Halaman

Tampilkan postingan dengan label Gunung. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Gunung. Tampilkan semua postingan

Senin, 24 Februari 2014

Tim UB Data Rumah Rusak Korban Gunung Kelud




Tim UB Data Rumah Rusak Korban Gunung Kelud
Tim UB Data Rumah Rusak Korban Gunung Kelud






surya online, kediri-tim dari fakultas teknik universitas brawijaya (ub) mulai melakukan pendataan jumlah rumah rusak akibat terdampak erupsi gunung kelud.
saat ini tim masih melakukan pendataan di empat kecamatan terdampak yakni kecamatan puncu, kepung, ngancar dan plosoklaten.
"menurut data tim dari satlak kabupaten  kediri jumlah rumah rusak lebih dari 17.
000 unit.
namun rumah yang rusak itu sekarang masih terus diverifikadi tim dari universitas brawijaya malang," ungkap drs masykuri,mm ketua satlak penangulangan bencana dan pengungsi (pbp), senin (24/2/2014).
dijelaskan masykuri, tim dari ub yang akan menentukan tingkat kerusakan rumahnya.
tim ini melibatkan sekitar 76 orang personel mulai melakukan pendataan sejak sabtu (22/2/2014).
"sekarang tim masih melakukan pendataan di kecamatan kepung dan puncu," tambahnya.
sementara data sementara rumah yang rusak parah di kabupaten kediri tercatat 8.
622 rumah, 5.
426 rusak sedang dan 5.
088 rusak ringan.
letusan gunung kelud juga mengakibatkan 166 ruang kelas rusak berat, 52 ruang rusak sedang dan 176 ruang kelas  rusak ringan.
sementara perbaikan rumah dan fasilitas umum di desa-desa terdampak terus dilakukan personel tni yang diterjunkan di kabupaten kediri.
salah satu contohnya personel tni telah memperbaiki pipa air yang rusak terkena letusan gunung kelud.
pipa yang mengalirkan air bersih bagi warga di laharpang ini sudah berhasil disambungkan lagi.
"warga laharpang sekarang sudah dapat menikmati air bersih," ungkap letkol inf heriyadi, dandim 0809 kediri.
pasukan tni sejak hari pertama pasca erupsi sudah mulai melakukan karya bakti dengan membersihkan pasir di jalan-jalan protokol, tempat ibadah dan sejumlah fasilitas umum.
rencananya desa-desa terdampak erupsi gunung kelud dengan kerusakan paling parah yang mendapatkan prioritas perbaikan.




baca juga



bau belerang panikkan warga lereng kelud





penulis: didik mashudi

editor: satwika rumeksa






tweet

Source from: surabaya[dot]tribunews[dot]com

Rabu, 19 Februari 2014

Inilah Wajah Baru Gunung Kelud




Inilah Wajah Baru Gunung Kelud
Inilah Wajah Baru Gunung Kelud






surya online, kediri - teka teki bentuk  terbaru gunung kelud pasca mengalami erupsi, akhirnya terjawab.
bentuknya berubah total dari memiliki kubah lava sekarang telah tertutup total material batu dan pasir vulkanik.
dari layar monitor cctv di pos pantau desa sugihwaras, selasa (18/2/2014) terlihat latar belakang gunung sumbing masih berdiri tegak.
namun puncak gunung sumbing dengan kawah gunung kelud, sudah tidak terpaut jauh.
dari material pasir dan batu yang menutupnya, sudah tidak terlihat lagi anak tangga menuju ke kawah dan kubah lava.
demikian pula anak tangga menuju pos pantau, juga sudah tidak terlihat lagi.
terowongan yang biasa dilewati wisatawan menuju ke kubah lava diperkirakan sudah tertutup penuh material sisa letusan.
insiden komander bencana gunung kelud letkol inf heriyadi ikut menyaksikan foto penampakan pertama gunung kelud menyebutkan, pasca letusan gunung kelud telah berubah total dari bentuk aslinya.
warung dan areal lahan parkir dipastikan sudah dipenuhi tumpukan material sisa letusan.
menurut dr surono, kepala badan geologi kementeriam esdm pasca mengalami erupsi, telah mengubah total bentuk gunung kelud.
"setelah letusan kubah lavanya telah hilang," jelasnya.
selain itu, diperkirakan gunung kelud akan kembali ke bentuk awalnya yakni gunung api yang memiliki danau kawah di puncaknya.
penampakan pertama gunung kelud ini setelah petugas berhasil memperbaiki kamera monitor cctv yang dipasang dari radius 5 km dari puncak.
menurut kepala pvmbg hendrasto, satu alat lama ternyata masih dapat berfungsi dengan baik.
sehingga saat ini ada tiga alat pemantau di gunung kelud yang dapat dioperasikan.




berita terkait: kelud meletus



polisi bantah motor dan truk hanyut


cctv rekam foto terbaru kelud


kantor pos minta pelanggan maklum bencana


warga penasaran wajah baru kelud


unair terjunkan tim medis ke kelud





penulis: didik mashudi

editor: adi agus santoso






tweet

Source from: surabaya[dot]tribunews[dot]com

Senin, 17 Februari 2014

Hari Ini, BRI Unit di Sekitar Gunung Kelud Kembali Beroperasi




Hari Ini, BRI Unit di Sekitar Gunung Kelud Kembali Beroperasi
Hari Ini, BRI Unit di Sekitar Gunung Kelud Kembali Beroperasi






surya online, surabaya - kantor bank bri unit di sekitar gunung kelud sudah beroperasi kembali, senin (17/2/2014).
sebelumnya, pada jumat (14/2/2014) lalu, sejumlah kantor unit bri ditutup operasionalnya akibat erupsi gunung kelud, kamis (13/2/2014) malam.
kantor yang tutup itu antara lain bri unit wates, brumbung dan ngancar (wilayah kantor cabang kediri).
  sedangkan di kantor cabang sutoyo, malang, bri unit yang ditutup adalah bri unit kasembon, ngantang dan pujon.
"hari ini sudah dibuka semua, kecuali kanca pare karena kemarin atapnya jebol jadi masih diperbaiki.
besok kanca pare mungkin sudah bisa beroperasi lagi," ujar sekretaris perusahaan pt bank bri tbk muhammad ali kepada surya online, senin (17/2/2014).
meskipun sudah beroperasi, masih ada gangguan seperti lambannya jaringan telekomunikasi untuk administrasi perbankan.
terkait kredit yang diberikan bri kepada debitur di sekitar kelud, ali mengatakan masih belum melakukan identifikasi.
"masih belum melakukan identifikasi untuk para debitur, menunggu kondisi normal dulu," lanjut ali.



terkait    #bri   #gunung kelud

berita terkait: kelud meletus



sby kunjungi pengungsi korban gunung kelud di kediri


pasang lagi dua alat pemantau gunung kelud


bulog salurkan beras tanggap bencana 55 ton


normal, intensitas kegempaan di gunung anak krakatau


selasa, bandara adisucipto yogyakarta kembali beroperasi





penulis: sri wahyunik

editor: titis jati permata






tweet

Source from: surabaya[dot]tribunews[dot]com

Sabtu, 15 Februari 2014

Gunung Kelud Tetap Berstatus Awas




Gunung Kelud Tetap Berstatus  Awas
Gunung Kelud Tetap Berstatus Awas






surya online, jakarta - walaupun aktivitas vulkanik gunung kelud cenderung ada tren menurun, badan nasional penanggulangan bencana, bnpb menyatakan gunung kelud masih "berstatus awas".
menurut bnpb, masyarakat juga tetap dilarang keras memasuki radius 10km dari puncak gunung kelud.
"radius 10 km harus kosong dari aktivitas masyarakat," demikian keterangan resmi bnpb dalam situs resminya, sabtu (15/02/2014) siang.
pemantauan yang dilakukan bnpb pada pukul 06.
00 pagi, gunung kelud mengeluarkan asap putih abu-abu dengan tekanan sedang yang ketinggiannya mencapai 3.
000m.
mereka juga masih mencatat adanya tremor.
"tremor hembusan 1- 2.
5 mm," tulis bnpb dalam situsnya.
sementara itu, tim sar nasional terus melakukan penyisiran di dalam radius 10km untuk terus melakukan evakuasi terhadap pengungsi serta mencari kemungkinan ada korban meninggal dunia.
"sampai saat ini, kami belum menemukan korban meninggal [lagi] atau yang terjebak di zona bahaya," kata direktur operasi basarnas, brigjen tni tatang zainudin, saat dihubungi wartawan bbc indonesia, heyder affan, melalui telepon, sabtu (15/02/2014) siang.
butuh masker dan mobil tangkioperasi penyisiran ini dilakukan juga untuk memastikan agar masyarakat tidak memasuki radius 10km.
"kami melakukan patroli untuk memastikan tidak ada warga yang menerabas larangan itu," kata humas basarnas, hernanto.
kepala bnpb, syamsul maarif, mengatakan, pihaknya telah memerintahkan pengerahan 2.
500 personil tni dan polri untuk membersihkan jalan di wilayah kediri, dengan didukung alat berat.
sejumlah laporan, warga secara swadaya juga membersihkan jalan dan atap rumah-rumah mereka.
menurut bnpb, saat ini masyarakat membutuhkan masker, alat-alat untuk membersihkan abu pasir di jalan, serta kehadiran mobil tangki air.
letusan gunung kelud pada kamis (13/02/2014) kemarin, tiga orang dilaporkan tewas.




berita terkait: kelud meletus



wisata keraton jogjakarta ditutup sementara


bandara juanda dibuka lagi pada 18.
00 wib


kegiatan belajar mengajar pengungsi kelud tetap berlangsung


penerbangan el tari-juanda masih lumpuh


bandara adi soemarmo masih ditutup






editor: heru pramono






tweet

Source from: surabaya[dot]tribunews[dot]com

Sabtu, 15 Juni 2013

Suzuki Shooter Jajal Medan Menantang di Gunung Bromo








surabaya - motor terbaru suzuki, suzuki shooter langsung merasakan medan menantang di gunung bromo, sabtu (15/6/2013).
sepuluh orang awak media dan anggota club motor mendapat kesempatan menunggangi motor bebek injeksi suzuki itu dalam kegiatan berjuluk suzuki shooter media touring melesat tangguh taklukkan 3 gunung dan 4 danau.
kegiatan touring ke gunung bromo merupakan bagian dari rangkaian kegiatan suzuki sekaligus launching suzuki shooter di jatim.
gm 2w marketing & business development pt suzuki indomobil sales (sis), yohan yahya mengatakan dalam kegiatan ini para jurnalis bisa merasakan langsung akselerasi dan responsifnya shooter.
"bukan hanya bisa mencoba langsung suzuki shooter kami juga ingin kenalkan keindahan alam indonesia, peserta touring bisa menceritakan keindahan alam bromo," ujar yohan sebelum memberangkatkan rombongan touring, sabtu (15/6/2013).
rombongan menempuh perjalanan dari surabaya-bromo dan berlanjut ke malang.
di malang nantinya rombongan akan bergabung dalam kegiatan mega camp suzuki yang sudah disiapkan.

Source from: surya[dot]tribunews[dot]com

Kamis, 13 Juni 2013

Kata Gubernur, Gunung Kelud Masih "Status Quo"








blitar - gubernur jawa timur soekarwo menyebut gunung kelud (1.
730 mdpl) posisinya masih "status quo" atau atau belum memiliki status hukum terkait konflik batas wilayah antara kabupaten kediri dengan blitar.
     "semua sudah bertemu dan sudah ke lapangan dan untuk posisi dikembalikan ke 'status quo'," katanya saat meresmikan gedung baru kantor dewan perwakilan rakyat daerah (dprd) kabupaten blitar di kecamatan kanigoro, rabu (12/06/2013).
     ia mengatakan, status tersebut nantinya dikembalikan lagi ke masyarakat, yang sesuai dengan pilihan mereka.
pemprov segera bertindak dengan keputusan status tersebut.
gubernur juga mengatakan, di tempat itu hanya ada pembangunan prasasti yang masuk di wilayah kabupaten blitar, sementara untuk bangunan lain, misalnya, perbaikan infrastruktur masih masuk wilayah kabupaten kediri.
dan, untuk saat ini prasasti yang masuk di wilayah kabupaten blitar itu sudah dikembalikan dan sudah berada di wilayah kabupaten kediri.
     "hanya ada pembangunan prasasti itu saja dan sudah kembali ke posisi sebelumnya," ujarnya.
menyinggung dengan berbagai aktivitas di lokasi gunung kelud yang ada di kecamatan ngancar, kabupaten kediri itu serta retribusi yang masuk ke lokasi wisata, gubernur mengatakan kondisi dikembalikan seperti suasana yang ada sebelumnya (sebelum pengajuan sengketa batas wilayah, hingga kasus ini diajukan ke ptun oleh pemkab blitar).
     sengketa batas wilayah terjadi antara kabupaten blitar dengan kabupaten kediri.
salah satu pemicunya adalah pengakuan batas wilayah gunung kelud yang secara administratif masuk ke kabupaten kediri.
     gubernur juga telah mengeluarkan surat keputusan (sk) nomor 188/113/kpts.
013/2012 yang menetapkan gunung kelud berada di bawah yuridiksi kediri.
merasa tidak terima, pemkab blitar mengajukan gugatan pada 28 februari 2012 ke pengadilan tata usaha negara (ptun).
     pemkab blitar sempat membuat jalur alternatif menuju lokasi gunung kelud tersebut dengan lewat kawasan hutan, tapi ujungnya tetap ke jalur di kecamatan ngancar.
sempat terjadi masalah dengan perhutani, karena pembangunan jalan itu dinilai merusak kawasan hutan lindung.
bahkan, rombongan bupati blitar yang hendak masuk ke kawasan wisata gunung yang pernah meletus secara "effusif" atau tertahan itu sempat dihadang, karena rombongan tidak membayar retribusi.
     kasus sengketa batas wilayah yang diajukan ke ptun akhirnya tuntas, dengan keputusan hakim yang menolak gugatan yang diajukan pemkab blitar tersebut pada akhir desember 2012 dan memutuskan jika gunung kelud berstatus quo atau belum memiliki status hukum terkait siapa pemiliknya.

Source from: surya[dot]tribunews[dot]com