Halaman

Tampilkan postingan dengan label Peras. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Peras. Tampilkan semua postingan

Minggu, 04 Mei 2014

Peras Warga, TNI Gadungan Dibekuk




Peras Warga, TNI Gadungan Dibekuk
Peras Warga, TNI Gadungan Dibekuk






surya online, situbondo-seorang warga asal desa/kecamatan tegaldlimo, kabupaten banyuwangi, ditangkap tim resmob polres situbondo.
pria  yang mengaku sebagai anggota tentara nasional indonesia (tni), dibekuk polisi karena usai melakukan  pemerasan terhadap sejumlah warga di situbondo.
dalam menjalankan aksinya, pri bernama ahmad yogi prasetyo mengaku sebagai anggota kodim 0825 banyuwangi ini, dibekuk didekat spbu dusun sukorejo, desa sumberrejo, kecamatan banyuputih, situbondo, usai melakukan pemerasan terhadap abdul adim, warga desa curahkalak, kecamatan jangkar.
saat dibekuk tim resmob, ahmad yogi prasetyo alias wagimin wahono bersikeras mengaku sebagai anggota tni, tetapi kartu anggotanya masih belum jadi.
bahkan untuk meyakinkan polisi, tni gadungan itu  sempat menunjukkan dua pistol.
polisi yang sudah curiga dan telah menerima laporan korbannya  langsung membawanya ke mapolres situbondo.
"rumah saya di tegaldlimo.
saya hanya ikut-ikutan saja, yang melakukan itu teman.
semuanya dapat uang 12 juta dan saya dapat bagian uang 2,5 juta," kata  ahmad yogi prasetyo di hadapan polisi.
ahmad yogi mengakui jika dirinya selalu membawa senjata api untuk menakut-nakuti calon korbannya.
"pistol ini bukan milik saya, tapi milik anggota tni.
saya hanya dititipi saja karena anggota tni yang bertugas di bali itu pinjam uang kepada saya 4 juta," kata pria yang tubuhnya penuh tato ini.
dikatakan, pria itu memang sengaja mengaku sebagai anggota tni dengan tujuan agar pistol yang dipegangnya aman.
"saya disuruh anngota tni yang pinjam uang ke saya.
kalau bertemu polisi, saya disuruh menjawab dan mengaku anggota tni.
dan kalau bertemu tni, saya disuruh mengaku sebagai anggota polis," jelasnya.
kasubag humas polres situbondo, akp wahyudi membenarkan penangkapan anggota tni gadungan tersebut.
"karena pelaku orang umum, kita proses.
tapi jilka ada keterliban anggota kita serahkan ke denpom," kata akp wahyudi.





baca juga



tni gadungan tipu korban hingga rp 357 juta rupiah





penulis: izi hartono

editor: satwika rumeksa






tweet

Source from: surabaya[dot]tribunews[dot]com

Sabtu, 25 Januari 2014

Peras Warga, Wartawan Gadungan di Banyuwangi Dibekuk Polisi




Peras Warga, Wartawan Gadungan di Banyuwangi Dibekuk Polisi
Peras Warga, Wartawan Gadungan di Banyuwangi Dibekuk Polisi






surya online,banyuwanagi - wartawan abal-abal alias wartawan bodrek bermunculan di berbaai daerah.
 seorang wartawan bodrek bernama muhammad abdullah (34) , ditangkap polisi setelah memeras warga rp 25 juta.
usut punya usut, pria yang mengaku sebagai wartawan tabloid waspada lelaki ini lulus sekolah dasar.
abdullah adalah warga kecamatan patrang kabupaten jember, jawa timur.
dia semula berupaya memeras suryono (42), warga desa jajag kecamatan gambiran kabupaten banyuwangi, sebesar rp 35 juta.
kapolres banyuwangi akbp yusuf kepada kompas.
com, jumat (24/01/2014), mengatakan pemerasan dilakukan abdullah setelah tahu dugaan perselingkuhan suryono yang menggunakan hotel di kecamatan gambiran.
dia memasuki hotel itu bersama seorang perempuan berinisial y yang bekerja sebagai bidan, senin (16/1/2014).
"mereka berdua masing-masing sudah mempunyai pasaangan.
abdullah kemudian mengikuti pasangan itu hingga di bangorejo," kata yusuf.
kepada suryono, ujar dia, abdullah mengaku tahu perihal perselingkuhannya dengan y.
abdullah pun mengancam akan menyebarkan perselingkuhan itu melalui medianya, kecuali suryono membayar rp 35 juta.
negosiasi pun terjadi, dan disepakati nominal rp 25 juta.
suryono pun kemudian menyerahkan uang rp 15 juta lewat dua kali transfer pada 16 dan 17 januari 2014.
setelah itu, abdullah terus mendesak suryono segera membayar kekurangan rp 10 juta.
"merasa diperas akhirnya suryono melaporkan (abdullah) ke polisi dan pelaku ditangkap di warung es di depan kud sraten," kata yusuf.
lokasi penangkapan adalah sesuai janji temu abdullah dengan suryono untuk penyerahan kekurangan rp 10 juta.
bersama penangkapan itu disita pula buku rekening dan kartu identitas wartawan tabloid waspada milik abdullah.
kepada wartawan abdullah tak membantah perbuatannya.
dia mengaku sengaja menunggu suryono dan pasangannya selama satu jam di depan hotel.
dia mengatakan sempat hendak diberi rp 1 juta oleh suryono yang dia tolak dan balik meminta rp 35 juta.
"setelah ditawar jadi rp 25 juta," kata dia.



terkait    #gunung raung, waspada, banyuwangi

baca juga



gunung raung masih keluarkan asap






editor: yoni

sumber: kompas.
com






tweet

Source from: surabaya[dot]tribunews[dot]com

Jumat, 28 Juni 2013

Oknum LSM Peras Kades Ditangkap








sumenep - diduga melakukan pemerasan terhadap sejumlah kepala desa (kades) di pamekasan dan sumenep, abuhari (35), warga desa grujugan, kecamatan larangan, pamekasan, ditangkap aparat polres, di areal spbu lamperreng, kecamatan pragaan, sumenep, kamis (27/6/2013).
  tersangka yang mengaku dari lsm bongkar, pamekasan, ditangkap aparat beberapa saat setelah memeras kades karduluk, zainul ikhsan, di spbu lamperreng, kecamatan pragaan, sumenep.
  dari tangan tersangka, aparat menyita uang sebesar rp 5 juta.
"sekarang tersangka masih dalam pemeriksaan.
dari pengakuan sementara, ia sudah berulangkali memeras beberapa kepala desa di wilayah sumenep dengan alasan sebagai uang tutup mulut," kata kapolres sumenep, akbp mardjoko, melalui kabag ops polres sumenep, kompol edy purwanto.
menurut informasi, beberapa bulan lalu, tersangka pernah memeras kades zainul ikhsan sebesar rp 40 juta dengan tuduhan melakukan serangkaian korupsi dan hendak dilaporkan ke aparat hukum.
  beberapa hari lalu, tersangka mendatangi korban dan minta uang rp 30 juta sebagai uang konpensasi menutup kasus beras miskin, di desanya.
karena uang yang diminta terlalu tinggi dan korban tidak punya uang, akhirnya disepakati korban akan membayar rp 15 juta.
  selanjutnya zainul ikhsan, yang menjabat ketua asosiasi kepala desa (akd) pragaan, memberitahu petugas, jika dirinya dan beberapa kades lain menjadi korban pemerasan tersangka.
  setelah ditentukan hari dan waktunya, korban menghubungi aparat kepolisian untuk menangkap tersangka.
begitu korban menyerahkan uang panjar rp 5 juta dari rp 15 juta yang dijanjikan, saat itu tersangka ditangkap aparat.
  sementara kades rombasan, kecamatan pragaan, sumenep, mukhlis ikhsan, mengaku, dua minggu lalu didatangi tersangka menanyakan siapa ketua akd di pragaan.
kata tersangka, ada yang ingin diselesaikan menyangkut kades se-kecamatan pragaan.
  "rupanya tersangka menanyakan ketua akd hendak memeras.
kami bersyukur tersangka ditangkap, karena tindakannya selama ini meresahkan kades," kata mukhlis.

Source from: surya[dot]tribunews[dot]com