surya online, malang - pelayanan publik di bidang pendidikan paling banyak disorot masyarakat kota dan kabupaten malang, selama tiga tahun terakhir.
hal ini dikemukakan farhan maduqi hidayat, aktivis malang corruption watch ketika menggelar diskusi tentang pelayanan publik di lantai iii perpustakaan umum kota malang, minggu (9/2/2014) siang.
"dari total 2000 keluhan layanan publik, masalah yang terbanyak ada pada bidang pendidikan," kata farhan.
farhan mengungkapkan masalah pendidikan yang sering dikeluhkan adalah minimnya sarana yang layak, akses informasi pendidikan yang sulit didapat, kurang transparansinya pemerintah pada persoalan pendidikan, serta mahalnya biaya pendidikan tiap anak saat ini.
"keluhan seperti itu masuk sejak akhir tahun 2012 hingga saat ini," ungkap pemuda berusia 21 tahun ini.
mahasiswa universitas brawijaya semester akhir ini menambahkan, selain masalah pendidikan, persoalan lain yang juga cukup banyak dikeluhkan masyarakat adalah bidang kesehatan dan kependudukan.
dua persoalan ini disoroti karena masyarakat minim mendapat informasi.
menurutnya, persoalan ini terjadi karena pemerintah belum menerapkan standar pelayanan publik di kota malang.
karenanya mcw mendorong pemerintah untuk segera memperbaiki persoalan ini, bahkan mereka juga membuat petisi terkait persoalan ini yang ditanda-tangani oleh para pengunjung kegiatan itu.
"petisi ini akan kami kirimkan ke wali kota malang," ungkapnya.
terkait    #mcw, pendidikan, kota malang
baca juga
pendaftar sman favorit belum lampaui pagu
18 siswa afirmasi papua gabung sma dan smk di malang
ambil formulir bebas, kembalikan harus di sekolah rayon
pantau ppdb, mcw buka posko pengaduan di sekolah
menaggung beban berat demi menampilkan kreasi bunga
penulis: adrianus adhi
editor: adi agus santoso
tweet
Source from: surabaya[dot]tribunews[dot]com