oleh : edwina fiqhe anandita delegasi surabaya youth carnival/mahasiswa its surabaya
awal mei 2014 lalu, kami berenam, delegasi dari surabaya youth carnival berkesempatan menghadiri open government partnership (ogp) asia pasific regional conference selama dua hari, 6-7 mei 2014 di nusa dua, bali.
selain kami, ratusan delegasi pemuda dari berbagai negara se-asia pasifik hadir untuk berbagi dan berdiskusi tentang keterbukaan pemerintah dan keterlibatan masyarakat dalam proses pemerintahan.
ogp conference dibuka presiden susilo bambang yudhoyono dan dihadiri para menteri dari berbagai negara sahabat.
hadir pula sejumlah kepala daerah dari sejumlah provinsi di indonesia, seperti wali kota surabaya, tri rismaharini hingga wali kota bandung, ridwan kamil.
selama dua hari, peserta belajar banyak hal.
seperti, bonus demografi indonesia yang didominasi orang muda dari populasi total menjadi peluang bagi indonesia nenjadi negara maju pada 2030 nanti.
pengembangan kapasitas pemuda di berbagai sektor menjadi kunci bagi tercapainya misi indonesia menjadi negara maju.
menjadi delegasi dalam konferensi internasional merupakan tantangan terlebih terlibat sebagai bagian dari inisiatif kepemudaan terkemuka di surabaya.
walaupun tak terlibat dalam proses diplomasi antarnegara, namun bertemu dan bertukar pikiran dengan para delegasi dari berbagai negara merupakan kesempatan sangat baik untuk mengembangkan pengetahuan dan kemampuan.
koordinator pemuda aktivis amnesty international asia pasifik, clara fok, menuturkan pentingnya peranan anak muda menjadi bagian dari pembuatan kebijakan dan tak sekadar menjadi penerima dampak kebijakan.
“pengembangan pemuda tak terbatas hanya pada peningkatan kapasitas atau training.
anak muda harus mendapat ruang kolaborasi untuk ikut terlibat dalam pembuatan kebijakan, tidak hanya menerima efek kebijakan yang dihasilkan pemerintah,” ujarnya.
ogp conference asia pasifik membuka mata kami sebagai pemuda untuk lebih peduli terhadap proses pembuatan kebijakan dan peran serta anak muda di pemerintahan.
setelah ogp conference berakhir, peserta memiliki keyakinan bahwa pemuda seharusnya mendapat akses terhadap informasi publik dan dilibatkan dalam proses pembuatan keputusan.
selain itu kritik yang disampaikan pemuda harus menawarkan solusi terhadap permasalahan sosial yang terjadi.
pemuda bisa memperkuat diri dengan pengetahuan, skill serta keterlibatan dalam program pemerintahan.
karena keberlanjutan program pemerintah yang transparan didasarkan pada apa yang kita lakukan saat ini.
terkait#surabaya youth carnival
editor: tri hatma ningsih
sumber: surya cetak
tweet
Source from: surabaya[dot]tribunews[dot]com