Halaman

Tampilkan postingan dengan label Liku-liku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Liku-liku. Tampilkan semua postingan

Jumat, 28 Juni 2013

Liku-liku Menyergap Pengedar Narkoba Apartemen (9)




Liku-liku Menyergap Pengedar Narkoba Apartemen (9)
Liku-liku Menyergap Pengedar Narkoba Apartemen (9)





surabaya - kanit idik i sat reskoba polrestabes surabaya  iptu haryoko menceritakan, pada sebuah operasi penggerebekan di sebuah apartemen di kawasan surabaya timur, haryoko menangkap pengguna sabu-sabu.
saat itu, dia tidak menemukan barang bukti.
padahal, sasarannya kala itu sudah a-1 (akurat).
dia dan lima anggotanya terus menggeledah seisi kamar.
namun tetap saja tidak ada barang bukti narkoba yang ditemukan.
sampai hampir satu jam penggeledahan dilakukan.
hasilnya masih nihil.
saat berada di ujung frustasi, haryoko melihat ada selembar kartu akses.
setelah dicermati, kartu tersebut merupakan kartu akses ke kamar lain di apartemen yang sama.
dia lantas menanyakan kartu itu ke pemilik kamar.
haryoko dan timnya tidak mendapatkan jawaban memuaskan.
"kami putuskan untuk menuju ke kamar lain itu," katanya.
lokasi kamar terdapat di lantai lain.
setelah membuka pintu, polisi menemukan apa yang dicarinya.
barang bukti sabu-sabu lengkap dengan alat hisapnya.
si empunya kamar pun akhirnya mengaku sebagai pemilik barang haram itu.
usut punya usut, ternyata pemilik kamar ini sengaja menyewa satu kamar lagi yang khusus dia pakai untuk mengkonsumsi sabu-sabu.
sedangkan kamar lainnya untuk tempat tinggal.
dia tidak pernah mengkonsumsi narkoba di kamar tinggalnya agar tidak terdeteksi petugas.
(idl)
Source from: surya[dot]tribunews[dot]com

Kamis, 27 Juni 2013

Liku-liku Menyergap Pengedar Narkoba Apartemen (6)




Liku-liku Menyergap Pengedar Narkoba Apartemen (6)
Liku-liku Menyergap Pengedar Narkoba Apartemen (6)





surabaya - dengan alasan butuh tanda tangan  penerima, nofan meminta  keamanan apartemen mengantarnya sampai ke kamar.
lagi-lagi, gaya bicara dan bahasa tubuh nofan bisa meyakinkan.
novan tidak mungkin menuju kamar sasaran tanpa bantuan petugas apartemen.
 untuk masuk dan membuka lift harus pakai kartu akses.
kartu ini hanya dimiliki  penghuni dan petugas apartemen.
begitu mendekati kamar sasaran, nofan baru memberi tahu identitasnya sebagai polisi.
petugas apartemen itu kaget.
namun dia tidak berani menghalangi.
petugas apartemen jadi bingung.
ia khawatir ekses tindakannya mengantarkan tamu ke kamar penghuni.
nofan lantas menenangkannya agar tidak bertindak mencurigakan.
nofan lalu minta  pengaman apartemen mengetuk pintu.
nofan perlu memastikan melihat wajah buruannya langsung.
setelah beberapa kali ketukan, penghuni kamar bersuara.
sesaat kemudian pintu kamar dibuka dan muncul wajah pria dari balik pintu.
nofan dan rekannya melihat langsung tampang pria itu.
setelah memastikan pria itu adalah buruannya, nofan langsung menyergap.
satu rekan nofan lantas melapor ke tim agar segera naik.
"ya begitulah satu dari beberapa kasus penyergapan yang kami lakukan.
itu (penyergapan) adalah upaya paksa dari kami untuk mengungkap kasus penyalahgunaan narkotika," ujar nofan yang kini sudah menjadi perwira itu.
selain perencanaan yang matang, kata dia, operasi penggerebekan juga membutuhkan unsur keberuntungan.
penyamaran juga disesuaikan dengan situasi.
pernah nofan dan rekannya menyamar sebagai tukang becak, sopir taksi, tukang  parkir sampai cleaning service.
"begitu tertangkap, proses evakuasi ke markas lebih mudah.
tidak ada teriakan aneh-aneh seperti maling atau apalah yang membahayakan kita.
berbeda kalau nggerebek di kampung.
wah kita sering diteriaki maling," pungkasnya.
(idl)
Source from: surya[dot]tribunews[dot]com