Halaman

Tampilkan postingan dengan label Dindik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Dindik. Tampilkan semua postingan

Selasa, 01 Juli 2014

Rencana Dindik Dilarang DPRD









surya online, malang – keinginan dinas pendidikan (dindik) kota malang untuk menyediakan bangku kosong bagi anak-anak jalanan dan orang tidak mampu kandas setelah ditolak oleh dprd kota malang, senin (30/6/2014).

sekertaris dindik kota malang, suwarjana mengatakan, usulan tersebut tak bisa dilaksanakan berdasarkan hasil rapat bersama dprd kota malang, senin (30/6/2014) sore.
alasan pembatalan juga masih sumir, namun sumber surya menjelaskan, pembatalan disebabkan usulan tersebut disampaikan mendadak, yakni sehari sebelum pelaksanaan ppdb online, selasa (01/7/2014).
suwarjana memastikan rencana tersebut tak merubah jumlah kuota penerimaan siswa baru tahun ini.
“kuota siswa masih tetap dan tidak ada perubahan,” tegas suwarjana pada surya, senin (30/6/2014).
sebelumnya, dindik kota malang mewacanakan untuk menampung anak-anak jalanan ke berbagai sekolah negeri, mulai dari jenjang sd hingga sma.
wacana tersebut disampaikan disela penyerahan bantuan kepada anjal di sekretariat jaringan kemanusiaan jawa timur (jkjt), kamis (26/6/2014).
"kami akan mempermudah syarat-syarat anjal yang ingin sekolah.
mereka harus melanjutkan sekolah," kata zubaidah ketika itu.
ketua musyawarah kerja kepala sekolah sma negeri, tri suharno saat dihubungi surya, senin (30/6/2014), mengatakan, usulan tersebut sudah matang sebab seluruh sekolah sudah setuju untuk menampung satu anak di satu kelas.
nama progam ini pun sudah dibuat, yakni ppdb peduli wong cilik.
syarat untuk bisa masuk ke sekolah negeri juga dipermudah, sebab dindik hanya memberi kriteria calon siswa tersebut harus berada di lingkungan sekitar sekolah, pendapatan orang tua harus dibawah rp 500.
000 per bulan dan terdaftar sebagai penduduk kota malang.
“berdasarkan hasil rapat tadi sore, rencana ini tak bisa dilaksanakan segera,” kata tri.
kendati rencana ini batal dilaksanakan, bukan berarti kesempatan anak-anak tersebut untuk belajar di sekolah negeri terabaikan.
tri memastikan anak-anak tersebut masih memiliki kesempatan selama nilai mereka masuk persyaratan.
pria yang juga kepala sma negeri 4 ini menambahkan pembatalan ini tidak merubah sistem ppdb online tahun ini.
semua aturan dan pagu tiap sekolah masih sama seperti ketentuan sebelumnya.
“tidak ada perubahan,” kata tri.




terkait#tolak, program, pendidikan, peduli wong cilik

baca juga



tolak program pendidikan peduli wong cilik





penulis: adrianus adhi

editor: wahjoe harjanto






tweet

Source from: surabaya[dot]tribunews[dot]com

Jumat, 16 Mei 2014

Dindik Magetan Lakukan Tes Urine









surya online, magetan-dinas pendidikan (dindik) kabupaten magetan akan berlakukan tes urine untuk seluruh guru di jajarannya.
hal ini terkait tertangkapnya hanik richa rahmawati (26) bukan anik yuliani guru sdn plangkrongan ii, kecamatan poncol, kabupaten magetan yang dididuga sebagai pengedar sabu.
"kita tidak ingin kecolongan, kita akan lakukan tes urine.
guru harus bebas narkoba,"kata kepala dinas pendidikan (kadindik) kabupaten magetan bambang trianto kepada surya, jumat (16/5/2014).
menurut bambang, dindik baru mengetahui tertangkapnya hanik richa rahmawati atau populer dipanggilan vera vernanda guru yang mengajar di sdn plangkrongan ii, poncol ini oleh polisi karena terlibat jaringan peredaran narkoba, jumat (16/5/2014) pagi, setelah mendapat surat pemberitahuan dari polres magetan.
"sebenarnya menurut kepala uptd poncol, vera ini sudah sering diperingatkan.
tapi tetap saja mengulangi,"kata kadindik bambang trianto.
karena itu, bambang akan melakukan kegiatan tes urine bebas narkoba ini secara kontinyu kepada seluruh guru dijajarannya.
"ini mengagetkan saya dan jajaran di dindik.
dan ini bukan contoh yang baik.
guru sd, ibu guru lagi, jadi pengedar narkoba,"kata bambang sambil geleng-geleng kepala.
bila nanti ditemukan tes urine guru positif mengandung narkoba, pihaknya akan koordinasi dengan polres dan rumah sakit bagi penderita ketergantungan narkoba,"kalau ada yang positif, kita konsultasi dengan polisi, paling tidak di rawat di rumah sakit penderita ketergantungan obat,"jelas pria berkumis tebal ini.
  dijelaskan bambang, sesuai surat yang dikirim polres magetan, hanik richa rahmawati alias vera vernanda ini ditangkap polisi satreskoba magetan rabu (14/5) malam, sekitar pukul 00.
30 di depan spbu maospati tepatnya jl raya mospati - solo.
penangkapan vera vernanda ini setelah ada salah seorang pembelinya yang terlebih dahulu ditangkap polisi.
dari hasil pengembangan pemeriksaan, sabu yang ditemukan dari tersangka sebelumnya berasal dari vera vernanda ini.
vera vernanda ditangkap polisi saat berada di warung depan spbu maospati, dalam penangkapan itu polisi berhasil menemukan sabu satu kantong plastik klip seberat 0.
14 gram.
setelah ditangkap satreskoba polres magetan, vera vernanda langsung diperiksa dan ditahan di mapolres setempat.
"dindik masih menunggu proses hukum dia (hanik richa rahmawati), bagaimana ketetapan hukum yang diterimanya dari pegadilan negeri (pn),"kata bambangtapi yang jelas, tingkah laku vera vernanda sebagai guru sd sangat tidak baik untuk suri tauladan anak didiknya yang masih berada di pendidikan dasar.
"kalau tahu gurunya seperti itu, bagaimana kita menjawabnya.
gurunya saja pengedar sabu, bagaimana muridnya,"kata bambang seraya mengibaratkan guru kencing berdiri, murid kencing berlari.
"kita memberikan contoh sedikit tidak baik, murid kita akan jauh berbuat tidak baik.
makanya ibu guru yang satu ini harus diberikan sanksi tegas,"katanya.
kepala badan kepegawaian daerah kabupaten magetan yang dikonfirmasi lewat telepon selulernya, mengaku belum menerima tebusan surat itu dari dinas pendidikan maupun kepolisian.
"kita belum tahu, tapi kalau itu benar kita menunggu hasil putusan tetap pengadilan negeri (pn),"kata kepala bkd kabupaten magetan suko winardi kepada surya, jumat (16/5).
sesuai peraturan kepegawaian, pns yang terlibat kasus pidana kalau sampai di vonis penjara selama empat tahun.
"makanya kita menunggu saja inkrah (putusan tetap) pengandilan,"kata mantan kepala bagian humas pemkab magetan ini.





baca juga



kepala sekolah di kota malang ikuti tes urine






editor: satwika rumeksa






tweet

Source from: surabaya[dot]tribunews[dot]com

Dindik Magetan Lakukan Tes Urine









surya online, magetan-dinas pendidikan (dindik) kabupaten magetan akan berlakukan tes urine untuk seluruh guru di jajarannya.
hal ini terkait tertangkapnya hanik richa rahmawati (26) bukan anik yuliani guru sdn plangkrongan ii, kecamatan poncol, kabupaten magetan yang dididuga sebagai pengedar sabu.
"kita tidak ingin kecolongan, kita akan lakukan tes urine.
guru harus bebas narkoba,"kata kepala dinas pendidikan (kadindik) kabupaten magetan bambang trianto kepada surya, jumat (16/5/2014).
menurut bambang, dindik baru mengetahui tertangkapnya hanik richa rahmawati atau populer dipanggilan vera vernanda guru yang mengajar di sdn plangkrongan ii, poncol ini oleh polisi karena terlibat jaringan peredaran narkoba, jumat (16/5/2014) pagi, setelah mendapat surat pemberitahuan dari polres magetan.
"sebenarnya menurut kepala uptd poncol, vera ini sudah sering diperingatkan.
tapi tetap saja mengulangi,"kata kadindik bambang trianto.
karena itu, bambang akan melakukan kegiatan tes urine bebas narkoba ini secara kontinyu kepada seluruh guru dijajarannya.
"ini mengagetkan saya dan jajaran di dindik.
dan ini bukan contoh yang baik.
guru sd, ibu guru lagi, jadi pengedar narkoba,"kata bambang sambil geleng-geleng kepala.
bila nanti ditemukan tes urine guru positif mengandung narkoba, pihaknya akan koordinasi dengan polres dan rumah sakit bagi penderita ketergantungan narkoba,"kalau ada yang positif, kita konsultasi dengan polisi, paling tidak di rawat di rumah sakit penderita ketergantungan obat,"jelas pria berkumis tebal ini.
  dijelaskan bambang, sesuai surat yang dikirim polres magetan, hanik richa rahmawati alias vera vernanda ini ditangkap polisi satreskoba magetan rabu (14/5) malam, sekitar pukul 00.
30 di depan spbu maospati tepatnya jl raya mospati - solo.
penangkapan vera vernanda ini setelah ada salah seorang pembelinya yang terlebih dahulu ditangkap polisi.
dari hasil pengembangan pemeriksaan, sabu yang ditemukan dari tersangka sebelumnya berasal dari vera vernanda ini.
vera vernanda ditangkap polisi saat berada di warung depan spbu maospati, dalam penangkapan itu polisi berhasil menemukan sabu satu kantong plastik klip seberat 0.
14 gram.
setelah ditangkap satreskoba polres magetan, vera vernanda langsung diperiksa dan ditahan di mapolres setempat.
"dindik masih menunggu proses hukum dia (hanik richa rahmawati), bagaimana ketetapan hukum yang diterimanya dari pegadilan negeri (pn),"kata bambangtapi yang jelas, tingkah laku vera vernanda sebagai guru sd sangat tidak baik untuk suri tauladan anak didiknya yang masih berada di pendidikan dasar.
"kalau tahu gurunya seperti itu, bagaimana kita menjawabnya.
gurunya saja pengedar sabu, bagaimana muridnya,"kata bambang seraya mengibaratkan guru kencing berdiri, murid kencing berlari.
"kita memberikan contoh sedikit tidak baik, murid kita akan jauh berbuat tidak baik.
makanya ibu guru yang satu ini harus diberikan sanksi tegas,"katanya.
kepala badan kepegawaian daerah kabupaten magetan yang dikonfirmasi lewat telepon selulernya, mengaku belum menerima tebusan surat itu dari dinas pendidikan maupun kepolisian.
"kita belum tahu, tapi kalau itu benar kita menunggu hasil putusan tetap pengadilan negeri (pn),"kata kepala bkd kabupaten magetan suko winardi kepada surya, jumat (16/5).
sesuai peraturan kepegawaian, pns yang terlibat kasus pidana kalau sampai di vonis penjara selama empat tahun.
"makanya kita menunggu saja inkrah (putusan tetap) pengandilan,"kata mantan kepala bagian humas pemkab magetan ini.





baca juga



kepala sekolah di kota malang ikuti tes urine






editor: satwika rumeksa






tweet

Source from: surabaya[dot]tribunews[dot]com

Dindik Magetan Lakukan Tes Urine









surya online, magetan-dinas pendidikan (dindik) kabupaten magetan akan berlakukan tes urine untuk seluruh guru di jajarannya.
hal ini terkait tertangkapnya hanik richa rahmawati (26) bukan anik yuliani guru sdn plangkrongan ii, kecamatan poncol, kabupaten magetan yang dididuga sebagai pengedar sabu.
"kita tidak ingin kecolongan, kita akan lakukan tes urine.
guru harus bebas narkoba,"kata kepala dinas pendidikan (kadindik) kabupaten magetan bambang trianto kepada surya, jumat (16/5/2014).
menurut bambang, dindik baru mengetahui tertangkapnya hanik richa rahmawati atau populer dipanggilan vera vernanda guru yang mengajar di sdn plangkrongan ii, poncol ini oleh polisi karena terlibat jaringan peredaran narkoba, jumat (16/5/2014) pagi, setelah mendapat surat pemberitahuan dari polres magetan.
"sebenarnya menurut kepala uptd poncol, vera ini sudah sering diperingatkan.
tapi tetap saja mengulangi,"kata kadindik bambang trianto.
karena itu, bambang akan melakukan kegiatan tes urine bebas narkoba ini secara kontinyu kepada seluruh guru dijajarannya.
"ini mengagetkan saya dan jajaran di dindik.
dan ini bukan contoh yang baik.
guru sd, ibu guru lagi, jadi pengedar narkoba,"kata bambang sambil geleng-geleng kepala.
bila nanti ditemukan tes urine guru positif mengandung narkoba, pihaknya akan koordinasi dengan polres dan rumah sakit bagi penderita ketergantungan narkoba,"kalau ada yang positif, kita konsultasi dengan polisi, paling tidak di rawat di rumah sakit penderita ketergantungan obat,"jelas pria berkumis tebal ini.
  dijelaskan bambang, sesuai surat yang dikirim polres magetan, hanik richa rahmawati alias vera vernanda ini ditangkap polisi satreskoba magetan rabu (14/5) malam, sekitar pukul 00.
30 di depan spbu maospati tepatnya jl raya mospati - solo.
penangkapan vera vernanda ini setelah ada salah seorang pembelinya yang terlebih dahulu ditangkap polisi.
dari hasil pengembangan pemeriksaan, sabu yang ditemukan dari tersangka sebelumnya berasal dari vera vernanda ini.
vera vernanda ditangkap polisi saat berada di warung depan spbu maospati, dalam penangkapan itu polisi berhasil menemukan sabu satu kantong plastik klip seberat 0.
14 gram.
setelah ditangkap satreskoba polres magetan, vera vernanda langsung diperiksa dan ditahan di mapolres setempat.
"dindik masih menunggu proses hukum dia (hanik richa rahmawati), bagaimana ketetapan hukum yang diterimanya dari pegadilan negeri (pn),"kata bambangtapi yang jelas, tingkah laku vera vernanda sebagai guru sd sangat tidak baik untuk suri tauladan anak didiknya yang masih berada di pendidikan dasar.
"kalau tahu gurunya seperti itu, bagaimana kita menjawabnya.
gurunya saja pengedar sabu, bagaimana muridnya,"kata bambang seraya mengibaratkan guru kencing berdiri, murid kencing berlari.
"kita memberikan contoh sedikit tidak baik, murid kita akan jauh berbuat tidak baik.
makanya ibu guru yang satu ini harus diberikan sanksi tegas,"katanya.
kepala badan kepegawaian daerah kabupaten magetan yang dikonfirmasi lewat telepon selulernya, mengaku belum menerima tebusan surat itu dari dinas pendidikan maupun kepolisian.
"kita belum tahu, tapi kalau itu benar kita menunggu hasil putusan tetap pengadilan negeri (pn),"kata kepala bkd kabupaten magetan suko winardi kepada surya, jumat (16/5).
sesuai peraturan kepegawaian, pns yang terlibat kasus pidana kalau sampai di vonis penjara selama empat tahun.
"makanya kita menunggu saja inkrah (putusan tetap) pengandilan,"kata mantan kepala bagian humas pemkab magetan ini.





baca juga



kepala sekolah di kota malang ikuti tes urine






editor: satwika rumeksa






tweet

Source from: surabaya[dot]tribunews[dot]com

Rabu, 14 Mei 2014

Dindik Tetapkan Siswa Luar Kota Berdasarkan Lulusan Sekolah









surya online, mojokerto - dinas pendidikan kota mojokerto menetapkan siswa luar kota dan dalam kota cukup dengan lulusan siswa yang bersangkutan.
bukan berdasarkan domisili keluarga siswa yang bersangkutan.
penyelenggara penerimaan peseta didik baru (ppdb) ini cukup melihat calon siswa berdasarkan lulusan siswa.
jika calon siswa yang bersangkutan lulusan dalam kota, meski berdomisili luar kota (di kabupaten mojokerto atau kota dan kabupaten lain), maka mereka masuk pagu siswa dalam kota.
bukan pagu siswa luar kota.
dindik telah menetapkan pagu untuk siswa dalam kota sebesar 90 persen dan luar kota 10 persen.
"telah kami tetapkan sesuai perwali nomor 14 tahun 2014 tentang pelaksanaan ppdb, bahwa kami mendasarkan kategori siswa dalam dan luar kota berdasarkan lulusan.
meski siswa luar kota jika lulusan sekolah dalam kota masuk pagu siswa dalam kota," kata sekertaris dindik kota mojokerto sunardi, selasa (13/5/2014).
sunardi menjelaskan bahwa sesuai perwali ada poin yang menyebutkan bahwa peserta didik kota adalah siswa ber-kk kota mojokerto dan atau lulusan sekolah dalam kota.
bagi mereka dikenakan pagu 90 persen.
artinya, kalau siswa yang bersangkutan adalah tinggal di kabupaten mojokerto atau kota lain tapi lulusan sd atau smp di kota mojokerto, saat masuk smp atau sma negeri di kota mojokerto bersaing di komposisi pagu 90 persen ini.
"pagu 10 persen itu untuk siswa lulusan sekolah luar kota dan ber-kk luar kota.
siswa luar kota kita batasi karena tahun ini kota mojokerto menggratiskan biaya pendidikan baik spp dan biaya lain hingga jenjang sma.
kami mendampingi bos dengan bosko atau bos dari dana apbd," kata sunardi.
untuk kali pertama, ppdb online di kota mojokerto menggunakan sistem online.
rencananya ppdb berbasis it ini akan serentak digelar mulai 23 - 27 juni 2014.
sebelumnya, ppdb di kota ini dengan sistem konvensional atau offline.
formulir membeli dan berpotensi terjadinya praktik titip-titip siswa baru.
"nanti ppdb online gratis, tak ada lagi pembelian formulir.
cukup membuka web kami.
namun sampai sekarang masih percobaan.
hari-hari ini, web ppdb online akan kami launching," kata kepala dinas pendidikan kota mojokerto hariyanto.
ppdb online berlaku untuk jenjang smp dan sma.
jenjang sd tetap konvensional.
setiap calon siswa baru untuk jenjang online itu, mereka cukup mengeklik alamat web yang sudah ditentukan.
di dalam web ini akan tertera mulai sekolah yang dituju hingga pagu di setiap sekolah.
setiap calon siswa berkesempatan memperebutkan setiap kursi di sekolah negeri yang ada di kota ini.





baca juga



ppdb online: penetapan siswa luar kota picu kontroversi





penulis: nuraini faiq

editor: satwika rumeksa






tweet

Source from: surabaya[dot]tribunews[dot]com

Senin, 05 Mei 2014

Kasek Keluhkan Edaran Dindik Soal LSM









surya online, madiun-kepala dinas pendidikan dan kebudayaan (kadindik) pemkab madiun, soehardi mengakui jika pihaknya mengeluarkan edaran ke para kepala sekolah (kasek) yang berisi 11 lembaga swadaya masyarakat (lsm) yang ditunjuknya sebagai lsm yang bisa diajak kerjasama dalam pengembangan pendidikan.
kondisi ini, membuat sejumlah kepala sekolah (kasek) mengeluh.
selain itu, sejumlah lsm lainnya yang mengaku sebagai lsm resmi juga iri atas penunjukkan daftar nama lsm itu.
apalagi, sebagian dari 11 lsm yang ditunjuk, kadindik dan direkomendasikan ke sekolah-sekolah itu, sebagian merupakan lsm yang sudah tak aktif alias mati.
"itu (edaran) resmi.
saya yang memberikan edaran itu karena mereka (lsm-lsm) itu sesuai spesifikasinya semua bergerak di bidang pendidikan," terang soehardi kepada surya, senin (5/5/2014).
lebih jauh, soehardi menyebutkan jika lsm yang masuk dalam daftar itu memiliki spesifikasi bidang penyluhan narkoba maka akan bisa diajak lembaga sekolah sosialisasi pencegahan dini narkoba, jika lsm itu bergerak dibidang pemberdayaan maka bisa diajak kerjasama dalam pemberdayaan siswa, serta jika lsm itu bergerak di bidang korupsi, maka bisa diajak kerjasama sosialisasi pencegahan korupsi.
"itu datanya juga resmi dari badan kesatuan bangsa dan politik dalam negeri (bakesbangpoldagri) pemkab madiun.
kalau tidak dari bakesbangpoldagri kami tak berani memberikan rekomendasi itu," imbuhnya.
sedangkan saat ditanya sejumlah lsm yang sudah tidak aktif alias mati.
bahkan kantor sekretariatnya sudah tidak ada di alamat yang disebutkan, soehardi berkilah.
"lah kalau itu mungkin data lama dari bakesbangpoldagri.
yang jelas itu dikeluarkan bakesbangpoldagri.
adanya seperti itu.
data dari bakesbangpoldagri itu, kami lanjutkan ke sekolah-sekolah," kilahnya.
disamping itu, soehardi mengaku jika sebelum mengeluarkan surat edaran lsm-lsm itu, dirinya meminta datanya ke bakesbangpoldagri pemkab madiun.
"kami tak bisa menyeleksi kalau ada data lama.
wong itu saya minta ke bakesbangpoldagri dan diberi data itu.
intinya mereka itu lsm-lsm yang non profit dan non politis.
hanya pembedayaan dan membantu pendampingan masyarakat saja," katanya.
sementara saat dicek data-data itu, ke kantor bakesbangpoldagri pemkab madiun menyebutkan jika data yang disampaikan dinas pendidikan dan kebudayaan pemkab madiun untuk sejumlah sekolah itu data lama.
selain itu, tidak pernah ada staf atau pimpinan dinas pendidikan dan kebudayaan pemkab madiun yang datang dan meminta data ke bakesbangpodagri mengenai data terupdate soal nama-nama dan daftar lsm terbaru dan masih aktif itu.
"kemungkinan itu, dinas pendidikan dan kebudayaan pakai data lama.
wong buktinya selama setahun ini, tak ada permintaan daftar nama lsm ke kami dari dinas pendidikan.
atau mungkin, data yang dipakai data lama saat kepala dinas pendidikan dan kebudayaan masih menjabat kepala bakebangpol linmas dulu sebelum menjabat kepala kopersi dan kepala dindik sekarang," pungkas sutrisno, staf bakesbangpoldagri pemkab madiun yang menangani masalah data lsm di kabupaten madiun.
diberitakan sebelumnya, sejumlah kepala sekolah (kasek) di kabupaten madiun mengeluhkan kebijakan dinas pendidikan dan kebudayaan setempat yang mengeluarkan edaran berisi nama 11 lsm, yang ditandatangani kepala dinas pendidikan dan kebudayaan pemkab madiun, soehardi.
diduga, edaran itu sebagai tameng institusi tersebut karena mengelola ratusan proyek pengadaan dan pembangunan ruang kelas di wilayah kabupaten mdiun.
apalagi, sebagian besar dari lsm yang masuk dalam edaran tersebut ternyata tidak bergerak di bidang pendidikan.





baca juga



kasek keluhkan edaran dindik soal lsm





penulis: sudarmawan

editor: satwika rumeksa






tweet

Source from: surabaya[dot]tribunews[dot]com

Minggu, 16 Februari 2014

Dindik Butuh 700 Guru Kelas









surya online, madiun - dinas pendidikan dan kebudayaan (dindik) kabupaten madiun hingga kini masih kekurangan sekitar 700 guru kelas setingkat sd, sehingga banyak guru yang merangkap tugas.
"kalau mengacu skb lima menteri, maka kami kekurangan sekitar 700 guru kelas.
makanya sekarang, banyak guru mata pelajaran yang merangkap guru kelas.
meski tak proporsional tetap kami lakukan, karena ini penting untuk mengisi kekurangan itu," terang kepala dinas pendidikan dan kebudayaan pemkab madiun, suhardi kepada surya online, minggu (16/2/2014).
suhardi mengungkapkan, saat ini pihaknya memiliki 6.
000 guru yang tersebar di 522 lembaga sekolah dengan rincian 440 setingkat sd, 44 smp dan 13 sma serta 25 lembaga setingkat smk.
"kalau untuk guru kelas smp dan sma, masih cukup bahkan lebih.
tetap, untuk guru kelas sd kita kekurangan cukup banyak.
meski hasil pengumuman tes honorer kategori 2 (k2) diumumkan dan ratusan akan menjadi pegawai kami, tetap akan kurang.
termasuk hasil tes cpns kategori umum kemarin," imbuhnya.
oleh karena itu, kata suhardi, pihaknya membuka peluang bagi guru kelas dari luar kota atau luar jawa timur untuk transfer mengajar di kabupaten madiun.
"kalau ada guru yang mau pindah ke sini, akan langsung kami terima asalkan pindahnya sesuai prosedur.
kemarin kami tolak guru yang mau pindah dari ponorogo, tetapi sakit-sakitan," paparnya.



terkait    #guru, kurang, kabupaten madiun

baca juga



kondom dalam lukisan sang guru


dindik kota surabaya respon protes warga kurang mampu


calon mahasiswa ub jalur snmptn kemungkinan kembali berkurang


bu guru sebar foto bugil di facebook


kejaksaan turunkan tim usut bantuan sapi





penulis: sudarmawan

editor: adi agus santoso






tweet

Source from: surabaya[dot]tribunews[dot]com

Jumat, 24 Januari 2014

DPRD Panggil Dindik Gresik









surya online, gresik - komisi c dprd gresik, kamis (23/1/2014) memanggil kepala dinas pendidikan (dindik) kabupaten gresik, nadlif, pengawas dan konsultan pelaksana proyek pembangunan sman balongpanggang, yang ditinggal kabur kontraktornya.
diketahui bahwa kontraktor proyek sma balongpanggang yaitu cv dimas satria akbar (dsa).

dalam hearing dipimpin wakil sekretaris komisi c dprd gresik, muhajir, tesebut ditemukan beberapa kejanggalan pada proyek itu, yakni, kontraktor masih tetap dibayar sesuai pelaksanaan kerja 72,77 persen.
sedangkan kontraktor sudah tidak bisa dihubungi dan diajak komunikasi sejak 4 desember 2013.
setelah dilayangkan surat peringatan (sp) pertama pada 4 desember, sp kedua 12 desember dan terakhir sp 23 desember 2013.

selain itu komisi c juga mempertanyakan kinerja unit layanan pengadaan (ulp) yang meloloskan cv dsa sebagai pemenang tender proyek pembangunan gedung sman balongpanggang.

"pembayaran selalu lancar, sementara pengerjaan proyek tidak lancar.
ini ada apa? selaian itu, ulp selaku pelaksana tender seharusnya memeriksa keberadaan cv  dimas ini kinerjanya kurang bagus," ujar syafi' am anggota komisi c dprd gresik, dalam hearing tersebut.

kepala dindik kabupaten gresik, nadlif, mengatakan pembayaran proyek sebesar rp 114 juta, ditanggal 30 desember 2013, karena sesuai hasil laporan pengawas lapangan, proyek sudah diselesaikan 72,77 persen.
"kita mempunyai tanggung jawab karena progresnya sudah 72,77 persen.
jika tidak kita bayar 2013, pada 2014 kita tidak bisa membayar, karena anggarannya sudah tidak ada, sementara progresnya sudah 72,77 persen," kata nadlif.

sementara, terlait ulp dindik tidak bisa ikut campur tangan, karen lelang dilakukan ulp.
"dinas pendidikan tidak ikut lelang, tapi sering menerima dugaan yang melaksanakan lelang adalah dinas pendidikan sehingga sering menerima kritikan," imbuhnya.




penulis: sugiyono

editor: parmin






tweet

Source from: surabaya[dot]tribunews[dot]com

Minggu, 23 Juni 2013

Dindik Sebut Atap SMPN 25 Malang Roboh Karena Kontur Tanah Labil








malang - dinas pendidikan (dindik) kota malang tetap bersikukuh ambruknya atap smpn 25 malang, jumat (21/6/2013), karena kondisi tanah yang labil bukan karena penggunaan kayu blandar yang lapuk.
hal itu ditegaskan kepala bidang pendidikan menengah dindik kota malang, suwarjana, yang mengatakan kontur dan struktur tanah di wilayah smpn 25 labil.
suwarjana mengaku langsung melakukan penyelidikan penyebab atap smp itu roboh dan mendapati fakta ada tembok yang miring di sisi selatan sekolah.
berdasarkan temuan itu, dindik menyimpulkan ada ketidakstabilan tanah di smp yang terletak di komplek perum villa bukit tidar, kelurahan merjosari, kecamatan lowokwaru kota malang ini.
"justru kayu-kayu itu masih kuat, tidak lapuk, dan menahan kemiringan tembok ini.
kesimpulan kami, tanah yang tidak stabil," kata suwarjana kepada sabtu (22/6/2013).
suwarjana menyatakan telah membentuk tim teknis untuk segera merenovasi atap kelas roboh itu dan akan selesai sebelum tahun ajaran baru dimulai.
disinggung langkah apa yang akan dilakukan untuk mengantisipasi ketidakstabilan struktur tanah di wilayah sekolah itu, suwarjana menjawab akan membangun plengsengan sebagai penguat dan menjaga agar sekolah yang kontur tanahnya menurun ini aman dari longsor.

Source from: surya[dot]tribunews[dot]com

Kamis, 13 Juni 2013

Dindik Jatim Curigai DNS Kejar Paket Gelombang Dua Tidak Beres








surabaya - dinas pendidikan jatim mencurigai adanya ketidakberesan dalam daftar nominasi sementara (dns) peserta ujian kejar paket  gelombang kedua.
kecurigaan muncul karena dns yang diusulkan bangkalan terlalu banyak.
tidak seimbang dengan angka ketidaklulusan sekolah reguler atau kejar paket gelombang pertama.
 dari catatan dindik jatim, ketidaklulusan unas kejar paket c gelombang pertama hanya 144 peserta.
sedangkan untuk paket b, ada 148 peserta dan paket a sebanyak 52 siswa.
tetapi pada gelombang kedua ini, kabupaten bangkalan mengusulkan 444 peserta ujian kejar paket c dan 560 peserta ujian kejar paket b.
"itu artinya ada seribu lebih peserta yang didaftarkan kejar paket gelombang dua.
ini kami pertanyakan sebab kalaupun ada tambahan peserta baru, itu jumlahnya sangat kecil," tutur kabid pendidikan non formal dan informal (pnfi) dindik jatim nashor, rabu (12/6/2013).
tingginya dns ini dikhawatirkan bukan peserta pusat kegiatan belajar masyarakat (pkbm) atau pondok pesantren.
dari pengalaman yang ada, kasus semacam itu pernah terjadi dan akhirnya muncul persoalan karena ijazahnya tidak diakui.
"dulu ini pernah dilakukan oleh salah satu pejabat di surabaya.
tapi pada pertengahan jabatannya berjalan, ijazahnya dipersoalkan lantaran pihak pkbm tidak mengakui ijazahnya," tutur nasor.
atas kecurigaan ini, pihak panitia unpk gelombang dua dindik jatim akhirnya meminta agar dns yang diusulkan untuk diverifikasi ulang.
''kalau ketahuan, yang bertanggung jawab lembaga.
meski begitu kami hanya berhak melakukan verifikasi, yang berhak menolak atau menerima peserta ini adalah panitia pusat," tutur nasor.
nasor menambahkan, peserta yang boleh mengikuti ujian kejar paket adalah siswa yang telah mengikuti pembelajaran di pkbm selama dua atau tiga tahun.
ini dibuktikan dengan raport dan absensi siswa selama belajar.
pengajuan dns telah ditutup rabu malam (12/6/2013).
menjelang ditutup, jumlah peserta yang mendaftar mencapai 12.
895 peserta.
jumlah itu terbagi, paket a 520 peserta, paket b, 4.
315 peserta, paket c ips 7.
822, paket c ipa 234 dan paket c smk 4 peserta.
dns adalah data yang diusulkan dari 31 kabupaten/kota se jatim.
tujuh kabupaten kota lainnya diakui nasor masih belum menyetorkan data.
tujuh daerah tersebut adalah kota mojokerto, kabupaten probolinggo, kabupaten pasuruan, kabupaten blitar, kabupaten sidoarjo, trenggalek dan kabupaten malang.
"kami tidak tahu, apakah daerah yang belum menyetorkan data ini sudah tidak ada lagi peminatnya atau memang terlambat menyetor.
kalau sudah ditutup tapi masih ada yang nyetor, kami tidak menjamin akan bisa mengikuti atau tidak," pungkasnya.

Source from: surya[dot]tribunews[dot]com

Selasa, 16 April 2013

Soal Tertukar Dindik Tak Akan Sanksi Pelaksana








surabaya - tertukarnya soal bahasa indonesia menjadi bahasa inggris hingga mengakibatkan ujian nasional (unas) di sma 17 agustus 1945 tertunda satu jam ternyata tidak membuat kepala dinas pendidikan surabaya ikhsan murka.
mantan kepala bapemas kb ini bisa  memaklumi kesalahan itu.
"kemungkinan mereka capek karena sebelumnya harus lembur mengurusi distribusi, jadi maklum kalau ada kesalahan sedikit,"katanya.
ikhsan memastikan tidak akan ada sanksi bagi pihak sekolah, pengawas perguruan tinggi, kepolisian maupun sub rayon 26 terkait kesalahan itu.
"namanya manusia tidak cermat sedikit gak pa pa.
yang penting unas bisa dilanjutkan.
mau disanksi yang gimana lagi,"katanya.
hal serupa diucapkan kepala dinas pendidikan jatim harun.
"ini masalah biasa.
yang penting,  jangan sampai ini terulang lagi.
cukup sekali ini saja," katanya.
harun memastikan insiden ini tidak mempengaruhi pelaksanaan unas di jatim.
dia memastikan tidak ada permasalahan berarti terkait pelaksanaan unas di jatim.
"distribusi, pengawasan, kesiapan soal tidak ada masalah.
semua diselesaikan di rayon masing-masing.
ini harus dipertahankan," katanya.
untuk besok, karena ada dua mata pelajaran yang diujikan harun meminta panitia lebih cermat lagi.
"untuk siswa, jangan percaya ada soal atau kunci jawaban bocor karena itu tidak mungkin.
lakukan sesuai kemampuan pribadi,"pungkasnya
Source from: surya[dot]tribunews[dot]com