 |
| Suami Istri Melenggang ke Kursi Dewan |
surya online, pamekasan – pemilihan legislatif (pileg) 2014, merupakan kebahagiaan tersendiri bagi pasangan
suami istri (pasutri) hm suli faris (44) dan hj sri rahayu ningsih (38), warga desa tambung, kecamatan pademawu, pamekasan.
sebab berdasarkan hasil rekapitulasi tingkat kabupaten, keduanya kini yang mencalonkan diri sebagai caleg dprd kabupaten dari partai bulan bintang (pbb) pamekasan, sama-sma lolos melenggang, untuk menjadi wakil rakyat periode 2014 – 2019.
meski keduanya caleg pbb, namun keduanya bertarung di daerah pemilihan (dapil) berbeda.
suli faris, yang kini menjabat wakil ketua dprd pamekasan, berangkat dari dapil iii pamekasan ( kecamatan batumarmar, waru dan kecamatan pasean).
sedang sri rahayu ningsih, berangkat dari dapil i pamekasan (kecamatan kota dan kecamatan tlanakan).
karena ningsih, panggilan sehari-hari sri rahayu ningsih ini, kebetulan lahir di kelurahan jungcangcang, kecamatan kota, pamekasan.
saat ditemui di rumahnya, ningsih, ibu empat anak ini mengungkapkan, sejak awal dirinya tidak berminat untuk terjun di dunia politik, apalagi menjadi anggota dprd.
alumni sekolah menengah ekonomi atas (smea) negeri pamekasan (kini smk 1.
red), lebih senang menjadi ibu rumah tangga mengurus
suami dan anak.
namun ketika
suaminya meminta dirinya untuk didaftarkan menjadi caleg, ia pun bersedia.
karena saat itu, pencalonan dirinya di dapil i, pamekasan hanya sebagai pelengkap untuk mengisi keterwakilan perempuan saja.
namun begitu namanya tercantum dalam caleg pbb dapil i, pamekasan, sejumlah teman-teman sekolahnya menghubungi dirinya, menanyakan keseriusannya dan ia menjawab dirinya jawab serius maju sebagai caleg dan berjuang bagaimana lolos, teman-teman perempuannya bersedia untuk membantu bahkan suka rela menjadi tim pemenangan.
dikatakan, sebagai pendatang baru di panggung politik dan bersaing dengan caleg incambent dan pendatang baru yang sudah matan politik, maka untuk bertarung merebut suara masyarakat yang rasional tentu tidak mudah.
apalagi
suaminya juga bertarung, sehingga tak mungkin setiap saat menggantungkan kepada
suaminya.
“jika nanti saya sudah duduk di dewan, tentu saya akan melaksanakan tugas ini dengan baik dan profesional.
untuk urusan rumah tangga, saya akan berusaha mengatur agar semuanya bisa terbagi dan tertangani dengan baik,” kata ningsih, kepada surya, rabu (24/4/2014).
sedang suli faris, mengaku tidak percaya jika istrinya yang dipasang sebagai caleg pelengkap keterwakilan perempuan banyak mendapat dukungan dan lolos menjadi dewan.
sebab walau istrinya menjadi caleg, konsentrasi dirinya bukan kepada istrinya, tapi bagaimana caleg pbb di dapil i ada yang lolos dan tidak harus istrinya.
ditanya biaya yang dikeluarkan untuk pencalegan istrinya, suli faris, mengatakan kocek yang dikeluarkan tidak sebanyak caleg lain.
untuk istrinya ia membuat 1.
000 stiker yang disebar ke teman-teman perempuan.
sedang poster hanya satu dua, dipajang di depan rumahnya di jl ghazali, pamekasan.
dikatakan, dirinya terjun ke politik sejak 1990 lalu.
pada 1999 – 2004, menjadi anggota dewan dari partai persatuan pembangunan (ppp) pamekasan.
kemudian pada 2004 pindah ke pbb dan menjadi anggota dewan sampai sekarang.
dan sejak jadi anggota dewan 2004 lalu, ia berangkat dari dapil wilayah pamekasan utara, sesuai tanah kelahirannya di pasean, kecamatan pasean, pamekasan.
“karena istri saya awam dengan politik, maka mulai saat ini istri saya akan saya bimbing, agar dalam melaksanakan tugasnya nanti profesional dan memberikan banyak manfaat buat masyarakat,” papar suli faris.
berita terkait: pemilu 2014
ruhut : demokrat bikin poros baru, akan ada capres jadi korban
kpu kepri tunda rekapitulasi suara pemilu
caleg yang sudah meninggal ini malah dapat suara terbanyak
artis kawakan jamal mirdad lolos ke senayan
yayuk basuki dipastikan menjadi anggota dpr
penulis: muchsin
editor: heru pramono
tweet
Source from: surabaya[dot]tribunews[dot]com