Halaman

Tampilkan postingan dengan label Subsidi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Subsidi. Tampilkan semua postingan

Selasa, 01 Juli 2014

Subsidi Ongkos Angkut Rp 5 Miliar Untuk Operasi Pasar di Jatim




Subsidi Ongkos Angkut Rp 5 Miliar Untuk Operasi Pasar di Jatim
Subsidi Ongkos Angkut Rp 5 Miliar Untuk Operasi Pasar di Jatim






surya online, surabaya - untuk mendukung pelaksanaan operasi pasar (op) selama bulan ramadhan dan lebaran, dinas perindustrian dan perdagangan (disperindag) jatim mengeluarkan surat tentang bantuan distribusi ongkos angkut.
budi setiawan, kepala disperindag jatim, menyebutkan, ongkos angkut yang sebelumnya dimasukkan dalam harga produk sembako, kini akan disubsidi pemprov jatim.
"adanya subsidi ongkos angkut ini membuat harga bisa berkurang.
program ini  sebagai upaya dalam antisipasi lonjakan harga yang disebabkan naiknya permintaan beberapa bahan pokok menjelang puasa dan lebaran," kata budi kepada surya online, senin (30/6/2014).
untuk subsidi ongkos biaya angkut, pemprov jatim telah menyiapkan dana rp 5 miliar.
disiapkannya ongkos angkut distribusi ini diharapkan masyarakat bisa mendapatkan harga sembako sama dengan harga pabrikan.
"pada akhirnya bisa menekan dan terkendalinya laju inflasi khususnya pada bahan pokok makanan dan minuman," tambah budi.
operasi pasar dimulai senin (30/6/2014) hingga 26 juli 2014 (h-2) idul fitri dan dilaksanakan secara serentak diberbagai pasar tradisional kabupaten dan kota di jatim.
"stok bahan pokok di jawa timur cukup tersedia.
dihimbau kepada masyarakat jangan membeli bahan pokok berlebihan, belilah bahan pokok sesuai dengan kebutuhan.
karena op akan berlangsung selama hampir satu bulan," pungkas budi



terkait#operasi pasar

baca juga



bulog gelar operasi pasar menjelang ramadan


sambut natal, pemprov jatim gelar operasi pasar sembako





penulis: sri handi lestari

editor: titis jati permata






tweet

Source from: surabaya[dot]tribunews[dot]com

Senin, 01 Juli 2013

Subsidi Ongkos Angkot Sembako di Jatim Rp 35 Miliar




Subsidi Ongkos Angkot Sembako di Jatim Rp 35 Miliar
Subsidi Ongkos Angkot Sembako di Jatim Rp 35 Miliar





trenggalek - pemerintah provinsi (pemprov) jawa timur menggelontor anggaran sebesar rp35 miliar untuk mensubsidi angkutan sembako, guna menjaga stabilitas harga pascakenaikan harga bahan bakar minyak (bbm) bersubsidi, menjelang puasa ramadhan serta lebaran idul fitri.
"biasanya yang mahal dan membuat harga-harga naik itu adalah ongkos angkut, dengan subsidi ini kita potong hal tersebut, sehingga antara harga di distributor/pabrik itu sampai di pasar sama," kata gubernur jawa timur soekarwo, saat berkunjung ke kabupaten trenggalek, minggu (30/6/2013) malam.
     dijelaskan soekarwo, subsidi ongkos angkut diberikan mulai 15 juni hingga 18 agustus 2013, dengan harapan kestabilan harga tetap terjaga sampai dengan h+10 lebaran.
upaya pemprov dalam pengendalian harga itu, dilakukan secara merata di 662 kecamatan se-jawa timur, dengan fokus subsidi ongkos angkut pada angkutan beras, minyak goreng, gula dan terigu.
"jadi di setiap kabupaten itu ada dua stok yang siap didistribusikan ke masing-masing kecamatan.
semoga upaya ini bisa meringankan dan benar-benar dirasakan manfatnya oleh masyarakat," ujarnya
Source from: surya[dot]tribunews[dot]com

Jumat, 12 April 2013

Dirut Pertamina : Alihkan Subsidi BBM ke Pendidikan








jakarta - dirut pt pertamina (persero) karen agustiawan mengatakan, anggaran subsidi bahan bakar minyak sebaiknya dialihkan ke sektor lainnya seperti pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur.
    "alokasi anggaran subsidi yang besar telah mengurangi alokasi anggaran untuk peningkatan pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur," katanya saat berpidato dalam forum center for strategic and international studies (csis) di washington dc, as seperti dikutip dalam siaran pers di jakarta, kamis (11/4/2013).
     forum itu mengetengahkan isu ketahanan energi yang berkelanjutan.
karen menjadi ceo wanita pertama asal indonesia yang berbicara dalam forum internasional tersebut.
menurut dia, pengurangan subsidi bbm dan mengalihkannya ke sektor lain yang lebih penting tersebut merupakan salah satu upaya mengurangi ketergantungan terhadap minyak.
ia mengatakan, subsidi bbm yang diperkenalkan pertama kali pada era 1960-an, rata-rata menyedot 20 persen apbn.
pada 2013, subsidi bbm tercatat rp193 triliun dengan kuota 46 juta kiloliter.
meski, ia mengakui, pemerintah tidak mudah mengurangi subsidi tersebut.
     karen juga mengatakan, langkah pengurangan ketergantungan minyak lainnya adalah mengalihkan ke sumber energi alternatif, seperti gas alam, gas nonkonvensional, dan energi baru terbarukan.
     ia mencontohkan, gas metana batubara (cbm) merupakan gas nonkonvensional dengan cadangan terbesar ke-6 di dunia.
"kami merencanakan investasi 1,5 miliar dolar as untuk 200 sumur eksplorasi cbm dalam lima tahun ke depan," ujar karen.
     selain itu, indonesia memiliki energi alternatif lainnya yang melimpah, namun belum termanfaatkan secara optimal seperti panas bumi dan dan biofuel.

Source from: surya[dot]tribunews[dot]com