Halaman

Tampilkan postingan dengan label Ibu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ibu. Tampilkan semua postingan

Selasa, 06 Mei 2014

Usai Antar Anak, Ibu Rumah Tangga Dijambret









surya online, situbondo - aksi kriminal di jalan raya kembali terjadi.
kali ini korbannya, artima (40) warga desa gelung, kecamatan panarukan.
ibu rumah tangga ini menjadi korban pelaku penjambretan, usai mengantarkan anaknya ke sekolah.
sebelumnya korban berpapasan di jalan  tikungan, tepatnya di kawasan wisata pantai patek tiba tiba pelaku berbalik arah membuntuti korban dari arah belakang.
saat jalan sepi, pelaku yang berjumlah dua orang menarik kalung emas yang dikenakan korban.
akibat aksi pelaku, perhiasan emas seberat 25 gram dibawa kabur pelaku.
usai menjambret, pelaku yang menggunakan sepeda motor langsung melarikan diri ke arah wilayah kecamatan mangaran.
"saya  sempat dipepet dan kalung saya ditarik," terang artima dihadapan polisi.
menurutnya, dirinya tidak dapat mengenali wajah pelaku, karena kaget saat kalung ditarik pelaku tersebut.
"yang saya tau, pelaku menggunakan motor matik warna hijau," katanyakasubag humas polres situbondo, akp wahyudi mengatakan, pihaknya sudah menerima adanya laporan aksi penjambretan itu.
"kasusnya masih penyelidikan keberadaan pelaku," kata akp wahyudi.




terkait#ibu rumah tangga dijambret, situbondo

baca juga



20 pejabat situbondo gagal dilantik


kiai cholil doakan pakde karwo


blsm di 2 kelurahan cair


mangga situbondo tembus ke 5 negara


wisata pasir putih diserbu pelajar





penulis: izi hartono

editor: parmin






tweet

Source from: surabaya[dot]tribunews[dot]com

Usai Antar Anak, Ibu Rumah Tangga Dijambret









surya online, situbondo - aksi kriminal di jalan raya kembali terjadi.
kali ini korbannya, artima (40) warga desa gelung, kecamatan panarukan.
ibu rumah tangga ini menjadi korban pelaku penjambretan, usai mengantarkan anaknya ke sekolah.
sebelumnya korban berpapasan di jalan  tikungan, tepatnya di kawasan wisata pantai patek tiba tiba pelaku berbalik arah membuntuti korban dari arah belakang.
saat jalan sepi, pelaku yang berjumlah dua orang menarik kalung emas yang dikenakan korban.
akibat aksi pelaku, perhiasan emas seberat 25 gram dibawa kabur pelaku.
usai menjambret, pelaku yang menggunakan sepeda motor langsung melarikan diri ke arah wilayah kecamatan mangaran.
"saya  sempat dipepet dan kalung saya ditarik," terang artima dihadapan polisi.
menurutnya, dirinya tidak dapat mengenali wajah pelaku, karena kaget saat kalung ditarik pelaku tersebut.
"yang saya tau, pelaku menggunakan motor matik warna hijau," katanyakasubag humas polres situbondo, akp wahyudi mengatakan, pihaknya sudah menerima adanya laporan aksi penjambretan itu.
"kasusnya masih penyelidikan keberadaan pelaku," kata akp wahyudi.




terkait#ibu rumah tangga dijambret, situbondo

baca juga



20 pejabat situbondo gagal dilantik


kiai cholil doakan pakde karwo


blsm di 2 kelurahan cair


mangga situbondo tembus ke 5 negara


wisata pasir putih diserbu pelajar





penulis: izi hartono

editor: parmin






tweet

Source from: surabaya[dot]tribunews[dot]com

Jumat, 02 Mei 2014

Ibu dan Anak Dibunuh




Ibu dan Anak Dibunuh
Ibu dan Anak Dibunuh






surya online, sidoarjo - ketenangan warga perumahan pabean asri di desa pabean, kecamatan sedati mendadak pecah setelah mendengar linda, 30, dan anaknya putri, 9, yang tinggal di blok j-12 ditemukan terbunuh, kamis (1/5/2014) malam.
  mayat ibu dan anak yang ditemukan terpisah itu diduga kuat sudah dibunuh 3 jam lebih.
kondisi linda ditemukan dalam posisi telentang di ranjang tidur.
mulut korban terlihat seperti menggigit sesuatu dan tangannya kelihatan seperti mencekeram.
disinyalir linda saat menjelang ajal menjemput, merasakan sakit yang luar biasa.
diduga kuat, korban dibekap dengan bantal oleh pelaku sehingga tidak bisa bernapas.
lebam yang ada di tubuh korban linda disinyalir bukan bekas pukulan benda tumpul tapi muncul dari mayat yang sudah terbunuh lebih dari 2 jam.
petugas gabungan dari polsek sedati dan polres sidoarjo yang melakukan olah tempat kejadian perkara (tkp) tidak menemukan unsur benda keras seperti palu atau potongan besi.
sementara itu, putri, anak linda yang masih kelas iv sdn tropodo dihabisi pelaku diduga kuat karena tahu pembunuhnya.
bocah yang masih polos itu lehernya dijerat dengan tali skeeping  warna hijau hingga matanya terbelalak.
melihat kondisi tubuh putri, sebelum dibunuh dengan cara dijerat terlebih dulu dipukul kepalanya karena ada luka memar di kepala putri.
pembunuhan sadis itu baru terungkap setelah paman korban, chandra pulang ke rumah, sekitar pukul 22.
00 wib.
setelah melihat tubuh linda dan keponakannya putri sudah tidak bernyawa, ia langsung keluar dan beteriak minta tolong kepada tetangganya.
seketika itu warga sekitar keluar untuk mencari tahu.
“chandra waktu itu minta tolong dan memberitahu jika linda dan anaknya putri meninggal dunia,” tutur samadi, tetangga korban.
ketika pemeriksaan berlangsung di tkp, di dekat tubuh linda, tepatnya di samping pintu rumah ada rujak buah.
rujak tersebut kelihatannya masih kelihatan baru separo dimakan.
namun siapa saja yang makan rujak kini masih dalam pelacakan.
diduga kuat, rujak itu dimakan bersama oleh pelaku dengan korban linda.
melihat kondisi yang ada di lapangan, pembunuh sudah kenal dengan korban dan anaknya (putri).
pertama, pintu rumah tidak ada kerusakan dan tidak ada tanda-tanda kekerasan di tubuh korban.
selain itu, korban saat menerima tamu yang nota bene adalah pembunuh sudah welcome.
sementara, motor milik korban jenis honda beat putih raib.
hilangnya motor itu diperkirakan untuk menghilangkan alibi saja atas terjadinya pembunuhan.
kapolsek sedati akp yuyus andriastanto yang dihubungi masih melakukan olah tkp dan mencari saksi yang ada di sekitar lokasi.
pascakejadian, anak buahnya langsung disebar untuk menggali informasi atas kematian korban.
  “mulai dari bakul bakso, pemulung dan tetangga korban kami coba dekati untuk menggali informasi.
mudah-mudahan bisa mengungkap,” jelasnya.
ketika disinggung apakah pelakunya kenal dengan korban? tanya surya.
“ya jelas pelakunya kenal dengan korban.
yang jelas kami masih mencari mundur dalam tiga jam sebelum peristiwa.
nah dari situ akan ketahuan,” paparnya.
kabar yang berkembang, saat masih hidup, linda pernah curhat kepada tetangganya.
ia saat itu mengaku sudah lama berpisah dengan suaminya tapi belum resmi cerai.
sampai kini korban sudah 12 kali sidang di pengadilan agama (pa).
  selama menikah, linda dikaruniai dua orang anak, yang pertama laki-laki ikut suaminya dan perempuan bernama putri, ikut linda.
tetangga juga mendengar kabar kalau linda tidak bersedia diajak rujuk tetapi suaminya sering datang ke rumah korban saat sore hari.
“kabarnya, suaminya mengajak rujuk tapi linda tidak mau,,” ujar tetangga korban.




terkait#ibu dan anak, dibunuh

penulis: anas miftakhudin

editor: wahjoe harjanto






tweet

Source from: surabaya[dot]tribunews[dot]com

Senin, 05 Agustus 2013

Penganiaya Ibu Kandung Terancam Dipenjara 10 Tahun




Penganiaya Ibu Kandung Terancam Dipenjara 10 Tahun
Penganiaya Ibu Kandung Terancam Dipenjara 10 Tahun






surya online, tuban - ulfan firdanis (20), penganiaya ibunya sendiri, miyani (55) terancam dihukum hingga 10 tahun penjara.
ini setelah penyidik dari polres tuban menjeratnya dengan pasal 44 ayat 2 undang-undang  nomor 23 tahun 2004 tentang penghapusan kekerasan dalam rumah tangga.
kasat reskrim polres tuban akp wahyu hidayat menjelaskan, penggunaan pasal tersebut karena penganiayaan itu melibatkan ibu dan anak, serta berlangsung di rumah mereka sendiri, yakni di dusun karang agung timur, kelurahan karang agung, kecamatan palang, kabupaten tuban.
sekedar diketahui, ulfan memukuli ibunya pada jumat (2/08/2013) malam karena permintaannya ditolak.
ulfan saat itu meminta sejumlah uang yang tak jelas peruntukkannya.
sebelum memukul ibunya, ulfan meradang dan berteriak-teriak seperti orang kesurupan hingga membuat ibunya ketakutan dan meminta ulfan pergi dari rumah untuk menenangkan diri.
permintaan itu kemudian dibalas dengan ulfan memukuli miyani hingga tersungkur ke tanah.
tubuh miyani kemudian ditendang, rambutnya dijambak, lalu diseret-seret ke berbagai arah hingga nyaris pingsan.
penganiyaan itu barur berakhir setelah polisi tiba.
ulfan kemudian dibawa ke kantor polisi, sedangkan ibunya, miyani saat itu langsung dihantar ke rumah sakit untuk diberi perawatan.
menurut wahyu, kasus seperti ini termasuk jarang terjadi di tuban.
tak hanya itu, polisi juga sempat enggan memproses karena persoalan korban dan tersangka masih berhubungan keluarga, namun atas desakan orang tua ulfan kasus ini tetap berlanjut.
"kasus ini tetap berlanjut karena permintaan kedua orang tua korban," tegas wahyu di kantornya, senin.


Source from: surabaya[dot]tribunews[dot]com

Minggu, 04 Agustus 2013

Ibu Kandung Rista Minta Pembunuh Anaknya Dihukum Mati




Ibu Kandung Rista Minta Pembunuh Anaknya Dihukum Mati
Ibu Kandung Rista Minta Pembunuh Anaknya Dihukum Mati






surya online, ponorogo - siti fatimah (38) ibu kandung rista fransiska (17), siswi kelas 11 smk negeri i ponorogo yang tewas dibunuh menggunakan pisau dapur, menginginkan pembunuhnya dihukum setimpal.
rista, yang dalam kondisi hamil 7 bulan, dibunuh oleh kekasihnya sendiri david yosiputra ramanda (17), warga rt01, rw 01, desa glongong, kecamatan dolopo, kabupaten madiun.
korban mengalami 9 luka tusuk di sekujur tubuhnya dan ditindah menggunakan batu.
istri saptoni (38) ini meminta polisi dan penegak hukum lainnya memberikan hukuman setimpal bagi pelaku pembunuhan anaknya itu.
apalagi, pembunuhan itu dilakukan secara berencana dan dilakukan dengan cara sadis.
"saya harap pembunuh anak saya dihukum setimpal dengan perbuatannnya.
anak saya dalam posisi lemah dan mengandung janin,” terangnya kepada surya online, sabtu (3/8/2013).
sementara kapolres ponorogo, akbp iwan kurniawan menegaskan tersangka dijerat pasal 340 kuhp tentang pembunuhan berencana dengan ancaman minimal 20 tahun dan maksimal seumur hidup atau hukuman mati.
selain itu, tersangka bakal dijerat pasal 378 kuhp tentang penipuan dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara.
"sebelum membunuh korban tersangka telah memberikan obat untuk peluntur janin yang dikadung korban yang ternyata tidak ada reaksi sama sekali.
makanya tersangka kami jerat dengan pasal berlapis 340 dan 378 itu," ujarnya.


Source from: surabaya[dot]tribunews[dot]com

Rabu, 19 Juni 2013

Sambil Jemur Karak, Ibu Anas Nunggu Kabar dari KPK




Sambil Jemur Karak, Ibu Anas Nunggu Kabar dari KPK
Sambil Jemur Karak, Ibu Anas Nunggu Kabar dari KPK





blitar -tak ada yang berubah dari kebiasaan hj sriati, ibu anas urbaningrum ini.
seperti kebiasaannya setiap hari, wanita berusia 69 tahun ini selalu sibuk ke sawah.
namun, selasa (18/6/2013) siang itu, ia lagi berada di rumahnya sehabis pulang dari sawah.
saat surya datang ke rumahnya, ia lagi sibuk menjemur karak (bekas nasi yang dikeringkan) di halaman samping kiri rumahnya.
ketika di sapa, lagi ngapain bu? ia dengan santai menjawab, ini lagi menjemur karak sambil menunggu kabar dari kpk soal kelanjutan proses hukum terhadap anaknya.
"lapo mene mas kegiatan saya ya seperti ini.
jemur karak, karo nunggu kabar dari kpk," ujarnya santai ditemui di rumahnya, di dusun sendung rt 06/rw 01, desa ngaglek, kecamatan srengat, kab blitar sekitar pukul 14.
00 wib.
semula obrolan berlangsung gayeng dan santai.
begitu ditanya soal kabar kpk akan menahan anaknya, anas, mimiknya langsung serius.
bahkan, matanya langsung berkaca-kaca.
ia seperti kaget.
namun demikian, ia mengaku yakin kalau anaknya tak bersalah dan tak terbukti seperti yang dituduhkan kpk.
"itu kan omongan kpk.
dan, perlu diketahui, masalah itu sarat kepentingan dari lawan politiknya.
kalau tahu bakal seperti ini, anak saya nggak boleh terjun ke politik.
bahkan, kalau kasus ini selesai, anak saya, akan saya suruh jadi ustad saja atau guru ngaji, nggak usah politik-politikan," akunya, dengan mata berkaca-kaca.
ia mengaku, dirinya memang tak bisa berbuat apa-apa untuk membela anaknya.
namun, sebagai orangtuanya, ia akan mengadu ke tuhan, bahwa anaknya tak bersalah.
itu hanya dikerjain oleh lawan-lawan politiknya.
sebab, untuk mengalahkan anaknya tak mudah sehingga dicarikan kesalahan seperti ini.
"anak saya itu cerdas dan santun, cuma ia lagi apes karena ulah lawan politiknya saja.
saya kesal pada orang-orang seperti itu.
saya nggak akan mencoblos demokrat lagi pada pileg mendatang," ungkapnya.
di saat ngobrol gayeng sama hj sriati, tiba-tiba agus nasikhudin, kakak anas yang juga sebagai sekdes setempat, muncul.
sriati langsung diam.
agus sendiri mengaku baru pulang dari rumah anas, senin (17/6/2013) kemarin setelah tiga hari menginap di rumah adiknya.
ia tak kaget dengan kabar kalau kpk akan menahan mantan ketum dpp demokrat itu.
namun, yang jadi pertanyaannya, mengapa kok baru sekarang hal itu dikatakan kpk, apakah kpk belum bisa membuktikan kasus adiknya itu, atau apa masih mencari-cari.
"semestinya adik saya sudah ditahan sejak jadi tersangka dulu, ngapain baru sekarang.
kami ini keluarga taat hukum," paparnya.
justru, kalau kpk memperlakukan seperti ini terhadap adiknya, lanjut dia, sepertinya anas sudah ditahan sebelum ditahan sungguhan.
sebab, sejak kasus hambalang itu mencuat, sudah ada pembunuhan karakter terhadap adiknya.
seakan-akan adiknya sudah bersalah.
"tapi, saya yakin, adik saya nggak akan terlibat.
silakan dibuktikan di persidangan," tegasnya.
ada pesan khusus dari anas sejak tiga hari kemarin di rumahnya, papar dia, tak ada.
hanya ngobrol santai, dan makan bareng.
"dia tahu lah, kalau masalah ini bukan tupoksi saya sehingga dia tak sampai ngajak ngobrol saya soal masalahnya," ujarnya.
lebih lanjut, agus menegaskan, kalau mau menahan adiknya, itu hak kpk.
namun keluarga yakin seratus persen kalau anas tak bersalah.
"kalau toh salah, itu diada-adakan," pungkasnya.

Source from: surya[dot]tribunews[dot]com

Selasa, 11 Juni 2013

Ibu, Anak dan Menantu Kompak Segel SD Rejotengah




Ibu, Anak dan Menantu Kompak Segel SD Rejotengah
Ibu, Anak dan Menantu Kompak Segel SD Rejotengah





lamongan - lantaran tidak kunjung ada penyelesaian, dua ahli waris  sebidang tanah yang ditempati bangunan sd negeri rejotengah, ii dusun calungan desa rejotengah, kecamatan deket  nekat jauh - jauh dari bungah gresik bertiga  bersama menantunya ke lamongan nekat menyegel tanah dengan ditananmi pisang, dipatok dan dipasang tali rafia seluas tanah yang disengketakan.
syiah (76) ahli waris yang juga anak kandung wani bin tumiah  pemilik tanah ditemani anaknya, muhammad selim (48) dan istrinya santi (40)  berangkat dari kecamatan bungah gresik  tempat tinggalnya sekarang dengan mengendarai sepeda motor bak roda tiga datang sejak senin (10/6/2013) sekitar pukul 22.
00 wib langsung menuju halaman  sdn rejotengah ii.
"mulai tadi malam saya bersama ibu dan istri disini (halaman sekolah, red) dan tidur di atas sepeda motor bak roda tiga," kata muhammad selim saat ditemui surya online, selasa (11/6/2013) di lokasi sekolahan.
langkah syiah dan muhammad selim, putra tunggalnya datang ke lamongan dan nekat  menyegal lokasi pekaranag yang didirkan bangunan sdn rejotengah  ii sejak 1976 itu karena upaya perundingan puluhan kali dengan pihak desa dan lembaga pendidikan tidak ada titik temu.
"saya  ini bahkan tidak pernah mendapati jawaban apapun terkait tuntutan ganti rugi tanah orang tua kami yang ditempati bangunan sd," tegas m selim.
padahal nyata - nyata tanah itu dalam petok d masih atas nama orang tua ibu kandung syiah, wani.
selim sampai tidak ingat lagi kapan tepatnya pernah menyurati kepala desa rejotengah dan laporan ke polsek agar tanah ahli waris milik orang tuanya itu segera diselesaikan,  dibeli atau dengan istilah lain ada ganti rugi.
kesabaran selim dan ibunya memuncak hingga pada selasa (11/6/2013) ia dibantu istrinya santi menyegel sekolah.
pekaranag tempat didirikan bangunan ditanami sebanyak 6 pohon pisang  dan dipatok serta diberis pasang tali rafia seluas tanah yang tertera dalam buku petok d.
selain itu, selim juga memasang sejumlah karton yang digantungkan di tali rafia soal tuntutannya agar  bupati dan juga pihak - pihak terkait membantu menyelesaikan tanah yang disengketakan itu.
"saya  hanya ingin minta ganti rugi, atau dibeli.
karena tanah itu benar - benar milik orang tua saya," ungkap syiah.
meski tak menggangu proses belajar mengajar  pada semesteran siswa sd hari kedua, namun  tali rafia dan tanaman sejumlah pohon pisang  tetap memecah konsentrasi para siswa.
 para siswa juga ada yang kegirangan melihat ulah selim dan ibunya serta istrinya saat menanam pohon.
sebaliknya para guru tak peduli action mereka dan tetap melanjutkan proses belajar seperti biasanya.
kepala desa rejotengah, rumiati kepada surya menyesalkan upaya penyegelan itu, padahal menurut sesepuh termasuk  ketua komite sekolah h husada, konon tanah itu sudah pernah dibeli oleh reso almarhum dan kemudian diwakafkan untuk sekolah.
"tapi zaman dulu  itu tidak ada proses administrasi transaksi tertulis," kata rumiati.
pihak desa tidak ingin berpolemik dengan ahli waris dan lebih menyarankan  mereka menempuh jalur hukum.
kalaupun diminta ganti rugi atau membeli jelas tidak mungkin, karena desa dan komite tidak mempunyai dana untuk itu.

Source from: surya[dot]tribunews[dot]com

Senin, 20 Mei 2013

Ibu dan Anak Mengamuk di Kantor Polisi




Ibu dan Anak Mengamuk di Kantor Polisi
Ibu dan Anak Mengamuk di Kantor Polisi





tuban-masrin patin (58) dan anaknya, yenny tiyas rahayu (11) yang diamankan polisi karena mencoba bunuh diri mengamuk di kantor polres tuban, minggu (19/05/2013) sore.
mereka menggigit tangan polisi, melempar botol air, hingga memaki semua orang yang dilihatnya.
"pergi pergi pergi.
.
.
kalian," teriak masrin sambil memukuli badan polisi.
kedua orang ini diamankan polisi dari jalan hos cokroaminoto, tuban sekitar pukul 17.
00 wib.
mereka saat itu didapati sedang berdiri di tengah jalan, sambil meneriakan kalimat tak jelas, serta diduga akan bunuh diri.
karena dianggap menganggu, mereka akhirnya diamankan polisi.
"awalnya mereka akan dibawa ke kantor polsek kota tuban untuk didata, tapi mereka berhasil kabur dengan cara melompat dari mobil polisi.
setelah kami amankan lagi, mereka dibawa ke sini (polres tuban)," kata seorang polisi.
meski begitu, amukan kedua wanita ini ternyata belum reda.
mereka justru semakin beringas, terlebih setelah mengetahui ada sejumlah wartawan yang meliput kejadian ini.
mereka meronta, memaki, serta berusaha merusak kamera wartawan.
"dada saya digigit.
kemudian mereka hendak merampas kamera saya tapi saya berhasil kabur," kata yusmana (29), wartawan televisi lokal jawa timur.
kedua wanita ini selanjutnya dibawa ke ruang spk untuk ditenangkan.
di sana, masrin mengaku sedang stress karena ditelantarkan suaminya yang mengaku warga kecamatan widang.
suaminya itu menelantarkan mereka di tuban sejak seminggu lalu.
"suami saya pamit mau beli rokok, tapi malah tidak kembali dan menelantarkan kami dengan membawa semua perbekalan.
padahal kami baru pertama kali ke sini (tuban)," kata masrin.
saat ini baik masrin, ataupun putrinya masih berada mapolres tuban.
mereka harus menjalani pemeriksaan lebih lanjut karena tindakannya tadi.
informasinya, setelah menjalani pemeriksaan di kantor polisi keduanya akan dibawa ke dinas sosial.

Source from: surya[dot]tribunews[dot]com

Sabtu, 18 Mei 2013

Pembunuh Ibu Kandung Alami Gangguan Jiwa Berat




Pembunuh Ibu Kandung Alami Gangguan Jiwa Berat
Pembunuh Ibu Kandung Alami Gangguan Jiwa Berat





surabaya - setelah tiga hari dilakukan observasi, pihak rs bhayangkara menyimpulkan bahwa supardi, pelaku pembunuhan terhadap ibu kandungnya, akiyah, mengalami gangguan jiwa berat.
demikian disampaikan dr agnes m holiho, dokter yang menangani tes kejiwaan terhadap supardi di poli psikiatri rs bhayangkara, sabtu (18/5/2013).
menurutnya, dalam tes kejiwaan yang dilakukan, dokter menemukan tanda-tanda yang hampir sama yakni mengarah ke gangguan jiwa.
"pasien ini memang tipe orang yang pendiam dan tertutup.
namun dari hasil observasi selama tiga hari, kami rasa sudah cukup menyimpulkan bahwa dia mengalami gangguan jiwa berat," kata agnes.
selama observasi ini, supardi mengaku masih banyak berhalusinasi seperti yang dia rasakan saat melakukan pembunuhan terhadap ibunya.
dia diketahui menderita halusinasi perintah yang sulit dikontrolnya, termasuk perintah untuk membunuh ibunya.
selain itu, juga ditemukan bahwa pasien ini mengalami gangguan sesat berpikir serta agresif.
kondisi itu sudah lama dialami oleh pria yang sehari-hari bekerja sebagai tukang bangunan ini.

Source from: surya[dot]tribunews[dot]com

Pembunuh Ibu Kandung Dikembalikan ke Polrestabes Surabaya




Pembunuh Ibu Kandung Dikembalikan ke Polrestabes Surabaya
Pembunuh Ibu Kandung Dikembalikan ke Polrestabes Surabaya





surabaya - setelah menjalani serangkaian tes kejiwaan selama tiga hari di rs bhayangkara, supardi akhirnya diserahkan kembali ke penyidik polrestabes surabaya untuk menjalani proses hukum atas kejahatan yang dilakukannya.
bapak satu anak yang telah tega membunuh ibu kandungnya, akiyah, dengan cara dipenggal kepala dan dimakan hatinya itu dikembalikan ke polrestabes, jumat (17/5/2013) malam.
"setelah tiga hari menjalani pemeriksaan kejiwaan, pasien sudah diserahkan kembali ke polrestabes untuk menjalani proses hukumnya," jawab dr agnes m holiho, dokter poli psikiatri rs bhayangkara yang menangani tes kejiwaan supardi, sabtu (18/5/2013).
selama di rs bhayangkara, supardi menghuni ruang observasi dan menjalani serangkaian pemeriksaan kejiwaan.
mulai dari wawancara dengan tim dokter, tes tulis dan beberapa tes lainnya.
kuli bangunan yang telah menjadi pembunuh sadis ini menjalani tes kejiwaan untuk memastikan apakah dirinya waras atau tidak hingga tega membantai ibu kandungnya sendiri dengan cara sadis.

Source from: surya[dot]tribunews[dot]com

Kamis, 16 Mei 2013

Pembunuh Ibu Kandung Telan Hati Ibunya Empat Kali




Pembunuh Ibu Kandung Telan Hati Ibunya Empat Kali
Pembunuh Ibu Kandung Telan Hati Ibunya Empat Kali





surabaya - penyidik polrestabes surabaya butuh waktu untuk mengumpulkan fakta-fakta baru terkait tersangka supardi, pelaku pembunuhan terhadap ibu kandungnya sendiri, akiyah, warga bangkingan timur ii surabaya, selasa (14/5/2013).
setelah terbukti jika usai memenggal kepala ibunya, supardi sempat memakan hati ibu kandungnya itu.
kini muncul fakta baru lagi, jika supardi sempat menelan hati ibunya sebanyak empat kali.
"setelah dipenggal, hati ibunya diambil dan dimakan sebanyak empat kali," kata kanitresmob polrestabes surabaya akp agung pribadi, kamis (16/5/2013).
digigitannya yang keempat, supardi lalu muntah, dan muntahannya tersebut diletakkan di baskom yang telah disiapkan.
setelah itu, supardi lalu meletakkan hati itu di dada korban.
selain itu, menurut agung, supardi mengambil hati ibunya tidak dipotong, melainkan ditarik.
"berdasar hasil otopsi, setelah dada ibunya dibelah, tersangka menarik hati ibunya itu sehingga ada sebagian organ hati yang tertinggal," kata agung.

Source from: surya[dot]tribunews[dot]com

Pembunuh Ibu Kandung Jalani Tes Tulis di RS Bhayangkara Surabaya




Pembunuh Ibu Kandung Jalani Tes Tulis di RS Bhayangkara Surabaya
Pembunuh Ibu Kandung Jalani Tes Tulis di RS Bhayangkara Surabaya





surabaya - supardi, pelaku pembunuhan terhadap ibu kandungnya sendiri, akiyah, warga bangkingan timur ii surabaya masih terus menjalani tes kejiwaan di rs bhayangkara surabaya, kamis (16/5/2013).
dalam tes lanjutan ini, sejak pagi bapak satu anak itu menjalani tes tulis di ruang observasi rumah sakit milik polri yang berada di jl a yani surabaya.
dengan didampingi seorang perawat rumah sakit dan seorang petugas kepolisian, supardi menjawab satu persatu soal tertulis yang disodorkan padanya.
"ada 566 soal yang harus dijawab.
tapi, dia diperbolehkan istirahat kalau capek," kata jojo, perawat yang menangani tes tulis supardi.
dijelaskan, tes tulis ini berisi tentang biodata dan profil dirinya.
selain itu, juga pertanyaan-pertanyaan tertulis seputar kehidupan sehari-sari pria yang bekerja sebagai tukang bangunan ini.
jika dalam pemeriksaan sebelumnya, supardi selalu didampingi istrinya, siti rohmawati, kali ini sang istri tidak nampak mendampinginya untuk mengerjakan soal-soal dalam tes kejiwaan tersebut.

Source from: surya[dot]tribunews[dot]com

Rabu, 15 Mei 2013

Pembunuh Ibu Kandung Bersimpuh di Kaki Istrinya




Pembunuh Ibu Kandung Bersimpuh di Kaki Istrinya
Pembunuh Ibu Kandung Bersimpuh di Kaki Istrinya





surabaya - supardi, tersangka yang memenggal kepala akiyah, ibunya sendiri, bersimpuh di kaki istrinya.
istri supardi, romlah, mengunjungi supardi yang sedang menjalani pemeriksaan di unit resmob polrestabes surabaya, rabu (15/5/2013), sekitar pukul 13.
30.
saat romlah datang, mata supardi langsung memerah.
supardi langsung menghampiri istrinya yang masih berada di pintu unit resmob.
"sepurono aku (maafkan saya)," kata supardi, yang langsung menangis di kaki istrinya.

Source from: surya[dot]tribunews[dot]com

Kamis, 25 April 2013

Ibu Rumah Tangga Dijambret Saat Menelpon Sambil Mengendarai Motor








surabaya - peringatan bagi yang biasa menelpon sambil mengendarai sepeda motor.
di jl margorejo surabaya, seorang ibu menjadi korban jambret ketika menelpon sambil mengendarai sepeda motor.
adalah suratin (34), ibu rumah tangga asal jl jemursari surabaya yang menjadi korban kejahatan dua pemuda, wawan irawan (20) dan arifin (19) sama-sama tinggal di bendul merisi jaya vi surabaya.
ceritanya, korban yang melintas sendirian mengendarai motor sambil menelpon tiba-tiba didekati dua pelaku yang berboncengan mengendarai sepeda motor honda beat dari arah belakang.
"handphone yang digunakan menelpon itu langsung dirampas pelaku.
kemudian, keduanya kabur dan korban langsung berteriak-teriak meminta tolong," ungkap kanit reskrim polsek wonocolo akp nur suhut, kamis (25/4/2013).
mendengar teriakan korban, sejumlah warga langsung berusaha mengejar pelaku.
termasuk anggota polisi yang sedang berada di sekitar lokasi kejadian.
"akhirnya, dua pelaku tersebut berhasil diamankan.
dan saat ini, keduanya masih menjalani pemeriksaan penyidik," sambung nur suhud.
dalam pemeriksaan, wawan diketahui juga sudah pernah ditangkap anggota polsek wonocolo pada tahun 2008 silam dalam perkara pengeroyokan.
dari kasus itu, pemuda ini sempat mendekam selama 6 bulan di dalam penjara.

Source from: surya[dot]tribunews[dot]com

Rabu, 24 April 2013

Nanik Antar Ibu Nyoblos








madiun - calon bupati magetan nanik karsini tak bisa nyoblos.
karena cabup yang melalui jalur independent ini ber-ktp jakarta.
ia tercatat sebagai warga jl.
kebayoran lama 101,grogol utara, jakarta selatan.
meski begitu, nanik, yang berpasangan dengan sugiho pramono ini turut ke tps 01, desa buluharjo, kecamatan plaosan.
ia mengantarkan ibu kandungnya, hj painem (70), yang menyoblos di tps 01.
tps 01 ini terletak di sebelah rumahnya rabu (24/4/2013).
"saya tidak bisa nyoblos.
jadi saya hanya mengantar ibu untuk melakukan hak suaranya," ujar nanik.
nanik merupakan anak keempat dari lima bersaudara.
ia lahir dari kelurga tokoh plaosan.
ayahnya, alm h raharjo suwito karjo merupakan tokoh di plaosan.
sehingga tak heran, jika sampai di pasar plaosan, hampir semua warga tahu kediaman nanik yang mantan kabag tata laksana sekjen kpu pusat.
"tadinya saya mau keliling ke tps-tps, tapi karena banyak tamu dan teman-teman yang datang, jadi ya tertunda," katanya.
di kediamannya, teman-teman sekolahnya banyak yang datang.
demikian pula juga beberapa temannya dari jakarta juga ada yang datang ke kediamannya.
"kami yakin akan menang dalam pilkada ini," kata nanik yang memiliki dua putra ini.

Source from: surya[dot]tribunews[dot]com

Kamis, 28 Maret 2013

Tingkat Kematian Ibu Melahirkan di Tuban Tinggi








tuban-tingkat kematian ibu saat melahirkan di kabupaten tuban ternyata cukup tinggi, yaitu mencapai 8,1 persen dari 10.
000 kelahiran.
hal itu diungkapkan oleh wakil bupati tuban noer nahar husein saat membuka rapat kerja daerah progam kependudukan dan keluarga berencana (kb) kabupaten tuban di gedung korpri jalan veteran, kamis (28/03/2013) siang.
dalam rapat tersebut noer meminta agar lembaga pemerintah, swata dan masyarakat dapat menekan angka kematian ibu melahirkan bersama-sama.
"perlu ada upaya nyata untuk menurunkan angka ini, salah satunya dengan pendewasaan usia perkawinan," kata noer kala itu.
menurut noer, progam pendewasaan usia perkawinan ini harus diutamakan karena faktor ini paling dominan diantara faktor yang lain.
sementara itu, kepala bapemas dan kb kabupaten tuban ahmad amin sutoyo menambahkan dalam rapat ini, pemerintah dan swasta membuat nota kesepakatan untuk mendukung program keluarga berencana (kb).
nota kesepakatan ini ditandatangani oleh bapemas dan kb kabupaten tuban dan rumah sakit yang ada di tuban, seperti rsud dr koesma, rs nu, dan rs medika mulya.
"rakerda ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk peduli dengan kesejahteraan masyarakat melalui program kb," kata sutoyo dalam sambutannya.

Source from: surya[dot]tribunews[dot]com