Halaman

Tampilkan postingan dengan label Kakek. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kakek. Tampilkan semua postingan

Kamis, 27 Juni 2013

Tombok Judi Togel, Kakek 79 Tahun Ikut Diamankan Polres Tanjung Perak








surabaya - instruksi kapolda jatim untuk memberantas perjudian jelang ramadhan, langsung direspon polres jajaran dengan melakukan razia.
seperti polres pelabuhan tanjung perak dan polsek jajaran, yang berhasil mengamankan 10 orang tersangka perjudian dari delapan lokasi.
"ini merupakan intruksi dari kapolda untuk memberantas judi," kata kapolres pelabuhan tanjung perak akbp aries syahbudin, kamis (27/6/2013).
kesepuluh tersangka tersebut merupakan pemain judi bola dan togel.
salah satu tersangka bahkan telah berusia 79 tahun.
sucipto (79), warga tambakasri, dibekuk saat menombok judi togel.
sucipto telah dua kali masuk penjara.
selama razia polisi mengamankan uang taruahn bernilai lebih dari rp 3 juta.

Source from: surya[dot]tribunews[dot]com

Senin, 17 Juni 2013

Tolak Coblos, Kakek Seno Dianiaya








madiun - diduga gara-gara menolak pemberian uang salah satu tim sukses pasangan calon pilbup madiun, seorang kakek sempat mengalami penganiayaan.
sang kakek, seno melan (80), warga desa darmorejo, kecamatan mejayan, sempat dilarikan ke rs panti waluyo, mejayan.
ia mengalami patah tulang di bagian tangan sebelah kanan, dan luka di kepala serta kaki kanan.
informasi menyebutkan, ia bertemu dengan salah satu tim sukses kandidat cabup-cawabup madiun, minggu (16/6/2013) malam.
dia pun diberi uang rp 20.
000.
"saya diberi uang, lalu ditanya nanti mencoblos siapa.
saya bilang tidak nyoblos," katanya dalam bahasa jawa.
karena jawaban yang dinilai tak memuaskan itu.
timbulah percekcokan yang berakhir dengan penganiayaan.
secara terpisah, ketua panwas kabupaten madiun slamet widodo menilai tidak ada unsur money politik dalam aksi yang menimpa seno.
ia katakan, kejadian itu murni pidana umum.
"jadi bukan ranah panwas," katanya.
kapolres madiun akbp yusuf menyatakan, polisi sudah mengamankan darminto, yang ditengara melakukan penganiayaan itu.
"kita menangani dugaan kasus penganiayaannya," kata dia.

Source from: surya[dot]tribunews[dot]com

Senin, 06 Mei 2013

Kakek Sembilan Cucu Jadi Perserta Ujian Kejar Paket A








surabaya - usia tak menghalangi suparto (71) untuk terus menimba ilmu.
kakek sembilan cucu ini tampak dalam deretan peserta ujian nasional pendidikan kesetaraan sekolah dasar (kejar paket a) di sdn kaliasin 3, surabaya, senin (6/5/2013).
tak ada grogi atau canggung yang terlihat dari ayah tujuh anak ini.
dia bahkan terlihat mantap dan percaya diri mengerjakan soal bahasa indonesia.
kepada surya.
co.
id, suparto mengaku mengikuti unas kejar paket a demi mendapatkan ijazah sd.
"sebenarnya saya sudah punya ijazah sekolah rakyat tapi terbakar,"akunya.
  ijazah itu terbakar saat disimpan di dalam pabrik sandal di daerah ploso, jombang tahun 1961 silam.
"kebetulan setelah lulus sr tahun 1957 saya langsung bekerja di pabrik sandal itu.
tapi malah ijazah yang saya pakai daftar ikut terbakar saat ada kebakaran di pabrik itu,"kenangnya.
tidak adanya ijazah membuatnya kesulitan mendapatkan pekerjaan yang sesuai hingga akhirnya tahun 1991 dia bekerja sebagai petugas keamanan di sman 19 surabaya.
namun, kendala dihadapinya saat tempatnya bekerja meminta bukti ijazahnya tiga tahun lalu.
suparto pun kelabakan karena bukti otentik itu telah terbakar.
dia akhirnya berinisiatif mengikuti kejar paket a di pkbm budi utama, surabaya.
dan kerja keras suparto itu kini sedang diuji dalam unas yang berlangsung hingga tiga hari ke depan.
"doakan nanti lulus,"katanya singkat.
setelah mendapat ijazah sd nanti, suparto masih berencana untuk melanjutkan ke kejar paket b setara smp.
hal itu dilakukan bukan untuk mendapat kenaikan gaji ataupun posisi, tapi lebih pada kepuasan pribadi.
"saya tidak mengharapkan itu (kenaikan gaji).
yang penting bisa mengikuti kejar paket saya sudah senang,"akunya.
menurut suparto tidak ada kata terlambat untuk mencari ilmu karena ilmu itu tidak bakal sia-sia.
apalagi dia juga mendapat dukungan dari tujuh anaknya, enam diantaranya sudah sarjana.
"saya tidak malu kalau sekarang harus sekolah.
malah semangat,"pungkasnya sambil tersenyum.

Source from: surya[dot]tribunews[dot]com