuk membuka sendiri sekolah tinggi negeri sesuai dengan potensi daerahnya.
”kalua potensi daerahnya perikanan, merka kan bisa mendirikan sekolah tinggi perikanan negeri.
itu baru pemda yang kreatif,”tukasnya.





penulis: musahadah

editor: parmin






tweet

Source from: surabaya[dot]tribunews[dot]com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.