Halaman

Tampilkan postingan dengan label Hak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hak. Tampilkan semua postingan

Senin, 17 Februari 2014

TKI Deportasi Berpeluang Tak Dapat Hak Pilih




TKI Deportasi Berpeluang Tak Dapat Hak Pilih
TKI Deportasi Berpeluang Tak Dapat Hak Pilih






surya online, tanjungpinang - tenaga kerja indonesia ilegal yang dideportasi atau diusir pemerintah malaysia berpeluang tidak mendapat hak pilih lantaran tidak memiliki identitas kependudukan.
"mereka (tki ilegal) yang dipulangkan ke tanah air melalui tanjungpinang maupun batam tidak mungkin ditetapkan menjadi pemilih karena tidak memiliki identitas kependudukan," kata ketua kpu provinsi kepulauan riau said sirajudin, di tanjungpinang, senin (17/2/2014).
menurutnya jika mereka boleh memilih, kemungkinan hal itu akan menjadi permasalahan, karena bisa dimanfaatkan untuk kepentingan politik pihak tertentu.
    said menegaskan lembaga penyelenggara pemilu tidak memiliki hak untuk memberi hak suara kepada mereka.
kecuali tki usiran malaysia yang menetap sementara waktu di tanjungpinang dan batam, sebelum dipulangkan ke kampung halamannya itu, memiliki hak untuk memilih sebagaimana yang diatur dalam ketentuan.
    "kami dapat dipidanakan jika menghilangkan hak pilih warga yang memenuhi persyaratan untuk memilih pada pemilu 2014.
namun kami tidak dapat menetapkan orang yang tidak memenuhi persyaratan sebagai pemilih," ujarnya.
    kpu ri, provinsi maupun kpu kabupaten dan kota tidak memiliki hak untuk memberi identitas kependudukan kepada mereka.
pemberian identitas kependudukan yang merupakan wewenang pemerintah juga harus sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
   "setiap pekan itu ada ratusan tki ilegal yang diusir pemerintah malaysia ke tanah air," katanya.
    namun, menurut dia, permasalahan hak pilih yang diberikan kepada tki bermasalah yang hanya tinggal selama beberapa hari di tanjungpinang dan batam perlu mendapat kebijakan khusus.
     kebijakan itu hanya dapat diberikan oleh pemerintah pusat, semacam surat keputusan agar tki usiran pemerintah malaysia itu dapat memilih.
(ant)    


terkait    #pemilu 2014

berita terkait: pemilu 2014



rawan banjir, gelar simulasi penyelamatan kotak suara


garuda-rajawali adu visi di debat capres demokrat


awas, peredaran uang palsu jelang pileg


65 persen logistik pileg 2014 tiba di kpud gresik


ali masykur moesa : konvensi masih sebatas dari demokrat untuk demokrat






editor: titis jati permata






tweet

Source from: surabaya[dot]tribunews[dot]com

Kamis, 06 Juni 2013

Anak-Anak Mantan Teroris Pun Miliki Hak Yang Sama




Anak-Anak Mantan Teroris Pun Miliki Hak Yang Sama
Anak-Anak Mantan Teroris Pun Miliki Hak Yang Sama





surabaya - anak-anak tetaplah anak-anak.
meskipun mereka anak mantan teroris, mereka memiliki hak yang sama dengan anak-anak lain.
yang salah kan orang tuanya, bukan anak-anak ini.
pemerintah seharusnya memerhatikan kondisi psikologis anak-anak ini agar tidak meniru atau dendam dengan apa yang mereka tonton.
saya melihat, selama ini yang berusaha keras memulihkan atau menata psikologis anak-anak ini baru sebatas keluarga.
pemerintah absen dalam hal ini.
padahal, para orang tua ini butuh dukungan.
sebenarnya mereka bisa membantu pemerintah untuk mengurangi ancaman teror.
ada ribuan anak mujahid dan mantan teroris.
kalau dirangkul, mereka ini bisa menjadi aset masa depan untuk deradikalisasi.
saya khawatir, sebagian dari kita memperlakukan mereka layaknya anak-anak pki yang dicap sampai tujuh turunan karena orang tua mereka.
kalau kondisinya seperti itu, rekonsiliasi dan deradikalisasi sulit terwujud.
kita harus membuka cakrawala berpikir para mujahid dan mantan teroris ini agar menerima kehadiran dunia luar.
begitu sudah terbuka, pemerintah dan masyarakat harus menerima mereka.
(idl)
Source from: surya[dot]tribunews[dot]com

Kamis, 23 Mei 2013

Gunakan Hak Suara, Priyatmoko Oetomo Deg-Degan




Gunakan Hak Suara, Priyatmoko Oetomo Deg-Degan
Gunakan Hak Suara, Priyatmoko Oetomo Deg-Degan





malang - calon wakil walikota malang priyatmoko oetomo mencoblos di tps 26 jalan selorejo rt 1/rw 15 kota malang pukul 09.
30 wib.
tps itu berada di sebuah gang sempit yang padat penduduknya.
moko, panggilan akrab wakil ketua dprd kota malang berangkat bersama dua anak lelakinya yaitu raditya anggara pratama serta rizki gautama dan keponakannya, yeni lutfiawati.
saat berjalan menuju tps, moko disapa sejumlah warga.
begitu sampai di tps, ia menunggu sebentar dan menyerahkan surat undangan.
karena kebetulan sedang sepi, ia dan anak-anaknya langsung mencoblos.
setelah itu, ia keluar dari tps.
"perasaan saya hari ini deg-degan.
saya rasa manusiawi ya.
.
," ujar moko kepada surya online, kamis (23/5/2013).
namun ia sangat optimitis meraup suara banyak, terutama di kampungnya.

Source from: surya[dot]tribunews[dot]com