surya online, surabaya - setelah menembak mati lima perampok di kawasan citraland surabaya, kini polisi kesulitan memburu bos besar jaringan komplotan karena jaringannya sangat rapi sehingga tidak meninggalkan jejak pemimpinnya.
"sangat sulit untuk melacak bos besar komplotan ini karena mereka tidak meninggalkan jejak pada bos besarnya.
jikapun tersangka hidup, kami yakin mereka tidak akan membuka identitas bos besarnya," kata kanit reserse mobile (resmob) polrestabes surabaya, akp agung pribadi, selasa (6/5/2014).
menurut agung, dalam bertransaksi dengan bos besarnya, komplotan ini tidak pernah melalui rekening tetapi tunai langsung sehingga polisi tidak bisa melacak aliran uangnya.
kata mantan kasat reskrim polres sidoarjo itu, komplotan ini memiliki bos besar yang mendanai aksi mereka sehingga sebelum beraksi komplotan perampok sadis ini berbelanja peralatan-peralatan untuk merampok dahulu.
"bahkan mobil rental yang digunakan tersangka, langsung dibayar tunai di depan selama satu bulan.
mobil itu disewa rp 5 juta selama satu bulan," kata agung.
agung menjelaskan, aksi komplotan ini sama seperti perampok pegadaian di jogjakarta yang berhasil ditangkap polda metro jaya.
"sekali beraksi mereka langsung melarikan diri ke luar pulau bersama hasil curiannya," jelas agung.
sebelumnya, polisi menembak mati lima perampok spesialis pencurian dan perampokan rumah mewah.
lima perampok tersebut empat kali beraksi di surabaya, yakni di gayungan, wiyung, mulyorejo dan lakarsantri.
mereka adalah danu tala simanungkalit (32), jalan h umar rt 03/02 kel.
jakasetia kec.
bekasi selatan jabar, riski hutahuruk (44), jalan bangun rahayu rt 01/03, neglasari katibun lampung selatan, jonnry marbun (30), kampung rawa aren, aren jaya bekasi timur, romulus nainggolan (34), jalan narogon megah, pengasinan kec.
rawa lumbu bekasi, serta suyono yang tidak bisa diketahui alamatnya karena tidak membawa identitas.
menurut agung, ketua komplotan adalah riski, sekaligus yang berhubungan langsung dengan bos besar mereka.
"riski yang bertugas merekrut anggota untuk beraksi," tambahnya.
agung menerangkan, jenasah mereka sudah dikirimkan pada keluarganya di bekasi dan menurut keterangan keluarga tersangka, rata-rata keluarga mengetahui pekerjaan tersangka.
"keluargan mereka sudah tahu jika tersangka itu pelaku kriminal," pungkasnya.
terkait#sulit, buru, bos besar, komplotan perampok
baca juga
pt gm tak mau cabut sp
300 buruh pt gatra mapan demo
propam buru penjual carnophen
buru poin pembuka
pembunuh istri beberkan 3 indikasi perselingkuhan
penulis: haorrahman
editor: wahjoe harjanto
tweet
Source from: surabaya[dot]tribunews[dot]com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.