Halaman

Tampilkan postingan dengan label Apartemen. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Apartemen. Tampilkan semua postingan

Jumat, 18 Juli 2014

Harga Tanah di Surabaya Mahal, Pengembang Pilih Bangun Apartemen









surya online, surabaya - pengembang yang juga anak perusahaan dari bumn pt pp, yakni pt pp property, tak tertarik untuk terjun ke bisnis perumahan mewah di surabaya.
mahalnya harga lahan di surabaya, jadi pertimbangan mereka untuk tidak bermain di segmen landed house.
meski punya dagangan perumahan kelas menengah atas di semarang dan cirebon, anak usaha dari bumn pt proyek perumahan ini lebih tertarik untuk main di segmen apartemen.
proyek apartemen grand sungkono lagoon (gsl), di kawasan jl mayjen sungkono, menjadi pertaruhan pertama mereka merebut pasar properti surabaya.
“saya pikir harga tanah di surabaya sangat mahal, sehingga hampir tidak mungkin lagi untuk bikin perumahan.
kalaupun dipaksakan, mau dijual berapa nanti?,” kata rudy harsono, project manager grand sungkono lagoon, ditemui kamis (17/7/2014).
menurut rudy, menjual klaster perumahan mewah di kota besar seperti surabaya, hampir tidak mungkin dijalankan oleh pengembang yang tidak punya land bank, atau investasi berupa tanah.
membangun perumahan sendiri diperkirakan butuh lahan di atas sepuluh hektare.
padahal, grand sungkono lagoon saja, menginvestasikan rp 500 miliar untuk membebaskan tanah seluas 3,5 hektare di surabaya barat.
dengan pertimbangan mahalnya harga tanah, pengembang pada akhirnya terpaksa membangun di kawasan pinggiran.
“namun inipun belum tentu dapat respons bagus.
dari analisa kami, masyarakat ternyata lebih suka beli apartemen, karena punya lokasi di dalam kota,” ujar rudy.





baca juga



harga tanah di suramadu melambung, investor enggan buka usaha





penulis: aji bramastra

editor: satwika rumeksa






tweet

Source from: surabaya[dot]tribunews[dot]com

Jumat, 28 Juni 2013

Liku-liku Menyergap Pengedar Narkoba Apartemen (9)




Liku-liku Menyergap Pengedar Narkoba Apartemen (9)
Liku-liku Menyergap Pengedar Narkoba Apartemen (9)





surabaya - kanit idik i sat reskoba polrestabes surabaya  iptu haryoko menceritakan, pada sebuah operasi penggerebekan di sebuah apartemen di kawasan surabaya timur, haryoko menangkap pengguna sabu-sabu.
saat itu, dia tidak menemukan barang bukti.
padahal, sasarannya kala itu sudah a-1 (akurat).
dia dan lima anggotanya terus menggeledah seisi kamar.
namun tetap saja tidak ada barang bukti narkoba yang ditemukan.
sampai hampir satu jam penggeledahan dilakukan.
hasilnya masih nihil.
saat berada di ujung frustasi, haryoko melihat ada selembar kartu akses.
setelah dicermati, kartu tersebut merupakan kartu akses ke kamar lain di apartemen yang sama.
dia lantas menanyakan kartu itu ke pemilik kamar.
haryoko dan timnya tidak mendapatkan jawaban memuaskan.
"kami putuskan untuk menuju ke kamar lain itu," katanya.
lokasi kamar terdapat di lantai lain.
setelah membuka pintu, polisi menemukan apa yang dicarinya.
barang bukti sabu-sabu lengkap dengan alat hisapnya.
si empunya kamar pun akhirnya mengaku sebagai pemilik barang haram itu.
usut punya usut, ternyata pemilik kamar ini sengaja menyewa satu kamar lagi yang khusus dia pakai untuk mengkonsumsi sabu-sabu.
sedangkan kamar lainnya untuk tempat tinggal.
dia tidak pernah mengkonsumsi narkoba di kamar tinggalnya agar tidak terdeteksi petugas.
(idl)
Source from: surya[dot]tribunews[dot]com

Kamis, 27 Juni 2013

Liku-liku Menyergap Pengedar Narkoba Apartemen (6)




Liku-liku Menyergap Pengedar Narkoba Apartemen (6)
Liku-liku Menyergap Pengedar Narkoba Apartemen (6)





surabaya - dengan alasan butuh tanda tangan  penerima, nofan meminta  keamanan apartemen mengantarnya sampai ke kamar.
lagi-lagi, gaya bicara dan bahasa tubuh nofan bisa meyakinkan.
novan tidak mungkin menuju kamar sasaran tanpa bantuan petugas apartemen.
 untuk masuk dan membuka lift harus pakai kartu akses.
kartu ini hanya dimiliki  penghuni dan petugas apartemen.
begitu mendekati kamar sasaran, nofan baru memberi tahu identitasnya sebagai polisi.
petugas apartemen itu kaget.
namun dia tidak berani menghalangi.
petugas apartemen jadi bingung.
ia khawatir ekses tindakannya mengantarkan tamu ke kamar penghuni.
nofan lantas menenangkannya agar tidak bertindak mencurigakan.
nofan lalu minta  pengaman apartemen mengetuk pintu.
nofan perlu memastikan melihat wajah buruannya langsung.
setelah beberapa kali ketukan, penghuni kamar bersuara.
sesaat kemudian pintu kamar dibuka dan muncul wajah pria dari balik pintu.
nofan dan rekannya melihat langsung tampang pria itu.
setelah memastikan pria itu adalah buruannya, nofan langsung menyergap.
satu rekan nofan lantas melapor ke tim agar segera naik.
"ya begitulah satu dari beberapa kasus penyergapan yang kami lakukan.
itu (penyergapan) adalah upaya paksa dari kami untuk mengungkap kasus penyalahgunaan narkotika," ujar nofan yang kini sudah menjadi perwira itu.
selain perencanaan yang matang, kata dia, operasi penggerebekan juga membutuhkan unsur keberuntungan.
penyamaran juga disesuaikan dengan situasi.
pernah nofan dan rekannya menyamar sebagai tukang becak, sopir taksi, tukang  parkir sampai cleaning service.
"begitu tertangkap, proses evakuasi ke markas lebih mudah.
tidak ada teriakan aneh-aneh seperti maling atau apalah yang membahayakan kita.
berbeda kalau nggerebek di kampung.
wah kita sering diteriaki maling," pungkasnya.
(idl)
Source from: surya[dot]tribunews[dot]com

Pindah Isap Sabu-Sabu Dari Rumah ke Apartemen




Pindah Isap Sabu-Sabu Dari Rumah ke Apartemen
Pindah Isap Sabu-Sabu Dari Rumah ke Apartemen





surabaya - privasi apartemen benar-benar jadi daya tarik.
yeni yang sudah kecanduan sabu-sabu sejak awal 2000-an bercerita tentang kenyamanan nyedot dan nge-flay di apartemen miliknya.
janda tiga anak itu mengaku putus nyambung dengan kristal memabukkan tersebut.
sempat berhenti, yeni tergoda.
begitulah cerita yeni hingga lebih dari sepuluh tahun 'berteman' dengan narkoba.
dia termasuk pengguna narkoba yang mengedepankan unsur keamanan.
tidak sembarang orang yang dia ajak memakai sabu.
sokongan uang yang melimpah, membuat yeni tidak menggantungkan uluran tangan siapapun.
"saya selalu private saat mengkonsumsi sabu.
saya takut ketahuan," ujar perempuan yang sempat menjadi broker valas dan rumah mewah itu.
awal perkenalannya dengan sabu, yeni mengonsumsinya di rumahnya di kawasan citraland atau rumah temannya.
dia memiliki komunitas yang erat sehingga bisa dipercaya menjaga kebiasaan buruk anggotanya itu.
"saya konsumsi sabu hanya dengan teman-teman dekat.
selebihnya, saya juga lebih sering sendiri," imbuhnya.
gencarnya penggerebekan polisi terhadap pengguna narkoba, membuat yeni keder juga.
sejak lima bulan lalu dia sudah meninggalkan kebiasaan menghisap sabu di rumah.
pesta sabu kemudian digelar yeni di flatnya miliknya di apartemen graha famili.
(idl/ ufi/ab)
Source from: surya[dot]tribunews[dot]com

Jumat, 14 Juni 2013

Apartemen Baru di Surabaya Timur, Sasar Kalangan Mahasiswa








surabaya - banyaknya mahasiswa yang memilih apartemen sebagai tempat tinggal memang menjadi bidikan para pengusaha properti.
pt adhi karya (persero) tbk melalui anak perusahaannya pt adhi persada properti (app) memastikan akan membangun apartemen tiga tower di kawasan keputih, menyasar segmen mahasiswa sebagai pasar utama.
mereka membidik kalangan mahasiswa yang kuliah di sejumlah perguruan tinggi di surabaya bagian timur, seperti universitas airlangga, institut teknologi sepuluh nopember dan beberapa perguruan tinggi swasta lainnya.
direktur utama adhi karya, kiswodarmawan menyatakan, saat ini proses pembangunan sudah berjalan.
dijadwalkan dalam jangka waktu dua bulan ke depan sudah masuk proses ground breaking, sekaligus launching.
"sekarang proses pengurukan, izin masih diproses.
kemungkinan tengah tahun depan, sudah selesai, butuh waktu sekitar satu tahun pembangunan," ujarnya pekan lalu.
apartemen itu nantinya didominasi unit-unit dengan tipe studio.
konsep ini disesuaikan dengan sasaran pasar yang banyak diarahkan untuk segmen mahasiswa.
"tujuan utama membangun apartemen itu untuk menyediakan hunian layak dan murah, dijangkau mahasiswa," tandas kiswodarmawan.
harga per unit dibandrol antara rp 300 juta sampai rp 400 juta.
(ab/rey)
Source from: surya[dot]tribunews[dot]com