Halaman

Tampilkan postingan dengan label Anak-Anak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Anak-Anak. Tampilkan semua postingan

Jumat, 07 Maret 2014

Anak-Anak Ratna Sudah Tiga Kali Ditangkap Satpol PP




Anak-Anak Ratna Sudah Tiga Kali Ditangkap Satpol PP
Anak-Anak Ratna Sudah Tiga Kali Ditangkap Satpol PP






surya online, surabaya - anak-anak ratna ternyata telah tiga kali ditangkap satpol pp, karena mengamen atau meminta-minta di jalanan.

biasanya tiga anak itu bekerja pada petang hingga malam hari.

mereka adalah ts (8), zk (7), dan af (10).
karena telah berkali-kali ditangkap, akhirnya satpol pp menyerahkan anak-anak itu ke polisi.

polisi pun menangkap ratna, ibu tiga anak-anak itu.

berdasarkan pengakuan anak-anak itu, mereka dipaksa untuk mengamen atau meminta-minta.

"mereka dipaksa, jika tidak menuruti mereka akan dipukuli di rumahnya," kata kanit ppa polrestabes surabaya, akp suratmi kepada surya online, jumat (7/3/2014).

namun karena ancaman hukuman hanya tiga tahun, tersangka tidak dilakukan penahanan.

"apalagi tersangka punya tujuh anak," kata suratmi.





googletag.
cmd.
push(function() { googletag.
display('div-surya-article-bottom-signature'); });

Source from: surabaya[dot]tribunews[dot]com

Selasa, 06 Agustus 2013

Rudal Suriah Tewaskan Anak-anak









surya online, beirut - peluru kendali balistik tentara presiden suriah bashar al-assad membunuh sedikitnya 215 warga, termasuk anak-anak, demikian informasi yang dikeluarkan kelompok hak asasi manusia internasional, senin (5/8/2013).

rudal tersebut, digambarkan oleh kelompok itu, memiliki efek di daerah yang luas dan ketika digunakan di daerah penduduk tidak dapat membedakan antara target sipil dan militer.

pengawas ham yang berbasis di new york itu mengatakan, para komandan militer seharusnya tidak memerintahkan penggunaan rudal balistik di daerah yang dihuni oleh warga sipil.

penggunaan rudal semacam itu sangat menunjukkan bahwa militer sengaja menggunakan metode perang tanpa mampu membedakan antara warga sipil dan petempur, satu pelanggaran serius hukum kemanusiaan internasional.

mengutip military balance 2011 yang diterbitkan institut kajian strategis internasional, kelompok itu mengatakan, tentara suriah memiliki stok rudal scud, varian rudal scud, sudal ss-21 tochka, dan rudal luna-m.


Source from: surabaya[dot]tribunews[dot]com

Rabu, 31 Juli 2013

Mudik Aman dan Nyaman Bersama Anak-Anak




Mudik Aman dan Nyaman Bersama Anak-Anak
Mudik Aman dan Nyaman Bersama Anak-Anak






surya online, surabaya - tradisi mudik seolah menjadi rutinitas yang dilakukan jelang lebaran.
toh, perjalanan mudik harus dipersiapkan dengan baik agar saat ditempat tujuan tetap dalam keadaan sehat, terutama anak-anak.
menurut dr laksmi suci handini sp a, dari rs husada utama, kelelahan merupakan kondisi yang umum terjadi dalam melakukan perjalanan darat yang panjang dan lama.
“kelelahan berhubungan dengan penurunan daya tahan tubuh dan akhirnya membuat tubuh kita mudah terinfeksi oleh kuman atau virus terutama bakteri dan virus, seperti penyakit diare, demam, batuk pilek maupun sakit tenggorokan,” jelas dr laksmi, rabu (31/7/2013).
tips yang perlu dipersiapkan saat mudik, antara lain, dengan saat perjalanan jauh sebaiknya dipersiapkan mental.
bawa bekal makanan dan minuman sesuai dari jarak perjalanan yang di tempuh saat mudik.
jangan lupa mengganti popok sekali pakai, minimal 4 jam sekali.
selalu jaga kebersihan dengan membiasakan cuci tangan dengan sabun.
persiapkan perbekalan obat untuk anak selama mudik lebaran.
”perbekalan obat seperti obat penurun panas, cairan untuk penyakit diare, obat untuk mabuk selama perjalanan, cairan anti septik, maupun plester luka sebagai antisipasi apabila anak terserang penyakit disaat mudik,” lanjut dr laksmi.
yang tak kalah penting, manfaatkan juga tempat istirahat untuk bisa buang air kecil agar jangan sampai menahan kencing yang akan berakibat pada infeksi saluran kencing.


Source from: surabaya[dot]tribunews[dot]com

Rabu, 12 Juni 2013

Ada Arena Bermain Anak-Anak di Polrestabes Surabaya




Ada Arena Bermain Anak-Anak di Polrestabes Surabaya
Ada Arena Bermain Anak-Anak di Polrestabes Surabaya





surabaya - ada pemandangan baru di mapolrestabes surabaya.
di depan gedung reskrim, terdapat arena bermain anak-anak.
menurut kasubag humas polrestabes surabaya kompol suparti, arena bermain anak-anak itu, diperuntukkan untuk pembesuk tahanan di polrestabes.
"arena bermain itu untuk anak-anak yang diajak orangtuanya saat membesuk tahanan," kata suparti, rabu (12/6/2013).
suparti mengatakan arena bermain itu dibangun, setelah melihat banyak anak-anak saat jam besuk tahanan.
di polrestabes sendiri setiap selasa dan kamis merupakan jam besuk tahanan.
biasanya ratusan orang berkumpul di depan gedung reskrim polrestabes.
"ini agar anak-anak itu tidak keleleran saat berada di mapolres, sehingga kami berinisiatif untuk membuat arena bermain anak-anak, agar mereka tidak takut berada di kantor polisi," kata suparti.
tidak hanya arena bermain, di ruang unit perlindungan perempuan dan anak (ppa), juga didesain layaknya taman kanak-kanak.
dinding ruangan didesain dengan wallpaper anak-anak, dan diberi matras untuk anak-anak.
"kita ingin memberi kesan pada masyarakat, bahwa polisi adalah sahabat anak," kata suparti.

Source from: surya[dot]tribunews[dot]com

Kamis, 06 Juni 2013

Anak-Anak Mantan Teroris Pun Miliki Hak Yang Sama




Anak-Anak Mantan Teroris Pun Miliki Hak Yang Sama
Anak-Anak Mantan Teroris Pun Miliki Hak Yang Sama





surabaya - anak-anak tetaplah anak-anak.
meskipun mereka anak mantan teroris, mereka memiliki hak yang sama dengan anak-anak lain.
yang salah kan orang tuanya, bukan anak-anak ini.
pemerintah seharusnya memerhatikan kondisi psikologis anak-anak ini agar tidak meniru atau dendam dengan apa yang mereka tonton.
saya melihat, selama ini yang berusaha keras memulihkan atau menata psikologis anak-anak ini baru sebatas keluarga.
pemerintah absen dalam hal ini.
padahal, para orang tua ini butuh dukungan.
sebenarnya mereka bisa membantu pemerintah untuk mengurangi ancaman teror.
ada ribuan anak mujahid dan mantan teroris.
kalau dirangkul, mereka ini bisa menjadi aset masa depan untuk deradikalisasi.
saya khawatir, sebagian dari kita memperlakukan mereka layaknya anak-anak pki yang dicap sampai tujuh turunan karena orang tua mereka.
kalau kondisinya seperti itu, rekonsiliasi dan deradikalisasi sulit terwujud.
kita harus membuka cakrawala berpikir para mujahid dan mantan teroris ini agar menerima kehadiran dunia luar.
begitu sudah terbuka, pemerintah dan masyarakat harus menerima mereka.
(idl)
Source from: surya[dot]tribunews[dot]com