Halaman

Tampilkan postingan dengan label Magetan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Magetan. Tampilkan semua postingan

Jumat, 16 Mei 2014

Dindik Magetan Lakukan Tes Urine









surya online, magetan-dinas pendidikan (dindik) kabupaten magetan akan berlakukan tes urine untuk seluruh guru di jajarannya.
hal ini terkait tertangkapnya hanik richa rahmawati (26) bukan anik yuliani guru sdn plangkrongan ii, kecamatan poncol, kabupaten magetan yang dididuga sebagai pengedar sabu.
"kita tidak ingin kecolongan, kita akan lakukan tes urine.
guru harus bebas narkoba,"kata kepala dinas pendidikan (kadindik) kabupaten magetan bambang trianto kepada surya, jumat (16/5/2014).
menurut bambang, dindik baru mengetahui tertangkapnya hanik richa rahmawati atau populer dipanggilan vera vernanda guru yang mengajar di sdn plangkrongan ii, poncol ini oleh polisi karena terlibat jaringan peredaran narkoba, jumat (16/5/2014) pagi, setelah mendapat surat pemberitahuan dari polres magetan.
"sebenarnya menurut kepala uptd poncol, vera ini sudah sering diperingatkan.
tapi tetap saja mengulangi,"kata kadindik bambang trianto.
karena itu, bambang akan melakukan kegiatan tes urine bebas narkoba ini secara kontinyu kepada seluruh guru dijajarannya.
"ini mengagetkan saya dan jajaran di dindik.
dan ini bukan contoh yang baik.
guru sd, ibu guru lagi, jadi pengedar narkoba,"kata bambang sambil geleng-geleng kepala.
bila nanti ditemukan tes urine guru positif mengandung narkoba, pihaknya akan koordinasi dengan polres dan rumah sakit bagi penderita ketergantungan narkoba,"kalau ada yang positif, kita konsultasi dengan polisi, paling tidak di rawat di rumah sakit penderita ketergantungan obat,"jelas pria berkumis tebal ini.
  dijelaskan bambang, sesuai surat yang dikirim polres magetan, hanik richa rahmawati alias vera vernanda ini ditangkap polisi satreskoba magetan rabu (14/5) malam, sekitar pukul 00.
30 di depan spbu maospati tepatnya jl raya mospati - solo.
penangkapan vera vernanda ini setelah ada salah seorang pembelinya yang terlebih dahulu ditangkap polisi.
dari hasil pengembangan pemeriksaan, sabu yang ditemukan dari tersangka sebelumnya berasal dari vera vernanda ini.
vera vernanda ditangkap polisi saat berada di warung depan spbu maospati, dalam penangkapan itu polisi berhasil menemukan sabu satu kantong plastik klip seberat 0.
14 gram.
setelah ditangkap satreskoba polres magetan, vera vernanda langsung diperiksa dan ditahan di mapolres setempat.
"dindik masih menunggu proses hukum dia (hanik richa rahmawati), bagaimana ketetapan hukum yang diterimanya dari pegadilan negeri (pn),"kata bambangtapi yang jelas, tingkah laku vera vernanda sebagai guru sd sangat tidak baik untuk suri tauladan anak didiknya yang masih berada di pendidikan dasar.
"kalau tahu gurunya seperti itu, bagaimana kita menjawabnya.
gurunya saja pengedar sabu, bagaimana muridnya,"kata bambang seraya mengibaratkan guru kencing berdiri, murid kencing berlari.
"kita memberikan contoh sedikit tidak baik, murid kita akan jauh berbuat tidak baik.
makanya ibu guru yang satu ini harus diberikan sanksi tegas,"katanya.
kepala badan kepegawaian daerah kabupaten magetan yang dikonfirmasi lewat telepon selulernya, mengaku belum menerima tebusan surat itu dari dinas pendidikan maupun kepolisian.
"kita belum tahu, tapi kalau itu benar kita menunggu hasil putusan tetap pengadilan negeri (pn),"kata kepala bkd kabupaten magetan suko winardi kepada surya, jumat (16/5).
sesuai peraturan kepegawaian, pns yang terlibat kasus pidana kalau sampai di vonis penjara selama empat tahun.
"makanya kita menunggu saja inkrah (putusan tetap) pengandilan,"kata mantan kepala bagian humas pemkab magetan ini.





baca juga



kepala sekolah di kota malang ikuti tes urine






editor: satwika rumeksa






tweet

Source from: surabaya[dot]tribunews[dot]com

Dindik Magetan Lakukan Tes Urine









surya online, magetan-dinas pendidikan (dindik) kabupaten magetan akan berlakukan tes urine untuk seluruh guru di jajarannya.
hal ini terkait tertangkapnya hanik richa rahmawati (26) bukan anik yuliani guru sdn plangkrongan ii, kecamatan poncol, kabupaten magetan yang dididuga sebagai pengedar sabu.
"kita tidak ingin kecolongan, kita akan lakukan tes urine.
guru harus bebas narkoba,"kata kepala dinas pendidikan (kadindik) kabupaten magetan bambang trianto kepada surya, jumat (16/5/2014).
menurut bambang, dindik baru mengetahui tertangkapnya hanik richa rahmawati atau populer dipanggilan vera vernanda guru yang mengajar di sdn plangkrongan ii, poncol ini oleh polisi karena terlibat jaringan peredaran narkoba, jumat (16/5/2014) pagi, setelah mendapat surat pemberitahuan dari polres magetan.
"sebenarnya menurut kepala uptd poncol, vera ini sudah sering diperingatkan.
tapi tetap saja mengulangi,"kata kadindik bambang trianto.
karena itu, bambang akan melakukan kegiatan tes urine bebas narkoba ini secara kontinyu kepada seluruh guru dijajarannya.
"ini mengagetkan saya dan jajaran di dindik.
dan ini bukan contoh yang baik.
guru sd, ibu guru lagi, jadi pengedar narkoba,"kata bambang sambil geleng-geleng kepala.
bila nanti ditemukan tes urine guru positif mengandung narkoba, pihaknya akan koordinasi dengan polres dan rumah sakit bagi penderita ketergantungan narkoba,"kalau ada yang positif, kita konsultasi dengan polisi, paling tidak di rawat di rumah sakit penderita ketergantungan obat,"jelas pria berkumis tebal ini.
  dijelaskan bambang, sesuai surat yang dikirim polres magetan, hanik richa rahmawati alias vera vernanda ini ditangkap polisi satreskoba magetan rabu (14/5) malam, sekitar pukul 00.
30 di depan spbu maospati tepatnya jl raya mospati - solo.
penangkapan vera vernanda ini setelah ada salah seorang pembelinya yang terlebih dahulu ditangkap polisi.
dari hasil pengembangan pemeriksaan, sabu yang ditemukan dari tersangka sebelumnya berasal dari vera vernanda ini.
vera vernanda ditangkap polisi saat berada di warung depan spbu maospati, dalam penangkapan itu polisi berhasil menemukan sabu satu kantong plastik klip seberat 0.
14 gram.
setelah ditangkap satreskoba polres magetan, vera vernanda langsung diperiksa dan ditahan di mapolres setempat.
"dindik masih menunggu proses hukum dia (hanik richa rahmawati), bagaimana ketetapan hukum yang diterimanya dari pegadilan negeri (pn),"kata bambangtapi yang jelas, tingkah laku vera vernanda sebagai guru sd sangat tidak baik untuk suri tauladan anak didiknya yang masih berada di pendidikan dasar.
"kalau tahu gurunya seperti itu, bagaimana kita menjawabnya.
gurunya saja pengedar sabu, bagaimana muridnya,"kata bambang seraya mengibaratkan guru kencing berdiri, murid kencing berlari.
"kita memberikan contoh sedikit tidak baik, murid kita akan jauh berbuat tidak baik.
makanya ibu guru yang satu ini harus diberikan sanksi tegas,"katanya.
kepala badan kepegawaian daerah kabupaten magetan yang dikonfirmasi lewat telepon selulernya, mengaku belum menerima tebusan surat itu dari dinas pendidikan maupun kepolisian.
"kita belum tahu, tapi kalau itu benar kita menunggu hasil putusan tetap pengadilan negeri (pn),"kata kepala bkd kabupaten magetan suko winardi kepada surya, jumat (16/5).
sesuai peraturan kepegawaian, pns yang terlibat kasus pidana kalau sampai di vonis penjara selama empat tahun.
"makanya kita menunggu saja inkrah (putusan tetap) pengandilan,"kata mantan kepala bagian humas pemkab magetan ini.





baca juga



kepala sekolah di kota malang ikuti tes urine






editor: satwika rumeksa






tweet

Source from: surabaya[dot]tribunews[dot]com

Dindik Magetan Lakukan Tes Urine









surya online, magetan-dinas pendidikan (dindik) kabupaten magetan akan berlakukan tes urine untuk seluruh guru di jajarannya.
hal ini terkait tertangkapnya hanik richa rahmawati (26) bukan anik yuliani guru sdn plangkrongan ii, kecamatan poncol, kabupaten magetan yang dididuga sebagai pengedar sabu.
"kita tidak ingin kecolongan, kita akan lakukan tes urine.
guru harus bebas narkoba,"kata kepala dinas pendidikan (kadindik) kabupaten magetan bambang trianto kepada surya, jumat (16/5/2014).
menurut bambang, dindik baru mengetahui tertangkapnya hanik richa rahmawati atau populer dipanggilan vera vernanda guru yang mengajar di sdn plangkrongan ii, poncol ini oleh polisi karena terlibat jaringan peredaran narkoba, jumat (16/5/2014) pagi, setelah mendapat surat pemberitahuan dari polres magetan.
"sebenarnya menurut kepala uptd poncol, vera ini sudah sering diperingatkan.
tapi tetap saja mengulangi,"kata kadindik bambang trianto.
karena itu, bambang akan melakukan kegiatan tes urine bebas narkoba ini secara kontinyu kepada seluruh guru dijajarannya.
"ini mengagetkan saya dan jajaran di dindik.
dan ini bukan contoh yang baik.
guru sd, ibu guru lagi, jadi pengedar narkoba,"kata bambang sambil geleng-geleng kepala.
bila nanti ditemukan tes urine guru positif mengandung narkoba, pihaknya akan koordinasi dengan polres dan rumah sakit bagi penderita ketergantungan narkoba,"kalau ada yang positif, kita konsultasi dengan polisi, paling tidak di rawat di rumah sakit penderita ketergantungan obat,"jelas pria berkumis tebal ini.
  dijelaskan bambang, sesuai surat yang dikirim polres magetan, hanik richa rahmawati alias vera vernanda ini ditangkap polisi satreskoba magetan rabu (14/5) malam, sekitar pukul 00.
30 di depan spbu maospati tepatnya jl raya mospati - solo.
penangkapan vera vernanda ini setelah ada salah seorang pembelinya yang terlebih dahulu ditangkap polisi.
dari hasil pengembangan pemeriksaan, sabu yang ditemukan dari tersangka sebelumnya berasal dari vera vernanda ini.
vera vernanda ditangkap polisi saat berada di warung depan spbu maospati, dalam penangkapan itu polisi berhasil menemukan sabu satu kantong plastik klip seberat 0.
14 gram.
setelah ditangkap satreskoba polres magetan, vera vernanda langsung diperiksa dan ditahan di mapolres setempat.
"dindik masih menunggu proses hukum dia (hanik richa rahmawati), bagaimana ketetapan hukum yang diterimanya dari pegadilan negeri (pn),"kata bambangtapi yang jelas, tingkah laku vera vernanda sebagai guru sd sangat tidak baik untuk suri tauladan anak didiknya yang masih berada di pendidikan dasar.
"kalau tahu gurunya seperti itu, bagaimana kita menjawabnya.
gurunya saja pengedar sabu, bagaimana muridnya,"kata bambang seraya mengibaratkan guru kencing berdiri, murid kencing berlari.
"kita memberikan contoh sedikit tidak baik, murid kita akan jauh berbuat tidak baik.
makanya ibu guru yang satu ini harus diberikan sanksi tegas,"katanya.
kepala badan kepegawaian daerah kabupaten magetan yang dikonfirmasi lewat telepon selulernya, mengaku belum menerima tebusan surat itu dari dinas pendidikan maupun kepolisian.
"kita belum tahu, tapi kalau itu benar kita menunggu hasil putusan tetap pengadilan negeri (pn),"kata kepala bkd kabupaten magetan suko winardi kepada surya, jumat (16/5).
sesuai peraturan kepegawaian, pns yang terlibat kasus pidana kalau sampai di vonis penjara selama empat tahun.
"makanya kita menunggu saja inkrah (putusan tetap) pengandilan,"kata mantan kepala bagian humas pemkab magetan ini.





baca juga



kepala sekolah di kota malang ikuti tes urine






editor: satwika rumeksa






tweet

Source from: surabaya[dot]tribunews[dot]com

Selasa, 13 Mei 2014

Legowo, Dirut PDAM Magetan Mundur









surya online, magetan - sofyan direktur pdam lawu tirta yang baru dilantik tiga hari, jumat (9/5) lalu, bersedia mengundurkandiri dari jabatannya.
pengunduran diri sofyan ini disambut karyawan pdam setempat dengan melakukan cukur gundul sebagai wujud syukur di halaman kantor pusat pdam lawu tirta, senin (12/5/2014).
"jabatan ini hanya titipan, demi pdam saya ihklas mengundurkan diri dari jabatan dirut,"kata sofyan dihadapan wartawan, senin (12/5/2014).
pengunduran diri sofyan sebagai dirut pdam lawu tirta ini sebelumnya sudah dikatakan bupati magetan sumantri seusai pelantikannya jumat (9/5/2014) lalu.
konon menurut bupati sumantri, pelantikan sofyan ini merupakan keharusan dan merupakan mekanisme yang harus dijalani.
"sebenarnya, jumat (9/5/2014) setelah dilantik kemarin saya sudah menyerahkan surat pengunduran diri kepada bupati,"ungkap sofyan, yang pernah menjabat dirut pdam lawu tirta satu periode sebelumnya, dan ini sebenarnya merupakan jabatan periode kedua.
namun, karena sosok sofyan sebagai dirut tidak dikehendaki hampir seluruh karyawan, maka jabatan keduanya ini pun di permasalahkan.
apalagi dalam rekruitmen perankingan sofyan ada aroma rekayasa, yang semakin membuat lebar celah karyawan untuk menggulingkan sofyan.
"demi pdam dan pelayanan kepada masyarakat, saya legowo mundur,"kata sofyan, seraya membeberkan selama satu periode kepemimpinannya sofyan mengaku bisa menyelesaikan utang-utang pdam lawu tirta lebih dari rp 5 miliar.
tidak hanya itu, sofyan juga bisa mensubsidi biaya pasang baru sebesar rp 300 ribu per pelanggan sehingga biaya pasang baru air pdam hanya rp 200 ribu.
proses sambungan baru juga relatif singkat tidak lebih tiga hari.
"sekarang pelagan pdam mencapai 62.
000.
saya juga berhasil menurunkan angka komplain pelanggan dari 700 per hari, menjadi hanya 30 sampai 50 per hari,"kata sofyan.
sofyan juga mengklaim mampu menaikan kesejahteraan karyawan di pdam lawu tirta mencapai 70 persen dari tahun sebelum dirinya menjabat sebagai dirut setempat.
"gaji yang dulunya dari setahun hanya menerima 12 kali gaji, menjadi 18 kali gaji.
ini yang membuat saya menjadi legowo untuk mundur, saya sudah berbuat terbaik untuk pdam,"kata sofyan.
sementara di kantor pdam lawu tirta saat sofyan mengumumkan mengundurkan diri, puluhan karyawan pdam setempat ramai-ramai melakukan cukur gundul di halaman kantor setempat.
cukur gundul dilakukan secara bergantian, satu per satu.
"ini wujud syukur kita kepada allah swt, doa kami sudah dikabulkan.
semoga nantinya kami bisa mendapat pimpinan baru yang bisa menuntut menuju kebaikan dan kesejahteraan.
amin,"kata asmar multy koordinator abs (asal bukan sofyan) kepada wartawan, senin (12/5/2014).





baca juga



calon dirut pdam magetan jalani tes di pemkab





penulis: doni prasetyo

editor: satwika rumeksa






tweet

Source from: surabaya[dot]tribunews[dot]com

Minggu, 04 Agustus 2013

Dua Jalur Rawan Laka Lantas di Magetan









surya online, magetan-bagi pemudik dari arah jakarta, solo yang akan menuju madiun, surabaya yang akan melewati jalur selatan, perlu berhati-hati bila melewati jalur perbatasan kabupaten ngawi - karangrejo, hingga maospati, kabupaten magetan dan jalur alternatif lewat karanganyar, jawa tengah - cemorosewo, sarangan, kabupaten magetan.
karena di kedua jalur jalan di kabupaten magetan ini merupakan jalur tengkorak yang rawan kecelakaan lalu lintas (laka lantas) hingga menyebabkan korban jiwa.
kedua jalur jalan di kabupaten magetan ini selain kondisi jalan sempit, arus lalu lintas sangat padat.
sedang di jalur alternatif karanganyar, jawa tengah - cemorosewu, sarangan, kabupaten magetan, selain kondisi jalannya yang berkelok-kelok, turun naik hingga menuntut kelihaian pengemudi,  juga wilayahnya rawan longsor.
"satuan lalu lintas (sat lantas) polres magetan akan memecah lalu lintas untuk menghindari penumpukan lalu lintas di sejumlah jalur jalan.
terutama didaerah rawan laka lantas seperti di baluk, karangrejo, dan tinap, pojoksari, kecamatan sukomoro,"kata kepala satuan lalu lintas (kasat lantas) polres magetan akp dadang kurnia kepada surya, seusai rapat koordinasi operasi ketupat 2013 diruang eksekutif mapolres magetan, minggu (4/8).
selain memecah lalu lintas (lalin), lanjut akp dadang kurnia, untuk menghidari penumpukan lalin, polres magetan juga mendirikan sejumlah pos pantau di daerah black spot yang rawan laka lantas itu.
"sat lantas polres magetan mendirikan empat pos pantau diwilayah rawan laka lantas, seperti di pos mandoran, plaosan, pos maospati, pos karangrejo dan pos air mancur untuk wilayah kota,"kata apk dadang.
dikatakan akp dadang, selain mendirikan pos pantau didaerah rawan laka lantas, polres magetan juga mendirikan pos pengamanan (pam) di titik-titik yang dipadati lalin maupun massa.
pos pam itu personil yang disiagakan gabungan dari polres dan pemerintah kabupaten (pemkab) magetan.
"pos pam itu berada di pos pam plaosan, pos pam pasar kawedanan, pos pam barat dan pos pam airmancur berada di pusat kota.
personil pos pam ini tidak hanya dari polres tapi juga dari pemkab magetan seperti dinas perhubungan, satpol pp, dari tenaga medis juga palang merah,"jelas akp dadang kurnia.
dadang juga meminta kepada pemkab magetan, agar tidak menyebabkan terjadinya penumpukan lalin di wilayah kecamatan plaosan, pos restribusi yang berada di sarangan dipindah ke dusun kuren, sebelum masuk dusun ngerong.
""dengan didirikannya pos restribusi di kuren, penumpukan lalin di jalur menuju cemorosewu, sarangan bisa dikurangi.
rekayasa lalin ini untuk memecah arus lalin di jalur jalan yang selama ini sering terjadi penumpukan lalin,"kata akp dadang kurnia.
sementara menjelan h - 4 ini arus lalin di wilayah jalur alternatif magetan - cemorosewu, sarangan, kecamatan plaosan relatif belum menunjukan penambahan yang berarti.
"ada penambahan lalin tapi masih relatif normal.
hingga minggu (4/8/2013) sore ini, lalin masih menunjukan normal.
kemungkinan minggu (4/8) malam, penambahan lalin sudah akan terlihat,"kata kepala pos plaosan aiptu moh said kepada surya, minggu (4/8/2013).
menurut aiptu moh said, kepadatan arus lalin yang melewati jalur alternatif karanganyar - cemorosewu diperkirakan mulai h - 3 hingga h - 2 mendatang.
"nanti paling padat diperkirakan h - 2, arus dari arah solo akan memenuhi jalur jalan di plaosan.
pemudik yang melewati jalur alternatif ini umumnya dengan tujuan madiun, surabaya,"jelas aiptu moh said sambil mengatakan pemudik yang melewati jalur alternatif ini biasanya sudah terbiasa melewati jalur jalan di sarangan inii.
st40 

Source from: surabaya[dot]tribunews[dot]com

Senin, 29 Juli 2013

Sidak Disnakkan Magetan Temukan Hati Sapi Cacingan




Sidak Disnakkan Magetan Temukan Hati Sapi Cacingan
Sidak Disnakkan Magetan Temukan Hati Sapi Cacingan






surya online, magetan-kendati daging sapi magetan dikenal memiliki kualitas baik, namun inspeksi mendadak (sidak) yang dilakukan dinas peternakan dan perikanan (disnakkan) kabupaten magetan temukan hati sapi cacingan di perdagangkan di pasar setempat.
meski dinyatakan tdak berbahaya, namun disnakkan meminta kepada pedagang untuk dimusnahkan.
"cacing yang terdapat di hati (liver) sapi yang ditemukan masih diambang batas normal, sehingga tidak berbahaya kalau dikonsumsi.
karena cacing-cacing yang ada di liver itu akan mati kalau kena panas,"jelas kepala bidang kesehatan hewan dinas peternakan dan perikanan (disnakkan) kabupaten magetan budi astono kepada surya, senin (29/7/2013).
namun, meski tidak membahayakan kesehatan manusia, petugas dari disnakkan meminta kepada pedagang daging sapi itu agar memusnahkan liver cacingan itu.
  "memang tidak bahaya kalau tahu memasaknya, tapi kalau tidak tahu, cacing itu juga akan masuk ke tubuh manusia.
karena itu lebih baik kami minta agar tidak diperdagangkan atau dimusnahkan,"kata budi astono.
  sidak menjelang hari raya idul fitri yang dilakukan disnakkan di pasar-pasar besar seperti di pasar sayur, pasar wisata plaosan, dan pasar tradisional maospati itu dilakukan untuk melindungi konsumen dari makanan yang tidak layak, terutama untuk daging sapi dan ayam.
secara umum, sidak daging sapi dan ayam di tiga pasar magetan tidak ditemukan daging sapi dan ayam yang berbahaya, meski di pasar sayur ditemukan hati sapi cacing yang dipardagangkan.
"kalau daging sapi, hampir semua yang diperdagangan dipasar magetan layak konsumsi.
secara umum, daging sapi dari magetan itu memiliki kualitas baik, sehingga bisa memasok pasar-pasar di wilayah jatim,"kata budi astono.
sidak itu selain memeriksa daging sapi, juga memeriksa daging ayam bukan ras (buras).
dalam sidak itu petugas juga tidak menemukan pedagang yang menjual ayam bangkai, atau dikenal dengan istilah daging ayam tiren (mati kemarin), seperti dikuatirkan masyarakat selama ini.
hal yang sama juga terjadi pada ikan laut yang didatangkan pedagang dari tulungagung dan pacitan dipasaran dipasar tradisional di wilayah kabupaten magetan.
  "kami himbau, pedagang agar bisa lebih hati-hati  dalam memilih dagangan yang akan dprejual belikan di pasar magetan,"kata budi astono.


Source from: surabaya[dot]tribunews[dot]com

Kamis, 27 Juni 2013

Kapolres Magetan : Kasus RSUD Sudah Penyidikan








magetan-kasus pembangunan instalasi rawat inap (irna) iii rsud dr sayidiman kabupaten magetan akhirnya menemukan titik terang, setelah mandeg selama lebih dua tahun.
kapolres magetan akbp riky haznul sejak rabu (17/6/2013) kemarin sudah meningkatkan proses perjalanan kasus itu dari penelitian (lit) menjadi penyidikan (dik).
artinya, kasus itu sudah resmi ada penetapan tersangka (tsk) sebagai penanggungjawab pembangunan proyek senilai rp 1,3 miliar ini.
"kasus pembangunan irna iii rsud dr sayidiman yang pernah mandeg lama itu sekarang sudah tahap dik (penyidikan), sudah tidak lagi penelitian, jangan salah,"ujar kapolres riky haznul kepada surya, kamis (27/6/2013).
status dik, kata mantan jebolan penyidik kpk ini, sudah ditetapkan rabu (17/6/2013) kemarin.
dalam kasus itu, sudah jelas indikasi penyimpangannya dan itu sudah bisa dilihat dari awal pelaksanaannya.
"proyek itu sejak awal sudah salah dan itu total lose (salah total).
masak perencana merangkap pelaksana.
jadi spesifikasi dia yang menentukan.
itu tdak bisa begitu,"kata kapolres riky.
karena peningkatan status itu, lanjut riky, sudah ada sejumlah tersangka (tsk) yang dimintai pertanggungjawabannya atas dugaan penyimpangan pembangunan ruang irna iii itu.
"untuk nama-nama yang saat ini sudah ditetapkan sebagai tsk saya kurang hafal, yang hafal kasat reskrim dan beliau masih di surabaya.
tapi yang pasti ada tiga orang tsk kasus irna iii itu,"kata mantan anggota reskrim polda metro jaya ini.
sampai saat ini, karena bangunan irna iii itu sudah jadi, antara polisi dan bpk serta bpkp masih harus menyamakan persepsi agar tidak terjadi beda pendapat.
"kita masih nunggu bpk dan bpkp.
mereka kan lembaga resmi yang melakukan kalkulasi, jadi kita harus menyamakan pendapat dulu,"kata kapolres riky.
seperti diberitakan, kasus pembangunan irna iii rsud dr sayidiman yang berbiaya sebesar rp 1,3 miliar itu dilaporkan sarat dengan dugaan penyimpangan.
kasus dugaan korupsi dalam pembangunan ruang yang saat ini digunakan untuk operasi itu sudah dilakukan penelitian oleh satuan reserse kriminal (sat reskrim) polres magetan sejak 2011 lalu, namun selama ini tidak ada perkembangan.
menurut kasat reskrim akp wasno, kasus ini menunggu tim ahli dari universitas negeri solo (uns).
namun kata menunggu tim ahli ini seperti tak berujung, sehingga masyarakat dan aktivis di kabupaten magetan sempat berburuk sangka, kasus pembangunan irna iii ini sudah di sp3-kan (surat perintah penghentian penyelidikan).
pasalnya, kapolres magetan agus santosa sebelumnya pernah memeriksa empat pejabat di rsud dr sayidiman kabupaten magetan.
keempat orang pejabat rsud dr sayidiman yang diperiksa yaitu, plt dirut ehud alawy, pengawas proyek mantan dirut rsud setempat kun prastistio, panitia pelaksana teknik kegiatan (pptk) palupi, dan rohmat.
pemeriksaan ke-empat pejabat di rsud kabupaten magetan itu karena, sejak awal pembangunan gedung irna iii itu ditengarai sarat dengan kkn.
pasalnya, pelaksana yang mengerjakan proyek gedung senilai rp 1,3 miliar itu orang lain, bukan pemenang tender yang merangkap sebagai perencana.
akibatnya, pelaksanaan proyek gedung itu diduga tidak se?suai dengan rancangan anggaran bangunan (rab).
polisi menjerat pimpinan rsud karena ditengarai ada pengurangan spesifikasi material bangunan dan penggelembungan harga, serta ada kerjasama antara panitia pembangunan dari pihak pengguna dan pelaksana.
sementara kepala seksi pidana khusus kejaksaan negeri (kasi pidsus kejari) magetan iwan winarso hingga hari ini belum menerima surat perintah dimulainya penyidikan (spdp) dari kepolisian terkait kasus pembangunan irna iii rsud dr sayidiman ini.
"kalau sudah penyidikan (dik) mestinya spdp-nya sudah dikirim ke kejaksaan.
ini kami belum pernah terima.
apa mungkin masih belum dikirim,"kata iwan winarso kepada surya, kamis (27/6/2013).
  
Source from: surya[dot]tribunews[dot]com

Minggu, 09 Juni 2013

Menjadi Karyawan PDAM Magetan Bayar Rp 120 juta








magetan-sakat karyawan pdam kabupaten magetan dituding telah melakukan penipuan terhadap kurang lebih 15 orang yang datang dari berbagai wilayah kecamatan di kabupaten magetan.
kepada belasan korbannya itu, sakat menjanjikan memasukan bekerja di pdam magetan dengan menarik biaya sebesar rp 120 juta per orang, dengan dp (down payment/ uang muka) bervariasi antara rp 8 juta - rp 15 juta.
 "permintaan uang itu sudah lebih setahun lalu, tapi tidak kunjung ada kabar.
terakhir kami menanyakan sekitar dua bulan lalu, katanya saya diminta bersabar.
itu kata-katanya setiap ditagih janjinya, bersabar,"kata salah seorang korban sakat, yang enggan namanya disebut kepada surya, minggu (9/6/2013).
dikatakan korban, pelaku menjanjikan pekerjaan di pdam magetan sebagai tenaga administrasi, asal korban bisa menyerahkan uang mahar sebesar rp 120 juta.
setiap korban yang datang ke sakat, korban selalu diminta bayar uang muka (dp).
"besarnya uang muka bervariasi, tapi antara rp 8 juta - sampai 15 juta.
penyerahan uang itu tanpa diback-up dokumen serah terima.
biasanya, sakat mengahampiri uang itu kerumah warga masing-masng.
"penyerahan ke sakat, tanpa ada barang bukti.
tapi kami punya rekaman hasil percakapan permintaan itu dari sakat,"kata wanita cantik ini.
karena dijanjikan sampai lebih dari setahun ini, akhirnya ada beberapa korban yang langsung menemui pak dirut pdam magetan.
"karena kami sudah tidak sabar dengan janji-janji sakat, kami langsung menemui pak dirut.
tentu saja pak dirut pdam kaget.
karena belum ada rencana rekruitmen karyawan pdam itu,"katanya.
sejumlah korban sepakat, bila dalam waktu dekat sebelum hari raya idul fitri (agustus 2013) uang mereka tidak dikembalikan.
mereka akan melapor ke polisi dan tetap menuntut uang yang telah digondol pelaku.
"karena kita tidak ingin masalah ini ke pengadilan.
sebaiknya pelaku segera mengembalikan uang korban.
apabila nanti tidak segera mengembalikan uangnya.
apa boleh kuat, kasus ini akan dipolisikan,"ujarnya.
sakat karyawan pdam magetan yang dituding melakukan penipuan dengan janji memasukan bekerja sebagai tenaga administrasi di pdam magetan dengan uang mahar sebesar rp 120 juta itu, menolak dan meminta menunjukan orang yang mengaduh kepada wartawan itu.
"saya tidak tahu masalah memasukan karyawam pdam dengan meminta imbalan dari korbannya itu.
kalau boleh saya minta identitas yang mengaku saya tipu itu," kata sakat kepada surya yang menghubungi lewat pesan singkat, minggu (9/6/2013).
reporter - doni prasetyo
Source from: surya[dot]tribunews[dot]com

Minggu, 02 Juni 2013

Siswa SMP Lulus 100 Persen, Kabupaten Magetan Masuk 10 Besar di Jatim








magetan - sebanyak 6.
778 siswa smp negeri/swasta di kabupaten magetan peserta ujian nasional (unas) dinyatakan lulus 100 persen.
bahkan, dua siswi smpn 1 magetan yang hamil saat pelaksanaan unas, lulus dengan nilai relatif lebih baik dibandingkan teman sekelasnya.
"untuk peringkat di jatim kelulusan siswa smp di kabupaten magetan masuk 10 besar.
ini sama dengan tingkat sma,"kata kepala dinas pendidikan (kadindik) kabupaten magetan banbang trianto kepada sabtu (1/6/2013).
dalam kelulusan tahun 2013 ini, siswa di smpn 1 barat, kabupaten magetan meraih nilai tertinggi untuk perorangan, dengan jumlah total 38,95.
"semua data tentang siswa dengan nilai kelulusan kategori perorangan terbaik se-kabupaten magetan ada di dindik.
mungkin senin lusa, bisa dilihat," pungkas bambang.

Source from: surya[dot]tribunews[dot]com

Kamis, 16 Mei 2013

Calonkan DPD Markum Bagi-bagi Batuan




Calonkan DPD Markum Bagi-bagi Batuan
Calonkan DPD Markum Bagi-bagi Batuan





magetan-menjelang pemilihan legislatif ((pileg) seperti sekarang ini, didaerah banyak calon anggota wakil rakyat dari lokal, provinsi maupun pusat turun memberikan bantuan, seperti yang dilakukan anggota dpr-ri markum singodimedjo wakil dari daerah pemilihan (dapil) vii yang akan mencalonkan kembali sebagai anggota dpd jatim dalam pileg 2014 mendatang, di wilayah kabupaten magetan, kamis (16/5/2013).
di hadapan undangan yang mayoritas petani, markum singodimedjo mantan bupati ponorogo dua periode 1994 - 2004 ini datang diiringi pengurus dan kader dpd partai golkar (pg) kabupaten magetan itu sempat mengutarakan maksudnya dalam pencalonan sebagai anggota dpd jatim di pileg 2014 mendatang.
"mohon doa restu, saya akan mencalonkandiri sebagai anggota dpd jatim, jangan lupa dukungannya.
kalau kader golkar kampanye saya jangan lupa diajak juga," kata markum, saat bertemu para petani itu di jl bromo, kabupaten magetan, kamis (16/5/2013).
dalam pertemuan itu, selain memberikan bantuan alat-alat pertanian, markum juga mendatangkan prof taulan staf ahli dari menteri riset dan tehnologi yang juga dosen di universitas padjadjaran (unpad) bandung, untuk memberikan pelatihan kepada petani di kabupaten magetan cara bercocok tanam padi yang baik dan benar.
di antaranya mengajarkan petani membuat pupuk organik dari bahan jerami, yang selama ini tidak dimanfaatkan petani.
dengan pupuk jerami yang menggunakan teknologi yang dinamakan ipat-bo itu petani bisa menambah hasil panen padi petani mencapai 75 - 80 persen dari cara bercocok tanam lama dengan menggunakan pupuk kimiawi.
     bantuan alat pertanian yang diserahkan markum secara simbolis kepada ketua kelompok tani kabupaten magetan itu berupa lima unit hand tracktor, 6 unit hand sprayer mesin, enam unit pompa air dan beberapa unit alat untuk pengairan tanaman padi.
"semoga bantuan ini bisa bermanfaat bagi saudara-saudara petani.
mudah-mudahan dengan alat-alat ini hasil pertanian ditanah persawahan sampean bisa melimpah.
amin,"tambah markum.
menurut yoso wibowo, sekretaris dpd partai golkar kabupaten magetan, selain di kabupaten magetan markun juga akan memberikan bantuan ke daerah lain di dapil vii diantaranya ponorogo, pacitan dan ngawi.
"untuk magetan ini memang mendapat perhatian khusus dari pak markum, karena lahan pertaniannya kebanyakan berada di dataran tinggi, dengan kondisi berlainan,"jelas bowo, seraya mengatakan bantuan yang diberikan markum tidak sampai disini, karena akan menyusul untuk wilayah lain di kabupaten magetan hingga bantuan itu bisa merata.
    
Source from: surya[dot]tribunews[dot]com

Sabtu, 27 April 2013

Sumantri Menang Pendukung Gundul Massal




Sumantri Menang Pendukung Gundul Massal
Sumantri Menang Pendukung Gundul Massal





magetan -sebanyak 150 warga pdip pengurus anak cabang nguntoronadi, kabupaten magetan merayakan kemenangan sumantri sebagai bupati magetan periode 2013 - 2018 mendatang dengan mencukur gundul rambutnya di kantor pac pdip setempat, jumat (26/4/2013).
gundul massal itu merupakan luapan rasa bahagia karena sumantri bisa memenangi pemilihan umum kepala daerah (pemilukada) dengan suara terbanyak dengan menyisihkan dua kandidat lain.
"ini sudah nazar kami, kalau sumantri - samsi (sms) bisa memenangi pilkada dengan suara terbanyak, warga pdip disini akan menghabisi rambut kami (gundul),"kata subiratno gunung atau biasa dipanggil mbah gunung pelaksanan kegiatan ini kepada surya, jumat (26/4).
selain cukur gundul, lanjut mbah gunung, ratusan warga pdip nguntoronadi akan mendatangi rumah sumantri di desa kedungguwo, kecamatan sukomoro untuk berkumpul dengan warga pdip dari kecamatan lain.
"malam ini di rumah pak mantri akan digelar syukuran.
kami warga pdip diundang datang kesana bercampur dengan warga pdip dari pac lain,"ujarnya.
seperti diberitakan sejak hasil quick count (penghitungan cepat) diumumkan, rumah sumantri dibanjiri massa pendukungnya dari aktivis partai pendudukung, pns, tokoh masyarakat dan warga setempat.
sumantri sejak awal yakin akan mendulang suara terbanyak dalam pemilukada yang digelar rabu (24/4) kemarin.
bahkan saat memasuki bilik tps 1 desa kedungguwo, kecamatan sukomoro, sumantri mengulang keyakinannya itu kepada wartawan yang menunggu di luar bilik tps setempat akan kemenangannya itu.
"meski sekarang ini penghitungan suara dari tps-tps belum seluruhnya terkumpul.
tapi kami yakin mas sumantri mendapat suara terbanyak,"tambah gunung.
warga pdip nguntoronadi berharap dengan kemenangan sumantri ini, pemerintahan yang dipimpin sumantri - samsi semakin baik dibandingkan lima tahun lalu.
"semoga rakyat semakin sejahtera, dan pemerintahan mas mantri juga semakin baik,"kata gunung.
       
Source from: surya[dot]tribunews[dot]com

Senin, 01 April 2013

Operasi Cipta Kondisi Bocor, Puluhan Polisi Magetan Kecele




Operasi Cipta Kondisi Bocor, Puluhan Polisi Magetan Kecele
Operasi Cipta Kondisi Bocor, Puluhan Polisi Magetan Kecele





magetan - puluhan anggota polisi merazia rumah karaoke yang berkedok diler motor "slamet motor" di kecamatan parang, kabupaten magetan, minggu (31/30/2013).
rumah karaoke itu, selama ini dicurigai mempekerjakan wanita asal china.
namun operasi itu diduga bocor, sehingga polisi pun kecele.
rumah karaoke yang diduga juga belum berizin itu tutup.
padahal biasanya satu-satunya tempat hiburan malam yang berada di luar kecamatan kota ini selalu dipenuhi pengunjung.
puluhan polisi yang disertai tenaga medis untuk melakukan test urine, komplet dengan ambulans, mendapati karaoke slamet motor itu gelap gulita dan semua pintu tertutup rapat.
operasi cipta kondisi yang dilaksanakan mulai pukul 21.
00 wib itu, akhirnya kembali menuju arah kota magetan dan menyasar rumah karaoke "ini jafe".
di kafe ini juga tidak menemukan seorang pun pengunjung yang ada di tempat minum ini.
aparat kepolisian setempat tak putus asa dan akhirnya masuk ke pasar sayur, di kelurahan sukowinangun.
di pasar sayur ini sejak lama dikenal sebagai tempat prostitusi dan warung minuman keras (miras).
di pasar sayur ini polisi mengamankan empat wanita penghibur yang kedapatan ber-ktp luar daerah.
ke-empat wanita itu dibawa ke mapolres magetan untuk dilakukan pendataan dan pembinaan.
setelah itu ke-empat wanita penghibur warung karaoke pasar sayur ini diantar pulang kembali ke tempat mereka bekerja.
memasuki tahapan pilkada ini polres magetan secara kontinyu melakukan operasi pekat (penyakit masyarakat) untuk memerangi penggunaan narkoba, minuman keras, perjudian, dan premanisme.
dalam operasi pekat itu, aparat polres setempat berhasil mengamankan 15 preman yang berada di berbagai tempat dan sering meresahkan masyarakat, 15 orang psk yang mangkal diberbagai tempat.
13 orang pelaku perjudian dan 33 orang penjual minuman keras (miras) dengan menyita sebanyak 510 liter arak jowo (arjo).
kapolres magetan akbp agus santosa yang dikonfirmasi mengatakan, operasi pekat itu untuk antisipasi keamanan dan ketertiban di masyarakat, apalagi menjelang pilkada 24 april 2013 mendatang.
"untuk preman dan psk yang kami tangkap kami lakukan pendataan dan pembinaan, kemudian kami pulangkan.
sedang untuk penjual miras kami proses hukumnya sesuai perda.
"kata kapolres agus santosa kepada surya.
co.
id, minggu (31/3/2013).
terkait bocornya razia narkoba di slamet motor parang, kapolres akan melakukan kembali operasi serupa secara mendadak di sejumlah tempat karaoke itu.
"kita akan melakukan kembali secara mendadak.
mungkin juga pemberitahuan kepada teman-teman pers," kata kapolres agus.

Source from: surya[dot]tribunews[dot]com