Halaman

Tampilkan postingan dengan label Bunga. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bunga. Tampilkan semua postingan

Senin, 03 Juni 2013

Percayakan Suku Bunga ke Nasabah Sesuai Mekanisme Pasar








surabaya - meskipun pt bank negara indonesia (tbk) (bni) wilayah surabaya berupaya lebih menggenjot penyaluran kredit usaha rakyat (kur) dan kredit ketahanan pangan hingga ke angka 20 persen pada tahun ini, bni juga tetap akan mendorong peningkatan kredit melalui linkage program kklk (kredit kepada lembaga keuangan).
untuk merangsang pertumbuhan kredit ini, bank berlogo angka 46 tersebut mempercayakan suku bunga dari lembaga keuangan seperti bank perkreditan rakyat (bpr) dan koperasi ke nasabah, kepada mekanisme pasar.
chief executive officer atau ceo bni kantor wilayah surabaya, dasuki amsir, menyebutkan bahwa kepada bpr dan koperasi mitra yang tergabung dalam linkage program bni, dikenakan suku bunga sebesar 9,75 persen.
hanya saja, penyaluran dari lembaga keuangan tersebut ke nasabah akhir atau end user, bni tidak melakukan pembatasan suku bunga.
"kami serahkan saja ke mekanisme pasar.
karena bunga ini kan sangat market oriented (berorientasi pada pasar).
bpr yang sehat pasti tidak akan memberikan bunga  yang terlalu mahal kepada nasabah," kata dasuki kepada surya online, senin (3/6/2013).

Source from: surya[dot]tribunews[dot]com

Minggu, 05 Mei 2013

Warga Antusias Saksikan Parade Budaya dan Seribu Bunga




Warga Antusias Saksikan Parade Budaya dan Seribu Bunga
Warga Antusias Saksikan Parade Budaya dan Seribu Bunga





surabaya - tepat pukul 13.
30 wib parade budaya dan seribu bunga di berangkatkan wali kota surabaya tri rismaharini dari tugu pahlawan.
sambutan meriah diberikan warga masyarakat disepanjang rute yang di lewati parade budaya dan seribu bunga sebagai awal perayaan peringatan hjks ke 720 tahun 2013.
kabag humas pemkot surabaya, nanis chairani mengatakan, parade budaya dan seribu bunga diikuti 36 kelompok mobil dengan aneka hiasan bunga.
"cukup menarik sekali parade budaya dan seribu bunga sebagai awal dari rangkaian peringatan hjks," kata nanis melalui kasubag pemberitaan humas pemkot surabaya, eddy wijahjanto, minggu (5/5/2013).
warga masyarakat, ungkap nanis, cukup antusias menyaksikan parade.
bahkan mereka tidak mempedulikan teriknya matahari di sepanjang rute parade.
"kami apresiasi masyarakat yang ikut berpartisipasi meluangkan waktu menyaksikan parade yang diadakan pemkot," tutur nanis.

Source from: surya[dot]tribunews[dot]com

Sabtu, 27 April 2013

Demi Jodoh, Puluhan Muda Mudi Berebut Bunga Kanthil




Demi Jodoh, Puluhan Muda Mudi Berebut Bunga Kanthil
Demi Jodoh, Puluhan Muda Mudi Berebut Bunga Kanthil





ponorogo - puluhan kalangan muda mudi warga desa/kecamatan sampung, kabupaten ponorogo langsung mengerumuni ra endraswati yang tak lain perempuan yang memimpin acara ritual purnama sidi.
kalangan pemuda pemudi ini, ingin berebut mendapatkan bunga kanthil dan mawar yang dibawa perempuan keturunan kerajaan medang sekawit itu.
rebutan kembang kanthil dan mawar itu, dilaksanakan setelah mereka mengikuti acara rebutan tumpeng dan hasil bumi di dalam guwo lowo.
konon, siapa yang mendapatkan bunga kanthil bakal lebih cepat mendapatkan jodoh.
"kami tadi berebut tumpeng hanya mendapakan sedikit makanan, sekarang kebagian bunga kanthil karena akan dibagi oleh bu endrawati dengan cara dipanggil satu per satu bagi kalangan muda mudi agar segera mendapatkan jodoh," terang nanik (20) kepada surya online, sabtu (27/4/2013).
namun, endraswati berpesan bagi warga yang sudah menikah atau berkeluarga dilarang keras berebut atau mendapatkan bunga kanthil dan mawar itu.
"bunga ini bukan untuk yang sudah punya istri atau suami karena khusus yang belum menikah.
bagi yang berkeluarga dilarang karena akan menambah beban hidupnya.
bagi yang sudah mendapat bunga boleh dimakan atau disimpan dalam dompet atau tempat yang aman," tutur endraswati yang dipercaya masih keturunan kerajaan medang sekawit itu.
selain itu, endraswati menjelaskan ritual itu sudah dilakukan tiga bulan berturut-tuirut.
akan tetapi yang paling ramai dilaksanakan di bulan april 2013 ini.
dia berharap acara nguri-nguri sejarah ini akan semakin ramai dan megah dalam ritual-ritual selanjutnya sekaligus sebagai ajang promosi kampung situs bersejarah itu.
"ritual ini dulu juga dilaksanakan kerajaan medang sekawit.
sekarang kami hanya tinggal melestarikannya di setiap bulan purnama," ungkapnya.
sementara juru kunci situs guo lowo, somingan (62) menegaskan ritual purnomo sidi akan dilakukan warga sampung setiap bulan purnama dan akan dipusatkan di guo lowo.
hal itu dimaksudkan agar selalu mendapatkan keberkahan.
"kami sudah persiapkan tempatnya sejak pagi agar kedatangan warga terasa nyaman dan lebih khidmat saat berdoa bersama demi kemakmuran warga sampung," pungkasnya.

Source from: surya[dot]tribunews[dot]com