Halaman

Tampilkan postingan dengan label Desa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Desa. Tampilkan semua postingan

Senin, 10 Februari 2014

Kepala Desa Keberatan Kenaikan PBB









surya online, banyuwangi - rencana pemerintah daerah banyuwangi menaikkan nilai jual objek pajak (njop) tahun ini mendapat penolakan dari para kepala desa.
sebanyak 218 kepala desa yang tergabung dalam asosiasi kepala desa kabupaten banyuwangi menilai kebijakan ini belum disosialisasikan kepada masyarakat sehingga bisa menimbulkan masalah.
selain itu, kepala desa yang selama ini menjadi ujung tombak pengumpulan pajak  selama ini tidak pernah dilibatkan dalam perumusan kenaikan njop.
padahal kenaikan njop otomatis berimbas pada kenaikan tarif pajak bumi dan bangunan (pbb) yang dibayar wajib pajak (warga).
"aturan kenaikan njop ini membuat tarif pbb naik 100 hingga 300 persen.
tarif lama saja susah untuk diminta bayar, padahal kepala desa punya tugas memungut pajak dari warga," terang agus tarmidi kordinator asosiasi kepala desa banyuwangi, senin (10/2/2014) usai dialog dengan asisten ekonomi, sosial, ekonomi, dan kesejahteraan rakyat pemkab banyuwangi dan kepala dinas pendapatan banyuwangi.
agus berharap ada penundaan kebijakan ini, dan kepala desa diajak berembug untuk penentuan besaran kenaikan njop.
wiyono, kepala asisten ekonomi, sosial dan kesejahteraan rakyat menjelaskan, kenaikan njop harus dilakukan karena ada ketimpangan antara njop lama dengan harga jual riil di lapangan.
selain itu, kenaikan njop ini sudah sesuai dengan edaran direktorat jendral pajak yang kemudian di atur dengan peraturan bupati banyuwangi nomor 1 tahun 2014.
"sudah 10 tahun belum ada penyesuaian njop di kabupaten banyuwangi, selain itu harga tanah juga sudah berbeda dengan keadaan sebelumnya (10 tahun lalu)," terang wiyono.
wiyono mengatakan naiknya njop ini diharapkan bisa meningkatkan pendapatan asli daerah dari pbb hingga rp 58 miliar.
hal yang sama disampaikan oleh kepala dinas pendapatan banyuwangi.
suyanto w wicaksono.
menurutnya, njop di banyuwangi tidak sesuai harga di pasaran.
hal ini membuat masyarakat dirugikan dengan harga jual tanah yang karena harga jual hanya berpedoman pada njop.
"kajian yang kami lakukan menghasilkan kesimpulan njop di banyuwangi harus disesuaikan," ucapnya.
terkait penolakan dan keberatan yang disampaikan oleh kepala desa dan belum disosialisasikannya aturan ini kepada masyarakat, suyanto  khawatir kenaikan njop makin meningkatkan angka tunggakan pbb.
menurut suyanto, sejak 2002 hingga 2013  tunggakan pbb di banyuwangi mencapai rp 37 miliar.




baca juga



tagihan pbb di malang sebesar rp 2,8 miliar belum lunas





penulis: wahyu nurdiyanto

editor: satwika rumeksa






tweet

Source from: surabaya[dot]tribunews[dot]com

Minggu, 09 Februari 2014

Perangkat Desa Diminta Waspada Ancaman Teroris




Perangkat Desa Diminta Waspada Ancaman Teroris
Perangkat Desa Diminta Waspada Ancaman Teroris






surya online, surabaya - isu teroris kembali mengemuka menjelang pemilu 2014.
karena itu pihak kepolisian meminta peran serta masyarakat.
polda jatim telah memberi atensi terhadap ancaman teroris di jawa timur menjelang pemilu.

apalagi beberapa waktu lalu ada sejumlah terduga teroris di jatim yang ditangkap densus 88.
yang terbaru, penangkapan dua orang terduga teroris di surabaya.
kapolrestabes surabaya kombes pol setija junianta mengatakan, tidak menutup kemungkinan adanya ancaman teroris.
"memang sulit menyatakan apakah masih ada atau tidak keberadaan teroris di surabaya, namun kita semua harus mengantisipasi semua kemungkinan itu," kata setija, minggu (9/2/2014).
setija mengatakan untuk mengantisipasi itu dibutuhkan peran serta masyarakat, untuk turut aktif menjaga keamanan.
apalagi pergerakan teroris sulit diprediksi.
"kami minta perangkat desa, rt, rw, kelurahan, untuk turut mewaspadai ancaman ini," kata setija.

setija berharap agar perangkat desa bisa mendata setiap ada warga pendatang di daerah mereka.
"biasanya teroris itu ngekos atau ngontrak, kami harap agar setiap ada pendatang baru, perangkat desa bisa mendatanya," kata mantan kapolres sidoarjo itu.
menurut setija, pihaknya telah menempatkan dua hingga tiga anggota di setiap kelurahan, untuk berinteraksi dengan warga dan bekerja sama dengan aparat desa.
"tergantung wilayahnya, kalau luas kami tempatkan tiga anggota.
ini untuk mendeteksi dini adanya kemungkinan ancaman teroris," kata setija.
selain itu menurut setija, pihaknya juga terus berkoordinasi dengan mabes polri.
berdasarkan informasi jaringan dua teroris yang tertangkap di kenjeran beberapa waktu lalu masih ada.

polisi telah memetakan wilayah-wilayah di surabaya yang rawan pergerakan teroris.



terkait    #teroris, setija junianta

baca juga



kapolrestabes: intensifkan patroli di tempat-tempat rawan


patroli bulan ramadhan, polisi dihimbau bunyikan alarm selama dua detik


kapolrestabes atur lalu lintas di simpul-simpul kemacetan surabaya


setija: kegiatan sosial jangan hanya saat ulang tahun saja


setija junianta evaluasi kinerja pimpinan di lingkungan polrestabes surabaya





penulis: haorrahman

editor: heru pramono






tweet

Source from: surabaya[dot]tribunews[dot]com

Kamis, 06 Februari 2014

Banjir Porong Meluas ke Empat Desa Korban Lumpur









surya online, sidoarjo - meski di wilayah porong dan sekitarnya tidak turun hujan, intesitas air di jl raya porong dan jalur kerta api masih tinggi.
walau sudah disedot dan dimasukkan ke kolam penampungan, ketinggian air tidak juga turun.
tenggelamnya jl raya porong, polres sidoarjo terpaksa mengambil kebijakan dengan cara mengalihkan arus lalu lintas di exit tol porong.
pasalnya, genangan air yang ada di exit tol dan pintu masuk tol masih tinggi hingga mencapai 1 meter.
arus lalu lintas dari arah malang menuju surabaya yang akan masuk ke tol porong tidak diperbolehkan tapi harus lurus karena banjir yang menggenang masih tinggi.
“kalau kendaraan masuk ke tol kasihan karena jalur yang ada tidak kelihatan.
kendaraan bisa mogok atau terjerembap dan terguling di kubangan,” tutur kasat lantas polres sidoarjo akp tomy ferdian, kamis (6/2).
untuk mengantisipasi penumpukan arus lalu lintas di jl raya porong, khususnya kendaraan dari arah malang dialihkan lewat jalur arteri.
jika tidak dilakukan langkah seperti itu, kondisi jl raya porong justru menumpuk dan berpotensi terjadi kemacetan.
“kan kasihan pengguna jalan sudah banjir macet pula.
lebih baik lewat arteri porong lalu masuk tol,” terangnya.
sementara itu, jalur ka baik menuju arah malang – banyuwangi atau sebaliknya bayuwangi – malang surabaya hingga siang kemarin masih belum bisa dilewati.
posisi air yang menggenangi lintasan ka masih seperti kemarin yang mencapai 35 cm lebih.
banjir yang ada di sekitar porong banyak menggenangi rumah warga.
air yang menggenangi permukiman warga mencapai 30 cm – 80 cm.
air itu justru menggenangi rumah warga korban lumpur di desa gempolsari, tanggulangin yang berdekatan dengan tanggul lumpur.
“daerah yang paling parah di desa gempolsari, sekitar 819 rumah,” kata kepala bppd sidoarjo, ir dwijo prawito.
dwijo menjelaskan, banjir yang terjadi di wilayah kecamatan tanggulangin itu ada 4 titik.
yakni desa ketapang, kalitengah, kedungbendo, dan gempolsari.
di empat desa itu, rumah yang terendam mencapai 1.
119 rumah.
  menurut abdul rouf, korban lumpur, banjir yang menggenangi rumah warga di 4 desa akibat meluapnya sungai ketapang yang berdekatan dengan rumah warga korban lumpur tinggal di desa gempolsari.
 “jembatan desa gempolsari untuk jalur alternatif dari sidoarjo ke pasuruan putus.
karena dihantam arus sungai yang cukup deras,” kata abdul rouf.
pemicu meluapnya kali ketapang diakibatkan air dari kolam penampungan lumpur lapindo dibuang hingga membuat dangkal.
kali ketapang itu beberapa waktu lalu sudah dikeruk tapi lumpurnya penuh lagi.
“desa gempolsari itu tidak pernah banjir.
sejak bpls membuang air lumpur dari kolam penampungan ke kali ketapang  airnya dan air masuk ke rumah warga,” jelasnya.



terkait    #banjir porong meluas, sidoarjo

baca juga



untuk keamanan, made joga ditahan di lapas sidoarjo


sampah berserakan di lingkar timur sidoarjo


lawan prambanan, ffc bermain menekan sejak awal


baru dibangun, gorong-gorong sudah jebol


bupati persilakan lapindo ngebor asal ganti rugi warga dilunasi





penulis: anas miftakhudin

editor: parmin






tweet

Source from: surabaya[dot]tribunews[dot]com

Senin, 27 Januari 2014

Massa Tuntut Sawah Desa Dikembalikan









surya online magetan - sebanyak 100 warga desa suratmajan, kecamatan maospati, kabupaten magetan mendatangi balai desa setempat menuntut sawah desa seluas 5,5 hektar yang masih dikuasai mantan kades maryadi suntuk.
apalagi lahan tersebut telah disewakan ke warga lain desa.
"sebenarnya permintaan warga wajar, agar maryadi mengembalikan semua aset desa," kata koordinator aksi, sutrisno.
aksi warga itu, mengundang kehadiran camat maospati rudi hartono,  kapolsek kompol moh zaini, komandan koramil kapten inf nanang, kades wahyu serta perwakilan desa.
hingga sore, pertemuan perwakilan warga dan mantan kades tidak menemukan titik temu.
"kalau warga sebenarnya tidak sewenang-wenang, cuma meminta harta benda desa.
tapi maryadi yang ngotot minta uang ganti rugi kepada desa," kata sutrisno.
kapolsek kompol moh zaini menyarankan, agar kasus ini diserahkan ke pemkab agar inspektorat yang melakukan pemeriksaan.
mendengar ini perwakilan massa akhirnya setuju membawa masalah ini ke pemkab lewat camat rudi hartono.
"warga menghendaki selasa (28/1/2014) sudah ada titik temu.
dan tuntutan warga bisa diselesaikan semua,"kata sutrisno.



terkait    #demo, sawah, madiun

baca juga



demo kritik kinerja polri


hut bhayangkara polri disambut demo


sejak sd diajari nabuh gending


persela siap tempur di stadion wilis


tolak ruu ormas, mcw gelar aksi bungkam





penulis: doni prasetyo

editor: adi agus santoso






tweet

Source from: surabaya[dot]tribunews[dot]com

Rabu, 26 Juni 2013

Warga Enam Desa Protes Tempat Pembakaran Timah




Warga Enam Desa Protes Tempat Pembakaran Timah
Warga Enam Desa Protes Tempat Pembakaran Timah





lamongan - sekitar 100 orang perwakilan enam desa di kecamatan sekaran melakukan aksi protes ke kantor kecamatan sekaran menuntut pembakaran timah di wilayah pucuk ditutup atau direlokasi, rabu (26/6/2013).
seperti orang sedang berunjuk rasa, massa datang ada yang mengendarai sepeda motor dan menumpang roda empat yang mereka sewa.
mereka menuntut pihak kecamatan berani menutup 15 tempat pembakaran timah di wilayah tetangga kecamatan pucuk yang menimbulkan polusi.
"keadaan ini tidak bisa dibiarkan.
polusinya mengganggu kesehatan karena ada timbal berat yang ditimbulkan," kepala desa karang, muchtar yang juga  koordinator aksi.
menurutnya, dampak pembakaran timah milik wrga pucuk sudah lama dirasakan warga di enam desa.
apalagi saat  pembakaran dilakukan bersamaan pada sore hari hingga malam.
asapnya terbawa angin ke arah utara tempat dimana warga enam desa tinggal.
"tidak hanya warga di enam desa, para pengguna jalan yang melintas di jalan raya pucuk - pangkatrejo juga merasakan dampaknya, "tambah h diono yang turut dalam aksi.
asap tebal yang membumbung begitu tebal menghalangi pandangan setiap pengguna jalan yang melintas.
warga di enam desa yang paling dirugikan akibat pembakaran timah ini meminta pemkab mengkaji ulang izin yang diberikan karena tempatnya mengganggu kesehatan serta membahayakan pengguna jalan.
"kalau memang tidak bisa direlokasi ke tempat yang jauh.
lebih baik ditutup saja,"tegas diono.
sebanyak lima orang perwakilan dari desa karang, sekaran, kembangan, bulutengger dan miru diantaranya diono, muchtar, ari, yusuf dan suwarto akhirnya bisa diterima camat sekaran, m yaslikan.
perwakilan massa menyampaikan harapannya agar pemkab bisa merelokasi usaha pembakaran timah itu.
kepada para perwakilan, camat yaslikan berjanji akan menyampaikan keluhan dan harapan warga ke pemkab dan dalam hal ini yang terkait adalah badan lingkungan hidup.
"semua aspirasi warga akan saya sampaikan ke pemkab.
apalagi ini juga harus berhubungan  dengan kecamatan tetangga tempat usaha pembakaran timah,"kata camat yaslikan.

Source from: surya[dot]tribunews[dot]com

Bidan Desa Bakal Dapat Motor








malang - bidan desa di kabupaten malang akan mendapat motor, untuk mendukung mobilitas kerja mereka.
willem p salamena, kepala dinas pendapatan pengelolaan keuangan dan aset (dppka) mengatakan pihaknya menyediakan 390 unit motor baru, sesuai dengan jumlah desa/kelurahan di seluruh kabupaten malang.
menurut willem, selain bidan desa, pengadaan motor baru juga diadakan untuk skpd lainnya.
sehingga total disediakan 500 unit motor baru, dengan anggaran sebesar rp 6,6 miliar dari apbd 2013.
namun proses lelang pengadaan motor ini, masih belum ada pemenangnya karena banyak yang mundur.
karena itu, ujar willem, pihaknya akan melakukan penunjukkan langsung ke diler utama.
namun pembayarannya disesuaikan dengan jumlah motor yang saat itu diterima pemkab.
"kita pasti membayar kok, karena di apbd memang sudah disiapkan," jelas willem.

Source from: surya[dot]tribunews[dot]com

Rabu, 19 Juni 2013

Diduga Curang, Warga Desa Tanjungwidoro Meminta Hitung Ulang Pilkades








gresik - perwakilan warga desa tanjungwidoro, kecamatan bungah, gresik, menggeruduk gedung dprd gresik, selasa (18/6/2013), mengaduk ke komisi a dprd gresik terkait keputusan panitia pemilihan kepala desa (pilkades) yang diduga memihak salah satu pasangan calon kepala desa (cakades).
pemilihan cakades di desa tanjungwidoro, kecamatan bungah, sudah berlangsung, sabtu (8/6/2013) lalu.
"kami datang ke sini untuk meminta pertimbangan komisi a dprd gresik dalam pilkades.
sebab diduga ada kecurangan yang dilakukan panitia pilkades yang bekerjasama dengan salah satu calon," kata m najih huda, salah satu perwakilan warga.
bentuk kecurangan oleh panitia pilkades yang dianggap warga desa tanjungwidoro curang yaitu panitia pilkades tidak mengeluarkan seluruh jumlah kertas suara yang ada di dalam kotak suara untuk dicocokkan dengan jumlah pemilih yang hadir dan jumlah kertas suara.
selain itu, saat proses pengitungan kertas suara, tiba-tiba panitia pilkades menghentikan proses penghitungan dengan alasan istirahat shalat magrib.
ternyata usai waktu istirahat, jumlah suara ada kelebihan 16 kertas suara tidak jelas.
"warga menghendaki pencoblosan ulang, sebab panitia pilkades sudah tidak netral.
hal itu terlihat saat panitia pilkades melakukan musyawarah tertutup untuk pemilihan ulang, ternyata dari 17 panitia yang menolak hanya 6 panitia.
sehingga terlihat jelas keterlibatan panitia pilkades ke salah satu calon, sehingga harus dilakukan penghitungan ulang kertas suara," tegasnya.
ketua komisi a dprd gresik, jumanto, mengatakan, bahwa sesuai sesuai peraturan daerah kabupaten gresik nomor 12 tahun 2006 tentang pilkades, maka kabag administrasi pemerintahan kabupaten gresik berhak segera menyelesaikan sengketa pilkades termasuk pelanggaran-pelanggarannya.
"bagian administrasi pemerintahan pemkab gresik segera menyelsaikan kasus-kasus pilkades, agar tidak menjadi bumerang di masyarakat.
untuk kasus di desa tanjungwidoro harus dilakukan penghitungan ulang," tegas jumanto di hadapan perwakilan warga tanjungwidoro.

Source from: surya[dot]tribunews[dot]com

Senin, 17 Juni 2013

Warga Desa Geruduk Kantor Kecamatan








tuban-masyarakat desa mergosari, kecamatan singgahan, kabupaten tuban berdemonstrasi di kantor kecamatan singgahan, senin (17/06/2013) siang.
mereka memprotes rencana camat singgahan jamul fawaid yang hendak menggelar pemilihan ulang badan perwakilan desa (bpd) mergosari.
menurut syafi'i, salah satu perwakilan warga desa mergosari, protes warga karena keinginan camat tidak beralasan.
"saya sudah mendatangi camat untuk meminta penjelasannya, namun dia selalu menghindar.
sampai kini, kami juga tak tahu apa alasan sebenarnya," kata syafi'i pada surya, senin (17/06/2013) siang.
karena alasan ini, warga kemudian menggeruduk kantor kecamatan.
mereka datang dengan berkonvoi dari balai desa mergorejo, sembari membawa spanduk dan berteriak kalau camat tak adil dengan menggelar pemilihan ulang.
demonstrasi yang dijaga oleh belasan polisi ini bukan hanya diikuti kaum pria saja, kaum wanita juga turut dalam aksi.
mereka merapatkan barisan untuk meminta penjelasan pihak kecamatan terkait pemilihan bpd.
setelah puas berorasi, perwakilan warga kemudian diajak bertemu dengan sekretaris kecamatan mergosari.
sayangnya, hasil pertemuan itu tak menghasilkan keputusan apapun.
kala itu pihak kecamatan hanya berjanji untuk menyampaikan tuntutan warga ke camat jamul fawaid.
sementara itu, sujono ali mujahidin, penasihat hukum warga mengaku akan tetap memprotes keputusan camat singgahan tersebut.
ia juga meminta agar pemerintah segera melantik bpd terpilih karena syaratnya sudah terpenuhi.
"pembatalan terhadap hasil pemilihan adalah melawan hukum," kata sujono.
terpisah, camat singgahan jamul fawaid sampai kini belum memberi jawaban terkait persoalan ini.
ketika dikonfirmasi, teleponnya dimatikan.
sementara itu, kabag humas pemkab tuban sulistyadi mengatakan pemkab tuban memberi perhatian khusus terhadap pemilihan bpd di desa mergosari.
alasannya, jika masalah itu tak segera rampung maka proses pemilihan pilkades bisa tertunda.
"saya belum tahu keputusan apa yang diambil setelah terjadi demo warga ini.
untuk sementara, keputusannya tetap melakukan pemilihan ulang bpd di sana," kata sulistyadi.
ia mengatakan  pemilihan bpd yang digelar pada 5 juni lalu dianulir karena hanya satu dari lima anggota yang mau menandatangani hasil pemilihan bpd.

Source from: surya[dot]tribunews[dot]com

Kamis, 30 Mei 2013

Warga Desa Umbulan Harus Antri Untuk Dapatkan Air Bersih




Warga Desa Umbulan Harus Antri Untuk Dapatkan Air Bersih
Warga Desa Umbulan Harus Antri Untuk Dapatkan Air Bersih





pasuruan - selain untuk minum, warga memanfaatkan air tandon untuk mandi.
tentu mandi di lokasi tandon.
mandi dengan konsep 'drive thru' ini membuat setiap warga tidak bisa seenaknya memanfaatkan air.
irit dan saling pengertian menjadi prinsip.
kondisi desa umbulan sendiri memang cukup ironi.
di saat mata airnya menjadi rebutan, desa ini ternyata masuk daftar desa tertinggal.
dari 18 desa di kecamatan winongan, umbulan menempati urutan tiga terbawah sebagai desa miskin.
ada sekitar 1.
800 jiwa atau 640 keluarga yang mendiami desa ini.
hampir 90 persen warga desa bekerja sebagai buruh tani.
sisanya memilih merantau ke kota besar, banyak di antaranya bekerja sebagai kuli bangunan.
menurut solikhan, hanya ada sembilan warga yang bekerja sebagai pegawai negeri sipil (pns).
jatah air di tandon fiber inipun, kata solikhan, kepala desa umbulan, kecamatan winongan, kabupaten pasuruan, baru mengalir sekitar satu bulan lalu.
selama puluhan tahun mata air umbulan dieksploitasi, warga sama sekali tidak mendapatkan kemudahan mendapatkan air bersih.
"kita diperlakukan tidak adil.
air dinikmati warga kota besar, kita malah harus antre," sesal solikhan.
(idl)
Source from: surya[dot]tribunews[dot]com

Sabtu, 18 Mei 2013

Dampak Pilkades, Balai Desa Disegel








jember - dampak pilkades terus saja terjadi di jember.
salah satunya seperti yang terjadi di desa tutul kecamatan balung.
balai desa setempat disegel oleh warga yang calonnya kalah memakai bambu.
jalan masuk dipalang kayu dan di sekitar balai desa masih dikerumuni warga.
bahkan usai pilkades selasa (14/5/2013) lalu, panitia pilkades dan bpd tutul terpaksa menyelamatkan diri ke mapolres jember karena rumah mereka didatangi massa calon yang kalah.
lima calon kades yang kalah hari ini juga mendatangi mapolres jember.
mereka hendak melaporkan indikasi kecurangan dalam pilkades tersebut.
"tetapi saya arahkan kalau hendak menempuh jalur hukum terkait pilkades, sebaiknya langsung ke pengadilan bukan kepolisian.
apalagi ini terkait pelaksanaan pilkadesnya," ujar kepala bagian operasional polres jember kompol imam pauji yang menerima mereka.
setelah berdialog dengan pihak polres, para calon kades yang kalah itu mendatangi bagian pemerintahan desa pemkab jember.
mereka mengadukan adanya selisih antara surat suara dengan jumlah pemilih.
selama tiga kali penghitungan tetap ada selisih.
jumlah pemilih mencapai 5.
300-an, namun jumlah surat suara mencapai 6.
000-an.
 karena merasa ada kecurangan, akhirnya para calon kades yang kalah melapor ke sejumlah pihak.

Source from: surya[dot]tribunews[dot]com

Kamis, 16 Mei 2013

Pemuda Desa Laporkan Kadesnya ke Kejaksaan








lamongan - sebanyak sebelas warga desa bluri kecamatan solokuro melaporkan laporan pertanggungjawaban keuangan  kepala desanya, muhammad slamet ke kantor kejaksaan negeri terkait keuangan program pertanahan nasional (prona) 2012 yang dinilai tidak wajar, kamis (16/5/2013) siang.
koordinator pelapor  perwakilan pemuda desa bluri, nurhadi datang dengan membawa berkas foto kopi laporan pertanggungjawaban kepala desa  bluri  masa bakti 2012 - 2013.
  berkas foto kopi  laporan tertanggal 23 maret 2013 itu dibawa dan diserahkan kepada plh kasi intel, fatkhur agar ditindak lanjuti karena ada dugaan penyalah gunaan keuangan dan laporan yang tidak rasional.
"kami hanya meminta kejaksaan menindaklanjuti laporan pertanggungjawaban kepala desa bluri soal keuangan program prona 2012,"tegas nurhadi.
apalagi dari pemasukan keuangan sebesar rp 611.
000.
000 itu rinciannya ada yang diperuntukkan untuk penyelesaian surat kaleng ke kejaksaan lamongan sebesar rp 87 juta dan biaya iuran untuk wartawan  rp 21.
000.
000.
kedatangan sebelas pemuda ke kantor kejaksaan itu juga menyoal sejumkah poin laporan pertanggungjawaban keuangan dari hasil prona yang perlu diklarifikasi.
para perwakilan pelapor diterima plh kasi intel fatkhur.
sementara itu fatkhur mengatakan, pihaknya masih perlu melakukan pengecekan atas laporan dan berkas foto kopi yang dibawa pepalor.
"kita akan cek kebenarannya dan pasti akan ditindak lanjuti.
karena ini momennya lamongan lagi punya gawe pilkades masal, maka laporan ini akan ditangani setelah pilkades masal,"tegas fatkhur kepada surya online.
fatkhur tidak menyinggung isi yang ada dalam laporan pertanggungjawaban kades bluri.
namun berkas itu memang telah diterimanya dan akan dikaji untuk ditindak lanjuti.
sementara itu kepala desa bluri, muhammad slamet belum berhasil dikonfirmasi.

Source from: surya[dot]tribunews[dot]com

Senin, 29 April 2013

Warga Desa Wonoasri Jember Tuntut Perbaikan Jalan Rusak








jember - sejumlah warga desa wonoasri kecamatan tempurejo mendatangi komisi c dprd jember, senin (29/4/2013).
mereka mengadukan jalan rusak di desa mereka sepanjang hampir 6 kilometer.
menurut seorang warga sugeng priyanto, jalan yang rusak merupakan jalan raya poros di desa setempat yang menghubungkan dengan sejumlah desa.
"sekitar 65 persen jalan sepanjang 6 kilometer di wonoasri rusak," ujar sugeng.
kerusakan terjadi karena truk pengangkut hasil perkebunan juga semen sering melewati jalan tersebut.
bahkan minggu (28/4/2013) warga setempat menanami jalan yang berlubang dengan pisang dan padi.
akibat jalan rusak tidak sedikit pengendara sepeda motor terjatuh.
pekan lalu, kata sugeng, ada dua pengendara sepeda motor jatuh di sepanjang jalan raya yang rusak tersebut.
warga berharap segera ada perbaikan jalan rusak itu.
sementara itu, ketua komisi c dprd jember, muhammad asir meminta waktu satu minggu untuk mengkomunikasikan tuntutan warga itu dengan dinas pekerjaan umum bina marga.

Source from: surya[dot]tribunews[dot]com

Kamis, 25 April 2013

Ribuan Perangkat Desa Sempat Tuntut Sekda Dicopot








mojokerto - ribuan perangkat desa sempat meminta sekda kabupaten mojokerto harry soewito mundur.
sebab, sebelumnya bupati mojokerto mustafa kamal pasa (mkp) dikatakan sudah menyetujui kenaikan honor.
honor berupa bantuan tambahan penghasilan tetap (btpt) perangkat desa dinaikkan dan hitung-hitungannya diserahkan sekda.
"bapak sekda, silakan dicamkan.
semua sudah disetujui untuk dinaikkan oleh bupati.
kalau tak bisa mencari formula, lebih baik mundur dari sekda sebelum diturunkan paksa," teriak salah satu perangkat desa dalam orasinya, kamis (25/4/2013).
sekitar 2.
500 perangkat desa yang tergabung dalam persatuan perangkat desa indonesia (ppdi) kabupaten mojokerto berunjuk rasa ke pendopo.
namun aksi dialihkan ke depan kantor dewan depan alun-alun.
mereka menuntut kenaikan btpt dari rp 600.
000 menjadi rp 800.
000 per bulan.
mereka juga menuntut tali asih dan jaminan kesehatan.

Source from: surya[dot]tribunews[dot]com

Ribuan Perangkat Desa Mojokerto Bakar Dupa di Pendopo




Ribuan Perangkat Desa Mojokerto Bakar Dupa di Pendopo
Ribuan Perangkat Desa Mojokerto Bakar Dupa di Pendopo





mojokerto - aksi ribuan perangkat desa yang tergabung dalam persatuan perangkat desa indonesia (ppdi) kabupaten mojokerto terus berlangsung.
selain berorasi dan membeber spanduk tuntutan, aksi perangkat desa dihiasi dengan membakar dupa.
lima tongkat dupa dibakar bersama sesaji.
"mohon maaf pak yai, kami harus pakai dupa.
semua pejabat biar tahu melalui bau dupa hingga pendopo," ungkap salah satu perangkat desa kamis (25/4/2013).
bahkan ada pernyataan yang mengundang tawa semua massa.
mereka menyatakan bahwa para perangkat melakukan aksi bakar dupa juga mengikuti pimpinan daerah setempat.
"yo aku melu bapake melu-melu hingga membakar dupa.
artinya, sudah lahir batin tuntutan kami," katanya.

Source from: surya[dot]tribunews[dot]com

Senin, 22 April 2013

Warga Jrebeng Segel Balai Desa








gresik - warga desa jrebeng kecamatan dukun pendukung soeyanto, calon kades yang dikalahkan sujai, akhirnya menyegel balai desa mereka, minggu (21/4/2013) menyusul dilantiknya sujai, sebagai kepala desa oleh bupati gresik sambari halim radianto beberapa waktu lalu.
aksi penyegelan, bahkan sejumlah warga hendak menyerang panitia pilkades, tersebut bermula ketika panitia pilkades mengundang warga ke balai desa untuk meminta maaf, sekaligus mengakui adanya pelanggaran dan kecurangan dalam proses pilkades tersebut beberapa waktu lalu.
"panitia mengakui adanya kecurangan dan pelanggaran, dalam proses pilkades kemarin.
selanjutnya panitia memohon maaf kepada masyarakat," ujar abdullah ja'far ketua panitia pilkades.
namun belum selesai jakfar bicara, warga sepakat menolak permintaan maaf panitia hingga akhirnya terjadi kerusuhan di balai desa.
karena situasi dirasa genting, jakfar dan ahmad fauzi, keduanya panitia pilkades, terpaksa dievakuasi ke mapolsek dukun.
soeyanto, mengatakan aksi ini terjadi, sebagai luapan kekecewaan masyarakat selama ini terhadap kecurangan pilkades.
apalagi pemkab malah bertindak sewenang-wenang, dengan mengabaikan proses hukum atas pilkades tersebut.
"terbukti bupati gresik tetap melantik sujai, padahal kasusnya  masih proses di pengadilan dan belum ada penyelesaian," ujar soeyanto.
soeyanto mengingatkan, bupati gresik harus bertanggung jawab dengan kasus ini.
"caranya, turun langsung menyelesaikan masalah ini sebelum konflik semakin melebar," ujar pengacara ini.

Source from: surya[dot]tribunews[dot]com

Rabu, 17 April 2013

Peraturan Desa Untuk Jaga Ekosistem di Jatim








surabaya - pemprov berharap semua desa di jatim mempunyai peraturan desa (perdes) untuk menjaga ekosistem.
ini disampaikan wakil gubernur jatim, saifullah yusuf (gus ipul), usai bertemu dengan 350 warga trenggalek yang beziarah di makam sunan ampel, surabaya, rabu (17/4/2013).
menurut gus ipul, saat ini sudah ada desa di jatim yang menerapkan perdes perlindungan ekosistem, yakni desa krejen, kecamatan srengat, kabupaten blitar.
perdes dibuat, karena 23 persen lahan pertanian di desa itu memiliki masalah, salah satunya serangan hama tikus yang dapat merusak tanaman padi petani.
"disana (desa srejen) ada pak masngud yang beberapa kali mendapat penghargaan presiden.
dia ahli integreted fahming.
dia diajak kepala desanya untuk menjaga ekosistem ini," ujarnya.
dari pemikiran masqud tersebut, desa srejen mengeluarkan peraturan desa yang melarang menembak burung, membunuh ular dan membudiyakan burung gagak dan hantu untuk membunuh tikus.
"perdes itu sangat bagus untuk menjaga ekosistem.
kalau bisa ditingkatkan ke perda dan sekarang lagi diolah untuk ditingkatkan jadi perda kabupaten.
kalau sudah perda kabupaten, tidak menutup kemungkinan bisa dijadikan perda jatim, agar semua desa juga menerapkan hal yang sama," tegas gus ipul.

Source from: surya[dot]tribunews[dot]com

Minggu, 14 April 2013

Tergerus Banjir, Jalan Desa Tuban Longsor




Tergerus Banjir, Jalan Desa Tuban Longsor
Tergerus Banjir, Jalan Desa Tuban Longsor





tuban - banjir bengawan solo di kabupaten tuban ternyata membawa banyak kerugian.
salah satunya adalah longsornya jalan poros desa yang menghubungkan desa kanorejo dan desa karang tinoto, kecamatan rengel, kabupaten tuban longsor sepanjang 300 meter.
dari pantauan surya online, longsornya tanah ini baru diketahui warga setelah luapan air bengawan solo surut.
saat itu diketahui kalau jalan tersebut longsor sepanjang 300 meter dan dengan kedalaman tiga meter.
"warga sudah tak berani lewat sini.
untuk mencapai ke desa karang tinoto, warga harus memutar lewat jalan yang lain," kata bambang dwi, sekretaris desa kanorejo, minggu (14/4/2013).
untuk mencegah longsoran bertambah parah, kata dwi, warga kini berupaya menahan longsoran dan kikisan air sungai menggunakan karung berisi pasir.
upaya ini dilakukan warga dengan jalan gotong royong.
"kami berharap agar pemerintah daerah bisa melakukan perbaikan permanen agar tak terjadi longsor kembali, sebab jalan ini sangat penting dan jadi pilihan utama warga karena paling dekat," kata bambang.
menurut bambang dwi, setiap terjadi banjir besar jalan ini sering longsor karena posisi jalan memang berada di atas tanggul.
karena itu setiap hujan lebat, atau luapan banjir warga selalu bergotong royong memperbaiki jalan di sini.
menurutnya dari beberapa kali longsor kejadian kali ini adalah yang terparah.
"ini yang paling panjang longsornya," tambah bambang.

Source from: surya[dot]tribunews[dot]com

Selasa, 09 April 2013

Bengawan Madiun Meluap, Puluhan Desa Terandam




Bengawan Madiun Meluap, Puluhan Desa Terandam
Bengawan Madiun Meluap, Puluhan Desa Terandam





ngawi - puluhan desa di kabupaten ngawi terendam banjir setinggi 50 sentimeter hingga 1,5 meter sejak senin (8/4/2013) dini hari, akibat meluapnya sungai bengawan madiun.
selain rumah, banjir juga memutus akses jalan antara desa dan antar kecamatan.
selain itu, banjir juga merendam ribuan hektar lahan pertanian.
di wilayan timur, banjir merendam 10 desa yang tersebar di kecamatan kwadungan, pangkur dan kecamatan karangjati.
banjir di kwadungan merendam jalan dan rumah warga desa dinden, purwosari, tirak, simo dan desa sumengko.
sedangkan di kecamatan pangkur merendam jalan dan rumah warga desa waruktengah, ngompro, pleset dan desa gandri.
kemudian banjir di kecamatan karangjati merendam desa/kecamatan karangjati.
"sejak dini hari tadi, air sudah masuk ke dalam rumah," terang suyanto (39) warga desa purwosari, kecamatan kwadungan.
kepala badan penanggulang bencana daerah (bpbd) pemkab ngawi, eko heru cahyono menegaskan pihaknya sudah mengirim bantuan untuk warga di tiga kecamatan tersebut.
namun bpbd ngawi, kata eko heru, tak berani memprediksi kapan banjir itu bakal surut.
"karena cuaca sejak pagi sampai sore masih mendung.
dan banjir luapan sungai bengawan madiun bisa bertahan tiga hari," tegasnya.

Source from: surya[dot]tribunews[dot]com

Senin, 08 April 2013

Dua Calon Kepala Desa Sutojayan Malang Pertanyakan Hasil Suara




Dua Calon Kepala Desa Sutojayan Malang Pertanyakan Hasil Suara
Dua Calon Kepala Desa Sutojayan Malang Pertanyakan Hasil Suara





malang - dua calon kepala desa (cakades) desa sutojayan, kecamatan pakisaji, kabupaten malang mendatangi kantor kecamatan pakisaji, senin (8/4/2013).
dua cakades, mujiono dan eko junaedi, datang bersama pendukungnya, sekitar 75 orang, dan diterima camat eko wahyu widodo.
keduanya mempertanyakan hasil perhitungan suara yang dinilai janggal saat penyelenggaraan pilkades, sabtu (6/4/2013).
"ada kejanggalan, terutama saat  lampu padam pukul 16.
30 wib sekitar tujuh menit," jelas mujiono.
sebelum lampu padam, suara cakades 1, mujiono, unggul 143 suara dari calon nomor dua, siti rokhoiyah.
setelah lampu menyala, siti lebih unggul 63 suara, mengingat saat lampu padam tetap dilakukan penghitungan suara.
"saya dan pak eko secara pribadi sudah bisa menerima sebagai calon yang kalah.
tetapi ada hasil yang dianulir/ada kejanggalan saat lampu padam," tegas mujiono.
camat eko wahyu widodo mengatakan, jika ada pihak yang merasa keberatan, ia menyarankan agar mengirim surat ke bupati dengan menginventarisir kejanggalan-kejanggalan yang dimaksud.
sementara suradi, ketua panitia pilkades membantah ada permainan.
menurutnya, saat penghitungan dilakukan secara transparan.

Source from: surya[dot]tribunews[dot]com

Rabu, 27 Maret 2013

Perangkat Desa Juga Tuntut Kenaikan Honor








mojokerto - tuntutan ribuan perangkat desa yang diwakili 25 perangkat desa kabupaten mojokerto makin berkembang.
mereka yang kesal karena gagal ditemui kabag pemerintahan gigih wikarsa akhirnya ditemui asisten i ahmad djazuli.
namun para perangkat desa ini kini menuntut kenaikan honor mereka.
honor bulanan yang dirupakan tunjangan tambahan penghasilan perangkat desa itu berlaku sejak 2005.
besarannya mulai tahun ini tetap rp 600.
000 per bulan.
"masak tidak bisa naik honor kami barang rp 50.
000 atau rp 100.
000.
sudah saatnya hak kami nilainya disesuaikan," kata ketua ppdi gatot suyatman, rabu (27/3/2013).
para perangkat desa ini menilai wajar atas kenaikan honor.
tidak saja harga kebutuhan yang naik juga melihat kemampuan apbd juga masuk akal.
para perangkat desa ini akan terus menuntut sampai kenaikan honor terealisasi.
"harga bawang sampai cabai saja naik," tambah gatot.
selama ini, para ujung tombak roda pemerintahan di tingkat desa ini resah karena honor mereka terbengkalai tiga bulan.
perangkat desa ini terdiri atas kepala dusun, kepala urusan dan kepala seksi desa.
sampai pukul 14.
30 tadi, mereka baru ditemui asisten i ahmad djazuli.

Source from: surya[dot]tribunews[dot]com