surya online, malang – keinginan dinas pendidikan (dindik) kota malang untuk menyediakan bangku kosong bagi anak-anak jalanan dan orang tidak mampu kandas setelah ditolak oleh dprd kota malang, senin (30/6/2014).
sekertaris dindik kota malang, suwarjana mengatakan, usulan tersebut tak bisa dilaksanakan berdasarkan hasil rapat bersama dprd kota malang, senin (30/6/2014) sore.
alasan pembatalan juga masih sumir, namun sumber surya menjelaskan, pembatalan disebabkan usulan tersebut disampaikan mendadak, yakni sehari sebelum pelaksanaan ppdb online, selasa (01/7/2014).
suwarjana memastikan rencana tersebut tak merubah jumlah kuota penerimaan siswa baru tahun ini.
“kuota siswa masih tetap dan tidak ada perubahan,” tegas suwarjana pada surya, senin (30/6/2014).
sebelumnya, dindik kota malang mewacanakan untuk menampung anak-anak jalanan ke berbagai sekolah negeri, mulai dari jenjang sd hingga sma.
wacana tersebut disampaikan disela penyerahan bantuan kepada anjal di sekretariat jaringan kemanusiaan jawa timur (jkjt), kamis (26/6/2014).
"kami akan mempermudah syarat-syarat anjal yang ingin sekolah.
mereka harus melanjutkan sekolah," kata zubaidah ketika itu.
ketua musyawarah kerja kepala sekolah sma negeri, tri suharno saat dihubungi surya, senin (30/6/2014), mengatakan, usulan tersebut sudah matang sebab seluruh sekolah sudah setuju untuk menampung satu anak di satu kelas.
nama progam ini pun sudah dibuat, yakni ppdb peduli wong cilik.
syarat untuk bisa masuk ke sekolah negeri juga dipermudah, sebab dindik hanya memberi kriteria calon siswa tersebut harus berada di lingkungan sekitar sekolah, pendapatan orang tua harus dibawah rp 500.
000 per bulan dan terdaftar sebagai penduduk kota malang.
“berdasarkan hasil rapat tadi sore, rencana ini tak bisa dilaksanakan segera,” kata tri.
kendati rencana ini batal dilaksanakan, bukan berarti kesempatan anak-anak tersebut untuk belajar di sekolah negeri terabaikan.
tri memastikan anak-anak tersebut masih memiliki kesempatan selama nilai mereka masuk persyaratan.
pria yang juga kepala sma negeri 4 ini menambahkan pembatalan ini tidak merubah sistem ppdb online tahun ini.
semua aturan dan pagu tiap sekolah masih sama seperti ketentuan sebelumnya.
“tidak ada perubahan,” kata tri.
terkait#tolak, program, pendidikan, peduli wong cilik
baca juga
tolak program pendidikan peduli wong cilik
penulis: adrianus adhi
editor: wahjoe harjanto
tweet
Source from: surabaya[dot]tribunews[dot]com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.