Halaman

Tampilkan postingan dengan label Cucu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cucu. Tampilkan semua postingan

Kamis, 16 Mei 2013

Anak dan Cucu Dr Soetomo Ingin Diakui Pemerintah




Anak dan Cucu Dr Soetomo Ingin Diakui Pemerintah
Anak dan Cucu Dr Soetomo Ingin Diakui Pemerintah





surabaya - pahlawan nasional indonesia, dr soetomo ternyata memiliki seorang anak perempuan dan enam cucu yang hingga saat ini masih hidup dan tinggal di surabaya.
yakni isahtiningsih (73) yang tinggal di jetis kulon gang ii surabaya.
isah, panggilan isahtiningsih, mengaku ia adalah anak tunggal dr soetomo hasil pernikahan dengan musni.
pernikahan soetomo dengan musni, yang berasal dari bareng, jombang berlangsung pada tahun 1935 setelah istri pertamanya everdina soetomo bruring asal belanda meninggal dunia.
dari pernikahan pada april 1937 itu, lahir isahtiningsih.
dia ini mengaku anak satu-satunya dr soetomo, karena dari pernikahan sebelumnya, dr soetomo memang tidak dikaruniani keturunan.
"dan ayah saya (dr soetomo) meninggal dunia, saat saya masih berusia 13 bulan.
awalnya, saya dan keluarga tinggal di jl kenari surabaya.
kemudian, setelah ayah meninggal, ibu mengajak saya pindah di jl genteng bandar gang i nomor 2," ujar isah didampingi anak-anaknya.
kemudian, sepeninggal dr sotomo, musni menikah dengan mulyono.
dan dari pernikahan ini, lahir tiga anak.
artinya, musni punya empat orang anak, satu dari dr soetomo dan tiga dari pernikahannya dengan mulyono.
"dan ibu isah punya enam orang anak.
yakni saya (yuswatiningsih), basuki, tri susilo, eni, yani dan heri," sambung yuswatingsih mendampingi ibunya.
namun, selama ini pemerintah tidak pernah mengakui keberadaan keluarga keturunan dr soetomo tersebut.
mereka sudah berupaya menempuh jalur hukum sejak enam tahun lalu, namun belakangan malah dapat kabar bahwa keputusan dari mahkamah agung mereka tetap kalah.
artinya, pemerintah tetap tak menganggap keluarga ini sebagai keturunan dr soetomo.
"ibu ini anak kandungnya, dan kami adalah cucu-cucu eyang dr soetomo.
tapi pemerintah malah lebih mengaku para keponakannya saja," keluhnya.
pihaknya mengaku tidak menginginkan apa-apa, kecuali hanya ingin diakui oleh pemerintah sebagai keluarga dr soetomo.

Source from: surya[dot]tribunews[dot]com

Selasa, 14 Mei 2013

Akiyah Sudah Memiliki Tujuh Orang Cucu




Akiyah Sudah Memiliki Tujuh Orang Cucu
Akiyah Sudah Memiliki Tujuh Orang Cucu





surabaya - akiyah (65), ibu yang tewas dipenggal anak kandungnya sendiri, supardi (30) di rumahnya di bangkingan timur gang ii surabaya ternyata sudah punya tujuh orang cucu.
dari perkawinannya dengan muntolib, akiyah dikaruniai lima orang anak.
yakni amnan, suparmi, supardi, sukri, dan suwarni.
semuanya sudah berkeluarga dan tinggal di sekitar rumah akiyah.
amnan punya dua anak, parmi juga sudah punya dua anak, supardi satu anak, sukri satu anak, dan suwarni juga telah memiliki seorang anak.
total, akiyah sudah punya tujuh cucu.
"akiyah itu sudah tua, cucunya saja sudah tujuh dari lima anaknya," kata siti, seorang tetangga korban.
sehari-hari, muntolib hanya sibuk bekerja di sawah.
sementara akiyah, sesekali membantu suaminya tersebut bertani.

Source from: surya[dot]tribunews[dot]com

Senin, 06 Mei 2013

Kakek Sembilan Cucu Jadi Perserta Ujian Kejar Paket A








surabaya - usia tak menghalangi suparto (71) untuk terus menimba ilmu.
kakek sembilan cucu ini tampak dalam deretan peserta ujian nasional pendidikan kesetaraan sekolah dasar (kejar paket a) di sdn kaliasin 3, surabaya, senin (6/5/2013).
tak ada grogi atau canggung yang terlihat dari ayah tujuh anak ini.
dia bahkan terlihat mantap dan percaya diri mengerjakan soal bahasa indonesia.
kepada surya.
co.
id, suparto mengaku mengikuti unas kejar paket a demi mendapatkan ijazah sd.
"sebenarnya saya sudah punya ijazah sekolah rakyat tapi terbakar,"akunya.
  ijazah itu terbakar saat disimpan di dalam pabrik sandal di daerah ploso, jombang tahun 1961 silam.
"kebetulan setelah lulus sr tahun 1957 saya langsung bekerja di pabrik sandal itu.
tapi malah ijazah yang saya pakai daftar ikut terbakar saat ada kebakaran di pabrik itu,"kenangnya.
tidak adanya ijazah membuatnya kesulitan mendapatkan pekerjaan yang sesuai hingga akhirnya tahun 1991 dia bekerja sebagai petugas keamanan di sman 19 surabaya.
namun, kendala dihadapinya saat tempatnya bekerja meminta bukti ijazahnya tiga tahun lalu.
suparto pun kelabakan karena bukti otentik itu telah terbakar.
dia akhirnya berinisiatif mengikuti kejar paket a di pkbm budi utama, surabaya.
dan kerja keras suparto itu kini sedang diuji dalam unas yang berlangsung hingga tiga hari ke depan.
"doakan nanti lulus,"katanya singkat.
setelah mendapat ijazah sd nanti, suparto masih berencana untuk melanjutkan ke kejar paket b setara smp.
hal itu dilakukan bukan untuk mendapat kenaikan gaji ataupun posisi, tapi lebih pada kepuasan pribadi.
"saya tidak mengharapkan itu (kenaikan gaji).
yang penting bisa mengikuti kejar paket saya sudah senang,"akunya.
menurut suparto tidak ada kata terlambat untuk mencari ilmu karena ilmu itu tidak bakal sia-sia.
apalagi dia juga mendapat dukungan dari tujuh anaknya, enam diantaranya sudah sarjana.
"saya tidak malu kalau sekarang harus sekolah.
malah semangat,"pungkasnya sambil tersenyum.

Source from: surya[dot]tribunews[dot]com