Halaman

Tampilkan postingan dengan label Pecah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pecah. Tampilkan semua postingan

Jumat, 07 Maret 2014

Korban Kelud Kepala Pecah Tidak Dapat Bantuan Biaya Pengobatan




Korban Kelud Kepala Pecah Tidak Dapat Bantuan Biaya Pengobatan
Korban Kelud Kepala Pecah Tidak Dapat Bantuan Biaya Pengobatan






surya online, kediri-erupsi gunung kelud masih menyisakan duka yang mendalam bagi pasangan suami istri karmini (58) dan suaminya tekad (68).
warga desa plosokidul, kecamatan plosoklaten, kabupaten kediri ini saat meletusnya gunung kelud tertimpa atap teras rumahnya sehingga mengalami luka parah di bagian kepala.
luka yang dialami karmini dan tekad memang sudah sembuh, namun kedua korban dampak erupsi gunung kelud itu sampai saat ini masih belum mendapatkan bantuan apapun dari pemerintah.
biaya pengobatan di rumah sakit bagi korban gunung kelud yang digembar gemborkan gratis ternyata tetap dipungut biaya.
pasangan suami istri ini tertimpa atap teras rumahnya yang runtuh karena tak mampu menahan hujan pasir, material vulkanik gunung kelud.
saat itu keduanya ingin menyelamatkan diri, tapi belum sempat dievakuasi sudah keburu tertimpa atap teras rumahnya.
korban tidak sempat menghindar saat atap teras yang digunakannya berteduh roboh.
balok kayu atap teras itu menimpa kedua korban sehingga mengalami luka parah.
malahan tekad, suaminya sempat pingsan akibat tertimpa balok kayu.
"saat masih hujan pasir, saya dan istri sempat ketakutan di dalam rumah.
  kami berdua memilih berteduh di emperan teras, tapi tiba-tiba atapnya roboh, kami tidak sempat menghindar," jelas tekad di rumahnya, jumat (7/3/2014).
sementara karmini, meski tidak pingsan, menderita luka robek di bagian kepalanya.
tekad juga mengalami luka parah di kepala bagian belakang dan pinggangnya.
kedua korban sempat berteriak minta tolong sehingga tetangga berdatangan.
korban kemudian dibawa ke rs baptis kota kediri untuk mendapat pertolongan medis.
luka di bagian kepala karmini mendapatkan 36 jahitan.
sementara tekad kepala hanya mendapatkan 3 jahitan saja.
kedua korban dampak erupsi gunung kelud itu, harus menjalani rawat inap selama 11 hari di rumah sakit.
"saya tidak tahu siapa yang menolong, tahu-tahu sudah di rumah sakit," ujar tekad.
menurut penjelasan tekad, rawat inapnya menghabiskan biaya rp 24,7 juta.
tentu saja kedua korban kaget karena biayanya sangat mahal.
pasutri itu sempat kebingungan membayar biaya perawatan  sehingga harus menjual sapi milik anaknya.
"biaya rumah sakit mencapai rp 24,7 juta, uang yang saya punya hanya rp 2,7 juta.
terpaksa sapi anak saya yang dijual untuk menutupi biayanya, tapi hanya laku rp 7 juta.
sehingga kami masih punya utang di rs baptis rp 15 juta," jelas tekad.
biaya pengobatan bagi korban dampak erupsi gunung kelud yang kabarnya digratiskan pemerintah ternyata hanya isapan jempol.
selama kami dirawat di rumah sakit hingga saat ini, tidak satupun pihak pemerintah mengurusinya.
musibah yang menimpa keluarga tekad sebenarnya telah dilaporkan kepada perangkat desa.
namun laporan korban sejauh ini masih belum ada tindaklanjutnya.
karmini sendiri mengaku masih merasakan pusing akibat luka di bagian kepalanya.
"kepala saya masih pusing, saya belum berani pulang ke rumah, lebih baik sementara di rumah anak saya," tutur karmini.
sementara humas rs baptis, diyah eruwati saat dikonfirmasi menjelaskan korban karmini dan tekad memang pernah rawat inab di rs baptis.
total biaya yang harus ditanggung pasien sebesar rp 27 juta.
sementara kedua korban masih membayar sekitar rp 5 juta.
pihak rumah sakit telah mengupayakan keringanan pada kementrian kesehatan, namun sampai saat ini masih belum ada realisasinya.
"pasien sudah dipulangkan, sekarang sudah diupayakan untuk mengurus keringanan biaya ke kementerian kesehatan," jelasnya.





googletag.
cmd.
push(function() { googletag.
display('div-surya-article-bottom-signature'); });

Source from: surabaya[dot]tribunews[dot]com

Minggu, 04 Agustus 2013

Kaca-kaca Kantor Lapas Pecah




Kaca-kaca Kantor Lapas Pecah
Kaca-kaca Kantor Lapas Pecah






surya online, tulungagung - ibrahim alias budheng, napi lapas klas ii b tulungagung yang mengamuk sempat melakukan perusakan kantor lapas, sabtu (3/8/2013).

sekitar 50 napi berhasil lolos dari blok dan merangsek ke deretan ruangan kantor lapas.
mereka memecahkan kaca-kaca kantor.
bahkan para napi ini berhasil masuk ruang pemeriksaan para tamu.

ruangan ini tempat gerbang utama lapas dan berhadapan langsung dengan jalan pahlawan tulungagung.
beruntung para napi ini tidak melarikan diri.

"untung saja mereka tidak kabur.
sipir sudah tidak bisa melawan mereka," ujar seorang perwira polisi dari polres tulungagung.

sekitar pukul 21.
30 wib, beberapa tukang memasukan mesin las listrik.
sebuah mesin generator listrik dinyalakan di luar gerbang.

menurut tukang las yang enggan disebut namanya, ada tiga jeruji yang memisahkan halaman depan dengan ruang kantor yang patah.
padahal jeruji tersebut sebesar jempol kaki.

"kelihatannya digoyang-goyang sampai patah," ujar tukang las tadi.

polisi dan tni masih melakukan penjagaan di depan gerbang lapas.
mereka masih melakukan koordinasi sebelum masuk ke dalam lapas.

di lapas klas ii b tulungagung saat ini ada 279 tahanan, 183 di antaranya sudah berstatus narapidana.
kerusuhan terjadi sabtu (3/8/2013), sekitar pukul 20.
00 wib.

napi di blok f yang dipimpin ibrahim alias budheng mengamuk dan melakukan perusakan.


Source from: surabaya[dot]tribunews[dot]com