| TKI Meninggal Mendadak di Taiwan |
surya online, ponorogo - tenaga kerja indonesia (tki) siswandi (35) asal rt 01, rw 02, dusun jeninggring, desa duri, kecamatan slahung, kabupaten ponorogo dikabarkan tewas mendadak tanpa sebab yang jelas di rumah kontrakannya di taiwan sehingga orang tua korban, sibin (71) dan jumiyem (55) mengalami syok berat.
empat hari sebelumnya, korban sempat telepon kepada orangtuanya jika akan pulang ke kampung halaman, april 2014, untuk melaksanakan pernikahan dengan gadis indonesia yang juga bekerja sebagai tkw di hongkong.
berita meninggalnya siswandi yang bekerja di perusahaan stapples di wilayah taichung, talikhong, hechie (taiwan) tersebut kali pertama diterima sibin (71) dan jumiyem (55) beberapa hari lalu.
"jelas kaget, wong informasi itu pertama kali disampaikan adik kandungnya sendiri, endang retnowati yang juga bekerja di taiwan.
endang mengabarkan kakaknya meninggal saat akan dibawa ke rumah sakit di taiwan," terang jumiyem kepada surya, sabtu (8/3/2014).
"dua hari sebelum meninggal, siswandi sempat ngobrol memalui jejaring sosial facebook (fb) dengan adik sepupunya.
dia bilang kalau perutnya kembung sudah dua hari tak sembuh-sembuh.
katanya sepulang kerja saat di rumah kontrakan, kata teman-temannya, dikira siswadi tidur karena ngorok.
setelah tak bisa dibangunkan untuk salat isyak, siswandi dilarikan ke rumah sakit namun d alam perjalanan tidak bisa diselamatkan.
kami menduga korban kena angin duduk," ujar suyono (45), paman korban.
keluarga menyerahkan kepulangan jenazah korban ke pihak pt di jakarta yang memberangkatkan korban serta dinsosnakertrans pemkab ponorogo.
"semua urusan diserahkan ke adiknya dan perusahaan yang memberangkatkan.
kemarin dinsosnakertrans juga siap membantu pengurusan.
permintaan keluarga jenazah korban harus dipulangkan karena resmi diberangkatkan.
sekarang korban masih di rumah sakit dan divisum dan dioutopsi.
sejak mendapat kabar, keluarga menggelar doa bersama dan tahlilan," pungkasnya.
googletag.
cmd.
push(function() { googletag.
display('div-surya-article-bottom-signature'); });
Source from: surabaya[dot]tribunews[dot]com