Halaman

Tampilkan postingan dengan label Teroris. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Teroris. Tampilkan semua postingan

Kamis, 15 Mei 2014

Tim Gegana Polda Jatim dan Polres Geledah Rumah Terduga Teroris




Tim Gegana Polda Jatim dan Polres Geledah Rumah Terduga Teroris
Tim Gegana Polda Jatim dan Polres Geledah Rumah Terduga Teroris






surya online, lamongan – setelah tiga  hari sebelumnya terduga teroris, ramuji (28) asal desa kandangsemangkon kecamatan paciran ditangkap densus 88 anti teror.
giliran tim gegana polda jatim menggeledah rumah terduga dan rumah orang tuanya yang bersebelahan rumah ramuji, kamis (15/5/2014).
penggeledahan tim gegana polda jatim ini  dibantu dari anggota polres lamongan, anggota resmob dan satu dalmas dilibatkan.
dalam penggeledahan sekitar pukul  10.
00 wib, baik di rumah terduga maupun di rumah orang tuanya, petugas belum menemukan barang – barang yang ada kaitannya dengan sepak terjang ramuji yang masih satu jaringan dengan santoso dan eka di poso sulawesi tengah.
belum didapati informasinya, benda apa yang menjadi sasaran penggeledahan oleh tim gegana polda jatim ini.
diperkirakan, terduga menyimpan bahan peledak, sesuai dengan rencananya untuk melakukan bom bunuh diri saat pilpres nanti.
sumber surya menyebutkan, barang yang dalam pencarian saat penggeledahan itu dikatakan dalam jerigen warna merah.
namun kenyataannya, hingga berita ini dikirim polisi tidak menemukan benda yang  dimaksud.
”yang dicari itu jerigen warna merah,”kata sumber surya.
di rumah itu, petugas mengamankan dua orang perempuan bercadar kain warna hitam dan seorang laki – laki bernama sholeh yang diketahui kakak kandung ramuji.
sementara  dua  perempuan bercadar itu salah  satunya adalah nenden sugiartini (29) istri ramuji.
ketiganya kemudian digiring ke polsek paciran untuk dimintai keteranganberbagai hal yang mereka bertiga ketahui tentang ramuji.
upaya mencari barang yang menjadi sasaran polisi  dilakukan dengan meneliti di semua sudut rumah ramuji dan orang tuanya tetap tidak ditemukan apapun.
suasana di desa kandangsemangkon siang tadi sempat  membuat masyarakat  ikut tegang dengan datangnya anggota polisi tim gegana polda jatim dan polres lamongan.
  masyarakat sekitar sempat terkejut ketika puluhan polisi menuju rumah terduga dan melakukan penggeledahan.
sebab  masyarakat  kandangsemangkon tidak banyak  yang mendengar kalau ramuji ditangkap densus 88 karena keterlibatannya dalam jaringan teroris yang juga merencanakan bom bunuh diri saat pilpres juli nanti.
warga di lingkungan kandangsemangkon  bahkan tak percaya kalau ramuji ternyata seorang teroris.
  terduga hanyalah laki – laki yang bekerja sebagai nelayan.
“keluarganya itu tertutup dan tidak banyak berhubungan serta komunikasi dengan tetangga,’ungkap dewi (42) tetangga terduga.
kapolsek paciran akp ilham dikonfirmasi surya, kamis (15/05/2014) membenarkan tiga keluarga ramuji sedang dimintai keterangan di polsek paciran.
namu ilham tidak mengetahui sejauh mana hasil pemeriksaannya, sebab penyidiknya  dari mabes polri.
”yang mintai keterangan itu orang pusat.
dan mereka hanya dimintai keterangan, setelah pemeriksaan  langsung dipulangkan ke rumahnya,”ungkap ilham.





baca juga



densus 88 tangkap teroris paciran





penulis: hanif manshuri

editor: satwika rumeksa






tweet

Source from: surabaya[dot]tribunews[dot]com

Minggu, 09 Februari 2014

Perangkat Desa Diminta Waspada Ancaman Teroris




Perangkat Desa Diminta Waspada Ancaman Teroris
Perangkat Desa Diminta Waspada Ancaman Teroris






surya online, surabaya - isu teroris kembali mengemuka menjelang pemilu 2014.
karena itu pihak kepolisian meminta peran serta masyarakat.
polda jatim telah memberi atensi terhadap ancaman teroris di jawa timur menjelang pemilu.

apalagi beberapa waktu lalu ada sejumlah terduga teroris di jatim yang ditangkap densus 88.
yang terbaru, penangkapan dua orang terduga teroris di surabaya.
kapolrestabes surabaya kombes pol setija junianta mengatakan, tidak menutup kemungkinan adanya ancaman teroris.
"memang sulit menyatakan apakah masih ada atau tidak keberadaan teroris di surabaya, namun kita semua harus mengantisipasi semua kemungkinan itu," kata setija, minggu (9/2/2014).
setija mengatakan untuk mengantisipasi itu dibutuhkan peran serta masyarakat, untuk turut aktif menjaga keamanan.
apalagi pergerakan teroris sulit diprediksi.
"kami minta perangkat desa, rt, rw, kelurahan, untuk turut mewaspadai ancaman ini," kata setija.

setija berharap agar perangkat desa bisa mendata setiap ada warga pendatang di daerah mereka.
"biasanya teroris itu ngekos atau ngontrak, kami harap agar setiap ada pendatang baru, perangkat desa bisa mendatanya," kata mantan kapolres sidoarjo itu.
menurut setija, pihaknya telah menempatkan dua hingga tiga anggota di setiap kelurahan, untuk berinteraksi dengan warga dan bekerja sama dengan aparat desa.
"tergantung wilayahnya, kalau luas kami tempatkan tiga anggota.
ini untuk mendeteksi dini adanya kemungkinan ancaman teroris," kata setija.
selain itu menurut setija, pihaknya juga terus berkoordinasi dengan mabes polri.
berdasarkan informasi jaringan dua teroris yang tertangkap di kenjeran beberapa waktu lalu masih ada.

polisi telah memetakan wilayah-wilayah di surabaya yang rawan pergerakan teroris.



terkait    #teroris, setija junianta

baca juga



kapolrestabes: intensifkan patroli di tempat-tempat rawan


patroli bulan ramadhan, polisi dihimbau bunyikan alarm selama dua detik


kapolrestabes atur lalu lintas di simpul-simpul kemacetan surabaya


setija: kegiatan sosial jangan hanya saat ulang tahun saja


setija junianta evaluasi kinerja pimpinan di lingkungan polrestabes surabaya





penulis: haorrahman

editor: heru pramono






tweet

Source from: surabaya[dot]tribunews[dot]com

Kamis, 23 Januari 2014

Rumah Terduga Teroris Sudah Dibuka




Rumah Terduga Teroris Sudah Dibuka
Rumah Terduga Teroris Sudah Dibuka






surya online, surabaya - rumah tersangka teroris, abdul majid, di jalan tanah merah sayur i/17, kini bisa dihuni lagi oleh keluarga majid.
sebelumnya, sejak penangkapan majid oleh densus 88 dan polda jatim, senin (20/1/2014), rumah berlantai dua tersebut dipasang police line.
tak seorang pun  boleh masuk ke rumah tersebut.

bahkan sebelumnya, keluarga majid kesulitan untuk masuk ke rumah tersebut meskipun hanya sekadar untuk mengambil barang-barangnya.

sejak rabu (22/1/2014), rumah tersebut resmi dikembalikan ke pemiliknya.
polres pelabuhan tanjung perak membuka police line dan mempersilahkan pemilik rumah untuk menempati rumah tersebut kembali.

”kami sudah minta izin ke polda jatim, dan rumah tersebut kami serahkan ke pemiliknya,” kata kasubag humas polres pelabuhan tanjung perak akp lily djafar.

rumah tersebut diberikan pada agus, pemilik sekaligus kakak kandung majid, rabu (22/1/2014) petang.
menurut lily, sebelumnya pemilik rumah berharap agar rumah tersebut segera ditempati.

sementara agus mengaku bersykur bisa kembali menempati rumah tersebut.
sebelumnya selama dua hari, agus bersama keluarganya mengungsi di rumah kerabatnya.

”baguslah sekarang saya bisa bekerja lagi, saya memang berharap agar bisa segera menempati rumah ini kembali,” kata agus.

mengenai adiknya, agus sama sekali tidak menyangka jika adiknya diduga teroris.
menurut agus, adiknya sama sekali tidak menunjukkan sikap yang aneh-aneh.

”adik saya itu tidak neko-neko, dia biasa saja sama seperti orang lain.
dia pun juga akrab dengan tetangga,” tambah agus.



terkait    #rumah terduga teroris sudah dibuka, surabaya

berita terkait: densus gerebek rumah di kedung cowek



uang kakak majid ikut disita


polisi dalami keterkaitan pengeboman di malang dan tulungagung


hari ini jadwal terduga teroris melakukan pengeboman


dua regu polisi disiagakan di rumah teroris


keluarga terduga teroris mengungsi di kerabatnya





penulis: haorrahman

editor: parmin






tweet

Source from: surabaya[dot]tribunews[dot]com

Rabu, 24 Juli 2013

Sebar Foto Teroris









surya online, mojokerto - kaburnya empat tahanan kasus terorisme dari lembaga pemasyarakat (lp) tanjung gusta, medan, memantik petugas polresta mojokerto menyebar foto wajah terduga teroris, selasa (23/7/2013).

keempat tahanan yang masuk dalam daftar pencarian orang (dpo) tersebut adalah abdul gani siregar, nibras alias arab alias amir alias wawan, fadli sadama alias can alias zaid alias fernando alias buyung alias ade, dan agus sunyoto alias syafarudin
penempelan foto dipimpin kapolresta mojokerto akbp wiji suwartini didampingi kasat sat sabhara akp eko adi wibowo.
"semua harus meningkatkan kewaspadaan karena terorisme bisa terjadi dimana-mana.
mari sama-sama waspada," kata kapolres wiji.

penempelan foto dilakukan di stasiun ka mojokerto, alun-alun hingga masjid agung.
tak hanya itu, toko emas dan kantor perbankan juga ditempeli.

"untuk meminimalisasi pergerakan terorisme, kita juga melakukan operasi patuh, sikat dan curat," katanya.

polresta mojokerto selanjutnya akan memperketat keamanan.
termasuk makin menyiagakan personil.
pos pengamanan yang ada akan lebih dimaksimalkan serta peningkatan patroli ke obyek vital terutama jelang hari raya idul fitri.


Source from: surabaya[dot]tribunews[dot]com

Selasa, 23 Juli 2013

Antisipasi Teroris, Polda Perintahkan Tingkatkan Patroli









surya online, surabaya – pascapenangkapan teroris di tulungagung, polda jatim memerintahkan semua jajaran untuk lebih meningkatkan pengamanan di wilayah masing-masing.
antisipasi teroris, polda perintahkan tingkatkan patrolibentuknya, dengan meningkatkan intensitas patroli.
“sebagaimana perintah kapolda, semua polres jajaran memang diminta untuk lebih meningkatkan patroli di wilayahnya masing-masing,” jawab kabid humas polda jatim kombes pol awi setiyono, selasa (23/7/2013).
apalagi, dari identifikasi terkait perkara tersebut, diketahui bahwa komplotan teroris yang dilumpuhkan di tulungagung tersebut punya target sasaran terror di jawa timur.
karena itulah, polisi terus berupaya mengantisipasi dengan menggelar patrol untuk mempersempit ruang gerak teroris.
“patroli di semua lini.
termasuk di kawasan permukiman, obyek vital dan sebagainya untuk menekan ruang gerak pelaku kejahatan.
apalagi, bertepatan dengan puasa dan menjelang lebaran,” sambung mantan wadirlantas polda jatim tersebut.
seperti diketahui, senin pagi kemarin, densus 88 meringkus empat orang terduga teroris di jl pahlawan tulungagung.
dari penangkapan itu, dua orang tewas ditembus peluru petugas bernama dayat dan rizal asal medan.
sedangkan dua pelaku lain asal tulungagung, mugi hartanto dan sapari ditangkap dalam keadaan hidup.


Source from: surabaya[dot]tribunews[dot]com

Sabtu, 15 Juni 2013

Polda Jatim Akan Minta Kembali Peralatan Penanganan Teroris








surabaya - polda jatim bakal menarik atau meminta kembali peralatan penanganan teroris yang dulu dimiliki polda jatim dan telah ditarik ke mabes polri.
hal ini disampaikan kapolda jatim irjend pol unggung cahyono.
menurutnya, penarikan perlengkapan dari mabes polri bakal dilakukan dalam waktu dekat ini.
"selain masalah bbm, pengamanan pilgub dan korupsi, kita juga serius dalam mengantisipasi masalah teroris," ujar unggung.
menurutnya, langkah pertama dalam penanganan antisipasi teroris di jawa timur bakal diawani dengan maping.
mulai dari maping lokasi, hingga pendeteksian dugaan orang yang terlibat.
kemudian, unggung berencana meminta kembali peralatan penanganan teroris yang dulu dimiliki polda jatim.
"akan kita minta lagi peralatan yang ditarik oleh mabes polri," sambung mantan kakor brimob polri ini.
sebelumnya, polda jatim memiliki berbagai peralatan penanganan teroris saat di polda jatim juga ada densus 88.
namun, setelah densus 88 hanya difokuskan di mabes polri, peralatannya pun ditarik.
sayangnya, kapolda enggan menjelaskan peralatan itu berjenis apa saja dan berapa jumlahnya.
alasannya, hal itu bersifat sangat teknis.

Source from: surya[dot]tribunews[dot]com

Jumat, 07 Juni 2013

Anak Mantan Teroris Pun Aset Masa Depan Untuk Deradikalisasi








surabaya - direktur eksekutif yayasan prasasti perdamaian, noor huda ismail juga mendesak pemerintah merangkul para keluarga teroris.
noor huda menyebut ada ribuan anak mujahid dan mantan teroris.
kalau dirangkul, mereka ini bisa menjadi aset masa depan untuk deradikalisasi.
  "kita harus membuka cakrawala berpikir para mujahid dan mantan teroris ini agar menerima kehadiran dunia luar.
dan begitu sudah terbuka, pemerintah dan masyarakat harus menerima mereka," kata noor huda.
pengamat terorisme, mardigu wowiek prasantyo, menyebut program deradikalisasi yang dilakukan badan nasional pemberantasan terorisme (bnpt) belum sampai menyentuh ke aspek ideologi.
padahal, ini yang sangat esensial.
"menurut saya, masih ada celah di sisi undang-undang kita, yang bisa membuat gerakan radikal berkembang," kata staf pengajar di lembaga intelijen nasional sandi yudha ini.
mardigu mengatakan, ada tiga hal yang secara tidak langsung membuat gerakan radikal berkembang di indonesia, namun masih diperbolehkan oleh pemerintah.
ketiga hal tersebut adalah : memberikan ceramah yang berpotensi mengundang kebencian, melakukan latihan perang ala militer, dan berperang di daerah lain dengan membawa nama agama atau golongan, seperti yang terjadi di poso beberapa tahun silam.
"semua negara yang berhasil menekan gerakan radikal di dalam wilayah mereka, tidak ada yang memperbolehkan ketiga hal tersebut," tukas mardigu.
(idl/ab/dim/ant)
Source from: surya[dot]tribunews[dot]com

Menag dan PBNU Ajak Rangkul Keluarga Teroris




Menag dan PBNU Ajak Rangkul Keluarga Teroris
Menag dan PBNU Ajak Rangkul Keluarga Teroris





surabaya - menteri agama suryadharma ali dan ketua umum pengurus besar nahdlatul ulama (pbnu) kh said aqil siradj sepakat bahwa memberantas terorisme di indonesia sebaiknya tidak melulu menggunakan cara-cara represif.
suryadharma mengatakan, sebaiknya aparat keamanan menggunakan cara yang efektif seperti dialog dan merangkul pihak-pihak maupun keluarga yang memiliki paham radikal.
 sementara said aqil mengatakan penanganan yang dilakukan aparatur pemerintah terhadap teroris selama ini cenderung reaksioner.
seharusnya pemerintah lebih mengedepankan pendekatan dengan memberikan pemahaman yang benar.
"semua langkah harus ditempuh.
langkah (represif) yang sekarang kalau memang diperlukan seperti itu, ya silakan saja.
tetapi lebih efektif itu kan dialog," ujar suryadharma, kamis (6/6/2013).
dia menilai, terorisme dan radikalisme masih mengancam negeri ini.
untuk menanggulangi atau mencegahnya, diperlukan kerjasama berbagai pihak, termasuk masyarakat.
 "jika ada yang dicurigai menyimpang, sebaiknya mereka segera dirangkul untuk diluruskan," lanjutnya.
(idl/ab/dim/ant)
Source from: surya[dot]tribunews[dot]com

Kamis, 06 Juni 2013

Anak-Anak Mantan Teroris Pun Miliki Hak Yang Sama




Anak-Anak Mantan Teroris Pun Miliki Hak Yang Sama
Anak-Anak Mantan Teroris Pun Miliki Hak Yang Sama





surabaya - anak-anak tetaplah anak-anak.
meskipun mereka anak mantan teroris, mereka memiliki hak yang sama dengan anak-anak lain.
yang salah kan orang tuanya, bukan anak-anak ini.
pemerintah seharusnya memerhatikan kondisi psikologis anak-anak ini agar tidak meniru atau dendam dengan apa yang mereka tonton.
saya melihat, selama ini yang berusaha keras memulihkan atau menata psikologis anak-anak ini baru sebatas keluarga.
pemerintah absen dalam hal ini.
padahal, para orang tua ini butuh dukungan.
sebenarnya mereka bisa membantu pemerintah untuk mengurangi ancaman teror.
ada ribuan anak mujahid dan mantan teroris.
kalau dirangkul, mereka ini bisa menjadi aset masa depan untuk deradikalisasi.
saya khawatir, sebagian dari kita memperlakukan mereka layaknya anak-anak pki yang dicap sampai tujuh turunan karena orang tua mereka.
kalau kondisinya seperti itu, rekonsiliasi dan deradikalisasi sulit terwujud.
kita harus membuka cakrawala berpikir para mujahid dan mantan teroris ini agar menerima kehadiran dunia luar.
begitu sudah terbuka, pemerintah dan masyarakat harus menerima mereka.
(idl)
Source from: surya[dot]tribunews[dot]com

Kamis, 23 Mei 2013

Polri Kembali Tangkap Dua Terduga Teroris




Polri Kembali Tangkap Dua Terduga Teroris
Polri Kembali Tangkap Dua Terduga Teroris





jakarta - tim detasemen khusus (88) antiteror polri kembali menangkap dua terduga teroris pada rabu (22/5/2013) sekitar pukul 20.
30 wib di daerah tanjung priok, jakarta utara.
    "telah dilakukan penangkapan terhadap terduga teroris atas nama sigit dan rohadi," kata kepala biro penerangan masyarakat (karo penmas) divisi hubungan masyarakat (humas) polri, brigjen pol boy rafli amar di jakarta, kamis (23/5/2013).
   sigit masuk dalam daftar pencarian orang (dpo) yang diduga merencanakan pengeboman kedutaan besar myanmar di jakarta, kata brigjen boy.
   "sedangkan rohadi ditangkap tadi pagi sekitar pukul 02.
40 wib di rumahnya di jalan ir sutami mauk timur tangerang," kata boy.
    setelah dilakukan penggeledahan rumah rohadi oleh tim penjinak bom (jibom)dan ditemukan barang bukti  berupa pupuk kurang lebih satu kilogram, belerang, black powder, glue gun, kabel, bubuk korek api,  pipa besi berdiameter 1,5 inchi, katanya.
    "selanjutnya barang bukti diamankan oleh jibom dan  saat ini terhadap para tersangka masih dilakukan pemeriksaan," kata brigjen boy.

Source from: surya[dot]tribunews[dot]com

Selasa, 14 Mei 2013

Kodim 0818 : Batu Aman dari Teroris








batu - kodim 0818 letkol infanteri a solihin mengungkapakan, kondisi kota batu hingga hari ini aman dari teroris.
seperti diketahui pemberitaan mengenai kembalinya teroris di beberapa daerah membuat semua daerah waspada agar tidak dijadikan tempat persembunyian.
"tidak ada indikasi teroris sembunyi di sini.
walaupun malang raya (batu-kota malang-kabupaten malang) sebagai lintasan banyak orang (wisatawan-mahasiswa)," ujar letkol a solihin usai menghadiri pelantikan pejabat di pemkot batu, selasa (14/5/2013).
ia menambahkan, mengapa aman? karena masyarakat sudah tahu dan pintar.
ada sedikit kejadian mereka melapor.
anggota kodim juga aktif menjalankan tugasnya, seperti intel maupun babinsa, begitu juga babinkamtibmas.
"jadi sulit mereka ke sembunyi di sini," katanya.
kendati demikian, semua tempat berpotensi sebagai tempat sembunyi.
"kami mengantisipasi terus.
antisipasi itu kami lakukan dengan polri setiap saat.
contoh, babinsa kan di desa dan setiap hari ketemu dengan masayarakat.
tentunya, dengan komunikasi itu, masyarakat memberikan informasi," katanya.
"tamu harus wajib lapor bagi yang bermalam di rumah penduduk.
batu aman, tapi kami tidak mengentengkan.
kalau mengentengkan, nanti kami lengah," katanya.
batu memang pernah punya sejarah sebagai tempat sembunyi teroris azhari.
"boleh kita jadikan pengalaman.
tapi jangan sampai terulang kembali.
dulu terjadi karena belum gencar, masayarakat sendiri masih awam.
dengan beberapa kejadian, sekarang masyarakat sudah mulai tahu," sambungnya.
"harapan saya kepada masyarakat untuk membantu memonitoring, kalau ada orang tak dikenal harus waspada," pungkasnya.

Source from: surya[dot]tribunews[dot]com

Jumat, 03 Mei 2013

Ada Lima Bom di Dalam Tas Ransel Milik Terduga Teroris








jakarta - lima bom ditemukan di dalam tas ransel yang dibawa dua tersangka teroris yang ditangkap di daerah benhil, jakarta pusat.
namun, kepolisian negara ri belum dapat memastikan kelima bom itu mau dibawa ke mana.
hal itu diungkapkan kepala biro penerangan masyarakat polri brigadir jenderal boy rafli amar di jakarta, jumat (3/5/2013).
"di dalam tas ransel ditemukan lima bom pipa," kata boy.
dua tersangka yang ditangkap adalah sefa riano dan achmad taufiq alias ovi.
kedua tersangka itu disergap saat mengendarai sepeda motor kamis malam sekitar pukul 21.
30.
boy belum dapat memastikan ke mana kelima bom itu mau dibawa.
"belum dapat dipastikan di titik mana," tuturnya.
selain 5 bom aktif, lanjut boy, aparat kepolisian juga menemukan baju di ransel yang lain.
polisi masih mendalami bahan peledak dan rangkaian bom pipa tersebut.

Source from: surya[dot]tribunews[dot]com