Halaman

Tampilkan postingan dengan label Ijo. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ijo. Tampilkan semua postingan

Jumat, 23 Mei 2014

Raperda Surat Ijo Nyantol di Ketua DPRD









surya online, surabaya - draf rancangan peraturan daerah (raperda) pelepasan tanah surat ijo belum ditindaklanjuti karena masih nyantol di ketua dprd surabaya, satu minggu sejak diserahkan.
"memang kita masih mempelajari draf raperda pelepasan surat ijo tersebut.
dan belum kita kirim ke sekwan untuk diadministrasikan," kata mochammad machmud, ketua dprd surabaya, jumat (23/5/2014).
untuk itu, dikatakan machmud, pekan depan draf pelepasan tanah surat ijo akan dikirim ke sekretariat dprd untuk diadministrasikan.
selanjutnya draf raperda tersebut akan dibawa ke rapat badan musyawarah (banmus) untuk dibahas.
jika sudah dilakukan pembahasan banmus maka draf raperda itu dibawa ke rapat paripurna dprd surabaya.
"apanila paripurna dprd menyetujui maka dibentuklah pansus untuk membahas draf raperda tersebut sampai tuntas," ucap machmud.
dalam pembahasan di pansus tersebut, menurut machmud, semua pihak terkait tanah surat ijo bisa ikut memberikan masukan.
dengan demikian pansus dprd bisa memperkaya pengetahuan dan informasi terkait raperda pelepasan tanah surat ijo.
"kami berharap pansus bisa cepat dalam membahas raperda pelepasan tanah surat ijo sehingga bisa segera disahkan menjadi perda untuk diterapkan," tutur machmud.




terkait#raperda, surat ijo, nyantol, di ketua dprd

baca juga



phri tidak diajak bahas ranperda pariwisata


pansus raperda bangunan minta klasifikasi denda


pembahasan rtrw dilanjutkan bulan puasa


pansus raperda rtrw setujui pelestarian bangunan cagar budaya


raperda pariwisata masih pro kontra





penulis: ahmad amru muiz

editor: wahjoe harjanto






tweet

Source from: surabaya[dot]tribunews[dot]com

Pemkot Surabaya : Raperda Tanah Surat Ijo Sudah Dikirim ke Dewan




Pemkot Surabaya :  Raperda Tanah Surat Ijo Sudah Dikirim ke Dewan
Pemkot Surabaya : Raperda Tanah Surat Ijo Sudah Dikirim ke Dewan






surya online, surabaya - keberadaan rancangan peraturan daerah (raperda) pelepasan tanah surat ijo tidak jelas.
ini setelah pemkot surabaya sudah mengirim raperda tersebut ke dprd surabaya.
namun hingga sekarang raperda pelepasan surat ijo belum masuk ke sekretaris dprd surabaya.

"kami tidak tahu sampai dimana prosesnya.
yang jelas raperda surat ijo itu sudah kita kirim ke dprd surabaya," kata maria theresia ekawati rahayu, kabag hukum pemkot surabaya, jumat (23/5/2014).
dijelaskan maria, pemkot sudah menyelesaikan penyusunan raperda sejak sebulan lalu.
usai evaluasi internal dan dirasa sudah sesuai dengan aturan diatasnya maka raperda tersebut dikirim ke dprd surabaya untuk dilakukan pembahasan sebelum disahkan menjadi perda pelepasan tanah surat ijo.
"tahapan itu sudah kita selesaikan semuanya, dan raperda sudah dikirim ke dprd.
jika ternyata dprd belum terima raperda itu kami tidak tahu sampai dimana prosesnya," tutur maria theresia.




terkait#pemkot surabaya

baca juga



pemkot surabaya belum beri kepastian penutupan sdit al ma'ruf


kejari surabaya kembali panggil kadis pu bina marga


ketua dprd tak setuju terminal tow dialih fungsikan


pemkot surabaya samakan pandangan d


persiapan realistis guna pertumbuhan ekonomi





penulis: ahmad amru muiz

editor: titis jati permata






tweet

Source from: surabaya[dot]tribunews[dot]com

Kamis, 08 Mei 2014

Pemkot Pastikan Raperda Tanah Surat Ijo Selesai









surya online, surabaya - pemkot surabaya memastikan raperda pelepasan tanah surat ijo sudah selesai disusun.
dalam waktu dekat raperda tersebut akan dikirim ke dprd untuk dilakukan pembahasan dan persetujuan menjadi perda nantinya.
kabag hukum pemkot surabaya, maria theresia ekawati rahayu mengatakan, penyusunan raperda pelepasan tanah surat ijo memang sempat mengalami hambatan, terutama untuk penyesuaian dengan regulasi pelepasan aset negara.
karena dalam aturan yang ada bertentangan dengan keinginan dan harapan dari warga pemegang surat ijo.
"makanya, kita berupaya mengakomodir keinginan warga dalam penyusunan raperda tanpa bertentangan dengan aturan yang ada," kata maria, rabu (7/5/2014).
oleh karena itu, dikatakan maria, pihaknya bersyukur penyusunan raperda pelepasan tanah surat ijo berhasil diselesaikan.
dan secepatnya raperda tersebut disampaikan ke dprd surabaya untuk dilakukan pembahasan menjadi perda nantinya.
"dan yang pasti, kita tidak ada niatan memperlambat  menyampaikan raperda itu, apalagi jika dikaitkan sambil menunggu anggota dprd baru yang tidak betul sama sekali.
tapi karena proses penyusunan raperda yang rumit dan membutuhkan konsultasi dengan pemerintah pusat," tutur maria.




terkait#perda tanah surat ijo selesai, pemkot surabaya

baca juga



pemkot kembali gelar festival tari remo dan yosakoi


musim liburan, pemkot diminta hati-hati eksekusi tanah kbs


direktur pd kbs tunggu petunjuk wali kota


tak ada tanda-tanda pemkot eksekusi tanah kbs


rumah kreatif ini tempat pelatihan ketrampilan untuk mantan psk





penulis: ahmad amru muiz

editor: parmin






tweet

Source from: surabaya[dot]tribunews[dot]com

Jumat, 17 Mei 2013

Seduhan Kopi Ijo Ala Mak Waris




Seduhan Kopi Ijo Ala Mak Waris
Seduhan Kopi Ijo Ala Mak Waris





tulungagung - kopi ijo adalah frasa kunci untuk menjelaskan tradisi minum kopi di tulungagung.
silakan coba tanya ke sembarang orang ihwal kopi apa yang unik di kota ini, jawabnya nyaris selalu kopi ijo.
kopi ijo tersedia di banyak warung kopi kelas tepi jalan sampai kedai yang berani menyebut diri sebagai kafe.
kopi ijo memang berwarna kehijau-hijauan jika air kopi dituang di lepek.
ia disukai banyak orang.
lalu, siapa yang bikin dan bagaimana cara bikinnya?"rumah mak waris di sana, depan kantor desa bolorejo ada gang, masuk saja.
pokoknya ada antrean panjang, ya situ," kata seorang petani di tepi perempatan jalan raya arah tulungagung ke trenggalek, selasa (14/5).
warung kopi mak waris di bolorejo, kecamatan kauman, kira-kira 15 menit bermotor dari pusat kota tulungagung.
adapun mak waris adalah sebutan bagi istri almarhum waris, sutijah.
ada 25 meja besar di warung kopi mak waris.
cara seduh di warung kopi ini hanya satu cara: kopi tubruk.
jadi, kopi dan gula atau susu dimasukkan gelas atau cangkir, lalu ditubruk air panas.
segelas rp 1.
500, secangkir rp 1.
000.
mereka tak kenal cara seduh atau cara saji kopi yang sebetulnya bisa sampai 10 cara, mulai pakai vietnam drip, syphon, moka pot sampai mesin espresso.
"tiap hari habis 20 kg.
itu termasuk kopi bubuk yang dibeli orang-orang," kata haryanto, satu dari 10 anak waris-sutijah.
haryanto berkisah, orang tuanya mulai buka usaha warung kopi sejak 1978.
"itu setelah ada banjir bandang tahun 1976," kata haryanto, satu dari 10 anak waris-sutijah.
pasangan waris-sutijah mencoba bangkit dari masa paceklik itu.
mereka membuka warung kopi yang cita rasanya unik.
tetapi kopi ijo tidak ditemukan dalam semalam.
mereka menemukan cara yang tepat setelah mencoba menyangrai kopi berkali-kali.
"sebenarnya ini kopi murni, tanpa bumbu atau tambahan apapun," kata haryanto.
ia mengaku tidak tahu ketika ditanya jenis kopi robusta atau arabica yang dipakainya.
haryanto lantas mengajak ke ruang penyimpanan kopinya.
ada belasan karung biji kopi kering di sana.
aromanya robusta, bukan arabica.
di ruang yang sama, mak waris sedang menimbang bubuk kopi lalu mengemasnya dalam plastik 1/2 kg seharga rp 25.
000 dan 1 kg dibanderol rp 50.
000.
ada juga dalam kemasan sekitar 6 ons yang dijual rp 5.
000 per bungkus.
"biji kopi ini belinya di tulungagung sini saja, sebutannya brr 1.
mungkin asalnya dari malang atau mana, saya kurang tahu," kata haryanto.
mak waris menyahut, kopi ijo beda dengan kopi lain bukan karena ditambahi zat pewarna atau bahan apapun.
"bedanya hanya di cara sangrainya, pakai wajan tanah liat, pemanasnya pakai kayu bakar yang kering.
harus telaten, jangan sampai api terlalu besar atau terlalu kecil," kata mak waris dalam bahasa jawa.
kopi yang sudah disangrai itu lantas digiling memakai mesin, tidak ditumbuk secara tradisional pakai alu dan lesung.
sambil terus menimbang kopi bubuknya, mak waris bercerita, pelanggannya sering beli kopi bubuk untuk dijual lagi di bali, kalimantan, bahkan malaysia.
haryanto menambahkan, siapapun boleh menjual lagi kopi mak waris meski diberi label berbeda.
berkat usaha warung kopi yang laris itu, mak waris pun sudah naik haji sekali.
ia hidup berkecukupan.
karyawannya 15 orang.
ada 4 orang yang khusus menyangrai, 2 orang khusus menggiling.
sisanya di bagian penjualan, mulai penyeduh, cuci piring sampai pelayan.

Source from: surya[dot]tribunews[dot]com