Halaman

Tampilkan postingan dengan label Buru. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Buru. Tampilkan semua postingan

Senin, 02 Juni 2014

Persebaya Buru Striker Lokal




Persebaya Buru Striker Lokal
Persebaya Buru Striker Lokal






surya online, surabaya - persebaya berusaha memaksimalkan waktu jelang penutupan transfer atau pendaftaran pemain baru pada 6 juni 2014 untuk berburu punggawa anyar.
selain mendatangkan pemain asing, bajul ijo juga ingin menambah striker lokal.
bajul ijo sedang mengejar bomber lokal.
empat hari jelang penutupan pendaftaran pemain baru di indonesia super league (isl), persebaya disibukan mencari bomber lokal berkualitas.
"betul, ada striker lokal yang mau datang seleksi.
striker itu berasal dari medan," sebut amran said ali, asisten manajer tim persebya menjawab surya, senin (2/6/2014).
amran belum mau buka suara identitas striker lokal yang mau merapat ke persebaya.
dia hanya menyebutkan, striker lokal itu statusnya masih seleksi dan secepatnya bergabung ke tim yang diarsiteki rahmad darmawan ini.
informasinya striker lokal yang mau merapat dan menjalani seleksi di  persebaya, yakni jacky pasarela.
bomber berusia 30 tahun asal medan itu terakhir bermain di persegres gresik united (gu).
kiprah jacky di persegres boleh dikata tidak bersinar.
bomber yang pernah membela psms medan dan psm makassar ini, kerap duduk di bangku cadangan.
dia juga sering masuk ke lapangan sebagai pemain pengganti.
jacky juga belum membuat catatan dirinya mampu membuat gol di persegres selama putaran pertama isl musim ini.
karena kontribusinya minim, persegres melepasnya di puataran kedua.




terkait#persebaya, striker lokal

baca juga



persebaya du tak ingin dipermalukan psis


persebaya terancam tanpa soler


ibnu tak pimpin latihan persebaya


barito putera latihan di lapangan persebaya


persebaya du butuh kerja keras





penulis: fatkhul alami

editor: heru pramono






tweet

Source from: surabaya[dot]tribunews[dot]com

Senin, 12 Mei 2014

Malam Ini Polres Kerahkan Resmob Buru Pembobol Rumah Sekkab









surya online, lamongan - polisi langsung kerahkan tim khusus resmob  terkait rumah pribadi sekkab yuhronur efendi yang dibobol maling minggu (11/5/2014) petang ini.
selain melakukan olah tkp, kasat reskrim akp efendi lubis juga telah memerintahkan tim khusus (timsus) resmob untuk memburu pelaku.
lubis belum meyakini apakah pelaku sama dengan pembobol di toko galaxi komputer sabtu (10/05) dini hari atau tidak.
"kita masih selidiki, jadi belum tahu apa ada kaitan pelakunya dengan yang kemarin atau tidak,"kata lubis.
yang terpenting konsentrasinya malam ini adalah mengerahkan kekuatan resmob.
nampaknya, kata lubis, pelaku sudah mempelajari situasi rumah sekkab, para pelaku tahu kalau rumah itu tidak ditempati  dan hanya pembantunya yang dua hari sekali bersih - bersih.
lubis menjelaskan tidak ada alat bukti milik pelaku yan tertinggal di tkp.
yang ada hanya ada alat olah raga milik korban yang ditinggalkan dan batal diangkut.
tidak kerusakan di pintu rumah, kecuali gembok pintu pagar.
"kita berharap pelakunya segera tertangkap,"tandasnya.
terkait laptop yang digondol palaku, ternyata laptop milik anak korban dan bukan berisi dokumen penting apapun.





baca juga



selain perhiasan emas, pelaku gondol surat - surat penting





penulis: hanif manshuri

editor: satwika rumeksa






tweet

Source from: surabaya[dot]tribunews[dot]com

Selasa, 06 Mei 2014

Sulit Buru Bos Besar Komplotan Perampok









surya online, surabaya - setelah menembak mati lima perampok di kawasan citraland surabaya, kini polisi kesulitan memburu bos besar jaringan komplotan karena jaringannya sangat rapi sehingga tidak meninggalkan jejak pemimpinnya.
"sangat sulit untuk melacak bos besar komplotan ini karena mereka tidak meninggalkan jejak pada bos besarnya.
jikapun tersangka hidup, kami yakin mereka tidak akan membuka identitas bos besarnya," kata kanit reserse mobile (resmob) polrestabes surabaya, akp agung pribadi, selasa (6/5/2014).
menurut agung, dalam bertransaksi dengan bos besarnya, komplotan ini tidak pernah melalui rekening tetapi tunai langsung sehingga polisi tidak bisa melacak aliran uangnya.
kata mantan kasat reskrim polres sidoarjo itu, komplotan ini memiliki bos besar yang mendanai aksi mereka sehingga sebelum beraksi komplotan perampok sadis ini berbelanja peralatan-peralatan untuk merampok dahulu.
"bahkan mobil rental yang digunakan tersangka, langsung dibayar tunai di depan selama satu bulan.
mobil itu disewa rp 5 juta selama satu bulan," kata agung.
agung menjelaskan, aksi komplotan ini sama seperti perampok pegadaian di jogjakarta yang berhasil ditangkap polda metro jaya.
"sekali beraksi mereka langsung melarikan diri ke luar pulau bersama hasil curiannya," jelas agung.
sebelumnya, polisi menembak mati lima perampok spesialis pencurian dan perampokan rumah mewah.
lima perampok tersebut empat kali beraksi di surabaya, yakni di gayungan, wiyung, mulyorejo dan lakarsantri.
mereka adalah danu tala simanungkalit (32), jalan h umar rt 03/02 kel.
jakasetia kec.
bekasi selatan jabar, riski hutahuruk (44), jalan bangun rahayu rt 01/03, neglasari katibun lampung selatan, jonnry marbun (30), kampung rawa aren, aren jaya bekasi timur, romulus nainggolan (34), jalan narogon megah, pengasinan kec.
rawa lumbu bekasi, serta suyono yang tidak bisa diketahui alamatnya karena tidak membawa identitas.
menurut agung, ketua komplotan adalah riski, sekaligus yang berhubungan langsung dengan bos besar mereka.
"riski yang bertugas merekrut anggota untuk beraksi," tambahnya.
agung menerangkan, jenasah mereka sudah dikirimkan pada keluarganya di bekasi dan menurut keterangan keluarga tersangka, rata-rata keluarga mengetahui pekerjaan tersangka.
"keluargan mereka sudah tahu jika tersangka itu pelaku kriminal," pungkasnya.




terkait#sulit, buru, bos besar, komplotan perampok

baca juga



pt gm tak mau cabut sp


300 buruh pt gatra mapan demo


propam buru penjual carnophen


buru poin pembuka


pembunuh istri beberkan 3 indikasi perselingkuhan





penulis: haorrahman

editor: wahjoe harjanto






tweet

Source from: surabaya[dot]tribunews[dot]com

Minggu, 28 Juli 2013

Fokus Buru dr Bagoes, Inventaris Domisili dan Sebar Informan









surya online, surabaya-perintah kejati jatim untuk memburu buron kelas kakap, dr bagoes soetjipto soelyoadikoesoemo rupanya diseriusi kejari surabaya.
itu terlihat dengan mulainya inventarisasi domisili buronan ini bekerjasama dengan kejari lain.
kasi pidana khusus (pidsus) kejari surabaya, nurcahyo jungkung madyo menguraikan, pihaknya sudah mendapat perintah dari kejati jatim untuk mengeksekusi buron kelas kakap ini.
"kepala kejati jatim sudah memerintahkan agar kami menangkap buronan itu.
ini akan jadi fokus kami dalam penangkapan buruan," jelasnya menjawab surya, minggu (28/7/2013).
diungkapkan, fokus penangkapan dr bagoes sebenarnya sudah menjadi atensi kejari sejak lama.
namun karena merupakan instruksi langsung dari kejati jatim, maka prioritas eksekusi menjadi hal utama.
untuk itu, koordinasi dengan beberapa institusi, seperti kepolisian, kejaksaan agung hingga kejari di jatim yang juga mengeksekusi dr bagoes juga dilakukan.
"ada empat kejari yang sama-sama mengeksekusi buron ini, yakni kejari sidoarjo, bojonegoro, jombang, dan mojokerto.
kami selalu berkoordinasi dengan mereka," tuturnya.
lalu, apakah kejari sudah mengetahui posisi dr bagoes? dia mengakui bahwa sampai saat ini pihaknya berusaha mencari keberadaan dr bagoes.
bisa jadi, dia berada di jatim, atau di bagian wilayah di indonesia.
yang pasti, untuk domisili dr bagoes saat ini, buron itu sudah tak berada disana.
"keluarganya juga sudah tak ada di rumah yang sekarang.
makanya, kami dan kejari lain sedang menginventarisasi domisili buron ini.
kami juga sudah menyebar informan di berbagai tempat untuk memberi informasi terkait pergerakan dr bagoes," paparnya.
sebelumnya, kepala kejari surabaya, m dofir juga menegaskan bahwa pihaknya akan semaksimal mungkin mengeksekusi dr bagoes.
apalagi, setelah ada perintah dari kejati jatim.
"dia masih kami buru," urainya.
selain dr bagoes, ada empat buron korupsi yang menjadi target kejari surabaya.
mereka aprilia dwi andini, ahmad fauzi zamroni, gunawan ng dan david setiadi.
perlu diketahui, dr bagoes adalah buron kelas kakap kasus korupsi dana program pemberdayaan sosial ekonomi masyarakat (p2sem) yang diburu sejak 2010 lalu.
dalam kasusnya, dr bagoes merupakan otak utama korupsi dana p2sem di kampus-kampus daerah surabaya dan wilayah jatim.
mantan dosen fakultas kedoktern unair ini sudah divonis 21 tahun dan 6 bulan penjara.


Source from: surabaya[dot]tribunews[dot]com

Senin, 03 Juni 2013

Rheza MP Buru Tiket 12 Besar








surabaya - rheza mojokerto putra (mp) belum aman untuk lolos ke 12 besar kompetisi divisi utama liga indonesia.
bejo sugiantoro dkk terus mengejar tiket untuk lolos ke 12 besar.
saat ini mp baru mengantongi nilai 21 dan menempati posisi kedua klasemen sementara grup v.
posisi mp masih di bawah pimpinan klasemen grup v yang dikuasai persik kediri.
meski menempati posisi kedua, mp masih rawan tergusur oleh psim jogjakarta.
psim yang mengantongi nilai 17 masih punya kesempatan lolos karena punya dua laga sisa.
sedangkan mp hanya punya satu laga lagi lawan persis solo di stadion manahan, 9 juni 2013.
jika psim mampu menyapu dua laga dengan kemenangan maka punya nilai maksimal 23.
"kita hanya punya satu pilihan memenangkan pertandingan lawan persis.
ini supaya posisinya aman untuk lolos," kata hartono, arsitek rheza mp, senin (3/6/2013).
jika memenangkan laga lawan persis, maka nilai maksimal mp sebanyak 24 poin.
hartono mengaku yakin bisa lolos ke 12 besar.
kondisi tim polesannya cukup bagus dan terus menanjak.
"kami terus melakukan evaluasi dan perbaiki tim.
setelah kalah dari persik, pemain mulai bangkit dan mau bermain lebih baik lagi.
mudah-mudahan pertandingan terakhir bisa menghasilkan yang terbaik," harap hartono.
mantan bek persebaya ini berharap, pemain terus menjaga performa penampilannnya.
sehingga saat lawan tuan rumah persis mampu memenangi laga.
"pertandingan terakhir lawan persis sangat menentukan.
sehingga persiapan juga dilakukan secara baik," tukas hartono.

Source from: surya[dot]tribunews[dot]com

Kamis, 30 Mei 2013

Laros FC Buru Pemain di Ajang Porprov








surabaya - tak puas merekrut sejumlah pemain bintang di musim ini, laros fc, kontestan divisi i lfa jatim iv, masih gencar melakukan perburuan pemain.
laros memanfaatkan ajang porprov iv/2013 juni mendatang untuk memburu pemain-pemain futsal bertalenta bagus.
di porprov tahun ini, cabang olahraga futsal memang diikut-sertakan.
sebanyak 22 tim futsal akan bertarung di porprov iv/2013.
nah, inilah yang dimanfaatkan laros guna memantau skill dan talenta pemain futsal yang bersinar di porprov.
"putaran kedua divisi i lfa jatim iv nanti rencananya kami akan menambah pemain lagi.
pemain-pemain ini akan kami cari melalui ajang porprov.
kami akan memantau atlit-alit cabang olah raga futsal," tegas boby mulya, manajer laros fc, kamis (30/5/2013).
tak hanya sebagai manajer laros saja, boby juga tercatat sebagai manajer tim futsal kabupaten banyuwangi di porprov ini.
bahkan, ia mengaku sudah merekrut dua punggawa banyuwangi untuk memperkuat laros di putaran kedua.
"dua pemain banyuwangi akan kami masukkan di skuad laros untuk putaran kedua.
mereka adalah choirul imam dan masnin," kata boby.
sebelumnya, laros juga sudah meminang satu pemain dari tim futsal kabupaten gresik, agus mauludin.
di dunia futsal, nama agus sudah tidak asing lagi.
pasalnya, pemain futsal yang masih duduk di bangku sma ini juga tercatat sebagai punggawa di hfs sparta gresik, kontestan divisi ii lfa jatim iv.
lebih jauh lagi, di awal musim lfa jatim iv, laros juga sukses menggaet bintang-bintang futsal dari berbagai klub.
di antaranya adalah sulton achirudin dari laju jaya fc kediri, ari agung dari barkla fc, dan ahmad dari al irsyad.
meski sudah mengaku resmi mengikat tiga pemain (agus, masnin, dan choirul) untuk putaran kedua nanti.
boby mengaku masih ingin mencari potensi-potensi lain yang bersinar di laros.
"potensi-potensi dari daerah lain akan kami pantau.
jika memang ada yang berkualitas, kami akan merekrutnya untuk laros," pungkas boby.

Source from: surya[dot]tribunews[dot]com