Halaman

Tampilkan postingan dengan label Balai. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Balai. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 18 Mei 2013

Dampak Pilkades, Balai Desa Disegel








jember - dampak pilkades terus saja terjadi di jember.
salah satunya seperti yang terjadi di desa tutul kecamatan balung.
balai desa setempat disegel oleh warga yang calonnya kalah memakai bambu.
jalan masuk dipalang kayu dan di sekitar balai desa masih dikerumuni warga.
bahkan usai pilkades selasa (14/5/2013) lalu, panitia pilkades dan bpd tutul terpaksa menyelamatkan diri ke mapolres jember karena rumah mereka didatangi massa calon yang kalah.
lima calon kades yang kalah hari ini juga mendatangi mapolres jember.
mereka hendak melaporkan indikasi kecurangan dalam pilkades tersebut.
"tetapi saya arahkan kalau hendak menempuh jalur hukum terkait pilkades, sebaiknya langsung ke pengadilan bukan kepolisian.
apalagi ini terkait pelaksanaan pilkadesnya," ujar kepala bagian operasional polres jember kompol imam pauji yang menerima mereka.
setelah berdialog dengan pihak polres, para calon kades yang kalah itu mendatangi bagian pemerintahan desa pemkab jember.
mereka mengadukan adanya selisih antara surat suara dengan jumlah pemilih.
selama tiga kali penghitungan tetap ada selisih.
jumlah pemilih mencapai 5.
300-an, namun jumlah surat suara mencapai 6.
000-an.
 karena merasa ada kecurangan, akhirnya para calon kades yang kalah melapor ke sejumlah pihak.

Source from: surya[dot]tribunews[dot]com

Senin, 22 April 2013

Warga Jrebeng Segel Balai Desa








gresik - warga desa jrebeng kecamatan dukun pendukung soeyanto, calon kades yang dikalahkan sujai, akhirnya menyegel balai desa mereka, minggu (21/4/2013) menyusul dilantiknya sujai, sebagai kepala desa oleh bupati gresik sambari halim radianto beberapa waktu lalu.
aksi penyegelan, bahkan sejumlah warga hendak menyerang panitia pilkades, tersebut bermula ketika panitia pilkades mengundang warga ke balai desa untuk meminta maaf, sekaligus mengakui adanya pelanggaran dan kecurangan dalam proses pilkades tersebut beberapa waktu lalu.
"panitia mengakui adanya kecurangan dan pelanggaran, dalam proses pilkades kemarin.
selanjutnya panitia memohon maaf kepada masyarakat," ujar abdullah ja'far ketua panitia pilkades.
namun belum selesai jakfar bicara, warga sepakat menolak permintaan maaf panitia hingga akhirnya terjadi kerusuhan di balai desa.
karena situasi dirasa genting, jakfar dan ahmad fauzi, keduanya panitia pilkades, terpaksa dievakuasi ke mapolsek dukun.
soeyanto, mengatakan aksi ini terjadi, sebagai luapan kekecewaan masyarakat selama ini terhadap kecurangan pilkades.
apalagi pemkab malah bertindak sewenang-wenang, dengan mengabaikan proses hukum atas pilkades tersebut.
"terbukti bupati gresik tetap melantik sujai, padahal kasusnya  masih proses di pengadilan dan belum ada penyelesaian," ujar soeyanto.
soeyanto mengingatkan, bupati gresik harus bertanggung jawab dengan kasus ini.
"caranya, turun langsung menyelesaikan masalah ini sebelum konflik semakin melebar," ujar pengacara ini.

Source from: surya[dot]tribunews[dot]com