Halaman

Tampilkan postingan dengan label LSM. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label LSM. Tampilkan semua postingan

Senin, 05 Mei 2014

Kasek Keluhkan Edaran Dindik Soal LSM









surya online, madiun-kepala dinas pendidikan dan kebudayaan (kadindik) pemkab madiun, soehardi mengakui jika pihaknya mengeluarkan edaran ke para kepala sekolah (kasek) yang berisi 11 lembaga swadaya masyarakat (lsm) yang ditunjuknya sebagai lsm yang bisa diajak kerjasama dalam pengembangan pendidikan.
kondisi ini, membuat sejumlah kepala sekolah (kasek) mengeluh.
selain itu, sejumlah lsm lainnya yang mengaku sebagai lsm resmi juga iri atas penunjukkan daftar nama lsm itu.
apalagi, sebagian dari 11 lsm yang ditunjuk, kadindik dan direkomendasikan ke sekolah-sekolah itu, sebagian merupakan lsm yang sudah tak aktif alias mati.
"itu (edaran) resmi.
saya yang memberikan edaran itu karena mereka (lsm-lsm) itu sesuai spesifikasinya semua bergerak di bidang pendidikan," terang soehardi kepada surya, senin (5/5/2014).
lebih jauh, soehardi menyebutkan jika lsm yang masuk dalam daftar itu memiliki spesifikasi bidang penyluhan narkoba maka akan bisa diajak lembaga sekolah sosialisasi pencegahan dini narkoba, jika lsm itu bergerak dibidang pemberdayaan maka bisa diajak kerjasama dalam pemberdayaan siswa, serta jika lsm itu bergerak di bidang korupsi, maka bisa diajak kerjasama sosialisasi pencegahan korupsi.
"itu datanya juga resmi dari badan kesatuan bangsa dan politik dalam negeri (bakesbangpoldagri) pemkab madiun.
kalau tidak dari bakesbangpoldagri kami tak berani memberikan rekomendasi itu," imbuhnya.
sedangkan saat ditanya sejumlah lsm yang sudah tidak aktif alias mati.
bahkan kantor sekretariatnya sudah tidak ada di alamat yang disebutkan, soehardi berkilah.
"lah kalau itu mungkin data lama dari bakesbangpoldagri.
yang jelas itu dikeluarkan bakesbangpoldagri.
adanya seperti itu.
data dari bakesbangpoldagri itu, kami lanjutkan ke sekolah-sekolah," kilahnya.
disamping itu, soehardi mengaku jika sebelum mengeluarkan surat edaran lsm-lsm itu, dirinya meminta datanya ke bakesbangpoldagri pemkab madiun.
"kami tak bisa menyeleksi kalau ada data lama.
wong itu saya minta ke bakesbangpoldagri dan diberi data itu.
intinya mereka itu lsm-lsm yang non profit dan non politis.
hanya pembedayaan dan membantu pendampingan masyarakat saja," katanya.
sementara saat dicek data-data itu, ke kantor bakesbangpoldagri pemkab madiun menyebutkan jika data yang disampaikan dinas pendidikan dan kebudayaan pemkab madiun untuk sejumlah sekolah itu data lama.
selain itu, tidak pernah ada staf atau pimpinan dinas pendidikan dan kebudayaan pemkab madiun yang datang dan meminta data ke bakesbangpodagri mengenai data terupdate soal nama-nama dan daftar lsm terbaru dan masih aktif itu.
"kemungkinan itu, dinas pendidikan dan kebudayaan pakai data lama.
wong buktinya selama setahun ini, tak ada permintaan daftar nama lsm ke kami dari dinas pendidikan.
atau mungkin, data yang dipakai data lama saat kepala dinas pendidikan dan kebudayaan masih menjabat kepala bakebangpol linmas dulu sebelum menjabat kepala kopersi dan kepala dindik sekarang," pungkas sutrisno, staf bakesbangpoldagri pemkab madiun yang menangani masalah data lsm di kabupaten madiun.
diberitakan sebelumnya, sejumlah kepala sekolah (kasek) di kabupaten madiun mengeluhkan kebijakan dinas pendidikan dan kebudayaan setempat yang mengeluarkan edaran berisi nama 11 lsm, yang ditandatangani kepala dinas pendidikan dan kebudayaan pemkab madiun, soehardi.
diduga, edaran itu sebagai tameng institusi tersebut karena mengelola ratusan proyek pengadaan dan pembangunan ruang kelas di wilayah kabupaten mdiun.
apalagi, sebagian besar dari lsm yang masuk dalam edaran tersebut ternyata tidak bergerak di bidang pendidikan.





baca juga



kasek keluhkan edaran dindik soal lsm





penulis: sudarmawan

editor: satwika rumeksa






tweet

Source from: surabaya[dot]tribunews[dot]com

Jumat, 28 Juni 2013

Oknum LSM Peras Kades Ditangkap








sumenep - diduga melakukan pemerasan terhadap sejumlah kepala desa (kades) di pamekasan dan sumenep, abuhari (35), warga desa grujugan, kecamatan larangan, pamekasan, ditangkap aparat polres, di areal spbu lamperreng, kecamatan pragaan, sumenep, kamis (27/6/2013).
  tersangka yang mengaku dari lsm bongkar, pamekasan, ditangkap aparat beberapa saat setelah memeras kades karduluk, zainul ikhsan, di spbu lamperreng, kecamatan pragaan, sumenep.
  dari tangan tersangka, aparat menyita uang sebesar rp 5 juta.
"sekarang tersangka masih dalam pemeriksaan.
dari pengakuan sementara, ia sudah berulangkali memeras beberapa kepala desa di wilayah sumenep dengan alasan sebagai uang tutup mulut," kata kapolres sumenep, akbp mardjoko, melalui kabag ops polres sumenep, kompol edy purwanto.
menurut informasi, beberapa bulan lalu, tersangka pernah memeras kades zainul ikhsan sebesar rp 40 juta dengan tuduhan melakukan serangkaian korupsi dan hendak dilaporkan ke aparat hukum.
  beberapa hari lalu, tersangka mendatangi korban dan minta uang rp 30 juta sebagai uang konpensasi menutup kasus beras miskin, di desanya.
karena uang yang diminta terlalu tinggi dan korban tidak punya uang, akhirnya disepakati korban akan membayar rp 15 juta.
  selanjutnya zainul ikhsan, yang menjabat ketua asosiasi kepala desa (akd) pragaan, memberitahu petugas, jika dirinya dan beberapa kades lain menjadi korban pemerasan tersangka.
  setelah ditentukan hari dan waktunya, korban menghubungi aparat kepolisian untuk menangkap tersangka.
begitu korban menyerahkan uang panjar rp 5 juta dari rp 15 juta yang dijanjikan, saat itu tersangka ditangkap aparat.
  sementara kades rombasan, kecamatan pragaan, sumenep, mukhlis ikhsan, mengaku, dua minggu lalu didatangi tersangka menanyakan siapa ketua akd di pragaan.
kata tersangka, ada yang ingin diselesaikan menyangkut kades se-kecamatan pragaan.
  "rupanya tersangka menanyakan ketua akd hendak memeras.
kami bersyukur tersangka ditangkap, karena tindakannya selama ini meresahkan kades," kata mukhlis.

Source from: surya[dot]tribunews[dot]com

Kamis, 27 Juni 2013

Belum Ada LSM Lingkungan Padamkan Kebakaran Riau








pekanbaru - hingga enam hari status tanggap darurat kebakaran dan asap ditetapkan di provinsi riau, belum ada satu pun lembaga swadaya masyarakat (lsm) lingkungan yang mendaftar untuk membantu antisipasi kebakaran lahan dan hutan.
    "belum ada ngo atau lsm yang mendaftar," kata komandan pasukan udara pada satgas tanggap darurat asap, kolonel pnb andywanpada jumpa pers di lanud roesmin nurjadin, pekanbaru, rabu (26/06/2013).
    ia mengatakan, sejauh ini bantuan untuk tenaga pemadaman dari udara datang dari dua perusahaan swasta, yakni pt rapp dan arara abadi.
keduanya membantu empat helikopter untuk bom air dan angkutan logistik.
        komandan satgas tanggap darurat asap, brigjen tni teguh rahardjo, sempat mengatakan pihaknya sebenarnya membuka pintu bagi semua pihak untuk ikut membantu proses pemadaman kebakaran.
    "caranya gampang kok, tinggal melapor saja bisa ke satgas langsung di pekabaru, atau bisa ke kodim di daerah," katanya.
    ia mengatakan, dukungan dari semua pihak diharapkan bisa segera menanggulangi kebakaran lahan dan hutan.
    "warga banyak juga yang langsung ikut membantu di lapangan, kok," kata teguh yang juga komandan korem 031/wirabima.
     sebelumnya, manajer kebijakan dan pembelaan hukum eksekutif nasional walhi, muhnur satyahaprabu, mengatakan bakal melayangkan somasi kepada presiden, kementerian lingkungan hidup, kementerian kehutanan, dan kementerian pertanian, gubernur riau, gubernur jambi, gubernur sumatera selatan, dan kepala kepolisian ri.
    walhi beralasan, pemerintah lamban menangani kebakaran lahan dan hutan sehingga mengganggu kehidupan masyarakat.
organisasi advokasi lingkungan itu memberikan waktu tujuh hari kepada pihak yang disomasi untuk segera mengeluarkan kebijakan guna melindungi warga dari gangguan kebakaran lahan dan hutan.

Source from: surya[dot]tribunews[dot]com

Jumat, 12 April 2013

Rebutan Lahan Parkir, Dua LSM Bentrok








karawang - berebut lahan parkir, dua lembaga swadaya masyarakat (lsm) di rengasdengklok, kabupaten karawang, jawa barat terlibat bentrok, kamis (11/4/2013).
akibatnya, dua orang mengalami luka bacok serius yaitu carum dan tayub.
keduanya kini dirawat di rumah sakit umum proklamasi rengasdengklok.
dua lsm yang terlibat bentrok, adalah lsm gerakan masyarakat bawah indonesia (gmbi) dan lsm gabungan inisiatip barisan anak siliwangi (gibas) karawang.
informasi yang berhasil dihimpun menyebutkan bentrokan terjadi akibat rebutan lahan parkir di sekitar outlet samsat polres karawang cabang rengasdengklok.
aksi itu sempat sempat mengagetkan warga setempat, serta mengganggu arus lalu lintas.
beberapa saat kemudian, aparat kepolisian langsung membubarkan bentrokan dan menjaga ketat lokasi kejadian untuk mengantisipasi bentrok susulan.
peristiwa bentrok itu kini ditangani polres karawang, dan pelaku pembacokan kini sedang pengejaran petugas.
sebelumnya, di rengasdengklok tepatnya 26 maret lalu juga terjadi bentrok antar lsm, yaitu lsm komando penegak keadilan (kompak) dengan lsm gibas karawang.
bentrok saat itu dipicu rebutan pengelolaan limbah pabrik di salah satu kawasan industri di karawang.
dalam bentrok tersebut, dua kelompok massa yang terlibat bentrok itu masing-masing mempersenjatai diri dengan senjata tajam serta kayu dan bambu.

Source from: surya[dot]tribunews[dot]com