surya online, surabaya - pengembang yang juga anak perusahaan dari bumn pt pp, yakni pt pp property, tak tertarik untuk terjun ke bisnis perumahan mewah di surabaya.
mahalnya harga lahan di surabaya, jadi pertimbangan mereka untuk tidak bermain di segmen landed house.
meski punya dagangan perumahan kelas menengah atas di semarang dan cirebon, anak usaha dari bumn pt proyek perumahan ini lebih tertarik untuk main di segmen apartemen.
proyek apartemen grand sungkono lagoon (gsl), di kawasan jl mayjen sungkono, menjadi pertaruhan pertama mereka merebut pasar properti surabaya.
“saya pikir harga tanah di surabaya sangat mahal, sehingga hampir tidak mungkin lagi untuk bikin perumahan.
kalaupun dipaksakan, mau dijual berapa nanti?,” kata rudy harsono, project manager grand sungkono lagoon, ditemui kamis (17/7/2014).
menurut rudy, menjual klaster perumahan mewah di kota besar seperti surabaya, hampir tidak mungkin dijalankan oleh pengembang yang tidak punya land bank, atau investasi berupa tanah.
membangun perumahan sendiri diperkirakan butuh lahan di atas sepuluh hektare.
padahal, grand sungkono lagoon saja, menginvestasikan rp 500 miliar untuk membebaskan tanah seluas 3,5 hektare di surabaya barat.
dengan pertimbangan mahalnya harga tanah, pengembang pada akhirnya terpaksa membangun di kawasan pinggiran.
“namun inipun belum tentu dapat respons bagus.
dari analisa kami, masyarakat ternyata lebih suka beli apartemen, karena punya lokasi di dalam kota,” ujar rudy.
baca juga
harga tanah di suramadu melambung, investor enggan buka usaha
penulis: aji bramastra
editor: satwika rumeksa
tweet
Source from: surabaya[dot]tribunews[dot]com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.