![]() |
| Puluhan Anak-anak dan Remaja Berebut Kepala Kerbau di Tengah Laut |
surya online, pasuruan - suasana berbeda tampak di pelabuhan kelurahan ngemplakrejo, kecamatan purworejo, kota pasuruan.
ratusan nelayan tampak sedang berkumpul dan bersiap-siap menaiki perahu pada acara panitia petik laut, sabtu (1/3/2014) yang digelar pemerintah kota pasuruan.
di tepi laut, tampak sebuah replika perahu berukuran panjang sekitar 2 meter dan tinggi 50 sentimeter yang terbuat dari sterofoam dan sudah dihias sedemikian rupa.
perahu dari sterofoam itu berisi sesajen berupa kepala kerbau jantan, jenang beras merah, serta bunga tujuh rupa.
perahu dari sterofoam berisi sesajen itu, akan dilarung di tengah laut, dengan diiringi perahu-perahu para nelayan.
upacara larung sesajen ke tengah perairan pasuruan itu merupakan bagian dari acara tasyakuran petik laut.
sebelum upacara dimulai, seorang ustad bernama maksum memimpin doa bersama di dekat perahu sesaji.
dia mengajak berdoa bersama supaya pelaksanaan larung siang itu dapat berjalan dengan lancar.
"bismillah, semoga keberkahan atas rasa syukur ini dapat terkabul.
amin," ujar maksum, yang kemudian diamini oleh nelayan yang hadir.
usai berdoa bersama, sejumlah pemuda memakai kaus bermotif garis merah dan putih atau pakaian sakera mengangkat perahu larung ke sebuah kapal milik nelayan.
di atas kapal tersebut, tampak para tokoh agama dan pejabat daerah seperti walikota pasuruan dan jajarannya.
angin laut yang berhembus, ombak yang menderu dan teriknya panas matahari membuat suasana larung kian menarik.
wartawan yang ikut dalam rombongan ini pun menyaksikan secara langsung belasan perahu nelayan berjejer membentuk formasi lingkaran besar guna memberikan ruang bagi pelaksanaan pelepasan sesaji kerbau yang dibawa.
pada pelaksanaan tasyakuran petik laut itu juga dijaga oleg anggota polairud dan tni al.
menggunakan kapal patroli, mereka ikut memantau prosesi petik laut ini, memastikan acara berjalan lancar.
seorang nelayan setempat, tafsir mengatakan, acara larung sesaji petik laut itu, sudah menjadi tradisi turun temurun.
ritual larung sesaji petik laut, merupakan wujud dari rasya syukur para nelayan kepada tuhan.
dengan harapan, akan diberikan kemudahan pada saat mencari ikan.
"larung sesaji petik laut ini sudah tradisi sejak turun temurun, sebagau wujud syukur kami kepada pencipta.
harapannya, supaya tangkapan ikan kami pada tahun ini semakin banyak,"kata tafsir.
usai dibacakan mantra dan doa-doa, perahu larung selanjutnya dilepaskan ke tengah laut bebas.
sesaat kemudian, puluhan anak-anak dan remaja yang ikut dalam rombongan tersebut langsung menceburkan diri dari atas kapal ke tengah laut.
mereka saling memperebutkan kepala kerbau dan sesajen lain yang ada di dalam perahu larung.
sementara itu, para nelayan yang ikut melarung, langsung mengambil air laut dan menyiramkannya ke atas perahunya masing-masing.
kegiatan petik laut ini merupakan kegiatan rutin yang diselenggarakan bertepatan dengan hari jadi kota pasuruan ke-328.
selain ritual petik laut, acara juga dimeriahkan dengan berbagai hiburan rakyat pada 1-2 maret 2014.
"ini merupakan tradisi nelayan di kota pasuruan.
bertepatan dengan hut kota pasuruan ke-328 kami bersama kelompok nelayan menggelar secara serentak, mudah-mudahan hasil tangkapan ikan kita melimpah," kata ahmad gatot, panitia pelaksana petik laut 2014.
googletag.
cmd.
push(function() { googletag.
display('div-surya-article-bottom-signature'); });
Source from: surabaya[dot]tribunews[dot]com

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.