Halaman

Tampilkan postingan dengan label BLITAR. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label BLITAR. Tampilkan semua postingan

Senin, 01 Juli 2013

4 Imigran Kabur dari Hotel








blitar - setelah beberapa jam di hotel, para imigran itu terlihat kondisinya stres.
mereka terlihat gelisah dan mondar-mandir seperti orang panik.
bahkan, saat didekati wartawan, mereka langsung menghindar.
  termasuk, tak mau diambil gambarnya.
namun, diluar dugaan petugas, dari 120 imigran itu, empat orang kabur saat berada di hotel sekitar 5 jam.
mereka kabur dengan melompat pagar hotel sebelah barat, yang hanya setinggi 50 cm.
mudahnya, mereka kabur karena saat itu belum ada penjagaan ketat dari kepolisian dan tni.
"mereka kabur dengan menumpang mikrolet, yang jurusan ke blitar.
saat ini petugas masih mencarinya," kata akbp dirin, kapolres blitar, senin (1/7/2013).
keempat imigran yang kabur itu semuanya laki-laki, yang usianya berkisar antara 30 sampai 35 tahun, dengan tinggi 175 cm.
sedang ciri fisiknya, bercambang.
mereka tak membawa tas atau perbekalan lainnya, melainkan hanya baju yang menempel di tubuhnya, dengan bercelana pendek.

Source from: surya[dot]tribunews[dot]com

Rabu, 19 Juni 2013

Sambil Jemur Karak, Ibu Anas Nunggu Kabar dari KPK




Sambil Jemur Karak, Ibu Anas Nunggu Kabar dari KPK
Sambil Jemur Karak, Ibu Anas Nunggu Kabar dari KPK





blitar -tak ada yang berubah dari kebiasaan hj sriati, ibu anas urbaningrum ini.
seperti kebiasaannya setiap hari, wanita berusia 69 tahun ini selalu sibuk ke sawah.
namun, selasa (18/6/2013) siang itu, ia lagi berada di rumahnya sehabis pulang dari sawah.
saat surya datang ke rumahnya, ia lagi sibuk menjemur karak (bekas nasi yang dikeringkan) di halaman samping kiri rumahnya.
ketika di sapa, lagi ngapain bu? ia dengan santai menjawab, ini lagi menjemur karak sambil menunggu kabar dari kpk soal kelanjutan proses hukum terhadap anaknya.
"lapo mene mas kegiatan saya ya seperti ini.
jemur karak, karo nunggu kabar dari kpk," ujarnya santai ditemui di rumahnya, di dusun sendung rt 06/rw 01, desa ngaglek, kecamatan srengat, kab blitar sekitar pukul 14.
00 wib.
semula obrolan berlangsung gayeng dan santai.
begitu ditanya soal kabar kpk akan menahan anaknya, anas, mimiknya langsung serius.
bahkan, matanya langsung berkaca-kaca.
ia seperti kaget.
namun demikian, ia mengaku yakin kalau anaknya tak bersalah dan tak terbukti seperti yang dituduhkan kpk.
"itu kan omongan kpk.
dan, perlu diketahui, masalah itu sarat kepentingan dari lawan politiknya.
kalau tahu bakal seperti ini, anak saya nggak boleh terjun ke politik.
bahkan, kalau kasus ini selesai, anak saya, akan saya suruh jadi ustad saja atau guru ngaji, nggak usah politik-politikan," akunya, dengan mata berkaca-kaca.
ia mengaku, dirinya memang tak bisa berbuat apa-apa untuk membela anaknya.
namun, sebagai orangtuanya, ia akan mengadu ke tuhan, bahwa anaknya tak bersalah.
itu hanya dikerjain oleh lawan-lawan politiknya.
sebab, untuk mengalahkan anaknya tak mudah sehingga dicarikan kesalahan seperti ini.
"anak saya itu cerdas dan santun, cuma ia lagi apes karena ulah lawan politiknya saja.
saya kesal pada orang-orang seperti itu.
saya nggak akan mencoblos demokrat lagi pada pileg mendatang," ungkapnya.
di saat ngobrol gayeng sama hj sriati, tiba-tiba agus nasikhudin, kakak anas yang juga sebagai sekdes setempat, muncul.
sriati langsung diam.
agus sendiri mengaku baru pulang dari rumah anas, senin (17/6/2013) kemarin setelah tiga hari menginap di rumah adiknya.
ia tak kaget dengan kabar kalau kpk akan menahan mantan ketum dpp demokrat itu.
namun, yang jadi pertanyaannya, mengapa kok baru sekarang hal itu dikatakan kpk, apakah kpk belum bisa membuktikan kasus adiknya itu, atau apa masih mencari-cari.
"semestinya adik saya sudah ditahan sejak jadi tersangka dulu, ngapain baru sekarang.
kami ini keluarga taat hukum," paparnya.
justru, kalau kpk memperlakukan seperti ini terhadap adiknya, lanjut dia, sepertinya anas sudah ditahan sebelum ditahan sungguhan.
sebab, sejak kasus hambalang itu mencuat, sudah ada pembunuhan karakter terhadap adiknya.
seakan-akan adiknya sudah bersalah.
"tapi, saya yakin, adik saya nggak akan terlibat.
silakan dibuktikan di persidangan," tegasnya.
ada pesan khusus dari anas sejak tiga hari kemarin di rumahnya, papar dia, tak ada.
hanya ngobrol santai, dan makan bareng.
"dia tahu lah, kalau masalah ini bukan tupoksi saya sehingga dia tak sampai ngajak ngobrol saya soal masalahnya," ujarnya.
lebih lanjut, agus menegaskan, kalau mau menahan adiknya, itu hak kpk.
namun keluarga yakin seratus persen kalau anas tak bersalah.
"kalau toh salah, itu diada-adakan," pungkasnya.

Source from: surya[dot]tribunews[dot]com

Senin, 17 Juni 2013

Massa Berdemo Sambut Kedatangan Komnas HAM




Massa Berdemo Sambut Kedatangan Komnas HAM
Massa Berdemo Sambut Kedatangan Komnas HAM





blitar-puluhan massa yang mengatasnamakan komite rakyat pemberantasan korupsi (krpk) menggelar aksi damai di perempatan lovi atau depan gedung dprd kota blitar, senin (17/6/2013), untuk menyambut kedatangan rombongan komnas ham dari jakarta.
kedatangan tim itu untuk menindaklanjuti pengaduhan para petani blitar terkait kasus dugaan pelanggaran ham yang terjadi di beberapa lahan bekas perkebunan, di antaranya di eks pekebunan sengon, desa soso, kec gandusari dan eks perkebunan gambaranyar, desa sumberasri, kecamatan nglegok.
dalam pengaduannya dulu ke jakarta sambil jalan kaki dari blitar-jakarta, para petani yang didampingi m trianto, koordinator krpk mendesak agar dugaan pelanggaran ham diusut.
yakni, telah terjadi aksi pengusiran terhadap para petani yang sudah puluhan tahun menggarap lahan eks perkebunan sengon dan gambaranyar.
pelakunya diduga orang suruhan pengusaha yang mengelola lahan eks perkebunan tersebut.
alasannya, mereka dianggap sudah tak punya hak menggarap lahan itu lagi karena sudah dikuasainya setelah disewa dari negara.
menindaklanjuti pengaduhan para petani itu, senin (17/6/2013) sore, tim komnas ham yang dipimpin m imdadun rahmat, wakil ketua komnas ham turun ke lokasi.
ia bersama tiga anggotanya, diantaranya, ernawati, komedator, imelda saragih, kabag mediasi, dan eri refika, perencana mediasi.
"tim ini akan tiba di blitar sekitar pukul 16.
00 wib dan terlebih dulu akan berziarah ke makam bung karno.
setelah itu, mereka akan bertemu warga di depan makam bung karno.
baru selabjutnya, mereka akan mengecek ke lokasi (eks perkebunan sengon dan gambaranyar)," ujar trianto.
agenda berikutnya, tim itu akan bertemu dengan beberapa pejabat pemkab blitar, yang terlibat langsung penanganan konflik pertanahan.
tim akan melakukan pertemuan dengan para eksekutif itu pada rabu (19/6/2013) mendatang.
itu akan dipimpin langsung oleh sekkab blitar, palal ali santoso.
"iya, memang pertemuan itu sudah diagendakan.
itu akan dihadiri dari pemkab, bpn, polres, kodim, dan kesbanglinmas, dll," kata hendro winarso, kabag tata pemerintahan pemkab blitar.
agendanya, papar dia, tim dari komnas ham itu minta kejelasan terkait konflik lahan eks perkebunan tersebut.
trianto menambahkan, agenda kedatangan komnas ham itu meminta pemkab bisa membantu penyelesaian konflik eks perkebunan tersebut.

Source from: surya[dot]tribunews[dot]com

Minggu, 16 Juni 2013

Tabrakan beruntun, 1 Tewas, 5 Pingsan




Tabrakan beruntun, 1 Tewas, 5 Pingsan
Tabrakan beruntun, 1 Tewas, 5 Pingsan





blitar - kecelakaan beruntun melibatkan dua mobil dan dua sepeda motor terjadi di jl raya kesamben, desa popoh, kecamatan selopuro, jurusan malang-blitar, tepatnya 100 meter arah utara spbu siraman, sabtu (15/6/2013).
tak hanya menyebabkan kerusakan parah pada masing-masing kendaraan, peristiwa itu menyebabkan satu orang tewas dan lima orang terluka parah.
korban tewas adalah mulyadi (28), pengendara sepeda motor honda scoopy nopol ag 6573 ur, warga dusun gempol, desa jedong cangkring, kecamatan prambon karena kepalanya tergencet bodi truk bernopol ag 8802 ur dan tembok gudang kosong setelah terseret sekitar 10 meter.
arif ferdianto (23), warga dusun tuguherjo, desa bejirejo, kec wates blitar, teman korban, juga terluka parah hingga beberapa jam dirawat di rsud ngudi waluyo, wlingi, belum sadarkan diri.
"saat kejadian itu korban sedang membonceng temannya (arif).
katanya, ia hendak mengurus sim ke polres blitar," kata akp wisnu wardana, kasubag humas polres blitar.
menurut wisnu, kejadian itu berlangsung sekitar pukul 08.
00 wib, penyebabnya diduga akibat kelalaian sopir truk, sujatmoko (32), warga desa sidomulyo, kecamatan selorejo, yang diduga mengantuk.
"dia sudah ditetapkan sebagai tersangka dengan diancam pasal 310 ayat 4 uu no 22 tahun 2009 tentang lalu lintas dan angkutan jalan, dengan terancam hukuman 7 tahun penjara," ungkapnya.
(
Source from: surya[dot]tribunews[dot]com

Kamis, 13 Juni 2013

Tandatangani BAP Karena Takut








blitar - pengakuan m muadz, terdakwa kasus pembunuhan briptu prayoga ardi pada sidang kompol r di pn blitar, kamis (13/6/2013), terpaksa menandatangani bap karena takut.
"ini kan tandatanganmu di bap," ujar jpu dody saputra tamrin.
muadz membenarkan.
alasannya, saat diperiksa di polda jatim langsung dibacakan dan disuruh menandatangi.
"karena saya yakut ya langsung saya tanda tangani saja pak.
bahkan saya itu disuruh menandatangi bap sampai enam kali," ungkapnya.
termasuk soal kedatangan dia ke blitar untuk membunuh yoga, ia juga membantah.
ia tak menampik kalau disuruh kompol r ke blitar namun bukan untuk membunuh yoga, melainkan hanya sekadar menakut-nakuti yoga, agar tak berhubungan dengan wati.
karena harus menakut-nakuti yoga, dirinya harus menemuinya.
baru setelah dirinya mencari dan tak menemukan yoga, ada orang menelpon yang mengarahkan agar menemui yoga di jl legundi, kota blitar, pada malam tahun baru 2012.
namun saat akan menemuinya, ia melihat yoga sedang bertengkar dengan dua pria berboncengan sepeda motor honda mega pro warna merah di tepi jl legundi.
akhirnya muadz tak jadi menemui dan menunggu sampai yoga selesai bertengkar.
pada pertengkaran itu, yoga terluka dan memengangi lehernya yang terus mengucurkan darah.
selanjutnya, kedua orang itu kabur ke arah timur, jurusan blitar-malang.
yoga mengejarnya dengan berlari karena sepeda motornya ditinggal di tkp.

Source from: surya[dot]tribunews[dot]com

Kata Gubernur, Gunung Kelud Masih "Status Quo"








blitar - gubernur jawa timur soekarwo menyebut gunung kelud (1.
730 mdpl) posisinya masih "status quo" atau atau belum memiliki status hukum terkait konflik batas wilayah antara kabupaten kediri dengan blitar.
     "semua sudah bertemu dan sudah ke lapangan dan untuk posisi dikembalikan ke 'status quo'," katanya saat meresmikan gedung baru kantor dewan perwakilan rakyat daerah (dprd) kabupaten blitar di kecamatan kanigoro, rabu (12/06/2013).
     ia mengatakan, status tersebut nantinya dikembalikan lagi ke masyarakat, yang sesuai dengan pilihan mereka.
pemprov segera bertindak dengan keputusan status tersebut.
gubernur juga mengatakan, di tempat itu hanya ada pembangunan prasasti yang masuk di wilayah kabupaten blitar, sementara untuk bangunan lain, misalnya, perbaikan infrastruktur masih masuk wilayah kabupaten kediri.
dan, untuk saat ini prasasti yang masuk di wilayah kabupaten blitar itu sudah dikembalikan dan sudah berada di wilayah kabupaten kediri.
     "hanya ada pembangunan prasasti itu saja dan sudah kembali ke posisi sebelumnya," ujarnya.
menyinggung dengan berbagai aktivitas di lokasi gunung kelud yang ada di kecamatan ngancar, kabupaten kediri itu serta retribusi yang masuk ke lokasi wisata, gubernur mengatakan kondisi dikembalikan seperti suasana yang ada sebelumnya (sebelum pengajuan sengketa batas wilayah, hingga kasus ini diajukan ke ptun oleh pemkab blitar).
     sengketa batas wilayah terjadi antara kabupaten blitar dengan kabupaten kediri.
salah satu pemicunya adalah pengakuan batas wilayah gunung kelud yang secara administratif masuk ke kabupaten kediri.
     gubernur juga telah mengeluarkan surat keputusan (sk) nomor 188/113/kpts.
013/2012 yang menetapkan gunung kelud berada di bawah yuridiksi kediri.
merasa tidak terima, pemkab blitar mengajukan gugatan pada 28 februari 2012 ke pengadilan tata usaha negara (ptun).
     pemkab blitar sempat membuat jalur alternatif menuju lokasi gunung kelud tersebut dengan lewat kawasan hutan, tapi ujungnya tetap ke jalur di kecamatan ngancar.
sempat terjadi masalah dengan perhutani, karena pembangunan jalan itu dinilai merusak kawasan hutan lindung.
bahkan, rombongan bupati blitar yang hendak masuk ke kawasan wisata gunung yang pernah meletus secara "effusif" atau tertahan itu sempat dihadang, karena rombongan tidak membayar retribusi.
     kasus sengketa batas wilayah yang diajukan ke ptun akhirnya tuntas, dengan keputusan hakim yang menolak gugatan yang diajukan pemkab blitar tersebut pada akhir desember 2012 dan memutuskan jika gunung kelud berstatus quo atau belum memiliki status hukum terkait siapa pemiliknya.

Source from: surya[dot]tribunews[dot]com

Rabu, 12 Juni 2013

Demonstran Gagal Hadang Pakde Karwo di Pasar Hewan Terpadu Blitar




Demonstran Gagal Hadang Pakde Karwo di Pasar Hewan Terpadu Blitar
Demonstran Gagal Hadang Pakde Karwo di Pasar Hewan Terpadu Blitar





blitar - kedatangan gubernur jatim soekarwo dan rombongannya ke blitar, kembali dihadang pendemo yang mengatasnamakan diri gerakan perbaharuan indonesia (gpi), rabu (12/6/2013).
mereka kembali menuntut pakde karwo agar segera mencabut sk 188 tentang kepemilikan kawasan gunung kelud.
gara-gara sk buatan pakde karwo itu antara pemkab blitar dan kediri terjadi konflik terkait rebutan gunung kelud.
sayang, massa tak berhasil menemuinya.
saat dihadang di pintu masuk pasar hewan terpadu, yang ada di kelurahan tangkil, kecamatan wlingi blitar, ternyata pakde karwo sudah berada di dalam.
kedatangan pakde karwo untuk meresmikan pasar yang baru dibangun di atas lahan 1,5 hektar senilai rp 3,4 m.
tak berhasil menghadang pakde karwo, massa yang dipimpin joko prasetyo itu berorasi di jalan raya atau depan pasar tersebut.
"kami minta sk 188, yang jadi biang kerok konflik kedua pemerintah daerah itu dicabut.
sebab, pakde karwo sudah mengeluarkan suratnya yang baru yakni no 136/10167/011/2013," ungkapnya.

Source from: surya[dot]tribunews[dot]com

Selasa, 11 Juni 2013

PSBK Blitar Tekad Raih Angka Maksimal








surabaya - tim psbk kota blitar bertekad meraih poin maksimal saat bertemu persebaya di stadion gelora bung tomo (gbt) surabaya, selasa (11/6/2013) besok.
jika mampu memetik kemenangan, maka peluang psbk lolos ke babak 12 besar masih ada.
psbk berpeluang lolos sebagai tim peringkat ketiga terbaik.
saat ini psbk berada di posisi ketiga klasemen sementara grup iii dengan nilai 21.
tapi posisi psbk belum aman, karena  perseta tulungagung (19 poin) dan deltras fc (18 poin) bisa saja menyodok posisi psbk.
 "kekalahan akan membuat kami gagal lolos ke fase berikutnya.
terutama jika dua tim di bawah kami, perseta atau deltras fc memetik kemenangan.
saya yakin anak-anak akan mampu meraih hasil maksimal disini (gbt) dan semoga dua tim dibawah kami gagal meraup angka," kata suharyono, manajer tim psbk, senin (10/6/2013).
 sayang, pada laga nanti tim asal kota blitar itu tidak dapat memainkan george dakar mitchell.
palang pintu asal liberia tersebut absen lantaran akumulasi kartu merah saat bertemu  perseba super bangkalan di gelora bangkalan, jumat (7/6/2013) lalu.
 kendati demikian, suharyono tetap optimistis timnya berpeluang untuk lolos meski melakoni pertandingan yang cukup berat.
"sebelumnya kami meraih 21 poin saat melawan persebo bondowoso.
tapi, satu dari dua laga tandang terakhir kami takluk 2-3 atas perseba super.
kini kami mengincar hasil maksimal meski melawan tim tangguh persebaya du," pungkasnya.

Source from: surya[dot]tribunews[dot]com

Sabtu, 25 Mei 2013

Baju Seragam Diwariskan Adik Kelas




Baju Seragam Diwariskan Adik Kelas
Baju Seragam Diwariskan Adik Kelas





blitar - tak seperti kelulusan di sekolah sma pada umumnya, yang diwarnai aksi arak-arakan dan corat-coret baju seragam.
di sman 1 kecamatan srengat, tak ada aksi seperti itu.
meski siswanya lulus 100 persen dari jumlah 299 siswa namun mereka menyambut sewajarnya.
bahkan, yang patut ditiru, baju seragam mereka diberikan ke adik kelasnya.
"biar baju seragam kami bermanfaat lagi, makanya kami sudah sepakat untuk diserahkan ke adik kelas sehingga tak ada aksi corat-coret," kata novita sari, salah satu siswa lulus.
saat menunggu pengumuman kelulusan pun, mereka berseragam rapi, yakni mengenakan baju batik.
begitu diumumkan mereka lulus semua, langsung disambutnya dengan sukacita.
sejurus kemudian, mereka langsung menggelar sujud syukur di musala sekolah, dengan dipimpin guru agama islam, moh ali ridho.
sehabis sujud syukur, mereka membaca doa bersama dan bersalam-salaman.
selanjutnya, mereka menyerahkan pakaian bekas seragam mereka, yang sudah dibungkus koran ke pihak sekolah.
itu akan diberikan ke adik kelasnya.
kasek sman 1 srengat, dwi wahyu hadi santoso mengatakan, semua siswa kelas 3 di sekolahnya  lulus 100 persen.
"kami sangat bangga dengan sikap anak-anak ini, yang tak melakukan arak-arakan.
lebih salut lagi, pakaian bekas seragamnya diberikan ke adik kelasnya," kata dwi.
di kabupaten blitar, juga lulus 100 persen dari jumlah siswa kelas 3 sma sebanyak 7.
179 anak.
begitu juga di kota blitar juga demikian.
dari 5.
055 siswa, semuanya lulus 100 persen.

Source from: surya[dot]tribunews[dot]com

Jumat, 17 Mei 2013

Petani Kembali Ngeluruk DPRD Blitar




Petani Kembali Ngeluruk DPRD Blitar
Petani Kembali Ngeluruk DPRD Blitar





blitar - puluhan petani asal bekas perkebunan sengon, desa ngadirenggo, kecamatan wlingi, dan eks perkebunan gambar desa sumberasri kecamatan nglegok, jumat (17/5/2013) pagi kembali mendatangi gedung dewan.
seperti demo kamis (16/5/2013) kemarin, siang ini mereka juga mendirikan tenda.
cuma bedanya, kalau demo kemarin hanya mendirikan dua tenda namun jumat siang ini mereka mendirikan lima tenda di atas jalan trotoar depan gedung dewan di jl a yani.
praktis, keberadaan lima tenda dari terpal itu menutupi pemandangan gedung dewan.
"seperti janji kami, kami akan terus berdemo setiap hari dengan cara seperti ini.
sebab, kalau nggak seperti ini, para pejabat, termasuk bupati dan anggota dewan nggak bisa melihat apalagi mendengarkan aspirasi kami," tegas m trianto, koordinator aksi.
tepat pukul 11.
00 wib, perwakilan pendemo diterima edi masna, wakil ketua dprd kabupaten blitar.
anggota dewan dari fraksi partai demokrat ini mengaku pihaknya sudah mengagenda pertemuan antara pendemo dengan dinas terkait, di antaranya, bpn, kabag pemerintah, kedua camat dan kedua kades, yang memiliki wilayah dua eks perkebunan tersebut.
"tadi pagi, undangannya sudah dikirim dan diagendakan pertemuan akan berlangsung di gedung dewan pada selasa (21/5/2013) mendatang pukul 09.
00 wib," kata masna.
namun hal itu tak membuat trianto dan kawan-kawannya percaya.
sebab, mereka sudah sering diberi janji manis oleh anggota dewan.
karena itu, mereka tak akan menghentikan demonya sebelum tuntutannya terpenuhi.
"kami terus berkemah di sini sampai janji anggota dewan itu terealisasi.
yakni, akan mempertemukan kami dan berdialog langsung dengan para eksekutif.
jika pada tanggal 21 nanti kami kembali dibohongi lagi, ya kami kembali beraksi terus," ungkap trianto sambil meninggalkan pertemuan itu dengan diikuti pendemo lainnya.
masna menambahkan, itu hak mereka kalau akan berdemo terus.
namun, yang penting mereka bisa menjaga ketertiban.
seperti diketahui, demo yang sudah berlangsung berkali-kali ini di antaranya menuntut tanah bekas dua perkebunan itu diredis.
sebab, izin hak guna usaha (hgu)nya sudah lama mati dan tak bisa diperpanjang lagi.
namun demikian, pemilik modal yang menggelola lahan itu belum mau hengkang dan tetap menggarap dan menguasai lahan tersebut.
celakanya, pemerintah daerah sepertinya tak mau tahu dan enggan mengambil sikap.
padahal, ia punya wewenang untuk menghentikan penguasaan lahan itu dari tangan pemilik modal tersebut.
dan sekaligus, bisa membantu petani untuk segera mendapatkan tanah redis.

Source from: surya[dot]tribunews[dot]com

Pencarian Mahasiswa Universitas Brawijaya di Blitar Dihentikan








blitar - pencarian mahasiswa unibraw, alberi aldo gesia (21), yang hilang akibat terseret ombak di pantai jolosutro, akhirnya dihentikan.
heru irawan, kepala pelaksana badan penanggulan bencana daerah (bpbd) kabupaten blitar, mengatakan, pencarian dihentikan mulai kamis (16/5/2013) malam.
tim sar sudah melakukan pencarian sampai ke perbatasan kabupaten malang, tepatnya di kecamatan donomulyo, namun belum ada tanda-tanda korban ditemukan.
"berdasarkan standar operasional (sop) pencarian orang tenggelam hanya berlangsung selama 7 hari.
maka tepat hari ke tujuh, pencarian dihentikan.
namun, anggota tim sar masih terus memantaunya dengan berkoordinasi dengan para nelayan setempat.
," kata heru, jumat (17/5).
dituturkan heru, jika ada kabar tentang mayat korban, maka tim akan segera turun kembaliadanya musim panca roba, arah angin di laut mengarah ke barat.
artinya, korban diperkirakan hanyut ke arah barat, misalnya, ke arah tulungagung, trenggalek dan pacitan.
"makanya, kami berkoordinasi dengan para nelayan di wilayah tersebut," ungkapnya.
sebelumnya, alberi aldo gesia (21), mahasiswa unibraw, tergulung ombak di pantai jolosutro, desa ringinrejo, kecamatan wates, kabupaten blitar, kamis (9/5/2013) siang lalu.

Source from: surya[dot]tribunews[dot]com

Rabu, 08 Mei 2013

Petani Kembali Demo, Tuntut Eks Perkebunan Diredis




Petani Kembali Demo, Tuntut Eks Perkebunan Diredis
Petani Kembali Demo, Tuntut Eks Perkebunan Diredis





blitar - puluhan petani kabupaten blitar kembali berdemo, rabu (8/5/2013) siang, menuntut ketegasan badan pertanahan nasional (bpn) agar segera melakukan redis terhadap dua lahan eks perkebunan, yakni perkebunan sengon, desa ngadirenggo, kec wlinggi, dan perkebunan gambar anyar di desa sumber asri, kec nglegok.
massa datang dengan menumpang 10 truk dan puluhan sepeda motor itu berkumpul di taman makam pahlawan (tmp) di jl s supriadi.
selanjutnya, mereka dengan dipimpin m trianto, berjalan kaki menuju ke kantor pemkab blitar, yang berjarak sekitar 200 meter.
saat jalan kaki, mereka membentangkan spanduk yang berisi tuntutan, di antaranya: "wujudkan kesejahteraan petani, bupati harus tegas untuk segera meredis tanah eks perkebunan".
rencananya, pendemo yang terdiri dari laki-laki dan perempuan itu akan menggelar aksi di kantor bpn dan gedung dprd kabupaten blitar.

Source from: surya[dot]tribunews[dot]com

Minggu, 05 Mei 2013

Bayi Dibuang, Diadopsi Ketua BNNK Blitar




Bayi Dibuang, Diadopsi Ketua BNNK Blitar
Bayi Dibuang, Diadopsi Ketua BNNK Blitar





blitar - bayi laki-laki yang ditemukan dibuang di rumah tulasdi (48), dan yuliasti (38), warga kelurahan kalipang, kecamatan lodoyo, kab blitar, jumat (3/5) dini hari lalu, rencanakan akan diadopsi kepala badan narkotika nasional kabupaten (bnnk) blitar, akbp henry siswanto.
itu akan dibawa pulang ke rumahnya di jl sawo, desa jambangan, kecamatan pare, kab kediri, senin (6/5/2013) hari ini.
saat ini bayi itu masih dirawat di ruangan nusa indah, rsud mardi waluyo, kota blitar, sejak ditemukan jumat dini hari lalu.
"rencananya senin besuk (hari ini), kami bersama istri saya (dra handayani mkpd) akan membawanya pulang," kata henry, minggu (6/5/2013).
alasan dia mengadopsinya karena merasa iba.
sebab, bayi malang itu dianggap tak berdosa, dan ingin anak laki-laki.
sementara, pria kelahiran 1963 itu hanya dikarunia tiga anak perempuan semua.
"kami merasa kasihan sehingga ingin membesarkannya dan sekaligus mengangkat derajadnya supaya kelak jadi anak yang berguna," ungkap pria yang masuk korp baju coklat ini tahun 1989.
untuk membawa pulang bayi malang itu, henry mengaku sudah.
menyiapkan segala keperluannya, di antaranya, perlengkapan bayi seperti baju (popok), tempat tidur, sampai kebutuhan bayi, seperti susu,dll.
"istri saya senang karena sudah sejak tahun 1999 lalu, sudah tak memelihara bayi lagi.
sebab, ketiga anak saya belum ada yang berkelu?rga.
karena itu, kami sangat senang kalau kami bisa memeliharanya," ungkap henry yang sekarang tinggal di jl sawo, desa jambangan, kecamatan pare, kediri.
untuk mengadopsi bayi itu, ia mengaku sudah menyiapkan segala administrasinya.
di antaranya, data keluarga henry, seperti kk, ktp, dan akte kelahiran ketiga anaknya.
mau diberi siapa? henry mengaku akan diberi nama aren ganendra jagat dita.
artinya adalah dewa penolong yang turun ke bumi.
seperti diketahui, jumat (3/5/2013) dini hari lalu, ditemukan bayi laki-laki di teras rumah pasangan tulasdi (48), dan yuliasti (38), warga kelurahan kalipang, kecamatan lodoyo.
itu tergeletak di kursi teras rumahnya, dengan sudah memakai gerito dengan disiapkan satu pakaian bayi (popok).
di samping kanannya, terdapat tas plastik yang berisi potongan ari-ari bayi.
di atas tas plastik itu terdapat secarik surat, yang berisi pesan orangtuanya.
di antara isi surat lainnya berbunyi:  "tuan/nyonya tolong rawat anak kami.
anak ini bukan hasil hubungan gelap.
kami berbuat seperti ini karena keadaan (tak punya biaya).
kami percaya keluarga ini bisa merawatnya".

Source from: surya[dot]tribunews[dot]com

Kamis, 25 April 2013

Sekeluarga Kecelakaan, Istri Tewas, 3 Selamat








blitar -  sekeluarga yang terdiri bapak, ibu dan dua anaknya mengalami kecelakaan.
mobil mini pick up nopol h 1688 mu yang ditumpangi menabrak dum truk yang sedang parkir di tepi jl raya udan awu, kecamatan udan awu, kabupaten blitar, yang arah kediri, kamis (25/4/2013) dini hari sekitar pukul 04.
00 wib.
dari empat anggota keluarga itu, khusnul khotimah (35), meninggal dunia, sedang suaminya, imam riyanto (46), dan dua anaknya selamat.
yakni, oki rian pratama (9), dan adiknya, febian prima (7),  semuanya warga jl koransih timur, kecamatan ngalian, kabupaten semarang.
saat kejadian itu, mobil pick up itu bermuatan majalah bola dan hendak dikirim ke kediri.
khusnul khotimah tewas di tkp karena menderita luka parah pada kepalanya.
itu diduga akibat terjepit bodi depan mobil pik up yang ringsek setelah menabrak bak truk tersebut.
bahkan saking kerasnya benturan, mobil pik up tahun 2009 itu sampai nyangkut ke bak truk.
beberapa jam setelah dirawat di rsud mardi waluyo, para korban selamat itu akhirnya pulang.
rata-rata mereka mengalami luka ringan, seperti imam mengalami luka lecet-lecet pada kakinya, termasuk anaknya, oki.
sedang, febrian mengalami luka patah tulang pada tangan kanannya.
untuk jenazah korban, informasinya dibawa pulang ke rumah duka di ngawi, yang tak lain asal korban.
ipda sutrisno, kanit laka polres blitar kota menuturkan, kecelakaan itu terjadi dini hari sekitar pukul 04.
00 wib.
saat itu mobil yang dikemudikan imam itu melaju dari arah srengat (blitar) menuju ke kediri.
tujuannya, hendak mengirim majalah bola.
entah apa yang terjadi, saat melaju di tkp, mobil korban menabrak truk parkir.
"dugaan kami, sopir pik up itu nggak melihat kalau ada truk parkir di tepi jalan karena tak diberi lampu penerangan.
sementara, saat itu kondisi masih gelap," kata sutrisno.
begitu terjadi kecelakaan, imam masih sempat turun karena mobilnya tak bisa jalan akibat kesangkut bak truk.
ia minta sopir truk itu agar memajukan truknya.
namun diluar dugaan imam, di saat menolong istrinya, truk itu malah kabur.
"iya, kini anggota masih mencarinya karena ciri-ciri truknya sudah dikenali," ungkapnya.
diperkirakan, khusnul khotimah tewas dengan luka parah pada kepalanya itu karena saat kejadian itu duduk sebelah kiri dan sambil memangku anaknya, febrian, sedang anak satunya duduk di antara dirinya dan bapaknya, yang sedang mengemudi.
"sesuai pengakuan imam, istrinya dengan reflek sempat melempar anaknya yang sedang dipangkunya ke dia (imam) sesaat sebelum kejadian.
akhirnya, anaknya selamat," ungkapnya.
asfi hani (38), warga yang rumahnya di dekat tkp itu menuturkan sempat mendengar suara keras, brak.
setelah diketahui ada kecelakaan, ia keluar rumah dan ikut membantu mengeluarkan korban.
"dia juga sempat berteriak untuk mencegah sopir truk itu agar jangan sampai kabur," ujarnya.
sebelum mobil pick up itu dibawa ke polsek udan awu, isinya, di antaranya majalah bola dipindahkan ke mobil lain, yang datang dari kediri.

Source from: surya[dot]tribunews[dot]com

Selasa, 09 April 2013

Sidang Pembunuh Polisi Ricuh




Sidang Pembunuh Polisi Ricuh
Sidang Pembunuh Polisi Ricuh





blitar - sidang perdana kasus pembunuhan briptu prayoga ardi, anggota polsek sanan wetan, di pn blitar, berlangsung ricuh, senin (8/4/2013).
akibatnya, sidang yang dipimpin ketua majelis hakim ahmad ardianda sh, hanya berlangsung sekitar lima menit.
ricuhnya sidang karena diwarnai ulah emosi supriadi (47), paman yoga, yang mendadak emosi saat melihat muad, terdakwa, berjalan keluar dari tahanan sementara pn memasuki ruang sidang.
supriadi, yang semula duduk di ruang tunggu berusaha mengejar terdakwa.
beruntung, kompol totok widiarto, kapolsek sanan wetan, yang berada di dekatnya langsung menghadang supriadi.
akibatnya, pria yang tinggal di desa sukosewu, kecamatan gandusari ini gagal mendekati muad.
akhirnya, sidang perdana dengan agenda pembacaan dakwaan oleh jpu, slamet harianto sh ini hanya berlangsung 5 menit.
jpu sempat menyatakan muad didakwa dengan pasal berlapis pasal 354, 340, 351, 338, tentang pembunuhan berencana, dengan ancaman hukuman di atas 20 tahun penjara.
"agendanya pemeriksaan saksi," kata ketua majelis hakim.
usai sidang, ninik dwi karmini (54), ibu korban yang semula menyaksikan jalannya sidang dengan duduk di ruang sidang, tiba-tiba berusaha mengejar terdakwa muad.
karena gagal mendekati terdakwa, perempuan berjilbab ini meluapkan emosinya dengan memaki terdakwa.
"kamu itu guru ngaji tapi kelakuannya kok seperti itu.
kamu yang menjadikan cucu saya jadi yatim," ujarnya.
tak puas memaki jarak jauh, dengan didampingi suaminya, rudianto dan tribanun (48), adik iparnya, ninik berhasik mendekati sel tahanan sementara pn dimana muad diamankan.
di depan sel, ninik kembali memaki-maki muad.
entah apa yang terjadi, tiba-tiba ninik terlihat jatuh pingsan.
keluarganya kemudian membopong tubuhnya ke teras musala pn hingga akhirnya ninik sadar.
"saya teringat terus peristiwa pembunuhan anak saya.
saya minta muad dihukum seadil-adilnya dan bila perlu dihukum mati karena telah menghilangkan nyawa anak saya," tegasnya.
seperti diketahui, pembunuhan pada malam pergantian tahun baru 2012 ini diduga bermotif asmara.
alm yoga dibunuh m muad (31), karena diduga atas suruhan r, mantan atasan yoga, yang kini masih mendekam di lp.
saat menghabisi yoga, muad mengajak m zaini.
zaini sendiri kini sudah bebas setelah menjalani hukuman 9 bulan.
saat m zaini keluar sel, muad baru tertangkap di sebuah pesantren di probolinggo.

Source from: surya[dot]tribunews[dot]com

Selasa, 19 Maret 2013

Warga Ancam Usir Penambang Gunakan Alat Berat








blitar - sekitar 500 warga dari tiga desa mendatangi gedung dprd kabupaten blitar, selasa (19/3/2013), menuntut penutupan lokasi penambangan pasir di sungai desa setempat.
pasalnya, penambangan itu menyebabkan erosi sungai karena dikeruk dengan alat berat, seperti bego.
mereka berasal dari desa penataran, kedawung, keduanya kecamatan nglegok, dan desa sumbernanas, kecamatan ponggok.
di gedung dewan, para pendemo yang kebanyakan para penambang tradisional itu kecewa karena tak ada anggota dewan yang menemui.
mereka hanya ditemui hari subagyo, setwan, dengan alasana semua anggota dewan lagi sibuk ada kegiatan di lapangan.
karena tak ada pejabat yang menampakkan batang hidungnya itu, m trianto, koordinator lsm komite rakyat pemberantasan korupsi (krpk), yang mendampingi para pendemo itu minta pada satpol pp agar segera menertibkan para penambangan yang menggunakan alat berat tersebut.
"kami men-deadline, dalam waktu 2x 24 jam, kalau tak ada penertiban dari satpol pp, warga yang kebanyakan para penambang tradisional itu akan melakukan penutupan dengan caranya sendiri.
yakni, warga akan mengusirnya," ungkap trianto dalam orasinya.
menurutnya, cara penambangan yang dilakukan tiga pengusaha itu, selain merusak sungai, juga merugikan warga, khususnya penambang tradisional.
mereka tak mampu bersaing karena hanya menggunakan cangkul, sementara para pengusaha menggunakan alat berat.
"kami nggak mau diberi alasan, yang kami minta agar aktivitas mereka itu dihentikan," tegasnya.

Source from: surya[dot]tribunews[dot]com