| Berbagi di Omah Budaya Slamet |
oleh : fitriana dwi andasari mahasiswi universitas negeri malangfitriana_feum@yahoo.
co.
id
banyak cara merekatkan persaudaraan dan memaknai kebersamaan, salah satunya lewat aktivitas outbond.
begitu pula keyakinan setiap anggota kelompok studi pasar modal (kspm) fakultas ekonomi universitas negeri malang.
sabtu (10/5) bertempat di omah budaya slamet (obs) mereka berangkat membawa misi mengukuhkan dan mempererat rasa kekeluargaan.
acara merangkap diklat anggota baru kspm berlangsung dua hari di bumiaji, batu.
suasana perkebunan dan area sawah nan asri di sekitar obs membawa damai.
puluhan lukisan artistik membuat kami ternganga.
setiap jengkal dinding obs dipenuhi bermacam lukisan indah.
beberapa jam pertama kami gunakan untuk memanjakan mata menikmati pameran seni indah yang memenuhi ruangan.
memasuki kegiatan diklat yang sesungguhnya, kami dibagi menjadi empat kelompok dan ditugasi menyimulasikan proyek kerja kspm, yaitu road to school dalam waktu kurang dari satu jam.
kami dituntut memikirkan konsep sosialisasi pasar modal ke sma di pinggiran kota malang dengan misi memunculkan investor-investor muda dari sana.
hal ini sukses membuat kami berpikir keras dan mengusulkan konsep berbeda dari kelompok lain untuk merebutkan bintang kemenangan.
nilai yang dapat diambil dari kegiatan ini adalah kekompakan dan kerjasama tim.
panitia juga mendesain permainan bentengan dengan membagi peserta menjadi dua kelompok besar dengan misi mempertahankan benteng masing-masing dan menangkap sebanyak-banyaknya lawan.
satu lagi kesan yang kami dapatkan, kebersamaan dan kekeluargaan.
sebelumnya, pemilik obs, pak slamet memberi wejangan mengenai hakikat organisasi yang dihubungkan dengan nilai artistik seni.
menurutnya, orang kreatif cenderung membentuk sistem, bukan ikut dalam sistem.
hari kedua diklat kembali diisi dengan permainan menarik.
untuk memberi masukan dan mengoreksi kekurangan anggota kspm agar lebih solid, dan di akhir diklat kami sharing atau jajak pendapat mengenai kelebihan dan kekurangan setiap anggota kspm.
untuk menghindari subjektifitas dan menyinggung perasaan, sharing dan jajak pendapat dilakukan dengan media kertas bertuliskan nama masing-masing anggota kspm dan diedarkan memutar.
kami mendapat kritik dan saran untuk menjadi lebih baik tanpa merasa tersinggung dan mengetahui siapa yang memberi kritik dan saran yang diharapkan dapat menjadi cambuk untuk memperbaiki diri menjadi lebih baik lagi.
terkait#omah budaya slamet, kspm
editor: tri hatma ningsih
sumber: surya cetak
tweet
Source from: surabaya[dot]tribunews[dot]com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.