Halaman

Tampilkan postingan dengan label Kapolres. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kapolres. Tampilkan semua postingan

Senin, 14 Juli 2014

Kapolres Pimpin Patroli Jalan Kaki Sidak Toko Mas




Kapolres Pimpin Patroli Jalan Kaki Sidak Toko Mas
Kapolres Pimpin Patroli Jalan Kaki Sidak Toko Mas






surya online, kediri-kapolres kediri akbp budhi herdi susianto memimpin patroli jalan kaki mengamankan kawasan pertokoan mas yang ada di kota kediri.
sidak dilakukan di jl sriwijaya, jl dhoho dan jl cokroaminoto yang merupakan sentra pertokoan mas, senin (14/7/2014).
patroli ini diikuti sejumlah perwira dan tim patroli dengan mendatangi toko mas.
selain menanyakan sarana pengamanan yang dimiliki toko mas, kapolres juga memberikan nomer call center untuk menghubungi polisi jika menghadapi gangguan keamanan.
malahan pemilik toko mas diminta mencoba langsung nomer call center apakah diterima dengan baik petugas piket.
pemilik toko mas yang mencoba nome call center mengaku dapat menghubungi petugas piket.
"menjelang lebaran tingkat kerawanan memang meningkat sehingga kami giatkan patroli di pertokoan mas.
apalagi di tempat lain ada kejadian perampokan toko mas," ungkap akbp budhi herdi.
dari hasil pengecekan, hampir semua toko mas telah melengkapi dengan peralatan pengaman seperti teralis di kaca etalase, kamera cctv dan alaram tanda bahaya.
"sudah sekitar 90 persen pertokoan mas di kota kediri memiliki pengamanan yang memadai," ungkapnya.
sedangkan toko mas di luar kota dan daerah perbatasan disiapkan patroli rutin dan petugas yang berjaga stasioner.
"kami siapkan pengamanan di daerah perbatasan dan daerah terpencil," ungkapnya.
sementara  harto wijoyo, pemilik toko mas damai menyambut positif peningkatan pengamanan pertokoan mas oleh petugas keamanan.
"kalau patrolinya lebih intensif dan intens, pelaku kejahatan akan berpikir ulang melakukan aksinya," ungkapnya.
harto menyebutkan, sebagian besar pertokoan mas di kota kediri telah melengkapi pengamanan standar seperti teralis di kaca etalase, alaram dan kamera cctv yang merekam selama 24 jam.





baca juga



waspadai perampokan toko emas saat lebaran





penulis: didik mashudi

editor: satwika rumeksa






tweet

Source from: surabaya[dot]tribunews[dot]com

Kamis, 01 Agustus 2013

Sidak Kapolres Temukan Bantalan Rel Tanpa Pengait









surya online, kediri - inspeksi mendadak (sidak) kapolres kediri akbp dheny dariady,sik menemukan puluhan titik bantalan rel ka yang tanpa dilengkapi baut pengait.
padahal sidak itu hanya dilakukan pada radius sekitar 2 km.
"dalam jarak sekitar dua kilometer saja kami menemukan 51 bantalan rel ka yang tidak ada pengaitnya.
kalau rel tanpa ada pengait tentunya sangat rawan," ungkap akbp dheny dariady kepada sejumlah wartawan, kamis (1/8/2013).
dijelaskan kapolres kediri, sidak rel ka dilakukan di desa tanon dan desa muneng, kecamatan purwoasri, kabupaten kediri.
"semula kami hanya ingin mengecek perlintasan tanpa palang pintu yang banyak tersebar di wilayah purwoasri dan papar," ujarnya.
hanya saja kapolres mengaku tertarik begitu mengamati banyak bantalan rel dari kayu yang sudah lapuk.
terlebih setelah diamati lebih detail lagi secara cermat ternyata banyak pengait dan baut rel yang hilang.
"kami tidak tahu apakah sejak awal memang tidak ada pengaitnya atau pengait dan bautnya hilang sengaja dicuri," jelasnya.
keberadaan baut dan pengait rel ka tersebut sangat penting karena menentukan keamanan laju ka.
jika tidak ada pengaitnya rel ka terancam mengalami kerenggangan sehingga rangkaian gerbong ka rawan anjlok.
menyusul hasil temuan itu, kapolres mengaku sudah melaporkan kepada pihak daerah operasional (daops) 7 madiun yang membawahi pemeliharaan perlintasan rel ka di wilayah kediri.
"mudah-mudahan bantalan rel ka yang baut dan pengaitnya yang hilang segera diperbaiki," ungkapnya.
selain itu bantalan rel yang kayunya sudah lapuk segera diganti dengan kayu yang baru.
pihaknya perlu mengingatkan karena faktor keamanan menjadi salah satu kunci keamanan perjalanan mudik lebaran.
"kasus rangkaian gerbong yang anjlok salah satu penyebabnya rel tidak ada pengaitnya," jelasnya.


Source from: surabaya[dot]tribunews[dot]com

Kamis, 25 Juli 2013

Kapolres Tinjau Kesiapan Idul Fitri









surya online, malang - dengan mengendarai motor patroli, kapolres malang kota, akbp totok suharyanto melihat kesiapan penjagaan menjelang idul fitri, seperti pos pengamanan dan pusat-pusat perbelanjaan, rabu (24/7/2013.
menurut totok, menghadapai lebaran ada 14 pos yang didirikan.
terdiri dari tujuh pos pengamanan, enam pos pantau dan satu pos pelayanan.
"pos-pos tersebut kami dirikan untuk memastikan keamanan dan kelancaran masyarakat, dalam merayakan lebaran," terangnya.
polisi juga menyiapkan 290 personil, termasuk personil dalmas sabhara yang disiapkan di markas sewaktu-waktu bisa diturunkan.
sementara 80 orang personil reguler tetap bekerja seperti jadwal biasanya.
mereka melakukan patroli rutin yang sudah menjadi kegiatan sehari-hari.
"ada personil yang melakukan patroli rutin, dan ada tambahan personil untuk patroli,” tambahnya.
sementara saat masa lebaran, fokus penjagaan dan patroli di perumahan warga yang ditingga mudik.
namun patroli akan selalu diacak agar tidak mudah ditebak oleh para pelaku kejahatan.
“jangan sampai penjahat bisa menebak pola patroli kami,” tambahnya.
di sela-sela patroli, kapolres menyempatkan diri mampir ke kantor redaksi harian surya malang.
totok diterima oleh dua redaktur, eko nurcahyo dan hesti kristanti.
dalam kunjungan santai ini, kapolres membuka diri untuk dikritik.
“ada kritik kepada kami?” katanya.
hesti mengatakan, jika selama ini kerja sama dengan polres malang kota sudah berjalan baik.
setiap informasi yang dibutuhkan dari polres bisa diperoleh lewat kasubag humas.
“selama ini kami juga selalu berkomunikasi lewat pak dwiko (kasubah humas),” katanya.
pertemuan tersebut kemudian dilanjutkan dengan diskusi ringan terkait keamanan kota malang.
totok juga mengungkapkan strategi pengamanan, yang tidak bisa diungkapkan ke publik.
"kalau diungkapkan ke publik, maka pelaku kejahatan akan mudah mengantisipasi.
makanya ini konteksnya diskusi,” pungkasnya.


Source from: surabaya[dot]tribunews[dot]com

Kamis, 27 Juni 2013

Kapolres Magetan : Kasus RSUD Sudah Penyidikan








magetan-kasus pembangunan instalasi rawat inap (irna) iii rsud dr sayidiman kabupaten magetan akhirnya menemukan titik terang, setelah mandeg selama lebih dua tahun.
kapolres magetan akbp riky haznul sejak rabu (17/6/2013) kemarin sudah meningkatkan proses perjalanan kasus itu dari penelitian (lit) menjadi penyidikan (dik).
artinya, kasus itu sudah resmi ada penetapan tersangka (tsk) sebagai penanggungjawab pembangunan proyek senilai rp 1,3 miliar ini.
"kasus pembangunan irna iii rsud dr sayidiman yang pernah mandeg lama itu sekarang sudah tahap dik (penyidikan), sudah tidak lagi penelitian, jangan salah,"ujar kapolres riky haznul kepada surya, kamis (27/6/2013).
status dik, kata mantan jebolan penyidik kpk ini, sudah ditetapkan rabu (17/6/2013) kemarin.
dalam kasus itu, sudah jelas indikasi penyimpangannya dan itu sudah bisa dilihat dari awal pelaksanaannya.
"proyek itu sejak awal sudah salah dan itu total lose (salah total).
masak perencana merangkap pelaksana.
jadi spesifikasi dia yang menentukan.
itu tdak bisa begitu,"kata kapolres riky.
karena peningkatan status itu, lanjut riky, sudah ada sejumlah tersangka (tsk) yang dimintai pertanggungjawabannya atas dugaan penyimpangan pembangunan ruang irna iii itu.
"untuk nama-nama yang saat ini sudah ditetapkan sebagai tsk saya kurang hafal, yang hafal kasat reskrim dan beliau masih di surabaya.
tapi yang pasti ada tiga orang tsk kasus irna iii itu,"kata mantan anggota reskrim polda metro jaya ini.
sampai saat ini, karena bangunan irna iii itu sudah jadi, antara polisi dan bpk serta bpkp masih harus menyamakan persepsi agar tidak terjadi beda pendapat.
"kita masih nunggu bpk dan bpkp.
mereka kan lembaga resmi yang melakukan kalkulasi, jadi kita harus menyamakan pendapat dulu,"kata kapolres riky.
seperti diberitakan, kasus pembangunan irna iii rsud dr sayidiman yang berbiaya sebesar rp 1,3 miliar itu dilaporkan sarat dengan dugaan penyimpangan.
kasus dugaan korupsi dalam pembangunan ruang yang saat ini digunakan untuk operasi itu sudah dilakukan penelitian oleh satuan reserse kriminal (sat reskrim) polres magetan sejak 2011 lalu, namun selama ini tidak ada perkembangan.
menurut kasat reskrim akp wasno, kasus ini menunggu tim ahli dari universitas negeri solo (uns).
namun kata menunggu tim ahli ini seperti tak berujung, sehingga masyarakat dan aktivis di kabupaten magetan sempat berburuk sangka, kasus pembangunan irna iii ini sudah di sp3-kan (surat perintah penghentian penyelidikan).
pasalnya, kapolres magetan agus santosa sebelumnya pernah memeriksa empat pejabat di rsud dr sayidiman kabupaten magetan.
keempat orang pejabat rsud dr sayidiman yang diperiksa yaitu, plt dirut ehud alawy, pengawas proyek mantan dirut rsud setempat kun prastistio, panitia pelaksana teknik kegiatan (pptk) palupi, dan rohmat.
pemeriksaan ke-empat pejabat di rsud kabupaten magetan itu karena, sejak awal pembangunan gedung irna iii itu ditengarai sarat dengan kkn.
pasalnya, pelaksana yang mengerjakan proyek gedung senilai rp 1,3 miliar itu orang lain, bukan pemenang tender yang merangkap sebagai perencana.
akibatnya, pelaksanaan proyek gedung itu diduga tidak se?suai dengan rancangan anggaran bangunan (rab).
polisi menjerat pimpinan rsud karena ditengarai ada pengurangan spesifikasi material bangunan dan penggelembungan harga, serta ada kerjasama antara panitia pembangunan dari pihak pengguna dan pelaksana.
sementara kepala seksi pidana khusus kejaksaan negeri (kasi pidsus kejari) magetan iwan winarso hingga hari ini belum menerima surat perintah dimulainya penyidikan (spdp) dari kepolisian terkait kasus pembangunan irna iii rsud dr sayidiman ini.
"kalau sudah penyidikan (dik) mestinya spdp-nya sudah dikirim ke kejaksaan.
ini kami belum pernah terima.
apa mungkin masih belum dikirim,"kata iwan winarso kepada surya, kamis (27/6/2013).
  
Source from: surya[dot]tribunews[dot]com

Sabtu, 08 Juni 2013

Kapolda Jatim Geser ke Mabes, Kapolres Tanjung Perak ke Madiun








surabaya - mutasi di tubuh polri kembali bergulir.
kali ini kapolri jenderal timur pradopo mengeluarkan surat telegram berisi mutasi sejumlah perwira tinggi (pati) dan perwira menengah (pamen).
sejumlah kapolda terangkut gerbong mutasi.
termasuk kapolda jatim irjen pol hadiatmoko yang bergeser menjadi pati di mabes polri.
posisinya digantikan irjen pol unggung cahyono yang sebelumnya menjabat kakor brimob polri.
informasi yang berhasil dihimpun, unggung cahyono sendiri bukan orang baru di jawa timur.
sebelumnya, dia juga pernah menjabat sebagai kapolres sidoarjo dan kapolres malang.
selain hadiatmoko, ada sembilan kapolda lain yang juga terkena mutasi.
diantaranya kapolda jambi, kapolda jabar, kapolda sumut, kapolda riau, kapolda jateng, kapolda sulsel, kapolda kepri, kapolda kaltim, dan kapolda sulut.
selain itu gerbong mutasi kali ini juga mengangkut mantan kapolwiltabes surabaya brigjen pol ronny frengki sompie yang sebelumnya menjabat karo wassidik bareskrim polri berpindah tugas menjadi kadiv humas mabes polri menggantikan irjen pol suhardi alius yang memangku jabatan baru sebagai kapolda jabar.
di sisi lain, sejumlah kapolres di jawa timur juga terbawa arus mutasi.
diantaranya, kapolres pelabuhan tanjung perak surabaya akbp anom wibowo berpindah tugas menjadi kapolres madiun kota, menggantikan akbp ucu kuspriadi.
sedangkan akbp ucu supriadi bergeser menjadi kapolres tuban.
sementara kapolres tanjung perak dijabat oleh akbp aries syahbudin yang sebelumnya menjabat kabag biopsan dit pamobvit polda metro jaya.
dan kapolres tuban akbp awang joko rumitro menjabat sebagai kapolres jember.
kapolres jember akbp jayadi dipromosikan sebagai wakapolres metro jakarta utara polda metro jaya menggantikan akbp mohamad agung budijono, yang mendapat jabatan baru sebagai ka spn polda metro jaya.
dikonfirmasi mengenai hal ini, kabid humas polda jatim akbp awi sulistiyono menyampaikan bahwa pergeseran atau mutasi di tubuh polri merupakan hal yang lumrah, sebagai bentuk penyegaran.
"memang, mutasi tersebut ada.
tapi, mutasi itu merupakan hal yang wajar," jawab mantan wadir lantas polda jatim yang juga baru saja menjabat sebagai kabid humas ini
Source from: surya[dot]tribunews[dot]com

Jumat, 31 Mei 2013

Kapolres Bentuk Tim Kaji Pasar Kencong








suryaonline, jember - kapolres akbp jayadi membentuk tim untuk mempelajari pasar kencong, termasuk mengetahui kondisi keamanan di sekitar pasar penampungan sementara yang akan ditutup pemkab.
"satu dua hari ini tim biar bekerja melihat kondisi di sekitar pasar, hasilnya akan kami jadikan saran kepada pemkab," ujar jayadi usai melakukan dialog dengan perwakilan pedagang dan instansi terkait di polres jember, kamis (30/5/2013).
dalam dialog itu, perwakilan pedagang menolak penutupan pasar penampungan sementara, yang akan dilakukan senin (3/5/2013).
mereka tidak mau pindah ke pasar baru, karena dibangun di atas tanah milik ptpn xi.
apalagi pedagang juga masih menggugat ke pengadilan, bupati jember mza djalal.
tetapi di sisi lain, pemkab tetap akan menutup pasar sementara itu pekan depan.
pemkab berjanji mekakai cara persuasif.
"meski begitu tetap akan kami pelajari, dan hasilnya akan kami sarankan kepada pemkab, apakah ditutup atau tidak dulu," imbuh jayadi.

Source from: surya[dot]tribunews[dot]com