Halaman

Tampilkan postingan dengan label Dibawa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Dibawa. Tampilkan semua postingan

Kamis, 13 Februari 2014

Dijemput Jaksa, Robert Akan Dibawa ke Lapas Banyuwangi




Dijemput Jaksa, Robert Akan Dibawa ke Lapas Banyuwangi
Dijemput Jaksa, Robert Akan Dibawa ke Lapas Banyuwangi






surya online, surabaya - begitu dibawa ke kejati jatim, buron kasus illegal logging, john robert andreas akan dibawa ke lapas banyuwangi untuk menjalani masa hukumannya.
kasi penkum kejati jatim, romy arizyanto menuturkan, pihaknya mendapat informasi bahwa tim jaksa dari kejari banyuwangi sedang perjalanan dari banyuwangi ke surabaya, kamis (13/2/2014).
mereka akan menjemput terpidana kasus illegal logging ini.
"kalau tak salah, mereka sudah berangkat sejak pukul 10.
00 wib tadi," ujarnya kepada surya online, kamis (13/2/2014).
begitu sampai, mereka akan membawa john robert ke banyuwangi.
dia akan menjalani masa hukuman sesuai putusan ma.
"sesuai putusan ma, dia divonis enam bulan penjara, dan dia sudah menjalani hukuman selama lima bulan," ujarnya.
dari informasi yang ada, terpidana kasus illegal logging ini bebas dari pidana di pn banyuwangi.
tak terima, jpu langsung mengajukan kasasi ke ma dan itu dikabulkan dengan putusan enam bulan.
adapun john robert dieksekusi berdasarkan putusan ma bernomor perkara 1977 k/pid.
sus/2011.
dia dinyatakan melanggar pasal 50 ayat (3) huruf e jo pasal 78 ayat (5) uu ri no 41 tahun 1999 tentang kehutanan.



terkait    #banyuwangi

baca juga



paska puting beliung, kegiatan sekolah kembali normal


tahun ini, banyuwangi jadi kota parameter inflasi di jatim


pria tak dikenal tewas tertabrak kereta di pasuruan


satu perampok spbu lamongan kembali dibekuk


perampok pegawai bri banyuwangi juga rampok spbu di lamongan





penulis: sudharma adi

editor: titis jati permata






tweet

Source from: surabaya[dot]tribunews[dot]com

Sabtu, 27 Juli 2013

Anggota Koperasi Resah, Tabungan Rp 4 M Dibawa Kabur









surya online, malang - ribuan anggota koperasi an-nissa mandiri di jalan hayam wuruk kecamatan gondanglegi, kabupaten malang resah, karena uang mereka yang sedianya untuk lebaran kemungkinan besar tidak bisa diterima.
sebab, uang nasabah yang totalnya mencapai rp 4 miliar diduga dibawa kabur antono, suami alm umiyati, ketua koperasi yang meninggal dunia lima bulan lalu.
informasi yang didapat surya online, setelah istrinya meninggal dunia antono bersama tiga anaknya meninggalkan rumah sekaligus kantor koperasi di jl hayam wuruk.
"dia sudah lama tidak di rumah, setelah selamatan istrinya," kata tutik, tetangga antono di gondanglegi.
koperasi an-nissa mandiri sudah memiliki izin usaha, nomer bh : 213 / bh / xvi.
14 / x / 2010.
selama dipegang umiyati, koperasi berjalan normal.
cipto, warga desa putat kidul, kecamatan gondanglegi menyatakan sudah tiga tahun menjadi anggota dan berpotensi kehilangan rp 2,5 juta karena setiap harinya menabung rp 5 ribu selama setahun.
"uang itu rencana buat lebaran," kata cipto.
akbp adi deriyan jayamarta, kapolres malang menyarankan kepada nasabah agar melaporkan ke polres malang.
sementara jajaran satrekrim polres malang telah meminta keterangan 12 orang pegawai koperasi.
untuk berjaga-jaga, kapolres malang dan jajaran muspika pagelaran berada di desa sidorejo.
sebab di kecamatan itu, jumlah anggota koperasi paling banyak.
"jumlah anggota koperasi tersebar di kecamatan bantur, gondanglegi, pagelaran dan turen," tambah hari krispianto, camat pagelaran.
antono disebut-sebut berasal dari lumajang, sedang almarhumah umiyati warga desa/kecamatan pagelaran.
produk koperasi itu, antara lain sahara (simpanan hari raya), deposito dan tabungan pendidikan.
bambang sumantri, kepala dinas koperasi dan umk kabupaten malang menyatakan selama ini koperasi itu tidak ada masalah.
"kami akan mengomunikasikan ke saudara antono, agar mengembalikan uang anggota koperasi," kata bambang.
sesuai data di dinkop, pengurus koperasi an-nissa mandiri dengan jalan hayam wuruk 1 gondanglegi wetan adalah almarhum umiyati (ketua), indriani (sekretaris) dan andina (bendahara).
jika tidak dikembalikan, maka bisa dibilang penggelapan.
"harusnya bendahara yang mengetahui dimana uang itu.
kalau sampai bendahara tidak tahu, itu juga salah," jelas bambang.


Source from: surabaya[dot]tribunews[dot]com

Selasa, 25 Juni 2013

Pembobol Bank Jatim Dibawa ke Kejari Surabaya








surabaya - usai vonis terhadap kepala cabang bank jatim jl hr muhammad, bagoes prayogo dan penyelianya toni bahrawan, kejari surabaya mendapat "tangkapan" tersangka bernama carolina gunadi.
kepala kejari surabaya, m dofir membenarkan jika tersangka carolina dibawa ke kejari surabaya.
namun dia belum mengetahui detail tersangka ini pelimpahan darimana.
informasi yang berhasil dihimpun tersangka dibawa ke kantor kejari surabaya sekitar pukul 09.
00 wib.
bersama keluarganya, carolina yang saat itu mengenakan kaos putih dan celana panjang ungu digiring jaksa untuk menjalani pemeriksaan di ruang pidsus.
sekitar pukul 11.
30 wib, carolina kemudian digiring jaksa menuju mobil tahanan yang menuju ke rutan medaeng.
menghindari jepretan kamera, dia keluar dengan menutupi wajah dengan syal hijau.
berdasarkan data yang ada, tersangka ini ditangkap subdit pencucian uang direktorat tindak pidana ekonomi dan khusus bareskrim polri.
 mabes polri menyatakan jika carolina gunadi yang telah mendekam di sel bareskrim sejak 27 februari lalu berperan aktif dalam kasus pembobolan bank jatim cabang hr muhammad, surabaya.
carolina aktif membantu mantan suaminya yudi setiawan, membobol bank jatim pada januari sampai maret 2011 dengan nilai kredit rp 53,2 miliar yang ternyata dijamin dengan aset bodong.

Source from: surya[dot]tribunews[dot]com

Minggu, 05 Mei 2013

Usai Dioutopsi, Jenasah Fasikun Dibawa Pulang Ke Purbalingga




Usai Dioutopsi, Jenasah Fasikun Dibawa Pulang Ke Purbalingga
Usai Dioutopsi, Jenasah Fasikun Dibawa Pulang Ke Purbalingga





surabaya - setelah dilakukan outopsi di rs bhayangkara surabaya, jenasah fasikun langsung dibawa pulang ke purbalingga, jawa tengah oleh keluarganya, sabtu (4/5/2013) petang.
"ini langsung kita bawa pulang dan dimakamkan di purbalingga," jawab wahyudi (50), kerabat fasikun saat ditemui di rs bhayangkara sebelum membawa pulang jenasah tersebut menggunakan ambulans.
mengenai langkah selanjutnya, terkait kamatian fasikun di polres tanjung perak surabaya, wahyudi mengaku masih akan melakukan musyawarah dulu dengan keluarga di purbalingga.
diceritakan, fasikun merantau ke maluku sejak 10 tahun lalu.
dan tiba-tiba, keluarga mendapat kabar bahwa fasikun membacok 17 penumpang km lambelu di pelabuhan tanjung perak surabaya, selasa (30/4/2013) lalu.
"dan pagi tadi, kabar yang kami terima dia meninggal dunia," sambungnya tanpa banyak berkomentar kepada sejumlah wartawan di rs bhayangkara.

Source from: surya[dot]tribunews[dot]com