Halaman

Jumat, 18 Juli 2014

Bupati Madiun Geram Ada Kabar Tengkulak Borong di Pasar Murah




Bupati Madiun Geram Ada Kabar Tengkulak Borong di Pasar Murah
Bupati Madiun Geram Ada Kabar Tengkulak Borong di Pasar Murah






surya online, madiun-bupati madiun, muhtarom langsung murka saat mendengar ada kabar jika kalangan tengkulak berhasil membeli beras, minyak goreng dan gula dalam jumlah 15 kilogram sampai 50 kilogram di pasar murah yang dilaksanakan di lapangan desa babadan lor, kecamatan balerejo, kabupaten madiun.
pasalnya, acara itu tak diperbolehkan untuk kalangan pedagang atau tengkulak yang membeli murah sembako dengan potongan subsidi 30 persen itu, untuk diperjualbelikan lagi.
"ini untuk warga tidak mampu dan harus membawa kupon.
kalau memang ada tengkulak atau pedagang yang memborong tunjukkan ke saya buktinya.
akan saya tarik kembali.
kami tak yakin ada tengkulak yang membeli di pasar murah ini.
kemungkinan rombongan warga yang menitip kupon ke tetangganya jadi belinya terlihat lebih banyak dari lainnya.
masak tidak boleh titip ke tetangga atau sanak saudaranya yang lebih muda," terang muhtarom kepada surya, kamis (17/7/2014).
sedangkan pembagian ribuan kupon itu, kata muhtarom akan diserahkan ke masing-masing perangkat desa untuk diserahkan ke warganya yang tidak mampu.
"ini tujuannya meringankan beban warga kurang mampu agar saat lebaran bisa merasakan nikmat seperti warga lebih layak lainnya," imbuhnya.
sementara pasar murah kali ini merupakan pasar murah ketiga setelah pertama di pendopo pemkab madiun untuk kalangan pegawai golongan i dan ii.
selanjutnya, kedua di lapangan desa bader, kecamatan dolopo serta yang terakhir di lapangan desa babadan lor, kecamatan balerejo itu.
"subsidinya mencapai 120 juta, jadi per pasar murah subsidisnya rp 40 juta.
yang disubsidi hanya beras, gula dan minyak goreng.
kalau lainnya hanya harganya lebih murah dari pasaran," tegasnya.
sedangkan selama pasar murah itu, nyaris menghabiskan beras 15 ton, 6.
000 liter minyak goreng kemasan serta 6 ton gula.
ini bukan operasi pasar.
akan tetapi efeknya mesti ada karena tidak terjadi gejolak harga sembako di pasar menjelang lebaran ini.
yang diserbu tetap beras, gula dan minyak goreng yang diberi subsidi.
wong harganya beras di pasaran rp 8.
500 per kilogram hanya diihargai rp 6.
000, gula di pasaran rp 9.
500 sampai rp 10.
000 dihargai rp 7.
500 serta minyak goreng rp 12.
500 sampai rp 13.
000 per liter dijual rp 9.
000 per liter," tegasnya.
sementara salah seorang perempuan yang membawa gula 20 kilogram, beras 20 kilogram dan minyak goreng 20 bungkus mengaku bukan tengkulak.
"saya hanya dititipi tetangga dan keluarga yang sudah tua.
ini tidak untuk dijual lagi.
sumpah," pungkas perempuan ini sembari menunggu jemputannya.





baca juga



kurang satu jam sembako di stand pasar murah ludes terjual





penulis: sudarmawan

editor: satwika rumeksa






tweet

Source from: surabaya[dot]tribunews[dot]com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.