Halaman

Sabtu, 22 Maret 2014

Asongan Tahlili dan Salatkan Pocong Tanda Matinya Nurani Kadaop Madiun




Asongan Tahlili dan Salatkan Pocong Tanda Matinya Nurani Kadaop Madiun
Asongan Tahlili dan Salatkan Pocong Tanda Matinya Nurani Kadaop Madiun






surya online, madiun - sebanyak 33 pedagang asongan stasiun madiun yang sebelumnya mempersiapkan pocong di depan kantor pt kai daop vii madiun, mulai tahlili dan menyalatkan pocong itu.
pedagang asongan menilai tahlil dan salat itu, sebagai tanda matinya hati nurani kepala pt kai daop vii madiun, ahmad najib tawangalun.
hal ini menyusul, aksi mereka selama 3 pekan terakhir tak pernah digubris dan ditanggapi serius selain perlawanan fisik dari polsuska, pam ka, dan marinir yang menjaga stasiun madiun.
bahkan dalam aksi terakhir dengan membuat tenda untuk bermalam dan berjualan di depan kantor pt kai daop vii madiun sejak 3 hari terakhir juga tak menggugah pembuat kebijakan dalam manajemen pt kai daop vii madiun itu.
dalam tahlil dan salat gaib mayat (pocong) itu, para pedagang asongan dipimpin mantan ketua dprd kabupaten ponorogo tahun 1999-2004, suhardo yang kini aktif membela warga kota madiun.
mayat diletakkan di atas bangku membujur ke barat dan timur.
sedangkan massa berada di trotoar di bawah plang board pt kai daop vii madiun di jl kompol soenaryo, kota madiun.
dalam tahlil dan salat gaib itu berjalan khidmat dan tenang.
sebagian pedagang menangis meratapi kebijakan yang membuat mereka tak bisa bekerja selama 3 pekan terakhir ini.
sedangkan dua tulisan dan gambar karikatur petugas pt kai daop vii madiun dengan tato tangan kanan polsuska dan tato tangan kiri bertuliskan marinir bertuliskan telah mati hati nurani kadaop vii madiun dan sekarang ini hanya nyawa yang kami punya, kalau anda arogan??? kami juga bisa nekat!!!"makanya motor saya jagrak di depan pintu gerbang kantor pt kai daop vii madiun itu agar kalau pejabat keluar masuk kantor itu hatinya tergugah.
para pejabat kai tak akan bisa keluar masuk dengan cepat selain pelan-pelan karena ada motor saya di samping kanan tenda itu.
tetapi, ya sampai sekarang belum ada tanggapan," terang koordinator pedagang asongan stasiun madiun, hadi suloso kepada surya, sabtu (22/3/2014).
lebih jauh, pria yang akrab dipanggil loso ini mengungkapkan jika aksi membuat tenda dan berjualan di depan pt kai daop vii madiun akan dilaksanakan selama 24 jam penuh.
pihaknya tak memberikan batas kapan aksi itu akan berakhir.
"aksi kami akan selesai kalau sudah ada solusi dari pt kai daop vii madiun.
wong kami sudah jualan 33 tahun bersamaan dengan perkembangan stasiun madiun.
kami memiliki andil dalam membersihkan sampah, gelandangan dan pengemis dan membuat situasi stasiun madiun makin tertib," imbuhnya.
sedangkan rencana terdekatnya, kata loso para pedagang asongan bakal diajak hearing dengan anggota dan pimpinan dprd kota madiun, senin (24/3/2014) besok.
"mudah-mudahan dalam pertemuan dengan dewan itu ada solusi.
kasihan anak dan istri kami yang tak mendapatkan jatah belanja dan makan 3 pekan ini.
sekarang 3 hari mulai berjualan di depan kantor pt kai daop vii mulai ada sedikit pemasukan," pintahnya.
sementara soal laporan mengenai dugaan pungutan liar (pungli) rp 600.
000 per tahun, uang pengganti id card asongan rp 30.
000, uang kurban idul adha rp 10.
000 sampai 20.
000, serta iuran harian rp 200, suloso mengaku tak berharap banyak atas laporannya pekan lalu itu.
"semua saya serahkan ke polisi.
yang jelas tujuan kami satu harus diperbolehkan berjualan lagi.
kami tak yakin laporan berjalan karena 2 orang oknum penarik pungli sudah dipindahkan keluar jawa," katanya.
sedangkan soal laporan penganiayaan pemukulan dan tendangan saat terjadi aksi bentrok pekan lalu, loso mengaku yakin bakal ada titik terangnya.
"kalau soal penganiayaannya berjalan terus.
kami yakin polisi menyelidikinya.
kan korban dan saksi sudah jelas," pungkasnya.




terkait #asongan madiun,tahlil

baca juga



pakde-gus ipul tahlilan di rumah mega


balita ikut demo di mapolda


demo, warga mojokerto tahlilan di mapolda


pbnu : nu jangan hanya bersatu saat tahlil


polres lamongan tahlilan untuk istri kapolda





penulis: sudarmawan

editor: heru pramono






tweet

Source from: surabaya[dot]tribunews[dot]com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.