Halaman

Tampilkan postingan dengan label Dianiaya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Dianiaya. Tampilkan semua postingan

Senin, 05 Agustus 2013

Dianiaya, Ria Meninggal di Tangan Majikan









surya online, landak - ester ria (32), tki asal desa selange kecamatan meranti, kabupaten landak, kalimantan barat akhirnya meninggal di rsud landak, sabtu (3/8/2013).
ria sempat dirawat dua hari, akibat  dianiaya majikan di malaysia.

dokter jaga rsud, dr leonardo mengatakan menurut diagnosis yang dilakukan, korban mengalami traumatic brain injury atau cedera pada otak permanen.
"di tubuh korban sudah tak terhitung-hitung luka lebam-lebam dan bekas sundutan api rokok," kata dr leonardo.

tak hanya mengalami kekerasan fisik, janda satu anak ini juga mengalami depresi berat.
setelah visum dilakukan atas permintaan keluarga, menurut dr leo tidak ditemukan adanya tindakan upaya pemaksaan pemerkosaan pada korban.
"luka lebam-lebam yang ada di tubuh korban sangat banyak, tak terhitung.
selain itu juga ada bekas luka bakar kecil di tangan, yang tidak diketahui penyebabnya," katanya.

menurutnya, korban tidak kooperatif saat diberikan tindakan awal di igd rsud lantaran mengalami depresi dan trauma berat.
"maka kita putuskan untuk dirawat," ujarnya.

visum terhadap jasad ester disaksikan oleh pihak keluarga korban, petugas dari polsek ngabang, petugas dinas sosnakertrans landak, dan pengamat hukum landak, henok lafu.

lusiana, adik ester yang datang langsung ke rsud, hanya bisa meratapi jasad korban saat divisum di rsud landak.
dia mengaku sangat sedih, tak menyangka menemui ester hanya dalam kondisi tinggal jasad.
"kami sangat sedih, ini rasanya tak mampu kenapa-kenapa lagi.
ini anaknya belum tahu kalau mamanya sudah meninggal.
anaknya tinggal di desa anjongan, tempat abang saya.
kalau tahu pasti kasihanlah," katanya.

ia menuturkan, adiknya adalah janda yang memiliki satu anak bernama olive (7) dan baru kelas 1 sd di anjongan.
kepergiannya ke malaysia sebagai tki tanpa diketahui oleh anggota keluarga.
"tahun lalu kita dapat informasi kalau dia ini kerja sebagai karyawan di supermarket di malaysia.
setiap dua bulan dia pulang ke anjongan, untuk ngasih nafkah pada anaknya," ujarnya.

"adik saya ini orangnya pendiam dan sangat bertanggung jawab, karena selain menanggung nafkah anaknya, dia juga sempat biayai adiknya kuliah sampai wisuda di perguruan tinggi swasta yang ada di anjongan," imbuh lusiana.

lusiana menuturkan, dia sempat mendengar kabar kalau adik kandungnya itu memiliki ibu angkat yang bertempat tinggal di entikong.
sementara itu, kakak ipar almarhumah, rogerius deni, menambahkan bahwa sesaat sebelum meninggal, korban sempat beberapa kali menangis dan mengisyaratkan tanda salib.
"sesaat ketika masih dirawat, dia ini ndak bisa bicara dan kenal sama orang.
cuma bisa teriak bilang jangan, sakit, dan tidak," ungkapnya singkat.

henok lafu, pengamat hukum landak yang juga tokoh pemuda landak, berharap proses hukum tetap berjalan meski ester telah meninggal.
"terus terang kita sangat prihatin atas peristiwa yang dialami oleh ester.
kita berharap, aparat terkait tangani serius kasus ini.
kenapa kita harapkan proses hukum tetap dilanjutkan? karena masih ada hak-haknya sebagai warga negara, selain juga mencegah nasib yang sama terjadi pada tki-tki kita," katanya.

henok menjelaskan, harapan ini sesuai amanah dalam undang-undang nomor 39 tahun 2004 tentang penempatan dan perlindungan tenaga kerja indonesia di luar negeri.
amanah ini terutama pada pasal 5 dan pasal 6, yang sangat jelas dan tegas menunjukkan bahwa hal ini merupakan tanggung jawab pemerintah melalui instansi dan lembaga terkait.



Source from: surabaya[dot]tribunews[dot]com

Senin, 17 Juni 2013

Tolak Coblos, Kakek Seno Dianiaya








madiun - diduga gara-gara menolak pemberian uang salah satu tim sukses pasangan calon pilbup madiun, seorang kakek sempat mengalami penganiayaan.
sang kakek, seno melan (80), warga desa darmorejo, kecamatan mejayan, sempat dilarikan ke rs panti waluyo, mejayan.
ia mengalami patah tulang di bagian tangan sebelah kanan, dan luka di kepala serta kaki kanan.
informasi menyebutkan, ia bertemu dengan salah satu tim sukses kandidat cabup-cawabup madiun, minggu (16/6/2013) malam.
dia pun diberi uang rp 20.
000.
"saya diberi uang, lalu ditanya nanti mencoblos siapa.
saya bilang tidak nyoblos," katanya dalam bahasa jawa.
karena jawaban yang dinilai tak memuaskan itu.
timbulah percekcokan yang berakhir dengan penganiayaan.
secara terpisah, ketua panwas kabupaten madiun slamet widodo menilai tidak ada unsur money politik dalam aksi yang menimpa seno.
ia katakan, kejadian itu murni pidana umum.
"jadi bukan ranah panwas," katanya.
kapolres madiun akbp yusuf menyatakan, polisi sudah mengamankan darminto, yang ditengara melakukan penganiayaan itu.
"kita menangani dugaan kasus penganiayaannya," kata dia.

Source from: surya[dot]tribunews[dot]com

Kamis, 13 Juni 2013

Rumah Camat Bluluk Dirampok, Istri Dianiaya




Rumah Camat Bluluk Dirampok, Istri Dianiaya
Rumah Camat Bluluk Dirampok, Istri Dianiaya





lamongan -  rumah camat bluluk suja'i di jalan raya talun desa sidogembul rt 01 rw 01, kecamatan sukodadi dijarah perampok, rabu (12/6) sore ini sekitar pukul 16.
35 wib.
istri camat,  kasmoah (43) dianiaya para pelaku yang masuk rumah saat korban baru saja kembali setelah bermaksud hendak  membayar arisan.
korban menderita luka di bagian kaki,  memar di pundak kanan, perut dan pinggangnya  akibat pukulan bertubi - tubi  pelaku.
terungkap, korban saat kejadian seorang diri di dalam rumah.
kedua anaknya, satu diantaranya sedang kuliah dan seorang anaknya yang laki-laki bersama bapaknya suja'i, sang camat sedang menyaksikan pertandingan sepak bola di stadion surajaya.
sementara itu orban kasmoah ditemui surya online di ugd rsi nasrul ummah rabu petang mengungkapkab, saat sebelum kejadian ia sedang keluar untuk membayar arisan.
tapi karena orang yang dituju  sedang  tidak ada di rumah, korban kembali ke rumah.
korban terbelalak karena saat masuk rumah ada seorang laki - laki di dalam rumahnyaa.
padahal waktu keluar bayar arisan pintu depan terkunci.
  korban yang mengetahui ada seorang tamu tak diundang  berusaha menegur.
"lho sampeyan itu siapa," tegur kasmoah.
namun teguran korban itu langsung dibalas dengan pukulan bertubi - tubi mengenahi pundak, dada, leher dan pinggang hingga korban jatuh pingsan.
pelaku yang mengenakan baju kotak - kotak dan membawa tas ransel itu dipastikan meninggalkan korban setelah tahu korban pingsan.
semua perhiasan yang dipakai korban berupa cincin seharga rp 2 juta dan gelang senilai rp 3,5 juta, ponsel merk polytron dan uang tunai rp 180 ribu untuk bayar arisan dibawa kabur pelaku.
korban siuman dan berusaha lari keluar rumah meminta tolong tetangganya.
suparto (45), tetangga dekat korban mengetahui korban berteriak langsung memberikan pertolongan dan membawa korban ke rsi nasrul ummah.
kejadian tepat jalur jalan nasional lamongan - babat ini sempat mengundang keramaian warga.
sebagian diantara mereka dengan mengendarai sepeda motor  ada yang mencoba  mengejar pelaku ke arah timur surabaya, tapi tidak berhasil dan kehilangan jejak.
hingga berita ini dikirim korban masih menjalani perawatan di ruang ugd dengan bantuan selang oksigen.
menurut doktert jaga ugd yang menangani korban, dr ketut sudita menyatakan,  korban masih harus menjalani observasi hingga besuk pagi.
"kalau dari hasil observasi semalam nanti tidak ada kelainan besuk bisa pulang,"kata ketut sudita.
dari hasil foto rongen tidak ada patah tulang.
hanya ada memar di leher,    perut, pinggang dan di telapak tangan kanan.
sekedar catatan untuk diketahui, perampokan ini merupakan kejadian kali sekian setelah peristiwa perampokan dua kali di mantup dan kejadian sabtu (8/6/2013) rumah janda asnah di kecamatan tikung.
malam ini kapolres akbp solehan langsung menuju ke tkp.
dari keterangan keluarga korban, pelaku sempat mengacak - acak kamar dan lemari.
namun sampai berita ini dikirim belum diketahui barang berharga apa saja yang ada di kamar dicuri pelaku.

Source from: surya[dot]tribunews[dot]com