Halaman

Tampilkan postingan dengan label Pentas. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pentas. Tampilkan semua postingan

Senin, 03 Juni 2013

Pentas Wayang Potehi Bertabur Hadiah Tiap Hari Tetap Sepi




Pentas Wayang Potehi Bertabur Hadiah Tiap Hari Tetap Sepi
Pentas Wayang Potehi Bertabur Hadiah Tiap Hari Tetap Sepi





tulungagung - "pengumuman! yang belum mendapatkan kupon segera menghubungi panitia.
kupon tinggal sedikit, sudah terjual 300 lembar," kata sutarto menjelang pertunjukan wayang potehi di kelenteng tri dharma tjoe tik kiong, tulungagung, minggu (2/6/2013).
sutarto, dalang wayang potehi yang jawa tulen itu, sedang berkelakar pada penonton.
alih-alih penontonnya ratusan, seni klasik china ini paling banter penontonnya belasan orang.
alih-alih kuponnya laku dijual, pertunjukan wayang itu digratiskan sepenuhnya.
justru pihak kelenteng yang menyediakan ongkos lebih, bukan cuma untuk biaya sound system, honor dalang dan pengrawitnya --pemain siter, asisten dalang, penabuh kentongan, penabuh ketipung, dll-- tetapi juga untuk hadiahnya.
hadiah utamanya bukan ecek-ecek.
kadang sepeda motor, kulkas, kipas angin, handphone, kompor gas dan aneka barang cukup berharga lainnya.
"kalau sore begini hadiahnya minuman atau makanan kecil.
nah, kalau malam hadiahnya yang mahal-mahal," kata ibrahim (sie dyang ren), penonton paling sepuh sore ini.
ibrahim mengaku hampir saban hari menonton potehi, sore maupun malam.
saban hari pula dia mengambil kupon yang diundi dalang di sela-sela pementasan.
"tapi saya belum pernah dapat motor atau hadiah utama lainnya," kata ibrahim tertawa, jadi kelihatan gigi ompongnya.
ibrahim terlahir dari ayah dan ibu yang tionghoa tulen.
ia bisa sedikit-sedikit berbahasa mandarin.
"tapi kakek saya jawa," ujarnya.
tionghoa blesteran seperti ibrahim bercampur baur dengan penonton tionghoa tulen maupun jawa tulen, baik anak kecil maupun dewasa,  sambil menunggu dalang mengundi hadiah.
jika sesi undian dimulai, mereka tampak tekun memegang erat kupon masing-masing sambil berharap nomornya dibacakan dalang.
jika beruntung, pemenang undian bisa mendapatkan sekardus minuman atau makanan ringan.
seorang penonton bahkan bisa memiliki 3 kupon.
peluang menangnya besar.
ibrahim, misalnya, pegang kupon bernomor 174, 122, 98.
tapi hingga pertunjukan hampir usai, ketiga nomor kuponnya tak satu pun yang nyanthol.
"pas ndak rezeki," kata ibrahim, tertawa ngakak
Source from: surya[dot]tribunews[dot]com

Rabu, 17 April 2013

Dari Individu, Nama Indonesia Berkibar di Pentas Dunia








news analisysoleh andreas bastedoketua jurusan visual communication universitas ciputra surabaya surabaya - di masa awalnya, sebuah industri lebih dulu mengenali nama negara lebih dulu.
ini barang bagus karena made in japan.
seperti itu misalnya.
lalu, zaman berubah lagi, dimana industri mengenali nama perusahaannya dulu.
"oh, ini lebih bagus, karena yang bikin ibm.
"tapi kini kedua era itu mulai habis.
ini saatnya individu unjuk gigi, karena industri lebih mengenal kepada siapa yang membuatnya.
apple misalnya, diakui atau tidak, banyak digilai karena faktor steve jobs, sebagai salah satunya.
dari individu-individu kuat seperti chris lie, dan chris lie-chris lie lain lah, nama indonesia akan berkibar di pentas dunia.
kembali ke fungsi pemerintah.
pemerintah seharusnya menyadari potensi ini sejak awal.
pemerintah bertindak sebagai fasilitator para industri kreatif.
tugas mereka mengenalkan pelaku industri kreatif ke tingkat formal.
kalaupun tidak bisa saat ini, maka dukunglah para pelaku industri yang sekarang sedang menggapai masa kebesarannya.
promosikan hingga mampu menjadi perusahaan besar.
in the end, pada ujungnya, merekalah yang membantu pemerintah dengan mengurangi angka pengangguran.
juga menjadi sebuah hal yang harus disiapkan, adalah apa yang dilakukan oleh lingkungan akademik kita.
tugas sekolah, seyogyanya adalah menyiapkan para pelaku industri kreatif seperti mereka.
tidak menyiapkan calon karyawan, tapi menyiapkan mereka yang mampu menyerap tenaga kerja.
menyiapkan mereka yang mampu membawa nama indonesia berkibar di mancanegara.
dan yang tak kalah penting, mentalitas masyarakat kita mungkin juga menjadi satu penyebab mengapa industri kreatif seharusnya bisa berkembang lebih tinggi lagi.
kita sering salah kaprah dalam menyebut apa talent atau bakat itu.
banyak orang mengonotasikan talent itu adalah keterampilan orang menggunakan tangannya.
menggambar, melukis, atau memahat patung.
padahal, tidak demikian.
bukankah mengumpulkan banyak orang itu adalah salah satu dari talent?maka dari itu, semua orang pada dasarnya punya bakat.
hanya, sekarang, tinggal bagaimana menempatkan bakat itu ke industri yang tepatterakhir, keberadaan teknologi khususnya internet di masa sekarang, tidak bisa dilepaskan dari eksistensi para pelaku industri kreatif.
di era sekarang, siapa yang bisa mengoptimalkan internet, merekalah yang akan menjadi pemenang.
internet menjadi kendaraan mereka dalam membentuk komunitas, lewat berbagai media sosial, dan segala eksistensinya.
(ab)
Source from: surya[dot]tribunews[dot]com