Halaman

Tampilkan postingan dengan label Diminati. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Diminati. Tampilkan semua postingan

Jumat, 14 Juni 2013

150 Kursi Kedokteran Diminati 3 Ribu Orang








malang - prodi pendidikan kedokteran (pk) universitas brawijaya (ub) merupakan prodi terbanyak peminatnya, pada sbmptn 2013.
pembantu rektor i ub, prof dr ir bambang suharto, mengatakan saat ini ada 3.
000 lebih peminat prodi tersebut.
mereka akan 150 kursi.
"jadi perbandingannya 1:20," sambung bambang.
bambang menuturkan untuk peminat ub pada sbmptn ini sebanyak 30.
755 orang, dengan rincian 12.
761 peminat untuk jurusan saintek, 13.
228 orang soshum, dan 4.
766 orang memilih ub untuk kedua jurusan itu.
lebih lanjut, bambang membeberkan, selain pk prodi favorit calon mahasiswa adalah informatika dan manajemen.
meski begitu, bambang melanjutkan ada fenomena menarik, di mana beberapa prodi di bawah fakultas ilmu kesehatan (fikes) ub mengalami lonjakan luar biasa, seperti ilmu gizi, keperawatan, dan kebidanan.
"terutama saat seleksi snmptn, ketiga prodi itu menggeser kedokteran," bebernya.
bambang mengartikan fakta itu sebagai semakin banyaknya tenaga medis diperlukan di dunia kerja.
dan universitas yang memiliki prodi-prodi itu, tentu menjadi incaran calon mahasiswa untuk kuliah di prodi tersebut.
"sekarang, lulusan ilmu gizi sudah bisa buka praktek sendiri seperti dokter.
fakta ini yang membuat prodi-prodi fikes lainnya naik daun, dan menyaingi kedokteran murni," pungkas bambang.

Source from: surya[dot]tribunews[dot]com

Senin, 29 April 2013

Pembayaran Non-Tunai Makin Diminati








kediri-pembayaran nontunai melalui sistem real time gross settlement (rtgs) dan sistem kliring nasional bank indonesia (sknbi) kini semakin diminati masyarakat.
selain lebih cepat juga lebih aman.
"kebutuhan manusia akan sistem transaksi ekonomi yang cepat, aman dan handal, telah mendorong perubahan mendasar penggunaan uang tunai dalam bentuk fisik sebagai alat pembayaran, menjadi bentuk sistem pembayaran non tunai," ungkap matsisno, kepala perwakilan bi kediri dalam rilis yang diterima surya, minggu (28/4/2013).
data di bank indonesia (bi)  kediri transaksi sknbi dan rtgs di wilayah kerja bi kediri tercatat sebesar rp 11,54 triliun dan rp 206 triliun, dengan pangsa terhadap nasional sebesar 0,59 persen untuk sknbi dan sebesar 2,80 persen untuk rtgs.
indikasi tersebut menunjukkan adanya pergeseran dari sistem tunai dengan fisik uang, menjadi sistem non tunai.
pembayaran itu ada yang berbasis kertas seperti bilyet giro dan cek, berbasis paperless seperti kartu atm, kartu debit, kartu kredit maupun store value facility yang dikenal dengan e-money.
kehadiran alat pembayaran non tunai itu bukan karena adanya inovasi sektor perbankan, tapi juga kebutuhan masyarakat akan adanya pembayaran yang praktis dan memberikan kemudahan dalam melakukan transaksi.
terlebih sistem pembayaran non tunai memiliki beberapa kelebihan dibandingkan sistem tunai di antaranya  kemudahan, keamanan dan kecepatan dalam melakukan transaksi ekonomi dalam nominal dengan jumlah yang besar.
sementara suryono, deputi kepala perwakilan bi kediri bidang sistem pembiayaan dan manajemen interen menyebutkan, penggunaan transaksi ekonomi berbasis non tunai semakin dibutuhkan dan tumbuh pesat.
pertumbuhan itu sekaligus menjadi indikasi pertumbuhan ekonomi suatu daerah.
terbanyak yang memanfaatkan pembayaran non tunai itu dari kalangan sektor industri dan perdagangan.

Source from: surya[dot]tribunews[dot]com