Halaman

Tampilkan postingan dengan label Manajemen. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Manajemen. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 19 Juli 2014

Manajemen Persebaya Bertanggungjawab









surya online, surabaya - tertunggaknya gaji pemain selama dua bulan disikapi serius oleh pemain persebaya.
tim yang bermarkas di dukuh menanggal surabaya ini meminta manajemen bertanggung jawab atas macetnya hak-hak pemain.
kapten tim persebaya greg nwokolo menuturkan, dirinya tidak tahu mengapa gaji pemain bisa terhenti selama dua bulan.
persoalan ini sebaiknya segera diselesaikan supaya tidak berlarut-larut.

"kami tidak tahu penyebab keterlambatan gaji.
komunikasi soal gaji ini intens dilakukan," sebut greg usai latihan di lapangan brigif 1 marinir, sidoaro, jumat (18/7/2014).
komunikasi tersebut, kata greg, dilakukan dengan manajemen sendiri atau sesama pemain di pesebaya.
manajemen bersikap kooperatif dan menjanjikan penyelesian secapatnya.
"manajemen juga meminta maaf atas keterlambatan ini," jelas greg.
pemain kini meminta dan menunggu janji manajemen yang menjanjikan penyelesian sebelum lebaran.
"kita menunggu saja dari manajemen.
janjinya kalau tidak tanggal 21 (senin), ya selasa (22/7/2014) minggu depan," ucap greg.




terkait#manajemen persebaya, bertanggungjawab

penulis: fatkhul alami

editor: wahjoe harjanto






tweet

Source from: surabaya[dot]tribunews[dot]com

Jumat, 14 Juni 2013

Manajemen PT CJI Akui Ada Kebocoran Gas Amonia








gresik - komisi d dprd gresik hearing dengan manajemen pt ciel jedang indonesia (cji), kamis (13/6/2013).
hearing itu terkait kasus sembilan pekerja yang hampir tewas karena menghirup amonia (nh3), jumat (7/6/2013).
dalam hearing yang dihadiri perwakilan pt cji supiyanto, komisi d dprd gresik, dan dinas tenaga kerja dan transmigrasi (disnakertrans) gresik, menejeman mengakui adanya keteledoran pengawas.
dari kecelakaan tersebut pt cji tetap memberikan santunan ke pekerja korban kebocoran gas amonia.
"bantuan pengobatan dan membayar seluruh biaya perawatan serta bantuan lain sudah diberikan ke pekerja.
dari kejadian kemarin, kita sangat menyesali.
kita akan lebih berhati-hati dan memperbaiki sistem pengawan sehingga tidak terulang," kata perwakilan manajemen pt cji supiyanto.
akibat kebocoran gas amonia sedikitnya sembilan pekerja di kim hampir tewas karena kehabisan nafas, sehingga harus dilarikan ke rumah sakit.

Source from: surya[dot]tribunews[dot]com

Minggu, 07 April 2013

Manajemen Persema Jatah Latihan Sekali








malang - krisis finansial yang melanda persema membuat manajemen harus mengencangkan ikat pinggang.
segala jenis biaya pengeluaran harus diminimalisir, termasuk soal latihan.
selama dipimpin slave radovski, tim selalu dua kali latihan dalam sehari.
tapi sejak kursi pelatih diserahkan ke rudi hariantoko, manajemen hanya menjatah latihan sekali dalam sehari.
"latihan sekali dalam sehari berlaku sampai menjelang pertandingan nanti," kata asisten manajer persema, dito arif, minggu (7/4/2013).
dua kali latihan di lapangan tunjungsekar lalu, tim hanya latihan selama kurang dari dua jam per hari.
menurut dito, manajemen tidak mengatur durasi latihan.
yang ditekankan manajemen hanya intensitas latihan.
"masalah durasi latihan, itu wewenang pelatih.
kebijakan manajemen hanya intensitasnya dari dua kali sehari menjadi sekali sehari," tambahnya.

Source from: surya[dot]tribunews[dot]com

Sabtu, 30 Maret 2013

Jukir RSUD Ponorogo Tolak Rencana Manajemen




Jukir RSUD Ponorogo Tolak Rencana Manajemen
Jukir RSUD Ponorogo Tolak Rencana Manajemen





ponorogo - sekitar 18 sampai 22 orang juru parkir (jukir) rsud dr harjono, kabupaten ponorogo yang sudah mengelolah lahan parkir bangunan rsud baru itu sejak setahun lalu menolak rencana manajemen rumah sakit mengelolah lahan parkir itu.
alasannya, selain kompensasi rumah skait sudah terlalu besar, janji gaji yang disediakan rsud senilai rp 700.
000 per bulan per jukir dianggap terlalu kecil.
pasalnya, gaji itu dibawah upah minimum kabupaten (umk) ponorogo yang mencapai rp 936.
000 per bulan.
salah seorang jukir yang mewanti-wanti namanya disebutkan membenarkan ada sebanyak 3 kelompok warga kelurahan yang mengelolah parkir rsud.
mereka bekerja secara bergantian 3 kali dalam sehari.
menurutnya, rencana pengelolaan lahan parkir yang digagas manajemen rumah sakit bakal ditolak seluruh jukir.
alasannya, selain janji gaji terlalu kecil, juga disebabkan pendapatan dari parkir untuk rsud sudah cukup besar.
"kami sudah menerapakan sistem bagi hasil yang diterapkan, yakni 40 persen untuk rsud dan 60 persen untuk para jukir.
sementara selama ini kami yang bekerja, otomatis pendapatan rsud itu besar karena tidak bekerja hanya menyediakan lahan.
kalau kami hanya digaji rp 700.
000 berapa hasil rsud," terang lelaki warga kelurahan pakunden ini kepada surya online, sabtu (30/3/2013).
selain itu, keberatan lainnya, karena gaji bulanan itu tergolong terlalu kecil.
apalagi, hanya digaji dan dijadikan pegawai kontrak.
"jelas kami keberatan, buat apa uang rp 700.
000 sebulan itu.
kami sudah banyak mendapatkan resiko.
karena helem hilang kami yang mengganti dan membeli televisi bukan dari rumah sakit tetapi dari para jukir sendiri," tegasnya.
disamping itu, para jukir juga mempersoalkan program manajemen rumah sakit itu baru dimulai saat ini, ketika parkir ramai.
padahal, sebelumnya tak ada rencana manajemen rumah sakit mengelolah lahan parkir itu.
""kenapa kalau hendak membuat program mengelolah parkir tidak dari awal-awal dulu dan baru sekarang akan direalisasikan.
kami curiga ada apa dengan manajemen baru ini," pungkasnya diamini 3 rekannya yang berjaga.
sementara, direktur rsud dr harjono ponorogo, dr priyo langgeng berencana bakal mengumpulkan para jukir untuk merealisasikan program baru mengelolah manajemen parkir itu.
"nanti para jukir akan kami kumpulkan setelah usulan saya mendapatkan persetujuan bupati ponorogo," katanya.
diberitakan sebelumnya, manajemen rsud dr harjono, kabupaten ponorogo berencana bakal mengelolah lahan parkir yang ada di samping kiri bangunan rumah sakit termegah di karesidenan madiun itu.
alasannya, manajemen rumah sakit untuk menekan angka kebocoran pendapatkan dari sektor parkir sejak dioperasikannya rumah sakit milik pemkab ponorogo itu sejak setahun lalu.
keberanian rsud itu, setelah rumah sakit ini berubah status menjadi badan layanan uumum daerah (blud) yang memiliki kewenangan mengatur manajemen dan rumah tangga rumah sakit demi kemajuan rumah sakit itu.

Source from: surya[dot]tribunews[dot]com