Halaman

Tampilkan postingan dengan label Mengamuk. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Mengamuk. Tampilkan semua postingan

Minggu, 04 Agustus 2013

Belasan Narapidana Mengamuk, 6 Orang Dipindah ke Luar Tulungagung









surya online, tulungagung - belasan narapidana lembaga pemasyarakatan tulungagung mengamuk, sabtu (3/8/2013), tetapi hanya 6 narapidana yang benar-benar terlibat perusakan.
mereka dilayar (istilah di kalangan sipir untuk menyebut pemindahan narapidana) ke blitar, kediri, malang dan sidoarjo.

menurut kepala lapas tulungagung, muji widodo, minggu (4/8/2013) dini hari, provokator kasus ini lagi-lagi ibrahim alias budheng, narapidana perkara senjata tajam yang juga pernah merusak pintu sel di pengadilan negeri tulungagung, beberapa waktu lalu.

"dia memanfaatkan situasi shalat tarawih.
saat beberapa orang shalat tarawih dan menjalani 2 rakaat, budheng minum minuman keras," kata muji.
budheng tidak sendirian, ia mengajak juga belasan narapidana.

setelah shalat tarawih hampir selesai, mereka lantas menjebol pintu blok, kemudian berbondong-bondong ke pintu portir.
namun, hanya 3 narapidana yang bisa sampai menjebol pintu portir, yakni budheng, aris dan debi.

muji widodo menegaskan, setelah pintu portir itu masih ada dua pintu lagi sehingga ketiga narapidana itu masih jauh lagi dari kemungkinan benar-benar bisa kabur.
ia mengakui, saat itu total ada lima sipir yang berjaga.

begitu mengetahui ada keributan, seorang sipir lantas meminta bantuan polisi.
tak lama kemudian, satu kompi polisi datang dibantu satu kompi tentara.
keributan pun dapat diatasi tanpa satu sipir pun terluka.
 

Source from: surabaya[dot]tribunews[dot]com

Senin, 20 Mei 2013

Ibu dan Anak Mengamuk di Kantor Polisi




Ibu dan Anak Mengamuk di Kantor Polisi
Ibu dan Anak Mengamuk di Kantor Polisi





tuban-masrin patin (58) dan anaknya, yenny tiyas rahayu (11) yang diamankan polisi karena mencoba bunuh diri mengamuk di kantor polres tuban, minggu (19/05/2013) sore.
mereka menggigit tangan polisi, melempar botol air, hingga memaki semua orang yang dilihatnya.
"pergi pergi pergi.
.
.
kalian," teriak masrin sambil memukuli badan polisi.
kedua orang ini diamankan polisi dari jalan hos cokroaminoto, tuban sekitar pukul 17.
00 wib.
mereka saat itu didapati sedang berdiri di tengah jalan, sambil meneriakan kalimat tak jelas, serta diduga akan bunuh diri.
karena dianggap menganggu, mereka akhirnya diamankan polisi.
"awalnya mereka akan dibawa ke kantor polsek kota tuban untuk didata, tapi mereka berhasil kabur dengan cara melompat dari mobil polisi.
setelah kami amankan lagi, mereka dibawa ke sini (polres tuban)," kata seorang polisi.
meski begitu, amukan kedua wanita ini ternyata belum reda.
mereka justru semakin beringas, terlebih setelah mengetahui ada sejumlah wartawan yang meliput kejadian ini.
mereka meronta, memaki, serta berusaha merusak kamera wartawan.
"dada saya digigit.
kemudian mereka hendak merampas kamera saya tapi saya berhasil kabur," kata yusmana (29), wartawan televisi lokal jawa timur.
kedua wanita ini selanjutnya dibawa ke ruang spk untuk ditenangkan.
di sana, masrin mengaku sedang stress karena ditelantarkan suaminya yang mengaku warga kecamatan widang.
suaminya itu menelantarkan mereka di tuban sejak seminggu lalu.
"suami saya pamit mau beli rokok, tapi malah tidak kembali dan menelantarkan kami dengan membawa semua perbekalan.
padahal kami baru pertama kali ke sini (tuban)," kata masrin.
saat ini baik masrin, ataupun putrinya masih berada mapolres tuban.
mereka harus menjalani pemeriksaan lebih lanjut karena tindakannya tadi.
informasinya, setelah menjalani pemeriksaan di kantor polisi keduanya akan dibawa ke dinas sosial.

Source from: surya[dot]tribunews[dot]com