Halaman

Tampilkan postingan dengan label Komplotan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Komplotan. Tampilkan semua postingan

Kamis, 26 Juni 2014

Komplotan Maling Cilik Spesialis Helm dan Burung Ditangkap




Komplotan Maling Cilik Spesialis Helm dan Burung Ditangkap
Komplotan Maling Cilik Spesialis Helm dan Burung Ditangkap






surya online, magetan - dua dari empat anggota komplotan maling cilik yang diduga spesialis burung berkicau dan helm yang selama ini beroperasi di kompleks perumahan di wilayah kabupaten magetan berhasil ditangkap massa.
dua dari anggota komplotan maling itu berhasil melarikan diri dan kini dinyatakan buron.
dua anggota maling cilik yang kini meringkuk di sel polsek magetan itu baru lulusa smp negeri setempat tahun 2014 ini masing-masing n (15) dan mn (15) keduanya anak warga desa/kecamatan sidorejo, kabupaten magetan.
keterangan yang dihimpun surya di tempat kejadian menyebutkan, sekitar jam 24.
30 wib, pemuda di kompleks perubahan asabri i kelurahan tawanganom, kabupaten magetan mencurigai dua sepeda motor yang ditumpangi empat pemuda tanggung yang diperkirakan usia smp atau 15 tahun mengendarai sepeda motor berboncengan mondar mandir didepan rumah warga setempat.
"saya melihat gelagatnya, mereka akan melakukan pencurian.
karena mereka jelas bukan pemuda perumahan asabri,"jelas novan salah satu saksi mata yang mengetahui pertama kali kepada surya.
kamis (26/6/2014).
mengetahui itu, lanjut novan, dia menghubungi teman-temannya yang masih berada di warnet kurang lebih berjarak sekitar 25 meter dari rumah yang diincarnya.
pemuda di komplek terus mengintai keempat pemuda itu.
salah satu sepeda motor berhenti dan salah seorang berjalan menuju rumah mansyur, yang letaknya diujung sebelah timur dari gapura masuk perumahan asabri i.
"bener, ketika pelaku sedang berusaha manjat pagar besi rumah pak mansyur, pelaku kami segap,"kata novan, sambil mengatakan mengetahui dua temannya tertangkap massa, dua pelaku yang mengendari satu sepeda motor melarikan diri menuju arah utara dari tempat kejadian perkara (tkp).
"pelaku sempat dimassa, mereka anak dari desa/ kecamatan sidorejo, magetan.
keduanya baru lulus smp setempat,"kata novan.
menurut novan, dari pengakuan kedua pelaku itu, mereka akan mengambil burung berkicau yang berharga mahal milik mansyur, anggota korem 081/ dhirot saha jaya madiun.
namun belum berhasil masuk halaman rumah korban, pelaku keburu ketangkap.
"selain burung, pelaku juga sering mencuri helm,"kata novan menirukan pengakuan pelaku, yang keduanya baru lulus smp tahun 2014 ini.
kapolsek magetan akp setyo wiyono yang dikonfirmasi membenarkan telah menahan dua bocah yang dicurigai masuk di komplek perumahan asabri i sekitar pukul 24.
30 ini.
"yang diketahui ada empat.
tapi ditangkap warga hanya dua.
kami akan mencari keduanya yang sempat melarikan diri,"kata akp setyo wiyono.
dikatakan akp setyo wiyono, karena tidak ada yang mengaku dirugikan dan pelaku juga belum sempat membawa barang-barang.
anak-anak ini akan dibina dan di kembalikan ke orangtuanya.
"kalau orangtuanya tidak mau mengambil.
kami akan panggil perangkat desa setempat, agar bisa dibina kembali,"katanya.
ia menegaskan, meski belum berhasil membawa barang curiannya.
kedua pelaku ini tetap akan diserahkan kepada orangtuanya untuk dibina.
"yang dua orang temannya, polisi akan memburu sampai tertangkap untuk dimintai keterangan terkait masalah dugaan pencurian itu,"kata mantan kapolsek plaosan ini.
     




baca juga



spesialis pencuri uang pasien di rumah sakit tertangkap





penulis: doni prasetyo

editor: satwika rumeksa






tweet

Source from: surabaya[dot]tribunews[dot]com

Selasa, 06 Mei 2014

Sulit Buru Bos Besar Komplotan Perampok









surya online, surabaya - setelah menembak mati lima perampok di kawasan citraland surabaya, kini polisi kesulitan memburu bos besar jaringan komplotan karena jaringannya sangat rapi sehingga tidak meninggalkan jejak pemimpinnya.
"sangat sulit untuk melacak bos besar komplotan ini karena mereka tidak meninggalkan jejak pada bos besarnya.
jikapun tersangka hidup, kami yakin mereka tidak akan membuka identitas bos besarnya," kata kanit reserse mobile (resmob) polrestabes surabaya, akp agung pribadi, selasa (6/5/2014).
menurut agung, dalam bertransaksi dengan bos besarnya, komplotan ini tidak pernah melalui rekening tetapi tunai langsung sehingga polisi tidak bisa melacak aliran uangnya.
kata mantan kasat reskrim polres sidoarjo itu, komplotan ini memiliki bos besar yang mendanai aksi mereka sehingga sebelum beraksi komplotan perampok sadis ini berbelanja peralatan-peralatan untuk merampok dahulu.
"bahkan mobil rental yang digunakan tersangka, langsung dibayar tunai di depan selama satu bulan.
mobil itu disewa rp 5 juta selama satu bulan," kata agung.
agung menjelaskan, aksi komplotan ini sama seperti perampok pegadaian di jogjakarta yang berhasil ditangkap polda metro jaya.
"sekali beraksi mereka langsung melarikan diri ke luar pulau bersama hasil curiannya," jelas agung.
sebelumnya, polisi menembak mati lima perampok spesialis pencurian dan perampokan rumah mewah.
lima perampok tersebut empat kali beraksi di surabaya, yakni di gayungan, wiyung, mulyorejo dan lakarsantri.
mereka adalah danu tala simanungkalit (32), jalan h umar rt 03/02 kel.
jakasetia kec.
bekasi selatan jabar, riski hutahuruk (44), jalan bangun rahayu rt 01/03, neglasari katibun lampung selatan, jonnry marbun (30), kampung rawa aren, aren jaya bekasi timur, romulus nainggolan (34), jalan narogon megah, pengasinan kec.
rawa lumbu bekasi, serta suyono yang tidak bisa diketahui alamatnya karena tidak membawa identitas.
menurut agung, ketua komplotan adalah riski, sekaligus yang berhubungan langsung dengan bos besar mereka.
"riski yang bertugas merekrut anggota untuk beraksi," tambahnya.
agung menerangkan, jenasah mereka sudah dikirimkan pada keluarganya di bekasi dan menurut keterangan keluarga tersangka, rata-rata keluarga mengetahui pekerjaan tersangka.
"keluargan mereka sudah tahu jika tersangka itu pelaku kriminal," pungkasnya.




terkait#sulit, buru, bos besar, komplotan perampok

baca juga



pt gm tak mau cabut sp


300 buruh pt gatra mapan demo


propam buru penjual carnophen


buru poin pembuka


pembunuh istri beberkan 3 indikasi perselingkuhan





penulis: haorrahman

editor: wahjoe harjanto






tweet

Source from: surabaya[dot]tribunews[dot]com

Rabu, 15 Januari 2014

Komplotan ini Juga Mengaku Hakim, Jaksa, dan Bupati









surya online, surabaya – komplotan penipu yang ditangkap setelah beraksi dengan mengatasnamakan direktur reserse kriminal (dirreskrimum) polda jatim ternyata merupakan kelompok lama dalam kejahatan serupa.
dalam pemeriksaan polisi, diketahui bahwa komplotan ini sudah beraksi sekitar tiga tahun.
dengan modus yang sama, mereka juga sudah berhasil menipu banyak orang dengan mengatasnamakan sebagai pejabat.
“sudah banyak korbannya.
termasuk dari pengadilan, kejaksaan, bupati, perusahaan bumn, dan sebagainya.
mereka ini komplotan kelas nasional.
korbannya dari berbagai daerah di indonesia,” ungkap kasubbid penmas bidhumas polda jatimm akbp bambang tjahyo bawono, rabu (15/1/2014).
dalam aksinya, mereka juga menggunakan cara yang sama.
mencari informasi tentang mutasi pejabat dari internet, kemudian mencari kontak person anak buahnya.
lalu, mereka mengaku sebagai pejabat baru yang hendak datang, dan meminta sejumlah uang dengan dalih untuk biaya kepindahan.
ada lima orang dalam komplotan ini.
dua pelaku yang berhasil ditangkap adalah alimudin yahya (40), warga jl angkasa dalam, kelurahan gunung sahari selatan, kemayoran, jakarta pusat; dan burhan nur (48), warga jl swasembada barat ii, kelurahan kebun bawang, tanjung priok, jakarta utara.
sedangkan tiga pelaku lain dalam pengejaran, yakni ad om, pd, dan el.
terakhir, komplotan ini mengaku sebagai dirreskrimum polda jatim baru dan berhasil meminta uang rp 60 juta dari staf ditreskrimum polda jatim.



terkait    #penipu mencatut nama pejabat, surabaya

penulis: m taufik

editor: parmin






tweet

Source from: surabaya[dot]tribunews[dot]com

Selasa, 06 Agustus 2013

Satu Lagi, Anggota Komplotan Bang Jek Berhasil Ditangkap




Satu Lagi, Anggota Komplotan Bang Jek Berhasil Ditangkap
Satu Lagi, Anggota Komplotan Bang Jek Berhasil Ditangkap






surya online, sidoarjo - satu persatu anak buah ahmad foris akbar alias bang jek (20), dalam serangkaiaan kasus perampasan motor diungkap petugas polres sidoarjo.
bang jek sendiri telah ditembak mati anggota satreskrim polres sidoarjoadalah ahmad alif (21) warga pucuk, lamongan yang bertindak sebagai wakil bang jek, ditembak kaki kanannya saat digerebek di daerah bungurasih.
kasat reskrim akp rony setyadi yang memimpin penangkapan, minggu (4/8/2013) sekitar pukul 02.
30 wib harus berkejaran dengan tersangka.
saat digerebek di rumah kos yang dihuni tersangka, ia berusaha lari.
polisi yang tidak ingin buruannya kabur langsung mengarahkan moncong revolver ke kaki tersangka.
"ini untuk mencegah tersangka lari lebih jauh lagi dan dia sudah kami beri peringatan tapi tetap melarikan diri," tutur akp rony, selasa (6/8/2013).
munculnya nama ahmad alif, setelah penyidik memeriksa empat tersangka yang ditangkap bersamaan dengan tertembaknya bang jek warga sawocangkring, kecamatan wonoayu di jl dungus.
alif bersama bang jek telah 6 kali melakukan perampasan motor di wilayah sidoarjo.
aksi yang dilakukan alif bersama bang jek tidak hanya sekadar merampas motor saja.
tetapi kepala korban selalu dipukul dengan potongan besi (kubut).
tetapi untuk tersangka alif selalu membawa senjata pamungkas yakni roti kalung yang dikenakan di tangan kanan.


Source from: surabaya[dot]tribunews[dot]com

Rabu, 26 Juni 2013

Komplotan Pencabul Gadis Belia Ditangkap




Komplotan Pencabul Gadis Belia Ditangkap
Komplotan Pencabul Gadis Belia Ditangkap





madiun - polres madiun kota membongkar komplotan pemuda pengincar gadis belia.
pura-pura memacari, kawanan ini ternyata mengincar gadis yang masih perawan.
rata-rata korban komplotan pemuda pengincar gadis belia yang masih duduk di bangku smp dan sma.
  dengan berdalih memacari korban, buntutnya dia mencabuli gadis itu.
seperti yang dilakukan dn (18), siswa kelas xi sebuah sma swasta di caruban.
pemuda yang lahir 23 pebruari 1995 ini dibekuk polisi karena diduga mencabuli 11 gadis.
kasus ini terungkap, kala salah satu korban berinisial it (14), siswi kelas 1 smp di caruban, melaporkan kejadian pencabulan yang menimpanya.
ia datang ke polres kota madiun diantar bapaknya, salam (36), warga pilangkenceng, kabupaten madiun.
ia tak terima anak semata wayangnya itu diperlakukan tak senonoh oleh danang.
ia juga mendapatkan perlakuan tak senonoh saat diajak kencan di sisi barat stadion willis, kota madiun.
namun, it tak terima, ia pun berontak.
akhirnya, it ditolong warga.
dan keesokan harinya melapor ke polres madiun kota.
"ada kelompok dengan teman-temannya yang melakukan perbuatan pencabulan seperti ini," ujar kapolres mojokerto kota akbp anom wibowo, rabu (26/6/2013).
polisi juga melakukan penggeledahan di rumah dan di karajan, caruban.
polisi menemukan 10 celana dalam yang diselipkan diantara baju-bajunya di dalam lemari baju di kamar.
"kami menghimbau agar para orangtua dan anak-anak untuk lebih berhati-hati, dan tidak membiarkan anak pergi sendirian," kata anom.

Source from: surya[dot]tribunews[dot]com

Senin, 03 Juni 2013

Komplotan Pencuri Motor Petani Diringkus




Komplotan Pencuri Motor Petani Diringkus
Komplotan Pencuri Motor Petani Diringkus





kediri - tim buser polres kediri kota meringkus dua tersangka komplotan pencuri sepeda motor, senin (3/6/2013).
dua tersangka ini spesialis mencuri sepeda motor petani yang diparkir di sawah dan kebun.
dua tersangka yang diamankan sandy (25) warga desa tambibendo, kecamatan mojo, kabupaten kediri dan aris (32) warga pagerwojo, kabupaten tulungagung, jawa timur.
dari tangan kedua pelaku polisi mengamankan lima sepeda motor yang mayoritas telah dipreteli.
hanya satu motor yang masih utuh plat nomernya yakni supra x hitam nopol ag 5117 ah.
dua anggota komplotan ini sandy yang bertindak sebagai eksekutor pencuri motor yang diparkir di sawah dan kebun.
sedangkan aris yang menjadi penadahnya, motor curian itu dihargai antara rp 1,5 juta hingga rp 2 juta.
sandy mengaku baru empat kali mencuri motor.
"kami mencuri dengan kunci t di tengah kebonan, kemudian motornya saya gadaikan laku rata-rata rp 2 juta dan rp 1,5 juta," ujarnya.
sementara aris mengaku menerima motor yang digadaikan kepadanya karena diakui sebagai motor leasing atau motor kreditan.
polisi masih meminta keterangan para tersangka untuk mengembangkan kasus curanmor yang terjadu di kota kediri.

Source from: surya[dot]tribunews[dot]com

Selasa, 09 April 2013

Ada Banyak Komplotan Preman Biasa Beroperasi Bungurasih








surabaya - tim resmob ditreskrimum polda jatim masih terus berupaya menyelidiki sejumlah kasus pemerasan penumpang oleh komplotan preman di terminal bungurasih.
setelah berhasil meringkus dua pelaku, marwan tirta atmaja (32) warga jl jendral s parman, waru, sidoarjo; dan aris hari prasetyo (34) warga jl bungurasih timur, waru, sidoarjo, polisi mengaku masih terus melakukan pendalaman.
kasubdit resmob ditreskrimum polda jatim akbp heru purnomo mengungkapkan, dalam penyelidikan memang ditemukan ada lebih dari satu komplotan preman yang biasa beraksi di bungurasih.
"selain komplotan ini, memang ada beberapa komplotan preman lainnya yang biasa beroperasi di bungurasih.
perkiraan sementara, ada lebih dari tiga kelompok (preman)," ujar heru purnomo.
dalam aksinya, kelompok-kelompok preman itu sasarannya memang penumpang yang sedang berada di terminal.
ada pelaku bertugas mendekati calon korban, kemudian korban dikerubuti beramai-ramai bersama pelaku lain.
setelah di lokasi agak sepi, korban lantas dipaksa menyerahkan uang.
jika ada korban berusaha menolak atau melawan, komplotan ini tak segan-segan menodongkan senjata tajam.
atau bahkan melukai korban dengan senjatanya.
"memang, para preman itu juga berusaha memeras dengan cara menodongkan senjata tajam.
dan petugas masih melakukan pendalaman atas perkara ini," sambung heru.

Source from: surya[dot]tribunews[dot]com