Halaman

Tampilkan postingan dengan label Publik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Publik. Tampilkan semua postingan

Selasa, 11 Maret 2014

Empat Bank Belum Go Publik









surya online, surabaya-empat bank umum di jawa timur belum menjadi bank yang go publik.
baru pt bank maspion indonesia tbk dan pt bpd jawa timur yang sudah go publik.
empat bank yang belum go publik itu adalah pt bank antardaerah, pt bank prima master, pt bank anglomas internasional dan pt bank centratama nasional.
keenam bank itu yang berdasarkan data dari otoritas jasa keuangan (ojk) berkantor pusat di jatim.
perbanas jawa timur mengharapkan bank yang belum go publik untuk bisa go publik.
"kami dari perbanas selalu menghimbau agar bank yang belum go publik berubah go publik," ujar herman halim, ketua dpw perbanas jatim, senin (10/3/2014).
menurutnya ada sejumlah keuntungan bagi bank yang go publik.
suntikanmodal dari publik, salah satunya.
bank yang go publik juga dianggap sudah naik kelas, dan menimbulkan kepercayaan masyarakat lebih tinggi.
hanya saja, kata herman,  ada sejumlah kesiapan jika bank ingin go publik.
kesiapan itu antara lain kesiapan administrasi, dan sumber daya manusia di bank tersebut.
"dan memang tidak mudah mengubah paradigma para pemegang saham lama untuk melepaskan sahamnya kepada publik," lanjutnya.
bank maspion, salah satu bank yang sudah go publik di jatim, baru melepaskan sahamnya ke publik juli 2013 lalu.
saham yang dilepas sebanyak 19,99 persen.
dari penjualan saham itu, bank maspion mendapatkan dana segar sebesar rp 280 miliar.
bank tersebut menargetkan jumlah modal mencapai rp 1 triliun dari modal yang ada saat ini masih rp 600 miliar.





googletag.
cmd.
push(function() { googletag.
display('div-surya-article-bottom-signature'); });

Source from: surabaya[dot]tribunews[dot]com

Jumat, 28 Juni 2013

Fenomena Baru, Publik Kecam Unjuk Rasa




Fenomena Baru, Publik Kecam Unjuk Rasa
Fenomena Baru, Publik Kecam Unjuk Rasa





depok - sebuah hasil riset menyatakan, berbagai aksi unjuk rasa yang dilakukan sejumlah elemen menyikapi kenaikan harga bahan bakar minyak (bbm) tidak memperoleh simpati publik atau mendapat kecaman dari masyarakat yang menilai negatif.
"ini terbukti dengan sentimen negatif pemberitaan tentang unjuk rasa di media-media maupun tanggapan masyarakat di media sosial," kata direktur eksekutif prapancha research geger riyanto di depok, jumat (28/6/2013).
ia mengatakan sesuai hasil riset hal tersebut merupakan fenomena baru karena masyarakat menilai unjuk rasa sebagai pengganggu ketertiban umum.
jadi penyampaian aspirasi melalui demonstrasi, belum tentu efektif untuk mendapatkan dukungan publik.
     "kicauan di media sosial oleh akun yang berpengaruh (media dan seleb tweet) justru memiliki dampak yang lebih luas, terlihat dari bagaimana ekskalasi isu di media sosial sejalan dengan ekskalasi isu di media konvensional," katanya.
     hasil penelitian yang dilakukan tercatat, pada tanggal 21 juni 2013 (saat pengumuman kenaikan harga bbm), berita di media konvensional meningkat menjadi 17 pemberitaan, di media sosial pun mencapai angka 743.
986 mention.

Source from: surya[dot]tribunews[dot]com

Rabu, 27 Maret 2013

Institusi Layanan Publik Akan Diawasi Secara Diam-Diam








surabaya - sebanyak 60 mahasiswa universitas wijaya kusuma surabaya (uwks) yang hari rabu (27/3/2013) ini mendapat pelatihan dari ombudsman nantinya akan diterjunkan ke institusi layanan publik di jatim.
dalam kerjanya mereka laiknya intelijen yang akan mengawasi secara sembunyi-sembunyi praktek pelayanan di institusi tersebut.
"kami tentu akan membekali mereka surat tugas.
tapi surat ini baru ditunjukkan kalau diperlukan.
ini demi pelayanan yang natural, tidak dibuat-buat.
kalau ditunjukkan dari awal tentu mereka akan berusaha bekerja baik karena dilihat," kata anggota ombudsman ri khoirul anwar saat ditemui di uwks, rabu (27/3/2013).
instansi mana saja yang akan dimonitor, khoirul tidak bisa menyebutkan satu per satu.
"yang jelas 10 layanan yang dirasakan langsung rumah tangga seperti kelurahan, rt/rw, kecamatan, kantor kua, bpn pasti dimonitor,"tandasnya.
dalam pemantauannya nanti akan dilihat beberapa hal, diantaranya fasilitas seperti kotak pengaduan hingga tempat layanan yang memadai.
 diamati juga sikap penyelenggaa layanan, apakah ramah, judes atau cenderung cuek.
hal ini penting karena berkaitan dengan kepuasan masyarakat.
hasil monitoring ini akan dikumpulkan untuk kemudian, institusi yang dikeluhkan itu diundang ombudsmen dan uwks untuk diajak komitmen agar memperbaiki layanannya.

Source from: surya[dot]tribunews[dot]com

UWKS Buka Hotline Pengaduan Pelayanan Publik




UWKS Buka Hotline Pengaduan Pelayanan Publik
UWKS Buka Hotline Pengaduan Pelayanan Publik





surabaya - banyaknya pelayanan publik yang dikeluhkan masyarakat direspon universitas wijaya kusuma surabaya (uwks).
kampus yang berlokasi di jalan dukuh kupang ini membuka hotline pengaduan pelayanan publik.
layanan ini tindaklanjut kerjasama uwks dengan ombudsman ri.
sebagai langkah awal, rabu ini (27/3/2013) sebanyak 60 mahasiswa dari delapan fakultas (fisip, hukum, ekonomi, bahasa dan sains, teknik, kedokteran hewan, pertanian dan kedokteran umum) mendapat pelatihan dari anggota ombudsman ri khoirul anwar dan kepala ombudsmen perwakilan jatim agus widiyarto.
dekan fisip uwks moch fauzie said mengatakan terobosan ini karena rendahnya pelayanan publik terutama di institusi kesehatan.
"saya beberapa kali mengalami sendiri ketika beberapa keluarga saya dirawat di rumah sakit.
ternyata layanannya jauh dari memuaskan," katanya kepada rabu (7/3/2013).
setelah mendapat pelatihan ini, 60 mahasiswa ini akan dimagangkan di ombudsman.
dari ombudsman mereka akan diminta untuk memonitoring sejumlah institusi pelayanan publik di jatim.
sementara untuk hotline pengaduan, rencananya akan dilaunching bulan april 2013.

Source from: surya[dot]tribunews[dot]com