Halaman

Tampilkan postingan dengan label Biaya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Biaya. Tampilkan semua postingan

Selasa, 01 Juli 2014

Biaya Pendaftaran Jalur Mandiri UB Turun









surya online, malang – universitas brawijaya (ub) menurunkan biaya pembelian formulir pendaftaran untuk seleksi penerimaan minat dan kemampuan (spmk) 2014 lewat jalur mandiri dari rp 500.
000 menjadi rp 300.
000.
rektor ub, prof dr ir m bisri ms menjelaskan penurunan biaya pendaftaran ini berdasarkan masukan dekanat, mahasiswa, termasuk orang tua siswa.
“setelah kami hitung besaran biaya pendaftaran dengan operasional masih mencukupi,” katanya pada surya, senin (30/6/2014).
mantan dekan fakultas teknik ini menjelaskan, operasional yang dimaksud adalah seluruh pembiayaan yang digunakan saat masa spmk, seperti biaya pencetakan soal, pengawasan saat masa ujian, hingga konsumsi panitia.
seluruh biaya tersebut, lanjutnya, telah dihitung berdasarkan perkiraan jumlah mahasiswa yang bakal mendaftar.
ia mengatakan, jumlah pendaftar jalur spmk diperkirakan lebih dari 2.
000 orang.
“kalaupun nanti kurang pasti akan kami subsidi,” tegas bisri.
saat ditanya kuota, bisri menjelaskan, akan ada penurunan jumlah mahasiswa yang bakal diterima lewat jalur spmk.
ini disebabkan direktorat jenderal pendidikan tinggi sudah menyetujui keinginan ub untuk menghentikan sementara waktu penerimaan mahasiswa di kampus iv, kediri.
alasan lain, juga untuk memperbaiki rasio ketersediaan dosen dan mahasiswa.
“mungkin yang diterima (lewat jalur spmk) hanya sekitar 2.
000 orang saja, dari total keseluruhan 12.
000 mahasiswa,” katanya.
jumlah tersebut, bisri pastikan telah sesuai dengan aturan kementerian pendidikan dan kebudayaan (kemendikbud), yang mensyaratkan untuk menerima mahasiswa dengan persentase, 50 persen untuk jalur seleksi masuk perguruan tinggi negeri (smptn), 30 persen untuk jalur seleksi bersama masuk perguruan tinggi negeri (sbmptn) dan sisanya untuk jalur mandiri.
sekedar diketahui, ub membuka penerimaan mahasiswa baru jalur mandiri mulai senin (30/6/2014) hingga jumat (18/7/2014), untuk 63 jurusan s1.
rinciannya, 25 jurusan di progam s1 kelompok sosial dan 37 jurusan di progam s1 kelompok saintek.
ub juga membuka peluang bagi progam studi favorit seperti, kedokteran, farmasi ataupun psikologi.
berdasarkan data panitia seleksi mahasiswa ub, pendaftaran melalui jalur mandiri hanya bisa dilakukan secara online melalui situs https://selma.
ub.
ac.
id.
kendati demikian, calon peserta harus terlebih dulu membayar biaya pendaftaran pada bni sebesar rp 300.
000.
biaya pendaftaran ini dipergunakan untuk mendapatkan nomor dan pin pendaftaran.
setelah selesai, para pendaftar wajib mengikuti ujian pada selasa (22/7/2014) di ub malang.




terkait#biaya, pendaftaran, jalur mandiri, ub, turun

baca juga



untuk keamanan, made joga ditahan di lapas sidoarjo


pkb fokus elektabilitas khofifah


biaya formulir harus gratis bagi siswa kurang mampu


wali murid keluhkan biaya formulir rp 50 ribu ppdb mojokerto


dibius, gadis disetubuhi tetangga





penulis: adrianus adhi

editor: wahjoe harjanto






tweet

Source from: surabaya[dot]tribunews[dot]com

Jumat, 07 Maret 2014

Korban Kelud Kepala Pecah Tidak Dapat Bantuan Biaya Pengobatan




Korban Kelud Kepala Pecah Tidak Dapat Bantuan Biaya Pengobatan
Korban Kelud Kepala Pecah Tidak Dapat Bantuan Biaya Pengobatan






surya online, kediri-erupsi gunung kelud masih menyisakan duka yang mendalam bagi pasangan suami istri karmini (58) dan suaminya tekad (68).
warga desa plosokidul, kecamatan plosoklaten, kabupaten kediri ini saat meletusnya gunung kelud tertimpa atap teras rumahnya sehingga mengalami luka parah di bagian kepala.
luka yang dialami karmini dan tekad memang sudah sembuh, namun kedua korban dampak erupsi gunung kelud itu sampai saat ini masih belum mendapatkan bantuan apapun dari pemerintah.
biaya pengobatan di rumah sakit bagi korban gunung kelud yang digembar gemborkan gratis ternyata tetap dipungut biaya.
pasangan suami istri ini tertimpa atap teras rumahnya yang runtuh karena tak mampu menahan hujan pasir, material vulkanik gunung kelud.
saat itu keduanya ingin menyelamatkan diri, tapi belum sempat dievakuasi sudah keburu tertimpa atap teras rumahnya.
korban tidak sempat menghindar saat atap teras yang digunakannya berteduh roboh.
balok kayu atap teras itu menimpa kedua korban sehingga mengalami luka parah.
malahan tekad, suaminya sempat pingsan akibat tertimpa balok kayu.
"saat masih hujan pasir, saya dan istri sempat ketakutan di dalam rumah.
  kami berdua memilih berteduh di emperan teras, tapi tiba-tiba atapnya roboh, kami tidak sempat menghindar," jelas tekad di rumahnya, jumat (7/3/2014).
sementara karmini, meski tidak pingsan, menderita luka robek di bagian kepalanya.
tekad juga mengalami luka parah di kepala bagian belakang dan pinggangnya.
kedua korban sempat berteriak minta tolong sehingga tetangga berdatangan.
korban kemudian dibawa ke rs baptis kota kediri untuk mendapat pertolongan medis.
luka di bagian kepala karmini mendapatkan 36 jahitan.
sementara tekad kepala hanya mendapatkan 3 jahitan saja.
kedua korban dampak erupsi gunung kelud itu, harus menjalani rawat inap selama 11 hari di rumah sakit.
"saya tidak tahu siapa yang menolong, tahu-tahu sudah di rumah sakit," ujar tekad.
menurut penjelasan tekad, rawat inapnya menghabiskan biaya rp 24,7 juta.
tentu saja kedua korban kaget karena biayanya sangat mahal.
pasutri itu sempat kebingungan membayar biaya perawatan  sehingga harus menjual sapi milik anaknya.
"biaya rumah sakit mencapai rp 24,7 juta, uang yang saya punya hanya rp 2,7 juta.
terpaksa sapi anak saya yang dijual untuk menutupi biayanya, tapi hanya laku rp 7 juta.
sehingga kami masih punya utang di rs baptis rp 15 juta," jelas tekad.
biaya pengobatan bagi korban dampak erupsi gunung kelud yang kabarnya digratiskan pemerintah ternyata hanya isapan jempol.
selama kami dirawat di rumah sakit hingga saat ini, tidak satupun pihak pemerintah mengurusinya.
musibah yang menimpa keluarga tekad sebenarnya telah dilaporkan kepada perangkat desa.
namun laporan korban sejauh ini masih belum ada tindaklanjutnya.
karmini sendiri mengaku masih merasakan pusing akibat luka di bagian kepalanya.
"kepala saya masih pusing, saya belum berani pulang ke rumah, lebih baik sementara di rumah anak saya," tutur karmini.
sementara humas rs baptis, diyah eruwati saat dikonfirmasi menjelaskan korban karmini dan tekad memang pernah rawat inab di rs baptis.
total biaya yang harus ditanggung pasien sebesar rp 27 juta.
sementara kedua korban masih membayar sekitar rp 5 juta.
pihak rumah sakit telah mengupayakan keringanan pada kementrian kesehatan, namun sampai saat ini masih belum ada realisasinya.
"pasien sudah dipulangkan, sekarang sudah diupayakan untuk mengurus keringanan biaya ke kementerian kesehatan," jelasnya.





googletag.
cmd.
push(function() { googletag.
display('div-surya-article-bottom-signature'); });

Source from: surabaya[dot]tribunews[dot]com

Kamis, 01 Agustus 2013

Biaya Kemitraan Unesa Bisa Diangsur









surya online, surabaya – humas universitas negeri surabaya (unesa) suyatno mengakui biaya kuliah jalur kemitraan dan mandiri memang lebih tinggi dibandingkan snmptn maupun sbmptn.
sebab, jalur ini membutuhkan kemandirian peserta, bukan lagi menggantungkan subsidi pemerintah.
”ini konsekuensinya.
jadi orangtua harus ikut membantu pendanaan,”kata doktor bidang sastra anak ini saat dikonfirmasi, rabu (31/7/2013).
kenapa hal ini tidak diumumkan dari awal? suyatno beralasan sumbangan (uang kuliah awal) itu nilainya relatif, tergantung kemampuan orangtua mahasiswa.
karena itu pihaknya tidak mengumumkan secara rinci berapa uang kuliah awal (uka) tiap program studi.
”karena itulah dalam wawancara kami sengaja mendatangkan orangtuanya langsung untuk mengukur kemampuannya sebab tidak sama tiap pendaftar,”katanya.
selain itu, wawancara juga dibutuhkan untuk meminta kepastian orangtua apakah anaknya mampu kuliah hingga tahun terakhir.
”jangan sampai karena ketidakmampuan ini baru dua tahun kuliah sudah drop out (do),” ujarnya.
diakui yatno, uka ini nilainya berbeda-beda tiap fakultas, tergantung dari kebutuhan.
dia menyebut fakultas bahasa dan seni yang nilai ukt minimalnya hanya rp 5 juta.
mengenai pernyataan petugas bahwa kuota di jalur kemitraan lebih besar dibandingkan mandiri dibantah suyatno.
menurut dia, tidak ada kuota khusus di kemitraan maupun mandiri.
kuota hanya berlaku di spmb (meliputi bidik misi, kemitraan, dan mandiri) yakni 20 persen dari total calon mahasiswa baru yang diterima unesa.
kuota 20 persen ini sisa dari jalur snmptn dan sbmptn yang sudah digelar sebelumnya.
”mandiri itu ya kemitraan.
sama saja, gak ada kuota sendiri-sendiri,”bantahnya.
suyatno meminta orangtua pendaftar tidak khawatir dengan pembiayaan uka.
meski nilainya besar, tapi bisa diangsur selama kuliah.
”sifatnya fleksibel kok, bisa dicicil.
berbeda dengan ukt yang memang harus dibayar setiap semester dan nilainya ditentukan berdasarkan keputusan menteri pendidikan dan kebudayaan,”tukasnya.


Source from: surabaya[dot]tribunews[dot]com

Orangtua Tiba tiba Disodori Biaya Mahal




Orangtua Tiba tiba Disodori Biaya Mahal
Orangtua Tiba tiba Disodori Biaya Mahal






surya online, surabaya - kegaduhan mewarnai proses seleksi penerimaan mahasiswa baru (spbm) universitas negeri surabaya (unesa), rabu (31/7/2013).

seleksi yang mengagendakan wawancara itu diprotes sejumlah orangtua pendaftar.
hal itu terjadi setelah dalam wawancara dengan petugas di masing-masing fakultas mereka disodori surat pernyataan bermaterai yang memintanya memilih satu dari tiga jalur spmb, yakni kemitraan, mandiri, dan bidik misi.

yang membuat mereka emosi adalah pencantuman jalur kemitraan berbiaya tinggi yang sebelumnya tidak dijelaskan dalam pengumuman di situs spmb unesa.

di jalur kemitraan ini, selain uang kuliah tunggal (ukt) kelompok lima, mereka juga diharuskan membayar uang kuliah awal (uka) yang nilainya berbeda-beda di setiap fakultas.

seperti fakultas mipa ada lima biaya yang harus dipilih yakni rp 20 juta, rp 22,5 juta, rp 25 juta, rp 30 juta dan di atas rp 30 juta yang nilainya bisa diisi sendiri oleh pendaftar.
di fakultas teknik pilihannya rp 15 juta, rp 20 juta, rp 22,5 juta, rp 25 juta, rp 30 juta, rp 35 juta dan lebih dari rp 35 juta.

sementara jika memilih jalur mandiri mereka hanya dikenakan uang kuliah tunggal (ukt) kelompok lima.
sedangkan jalur bidik misi tanpa uka maupun ukt namun  kuotanya sangat minim.

yang membuat orangtua pendaftar semakin geregetan, petugas seolah-olah ingin mengarahkan mereka memilih jalur kemitraan yang berbiaya tinggi.
hal ini diakui ratno, salah satu orangtua pendaftar.

“saat wawancara petugas menjelaskan kalau prodi teknik sipil yang dipilih anak saya menyediakan kuota 245 mahasiswa, tapi hanya tersisa tujuh di jalur mandiri dan 18 di jalur kemitraan,” terang ratno saat ditemui usai wawancara.

pernyataan petugas ini membuatnya bingung karena jika memilih mandiri peluang lolos kecil, sememtara jika kalau kemitraan dia tidak siap dengan biaya sebesar itu.

“mestinya kalau ada seperti ini dijelaskan dari awal di websitenya.
biar kami tidak bingung,”protesnya.

meski ragu-ragu ratno memutuskan memilih jalur mandiri walaupun peluangnya tipis.
”kalau bidik misi ya gak mungkin.
katanya saja cuma satu yang dipilih,”tukasnya.
 
biaya tinggi ini membuat sejumlah pendaftar memilih mundur, tidak mengikuti proses wawancara karena kecewa.

”saya kecewa unesa tidak transparan.
harusnya ini disampaikan dari awal kalau memang ada pilihan biaya sebesar ini.
kalau sejak awal ada ini, saya pasti tidak akan mendaftar,”kata orangtua pendaftar yang enggan namanya dikorankan.

dia menduga keterangan biaya itu sengaja disembunyikan agar bisa menjaring pendaftar sebanyak-banyaknya.
dan itu berarti uang pendaftaran yang masuk lebih banyak.

”kalau saya tahu sejak awal seperti ini mending saya pilih swasta saja.
dengan begini kan percuma saya bayar uang pendaftaran rp 350.
000,”imbuhnya.

di bagian lain, orangtua pendaftar tampak pasrah dengan pilihan biaya tersebut.
seperti salah satu orangtua pendaftar asal ngawi yang akhirnya memilih jalur kemitraan untuk program biologi yang dipilih anaknya.
sementara pilihan kedua matematika dia memilih mandiri.

”di biologi saya pilih jalur kemitraan dengan pilihan biaya paling rendah rp 20 juta.
yah, barangkali bisa masuk soalnya ini kesempatan terakhir.
dan biaya itu kan juga untuk perbaikan sarana kuliah anak saya nanti,”kata perempuan asal ngawi.

perempuan berkerudung ini sempat kaget dengan pilihan itu karena tidak ada pemberitahuan sebelumnya.
”tapi ya sudahlah, barangkali ini jalannya anak saya bisa lulus.
ya doakan saja,”katanya.

nita, keluarga pendaftar lainnya mengaku sudah mengetahui mengenai jalur kemitraan yang berbiaya tinggi.
”memang jalur ini mahal.
tahun-tahun sebelumnya juga begini.
karena itu saya pilihkan untuk adik saya jalur mandiri saja karena nilainya juga menentukan kelulusan kok.
bukan soal biaya saja,”aku perempuan berkerudung yang juga alumni unesa.


Source from: surabaya[dot]tribunews[dot]com

Selasa, 18 Juni 2013

Butuh Biaya Untuk Anak, PRT di Surabaya Curi Emas Majikan








surabaya - demi mencukupi kebutuhan, siti rohma (18) pembantu rumah tangga (prt) asal lumajang yang tinggal di tempat kos jl rungkut tengah lor x surabaya nekat mencuri sejumlah perhiasan emas milik majikannya.
selama ini siti bekerja di rumah  anisa putri (26) warga jl rungkut asri surabaya.
namun, sekarang siti harus mendekam di dalam penjara setelah kejahatannya berhasil diungkap anggota polsek rungkut.
"mulanya pelaku mengelak.
namun, setelah tempat kosnya digeledah dan ditemukan sejumlah perhiasan milik majikannya, iapun tidak bisa membantah lagi," kata kanit reskrim polsek rungkut akp ari priambodo, selasa (18/6/2013).
dalam pemeriksaan polisi, janda satu anak tersebut mengaku melakukan pencurian pada mei lalu.
modusnya, saat majikannya sedang mandi, ia masuk ke dalam kamar dan menggasak perhiasan sang majikan.
dalam aksinya itu, siti menggasak dua buah gelang emas  dan dua cicin yang nilainya mencapai kisaran rp 8,2 juta.
perhiasan itu, oleh korban disimpan di bawah kasur tempat tidurnya.
"setelah beberapa hari, korban yang merasa kehilangan baru melapor ke polisi.
dan berdasar laporan itulah, petugas melakukan penyelidikan," sambung ari priambodo.
menurut siti, dirinya nekat mencuri karena butuh uang untuk kebutuhannya sendiri serta anaknya.
"bayarannya kurang, karena itu sampai (nekat mencuri) seperti ini," jawab siti di sela menjalani pemeriksaan.

Source from: surya[dot]tribunews[dot]com

Kamis, 13 Juni 2013

Dewan Sebut BLKI Boleh Dibangun, Asal Sidoarjo Tak Keluar Biaya








sidoarjo - kerja sama pemkab sidoarjo dengan kementerian tenaga kerja dan transmigrasi (kemenakertrans) untuk membangun balai latihan kerja indonesia (blki) di desa janti, kecamatan tulangan tidak mudah direalisasi jika ada yang menjadi tanggungan pemkab sidoarjo.
ketua dprd sidoarjo, h dawud budi sutrisno, menjelaskan dalam membangun blki pihaknya tidak mau kompromi terhadap jika ada salah satu poin saja yang mengharuskan pemkab menanggung biaya.
seperti biaya operasional, pembangunan atau pembelian mesin serta biaya yang lain.
"biaya operasional itu sangat mahal.
dari pada untuk membiayai blki lebih baik digunakan untuk rakyat," tutur dawud, kamis (13/6/2013).
politisi partai demokrat ini menegaskan, sebelum rencana ini diwujudkan, dewan akan mempelajari dulu mou dari kerjasamanya itu.
seperti didalamnya ada klausul biaya operasional ditanggung pemkab, maka dewan akan menolak mentah-mentah kerja sama itu.
pimpinan pernah menggelar rapat tetapi belum sampai pada keputusan menyetujui pembangunan blki.
belakangan ini dprd  mendapat informasi bahwa pemkab sidoarjo dibebankan menanggung biaya operasional untuk perawatan gedung itu sebesar rp 500 juta/tahun.
"apakah rumor ini benar atau tidak.
yang jelas sidoarjo menolak kalau pemkab keluar uang, harus free semuanya," tandasnya.
ia beranggapan pemkab sidoarjo sudah menghibahkan tanahnya 11 ha dan lahan yang lahan yang ada itu sebagai bentuk komitmen daerah untuk meneruskan program yang ada.

Source from: surya[dot]tribunews[dot]com

Kamis, 09 Mei 2013

Butuh Biaya Berobat Istri, Radi Cari Pembuat STNK Palsu








surabaya - radi wibowo, tersangka penggelapan mobil rental, dua kali masuk sel tahanan polrestabes surabaya.
sebelumnya, warga sukodono sidoarjo ini masuk tahanan karena kasus serupa tahun 2010 lalu.
radi mengaku rela membantu m ilham yang hendak menggelapkan mobil rental.
"saya diminta mencari pembuat stnk palsu, dan saya temukan dengan teman saya.
saya ditawari upah rp 500 ribu, tapi hingga sekarang saya belum menerimanya," kata radi, kamis (9/5/2013).
awalnya dia menolak membantu ilham, namun karena iming-iming upah rp 500 ribu, akhirnya dia menerima.
apalagi saat ini istrinya sedang menderita diabetes dan paru-paru.
setiap hari istrinya harus rawat jalan di rs dr soetomo surabaya.
"tiap satu minggu, saya harus menyediakan uang rp 580 ribu, sedangkan saya hanya tukang las freelance," kata bapak satu anak itu.
sejak 2004, istri radi menderita diabetes dan kaki kirinya diamputasi.
pernah sekali, istrinya datang menjenguk ke tahanan, namun dilarang penyidik yang tak tega melihat keadaannya.
"sekarang saya tidak ada yang menjenguk.
putri saya, saya minta untuk menjaga ibunya, tidak usah pikirkan saya," kata radi.

Source from: surya[dot]tribunews[dot]com

Senin, 06 Mei 2013

Mahasiswa Bidik Misi Keluhkan Biaya Pratikum








malang - enam orang mahasiswa bidik misi (bm) fakultas perikanan dan ilmu kelautan (fpik) universitas brawijaya (ub), mengeluhkan masih adanya tarikan praktikum mata kuliah (mk) yang serahusnya bebas biaya.
ke enam orang itu, ali ahsan, miftaqul huda, fatma faricha, kiki sakinah, aviv mudhar, dan tanu wijaya, yang mengaku mewakili 500 orang aliansi mahasiswa bidik misi cerdas fpik  ub, mendatang biro surya online malang di jalan sultan agung, jumat (3/5/2013).
tanu wijaya menceritakan, sudah habis dana jutaan untuk membayar praktikum sejak masuk fpikub 2012 lalu.
padahal, lanjut tanu, menurut pedoman bidik misi direktorat jendral (dirjen) pendidikan tinggi (dikti), mahasiswa bm dibebaskan dari biaya praktikum, karena biaya-biaya itu sudah ditanggung pihak universitas.
"kami sudah bilang kalau kami mahasiswa bm, tapi tetap ditarik.
dosen mk tidak mau tahu," kata tanu kepada surya online.
tanu yang asal majalengka ini mengatakan, dirinya manut saja ketika ditagih biaya praktikum karena mendapat ancaman nilainya akan tidak diluluskan oleh dosen mk tertentu.
"tarikan biayanya tiap mk berbeda-beda.
ada yang rp 10 ribu tapi ada juga yang sampai rp 1 juta," sambungnya.
kiki menambahkan, sudah mengadukan praktik tarikan biaya praktikum ini ke pembantu rektor 3 ub, ainurrasyid.
bahkan, ungkapnya, pihak rektorat ub telah mengeluarkan surat edaran jika mahasiswa bm bebas dari tarikan praktikum.
"tapi surat edaran itu tidak berjalan mulus di perikanan, buktinya kami tetap ditarik," ujar kiki.
aviv membeberkan, pembayaran praktikum ini ada yang tidak memiliki kwitansi, tapi ada beberapa yang memiliki kwitansi yang ditandatangani dosen mk.
"saya dan teman-teman masih simpan kwitansi-kwitansi itu,"  beber aviv yang diamini kawan-kawannya.
fatma dan rekan-rekannya sepakat, jika tarikan-tarikan ini masih terus berlangsung, dirinya bersama 500 orang mahasiswa bm fpik ub akan mengadukan hal ini ke dikti.
"kalau tarikan praktikum berhenti dan uang kami sebelumnya dikembalikan, kami tidak akan mengadukan ke dikti.
yang kami inginkan hanya satu, stop tarikan praktikum untuk mahasiswa bm.
".
huda mengaku tiap bulannya dirinya mendapatkan beasiswa rp 1 juta dari bm.
yang rp 600 ribu untuk biaya hidup, sisanya rp 400 ribu untuk biaya kuliah.
"tiap semester, paling tidak ada lima praktikum.
kalau semuanya bayar, saya tidak bisa menyambung hidup di sini," ucapnya.
pembantu dekan ii fpik ub, dr ir agus tjahyono ms, menyatakan tidak pernah mendapat laporan dari mahasiswa bm mengenai adanya tarikan biaya praktikum.
agus mengatakan harusnya mahasiswa melapor ke dirinya, jika memang ada tarikan-tarikan itu.
"saya akan mengusut kalau memang ada laporan.
tapi sampai saat ini tidak ada laporan sama sekali," kilah agus, minggu (5/5/2013).
agus menjelaskan, mahasiswa bm memang bebas dari biaya praktikum.
kalau masih dikenakan, mahasiswa diminta melapor dengan melampirkan bukti-bukti yang jelas.
"bukan hanya mahasiswa bm fpik, tapi semua fakultas.
pintu kantor saya selalu terbuka, kalau mahasiswa bm fpik ingin melaporkan hal itu," tandasnya.
pr 3 ub, dr ir hrb ainurrasyid, menyampaikan seluruh mahasiswa bm ub yang saat ini mencapai 5.
000 lebih bisa melaporkan ke dirinya, kalau masih ada tarikan-tarikan praktikum.
pria yang biasa disapa ainur ini menjanjikan, akan memberikan sanksi kepada oknum yang menarik iuran-iuran itu, selama mahasiswa mampu memberikan bukti adanya praktek tarikan.
ainur pun mengakui pernah menerima mahasiswa bm fpik tiga bulan lalu terkait masalah ini.
namun, beber ainur, mahasiswa tidak bisa memberikan bukti konkrit adanya tarikan itu.
"tapi akan kami dalami keluhan mahasiswa bm fpik ini besok (senin), karena mahasiswa bm ini juga aset ub.
tapi saya harap, mahasiswa bisa membuktikan, bukan sekedar katanya-katanya saja," pungkasnya minggu (5/5/2013).

Source from: surya[dot]tribunews[dot]com